Anda di halaman 1dari 19

Nama lengkap : Sutiarah

Tempat, tgl lahir : Semarang, 27 Oktober 1962


Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Warga negara : Indonesia
Suku : Jawa
Alamat : Jl. Durian IV No.30
rt03/rw04,Lamper Kidul, Semarang Selatan,
Semarang
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Pendidikan : Tamat SMA
No RM : C225426
MASALAH AKTIF MASALAH TIDAK AKTIF
1. Tenggorokan kering -
2. Batuk
3. Perasaan di tenggorok
4. Mukosa orofaring
hiperemis dan granulasi
di dinding posterior
faring
5. Pembesaran nnll di leher
level IB kiri
6. Rangitis kronis hipertrofi
(1,2,3,4,5)
Autoanamnesis dengan pasien tanggal 3 April
2013 pukul 10.00
Keluhan utama: Tenggorokan kering
+ 1 tahun ini pasien merasa tenggorokan kering.
Tenggorokan kering dirasakan terus menerus.
Tenggorokan terasa kering semakin memberat
setelah makan makanan berpengawet dan
goreng-gorengan. Tenggorokan kering membuat
pasien batuk.
Gatal tenggorok (+), nyeri telan (-), sulit telan
(-), mulut bau (-). Nyeri telinga (-), kurang
pendengaran (-). Pilek (-), penciuman
berkurang (-). Mual (-), muntah (-), demam (-),
nyeri kepala (-)
Riwayat DM (-)
Riwayat HT (-)
Riwayat Alergi (-)
Riwayat Sakit jantung (-)
Riwayat maag (-)
Riwayat sakit gigi, gigi berlubang (-)
Riwayat bersin-bersin, hidung gatal, pilek
ingus encer (-)
Riwayat nyeri kepala (-)
Riwayat batuk lama (-)
Riwayat asma (-)
Riwayat DM (-)
Riwayat HT (-)
Riwayat alergi(-)

Pasien adalah ibu rumah tangga, suami PNS,


anak 2 belum mandiri.
Biaya pengobatan dengan askes
Kesan Sosial Ekonomi: cukup

Pasien menyukai makanan pedas dan panas


Riwayat merokok, terpapar asap rokok, dan minum
alkohol (-)
STATUS GENERALIS
- Kesadaran : compos mentis
- Aktivitas : normoaktif
- Kooperativitas : kooperatif
- Status gizi : TB: 159 cm
BB: 50kg
IMT: 19,77
Kesan: normoweight
- Kulit : turgor cukup
- Konjungtiva : pucat (-/-)
- Nadi : 80 x/ menit
- Tensi : 120/80 mmHg
- Nafas : 20x/menit
- Suhu : afebris
- Jantung : tidak dinilai
- Paru : tidak dinilai
- Hati : tidak dinilai
- Limpa : tidak dinilai
- Limfe : pembesaran nnll leher anterior level Ib ( -/+)
- Anggota gerak : simetris, dalam batas normal
KANAN KIRI
Mastoid Mastoid
nyeri tekan (-), nyeri ketok (-) nyeri tekan (-), nyeri ketok (-)
Preaurikula Preaurikula
nyeri tekan (-), fistel (-), abses nyeri tekan (-), fistel (-),
(-) abses (-)
Retroaurikula Retroaurikula
nyeri tekan (-), fistel (-), abses nyeri tekan (-), fistel (-),
(-) abses (-)
Aurikula Aurikula
nyeri tarik (-), nyeri tekan nyeri tarik (-), nyeri tekan
tragus (-), hiperemis (-) tragus (-), hiperemis (-)
CAE/MAE CAE/MAE
oedem (-), hiperemis (-), oedem (-), hiperemis (-),
serumen (-), discaj (-) serumen (-), discaj (-)
Membran timpani Membran timpani
Warna putih mengkilat seperti Warna putih mengkilat seperti
mutiara, refleks cahaya (+) jam mutiara, refleks cahaya (+)
5, perforasi (-) jam 7, perforasi (-)
PEMERIKSAAN LUAR
- Hidung: simetris, deformitas (-), benjolan (-)
- Sinus : nyeri tekan (-), nyeri ketok (-)

RINOSKOPI ANTERIOR
- Discaj : (-/-)
- Mukosa : mukopurulen (-/-), hiperemis (-/-)
- Konka : oedem (-/-), hipertrofi (-/-)
- Tumor :(-/-)
- Septum : deviasi (-/-)

DIAFANOSKOPI
tidak dilakukan
Orofaring
- Palatum : simetris, massa (-),
palatum bombans (-), palatum fistula (-)
- Arkus faring : simetris, uvula di tengah,
refleks muntah (+)
- Mukosa : hiperemis (+), granulasi
(+), sekret (-)
- Tonsil : T1/T1, hiperemis (-/-),
granulasi (-/-), kripte tidak melebar, detritus
(-/-), membran (-/-)
- Peritonsil : abses (-/-)
Nasofaring : tidak dilakukan
Laringofaring : tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Supraglotis
Glotis
Subglotis
Kepala : mesosefal
Wajah : simetris, deformitas (-)
Leher anterior :
- Pembesaran nnll (+) di level IB kiri, warna
seperti kulit sekitar, batas tegas, kenyal,
ukuran 1x1x1 cm, terfixir (-), hangat (-),
nyeri (-)
Leher lateral : pembesaran nnll (-)
Gigi geligi : karies (-), gigi goyang (-)
Lidah : normoglosus, deviasi (-), atrofi
papil (-)
Palatum : bombans (-)
Pipi : benjolan (-/-), nyeri tekan (-/-),
nyeri ketok (-)
Rinne
- Kanan : AC > BC
- Kiri : AC > BC
Schwabach
- Kanan = pemeriksa
- Kiri = pemeriksa
Weber
Lateralisasi (-)
Tes Bisik
Kanan : 6/6
Kiri : 6/6
Seorang wanita 47 tahun datang ke RSUP dr.
Kariadi dengan keluhan sudah + 1 tahun ini
tenggorokan kering dirasakan terus menerus.
Semakin memberat dengan makan makanan
berpengawet dan gorengan. Tenggorokan kering
membuat batuk. Ada perasaan gatal di
tenggorokan. Pasien suka makanan pedas,
panas, dan gorengan. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan mukosa orofaring hiperemis dengan
granulasi di dinding faring posterior. Selain itu
ada pembesaran nnll di leher level Ib kiri, warna
seperti kulit sekitar, batas tegas, kenyal, ukuran
1x1x1cm, tidak terfixir, tidak hangat, tidak
nyeri.
Faringitis kronik hipertrofi
Faringitis kronik atrofi

Faringitis kronik hipertrofi


TERAPI
- Berkumur dengan air hangat + garam
- Betadine kumur 3x sehari/8jam
- Vit C 1tab/12jam
- Vit Bcomplex 1 tab/12jam
- Ambroxol 1tab/8jam

PEMANTAUAN
- KU/TV, respon terapi

PENYULUHAN
- Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit
pasien dan terapi yang diberikan meliputi cara berkumur
dengan air garam, cara minum obat, kontrol lagi setelah
obat habis dan menghubungi dokter jika ada masalah dengan
pengobatan
- Menjelaskan kepada pasien untuk menghindari faktor
pencetus seperti makanan pedas, panas/dingin, asam,
goreng-gorengan
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad sanam : ad bonam
Quo ad fungsionam : ad bonam