Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

SEORANG PRIA 45 TAHUN DENGAN


MASSA GLOTIS

Disusun oleh :
Arisyi Sunu Pradono (22010111200040)
IDENTITAS PENDERITA
Nama lengkap : Tn. Agus Sri Dibyanto
Nama panggilan : Agus
Tempat tgl lahir : Semarang, 25 Septermber 1967
Jenis Kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Warga negara : Indonesia
Suku : Jawa
Alamat : Komplek Sehati Blok D-131
Salatiga
Pekerjaan/sekolah : Pegawai Kontraktor
Pendidikan tertinggi : S1
No. RM : C381566
DAFTAR MASALAH
Masalah Aktif Masalah Tidak Aktif
1. Serak 1. Riwayat merokok >20
2. Batuk berdahak warna tahun 1 bungkus/hari
putih kental 2. Riwayat menggunakan
3. Laringoskopi indirek : suara berlebihan saat
massa glotis, berbenjol- bekerja
benjol 3. Riwayat paparan debu
4. Massa Glotis (1,2,3) saat bekerja
ANAMNESIS
Tanggal : 18 oktober 2012 Jam 10.30

Keluhan Utama
Serak
RPS
3 bulan serak terus menerus makin lama makin berat. Sesak (-).
Batuk (+) berdahak (+) warna putih kental, darah (-), berkeringat
malam hari (-), penurunan berat badan (-), demam (-). Sulit menelan
(-), nyeri telan (-). Pilek (-), hidung tersumbat (-). Gemerebeg (-),
kurang pendengaran (-). Pasien berobat ke dokter umum tapi tidak
ada perubahan.

2 hari serak pasien semakin berat sampai tidak mengeluarkan suara.


Pasien berobat ke dokter THT di Ungaran dan kemudian dirujuk ke
RSDK untuk pemeriksaan lanjutan.
RPD
Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya
Riwayat penggunaan obat lama disangkal
Riwayat alergi disangkal
Riwayat merokok >20 tahun 1 bungkus/hari
Riwayat penggunaan suara berlebihan saat bekerja
Riwayat paparan debu (tidak menggunakan masker
saat bekerja)
.
RPK
Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini

RSE
Pasien bekerja di perusahaan kontraktor. Gaji
perbulan Rp 3.500.000. pasien memiliki 4 orang
anak yang belum mandiri. Biaya ditanggung sendiri.
Kesan : Sosial Ekonomi cukup
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Kesadaran : komposmentis
Aktivitas : normoaktif
Kooperativitas : kooperatif
Status Gizi : cukup
Kulit : turgor kulit cukup
Konjungtiva : anemis (-/-)
Nadi : 90 x/menit
Tensi : 120/70 mmHg
Nafas : 24x/menit
Suhu : afebris
PEMERIKSAAN FISIK
Jantung : dalam batas normal
Paru : dalam batas normal
Hati : tidak diperiksa
Lien : tidak diperiksa
Limfe : pembesaran nnll (-/-)
Status Lokalis (THT)
Telinga Kanan Kiri

Mastoid Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-)


Nyeri ketok (-) Nyeri ketok (-)
Pre-Aurikula Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-)
Fistel (-) abses(-) Fistel (-) abses (-)
Retro-Aurikula Fistula (-) Fistula (-)
Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-)
Nyeri ketok (-) Nyeri ketok(-)
Aurikula Hiperemis (-) Hiperemis (-)
Kanalis Eksternus Serumen (-), oedem(-), Serumen (-), oedem(-),
hiperemis(-), discaj (-) hiperemis(-), discaj (-)
Membran Timpani Kanan Kiri

Warna putih mengkilat putih mengkilat

Refleks Cahaya (+) arah jam 5 (+) arah jam 7

Perforasi (-) (-)


Intak (+) (+)

Hidung dan Sinus Paranasal


Pemeriksaan Luar
Hidung : simetris, deformitas (-), napas cuping (-)
Sinus : nyeri tekan (-), nyeri ketok pipi, pangkal hidung,
dahi (-)
Rinoskopi anterior Kanan Kiri

Discaj (-) (-)

Mukosa Hiperemis (-), Hiperemis (-),


edema (-) edema (-)
Konka Hiperemis (-), Hiperemis (-),
edema (-) edema (-)
Tumor (-) (-)

Septum Deviasi (-)


Orofaring
Palatum : simetris, bomban (-)
Arkus faring : simetris, hiperemis (-/-)
Mukosa : hiperemis (-), granulasi (-)
Tonsil
Ukuran : T1-T1
Warna : hiperemis (-) / (-)
Permukaan : rata / rata
Kripte : melebar (-) / melebar (-)
Detritus : (-)/(-
Membran : (-)/(-)
Peritonsil : abses (-)/(-)

Nasofaring (rinoskopi posterior): tidak dilakukan


Laringoskopi inderek :
- mukosa : edema (-), hiperemis (-)
- valekula : massa (-), edema (-)
- reses piriformi : massa (-), sisa makanan (-)
- porta esofagus : massa (-), hiperemis (-)

Supra Glotis
- epiglotis : edema (-), hiperemis (-)
- tumor : (-)
Glotis
- komisura anterior : tampak massa, berbenjol-benjol
- komisura posterior : terbuka
- plika vokalis
- posisi : paramedian
- gerak : berkurang
- tumor : (+) di kedua plika vokalis
Subglotis
- mukosa : sulit dinilai
- tumor : sulit dinilai
Kepala dan Leher
Kepala : mesosefal
Wajah : simetris, deformitas (-)
Coli anterior : simetris, pembesaran tiroid (-)
Coli lateral : simetris, pembesaran nnll (-)/(-)
Sub mandibula : pembesaran nnll (-)/(-)

Gigi dan Mulut


Gigi-geligi : caries (-)
Lidah : makroglossi (-), deviasi (-), atrofi papil (-)
Palatum : bomban (-), ulkus (-)
Pipi : simetris, benjolan (-)
Tes pendengaran
Rinne : AC>BC / AC>BC
Schwabach : =pemeriksa / =pemeriksa
Weber : tidak ada lateralisasi
Kesan : normal

Tes Alergi : tidak dilakukan

Tes Diafanaskopi (-)


RINGKASAN
3 bulan serak terus menerus semakin lama
semakin berat. Batuk (+), berdahak warna putih
kental. Riwayat merokok >20 tahun 1 bungkus/hari.
Riwayat penggunaan suara berlebih saat bekerja.
Riwayat paparan debu saat bekerja. Pemeriksaan
laringoskopi indirek didapatkan massa berbenjol-
benjol pada kedua plika vokalis.
DIAGNOSIS BANDING
Massa Glotis DD keganasan
papiloma laring
nodul plika vokalis
DIAGNOSIS SEMENTARA
Massa Glotis DD keganasan
RENCANA PENGELOLAAN
Pemeriksaan Diagnostik
Ip Dx S :-
O : Laringoskopi + Biopsi

Terapi:
- Roburansia (Vit Bc, Vit C)
Pemantauan
Keadaan umum, tanda vital, penurunan berat
badan

Penyuluhan
menjelaskan kepada pasien mengenai temuan-
temuan klinis yang didapat menggunakan bahasa
yang dimengerti pasien
Menjelaskan kepada pasien mengenai
pemeriksaan lanjutanyang diperlukan untuk
menegakkan diagnosis serta menjelaskan
prognosis penyakit tersebut
Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad malam
Quo ad fungsionam : dubia ad malam
Quo ad sanam : dubia ad malam