Anda di halaman 1dari 20

Pengambilan

Jaringan

Tingkat 1A
Kelompok 9

1.Dwi Septianingsih
2.Iffah Octa F
3.Jasmine Rizky KP
4.Nur Indah
5.Rarasati S
Tumor dalam arti umum adalah jaringan
sel liar berupa benjolan atau
pembengkakan abnormal dibagian tubuh.
Sedangkan dalam arti khusus, tumor
adalah benjolan yang disebabkan oleh
neoplasma.
Menurut sifat biologisnya, neoplasma atau
penyakit tumor dibedakan menjadi penyakit
tumor jinak dan tumor ganas. Pertumbuhan
tumor jinak lambat dan biasanya berkapsul
sehingga mudah dibedakan dengan jaringan
sekitarnya karena berbatas tegas. Perbesaran
tumor akanmenekan jaringan tetangganya dan
dapat menyebabkan obstruksi atau atrofil.
Halini dapat berakibat fatal jika terjadi pada
bagian penting, misalnay otak yang
menyebabkan tumor otak.
1. Untuk pemeriksaan mikroskopik supaya dapat menentukan
sifat jaringan kanker tersebut
2. Mengenali bentuk morfologi jaringan tumor. Dengan
mengetahui morfologi tumor, bisa membantu
menganalisatipe histologic-nya, sub tipe tumor yang ada,
serta grading sel
3. Radiakatalis tumor
4. Staging tumor
5. Berguna untuk mengukur specimen tumor dalam centimeter,
seberapa luas ekstensi tumor, bentuknya dan nodus regional
tumor tersebut.
Teknik pengambilan sampel jaringan atau yang biasa disebut
Biopsi adalah pengambilan sejumlah kecil jaringan dari
tubuh manusia untuk pemeriksaan patologis mikroskopik. Dari
bahasa latin bios:hidup dan opsi: tampilan. Jadi secara umum
biopsi adalah pengangkatan sejumlah jaringan tubuh yang
kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Ada
beberapa jenis teknik pengambilan sampel jaringan antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Biposi insisional
Pengambilan sampel jaringan melalui pemotongan dengan
pisau bedah.
2.Biopsi eksisional
Pengambilan seluruh massa yang dicurigai untuk kemudian
diperiksa di bawah mikroskop.
3.Biopsi jarum
Pengambilan sampel jaringan atau cairan dengan cara
disedot lewat jarum.
4.Biopsy jarum dengan bantuan endoskopi
Pengambilan sampel jaringan dengan aspirasi jarum, hanya
saja metode ini menggunakan endoskopi sebagai
panduannya.
Biposi insisional yaitu pengambilan sampel jaringan
melalui pemotongan dengan pisau bedah. Anda akan
dibius total atau lokal tergantung lokasi massa, lalu
dengan pisau bedah, kulit disayat hingga menemukan
massa dan diambil sedikit untuk diperiksa.

Biopsi eksisional yaitu pengambilan seluruh


massa yang dicurigai untuk kemudian diperiksa
di bawah mikroskop. Metode ini dilakukan di
bawah bius umum atau lokal tergantung lokasi
massa dan biasanya dilakukan bila massa tumor
kecil dan belum ada metastase atau penyebaran
tumor.
Biopsi jarum yaitu pengambilan sampel jaringan atau cairan dengan
cara disedot lewat jarum. Biasanya cara ini dilakukan dengan bius lokal
(hanya area sekitar jarum) dan bisa dilakukan langsung atau dibantu
dengan radiologi seperti CT scan atau USG sebagai panduan bagi
dokter untuk membuat jarum mencapai massa atau lokasi yang
diinginkan. Bila biopsi jarum menggunakan jarum berukuran besar
maka disebut core biopsi, sedangkan bila menggunakan jarum kecil
atau halus maka disebut fine needle aspiration biopsi.

Biopsy jarum dengan bantuan endoskopi.


Prinsipnya sama yaitu pengambilan sampel
jaringan dengan aspirasi jarum, hanya saja
metode ini menggunakan endoskopi
sebagai panduannya. Cara ini baik untuk
tumor dalam saluran tubuh seperti saluran
pernafasan, pencernaan dan kandungan.
Endoskopi dengan kamera masuk ke dalam
saluran menuju lokasi kanker, lalu dengan
jarum diambil sedikit jaringan sebagai
sampel.
Persiapan Sebelum Biopsi

1. Selama satu minggu sebelumnya


pasien harus menghentikan
segala macam konsumsi obat
yang membuat pembekuan
darah terganggu seperti aspirin,
coumadin, dan non-steroidal
anti-inflammatory Drugs
(NSAIDs).
2. Konsultasikan pada dokter
apakah pasien harus tetap
mengkonsumsi obat-obatan yang
diresepkan untuk pasien.
Selama pemerikasaan

1. Pasien akan dibaringkan diatas meja periksa


dengan memakai gaun rumah sakit.
2. X-ray, CT scan atau ultrasonografi mungkin akan
dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan
lokasi biopsi.
3. Lokasi biopsi dibersihkan.
4. Obat bius dimasukkan ke dalam tubuh, pasien
akan merasakan sakit menyengat ringan.
5. Saat area biopsi sudah terbius, jarum kecil akan
dimasukkan ke area yang akan diteliti.
6. Sebagian jaringan-jaringan atau sel-sel diambil.
Dalam beberapa kasus, pembedahan kecil dapat
dilakukan agar jaringan atau benjolan dapat
dilakukan atau diperiksa.
7. Beritahu dokter jika pasien merasa tidak
nyaman.
8. Setelah itu jarum diangkat.
9. Daerah biopsi akan ditekan lalu akan dipasang
kassa kecil. Jika dilakukan pembedahan, maka
akan dilakukan penjahitan.
Setelah Pelaksanaan Biopsi

1. Kemungkinan akan ada memar, rasa tidak


nyaman ataupun bengkak ditempat biopsi
dilakukan.
2. Jika perlu, pakailah obat penghilang rasa
sakit yang tidak mengandung aspirin.
3. Letakkan es batu secukupnya diatas luka
untuk mengurangi memar dan bengkak.
4. Hidari aktivitas berat ataupun mengangkat
beban lebih dari 2,5 kg selama 24 jam.
Perlahan-lahan pasien dapat melakukan
aktivitas normal kecuali ada
pemberitahuan sebelumnya dari dokter.
5. Setelah biopsi dilakukan hasil tes akan
dikirim langsung ke dokter, dokter yang
akan memberitahukan hasilnya pada
pasien.
No. Alat Fungsi
1. Tissue Foceps Untuk menjepit jaringan atau organ
2. Operating scissors Gunting untuk pembedahan
3. Needle holder Untuk menjepit jarum operasi/jarum bedah

4. Disposable syringe Alat suntik lengkap sekali pakai (3cc, 5cc, dll)

5. Winged needle untuk menyambung vena


6. Tongue depressor Alat penekan lidah
7. Nelaton Catheter Alat bantu kencing melalui saluran kencing
8. Oral Clinical Thermometer Untuk mengukur suhu tubuh melalui oral
9. Anatomy pincet Untuk menjepit kasa, kapas, atau alkes
10. Bandage scissors Untuk menggunting perban/kassa
11. Disposable tuberculin syringe Alat suntik tuberculine sekali pakai (1 cc)

12. Catgut Benang bedah yang diabsobsi oleh tubuh


13. Suture needle Jarum untuk menjahit luka operasi
14. Scalpel Pisau untuk pembedahan
15. Rectal Clinical Thermometer Untuk mengukur suhu tubuh melalui
rectal/dubur
16. Paratus Case tempat menyimpan alat suntik
Di daerah yang terdapat
tumor atau infeksi.
A. FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) atau Si BaJaH (Sitologi
Biopsi Aspiration Jarum Halus)

1. Menggunakan alat yang terdiri dari tabung suntik plastik


ukuran 10 ml, jarum halus, gagang pemegang tabung
suntik, kaca objek dan desinfektan alkohol atau betadin.
2. Tumor dipegang lembut lalu jarum diinsersi segera ke
dalam tumor.
3. Piston di dalam tabung suntik ditarik ke arah proksimal
4. Tekanan di dalam tabung menjadi negatif
5. Jarum manuver mundur-maju. Dengan cara demikian
sejumlah sel massa tumor masuk ke dalam lumen jarum
suntik.
6. Piston dalam tabung dikembalikan pads posisi semula
dengan cara melepaskan pegangan.
7. Aspirat dikeluarkan dan dibuat sediaan hapus, dikeringkan
di udara dan dikirimkan ke laboratorium.
8. Sering terjadi false negative karena kemungkinan jarum
tidak tepat mengambil sel yang terkena kanker.
B.Stereotactic Needle Biopsy (Core Biopsy)

Cara Pengambilan:
1. Dilakukan pada suatu gumpalan (bengkak)
yang sulit untuk dilihat atau dirasakan.
2. Jarum akan dituntun ke area yang dicurigai
dengan bantuan mammography atau
ultrasound, dan X-ray akan memastikan
area yang ingin dibiopsi.
c.Incisional Biopsy

Seperti operasi pembedahan pada


umumnya. Pengambilan irisan dari
benjolan. Pada umumnya tipe ini
dilakukan pada pembengkakan di
jaringan ikat seperti otot.
d. Excisional Biopsy

Keseluruhan benjolan diambil. Sering


dilakukan pada benjolan di dada. False
negative jarang terjadi.
Pengiriman Biopsi
Jaringan harus dimasukkan ke dalam larutan fiksasi secepat mungkin
setelah diambil dari tubuh, apalagi bila organ tersebut mudah membusuk
misalnya otak, hati, paru, usus dan organ dalam lainnya; jangan P
ditunggu
sampai operasi selesai. Fiksasi dapat dilakukan dengan formalin 10% atau
alkohol 70%. E
N
Beberapa Cara Pengiriman
a.Fiksasi Basah (Wet Fixation) A
Sediaan segar yang baru saja diperoleh segera dicelupkan ke dalam Nfiksasi
selama 30-40 menit. Kemudian dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi serta
botol perendamnya. Untuk mengatasi risiko pengiriman yang sulitG dengan botol
yang berisi cairan yang mungkin tumpah, maka setelah sediaan tersebut
A
difiksasi selama 30 menit, dikeluarkan dari cairan dan dikeringkan di udara
kamar. Setelah kering sediaan dapat dimasukkan ke dalam tabung N atau di
dalam karton yang telah disiapkan. Bahan fiksasi sebaiknya digunakan alkohol
yang mudah didapat.
A
N
b.Fiksasi Pelapis (Coating Fixative)
Zat-zat ini adalah campuran dari alkohol basa yang memfiksasi sel-sel dan
bahan seperti lilin yang membentuk lapisan pelindung yang tipis di atas sel.
a) Aerosol yang dipakai dengan cara menyemprotkannya pada sediaan
b) Liquid basa diteteskan di atas sediaan sesegera mungkin
P
Pengiriman Sampel E
Label : nama dan nomor identitas pasien N
waktu pengambilan, inisial pengambil sampelA
Contoh Proses Laboratorium:
~penanaman jaringan (embedding)
N
~pengirisan sediaan G
~pengecatan A
~pengamatan mikroskopis N
~pelaporan A
N
Jaringan yang diperoleh dari hasil biopsi difiksasi, dan
dikirim untuk pemeriksaan patologi dan atau
imunohistokimia. Tujuan pemeriksaan patologi ini
adalah untuk menentukan apakah lesi tersebut ganas
atau jinak, dan membedakan jenis histologisnya. Pada
beberapa keadaan, biopsi dari kelenjar getah bening
menentukan staging dari keganasan. Tepi dari
specimen (pada biopsi eksisional) juga diperiksa
untuk mengetahui apakah seluruh lesi sudah
terangkat (tepi bebas dari infiltrasi tumor)

Satu jenis biopsi khusus yang dapat mengetahui


sitologi dari lesi adalah FNAB (fine needle aspiration
biopsy). Untuk beberapa jenis keganasan, sensitifitas
dan spesifisitas FNAB sama atau lebih baik dari biopsi
konvensional
SELESAI .. !!!!