Anda di halaman 1dari 78

SISTEM MANAJEMEN PERAWATAN

Prof. Ir. Jamasri, Ph.D.


Teknik Mesin FT-UGM
Jl. Grafika 2 Yogyakarta 55281
Email: jamasri@ugm.ac.id

12/7/2017 Manajemen Perawatan 1


Buku Acuan:
1. World class maintenance
management Terry Wireman
2. Reliability centered maintenance
(RCM) John Moubray
3. Reliability centered maintenance
(RCM) Anthony Smith
4. Introduction to total productive
maintenance (TPM) - Nakajima
12/7/2017 Manajemen Perawatan 2
DEFINISI PERAWATAN
Perawatan didefinisikan sebagai
suatu kombinasi dari setiap tindakan
yang dilakukan untuk menjaga
kondisi suatu peralatan agar selalu
dalam keadaan baik sehingga
terjamin ketersediaannya setiap saat
sesuai kebutuhan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 3


Macam-Macam Perawatan
Perawatan Terencana (Planned
Maintenance)
Perawatan terencana adalah jenis
perawatan yang telah diorganisasikan
dan dilakukan dengan pemikiran ke masa
depan
Pengendalian dan pencatatan sesuai
dengan rencana yang telah ditentukan
sebelumnya
12/7/2017 Manajemen Perawatan 4
Perawatan Pencegahan
(Preventive Maintenance)
Perawatan yang dilakukan dengan interval
waktu tertentu dengan maksud untuk
menghilangkan kemungkinan terjadinya
gangguan kemacetan atau kerusakan mesin
Jadwal kegiatan perawatan preventive ini
disusun berdasarkan data dari pabrik
pembuat mesin
Jadwal ini dapat disusun berdasarkan waktu
yaitu harian, mingguan, bulanan, tahunan
ataupun disesuaikan dengan jam operasi
mesin
12/7/2017 Manajemen Perawatan 5
Jenis perawatan pencegahan
Running maintenance atau biasa juga
disebut sebagai perawatan waktu berjalan
yaitu perawatan yang dilakukan sementara
mesin masih dalam kondisi digunakan.
Kegiatan pada running maintenance ini
antara lain inspeksi, penyetelan sistem
pelumasan,dll
Shutdown maintenance atau perawatan
waktu berhenti adalah perawatan yang
dilakukan pada saat mesin tersebut sengaja
dimatikan
12/7/2017 Manajemen Perawatan 6
Perawatan Koreksi (Correction
Maintenance)
Perawatan yang dimaksudkan untuk
mengembalikan mesin pada standar yang
diperlukan atau suatu kondisi yang dapat
diterima
Pada perawatan koreksi ini dapat berupa
reparasi atau penyetelan bagian-bagian mesin,
juga penambahan beberapa komponen
sehubungan dengan kegiatan inspeksi
Perawatan koreksi tersebut dilakukan pada
saat mesin dalam keadaan tidak aktif
(shutdown maintenance)
12/7/2017 Manajemen Perawatan 7
Perawatan Tidak Terencana
(Emergency Maintenance)
Perawatan tidak terencana adalah perawatan
yang dilakukan apabila mesin sama sekali mati
karena terjadinya kerusakan atau adanya
kelainan yang menyebabkan mesin tidak dapat
dioperasikan
Perawatan ini tidak direncanakan sebelumnya
atau disebut juga perawatan darurat yaitu
perawatan atau perbaikan yang perlu segera
dilaksanakan untuk mencegah terjadinya
akibat yang lebih serius

12/7/2017 Manajemen Perawatan 8


Perawatan Reaktif (Reactive
Maintenace)
Teknik pemeliharaan yang
berorientasi pada perbaikan
kerusakan minor yang telah
terjadi
Perawatan ini merupakan
kebalikan dengan proaktive
maintenance, dan sebagai indikasi
tidak efektifnya proaktive
maintenance
12/7/2017 Manajemen Perawatan 9
RCM (Reliability-Centered
Maintenance)
Suatu pendekatan analisis yang dapat
membantu untuk memprioritaskan tugas-
tugas pemeliharaan atas peralatan yang
ada
Dengan memanfaatkan RCM bagian
pemeliharaan dapat lebih fokus dan
terarah dalam melaksanakan aktivitasnya
RCM memanfaatkan data-data masa lalu
peralatan dan pengalaman operator yang
telah mengenal betul peralatannya
12/7/2017 Manajemen Perawatan 10
Perawatan Prediktif (Predictive
Maintenance)

Merupakan bagian dari Preventive


Maintenance, yang meramalkan
suatu kerusakan yang mungkin
akan terjadi pada peralatan melalui
pemeriksaan yang kontinyu dan
periodik

12/7/2017 Manajemen Perawatan 11


Maintenance Prevention
Suatu rancangan metode
perawatan yang mempunyai fungsi
untuk menghindari dilakukannya
perawatan terhadap peralatan
atau membebaskan peralatan dari
dilakukannya kegiatan perawatan
(maintenance-free design)

12/7/2017 Manajemen Perawatan 12


Maintainability
Improvement

Memperbaiki atau memodifikasi


suatu peralatan agar terhindar dari
breakdown dan mudah dirawat

12/7/2017 Manajemen Perawatan 13


Design to Life Cycle Cost
(DTLCC)
suatu perancangan yang
mempertimbangkan biaya siklus
umur suatu peralatan
Biaya siklus umur (life cycle
cost) adalah biaya yang terjadi
selama masa pemakaian
peralatan
12/7/2017 Manajemen Perawatan 14
Perawatan Produktif (Productive
Maintenance)
Merupakan hasil pengembangan dan
kombinasi dari preventive
maintenance, predictive
maintenance, dan maintanability
improvement dengan prinsip-prinsip
design-to-life-cycle-cost (DTLCC)

12/7/2017 Manajemen Perawatan 15


TOTAL PRODUCTIVE
MAINTENANCE (TPM)
TPM merupakan suatu sistem perawatan
terpadu yang dikembangkan dari sistem
Preventive Maintenance dan Predictive
Maintenance serta melibatkan partisipasi
semua pihak, terutama operator sebagai
pemakai alat dalam melaksanakan kegiatan
perawatan dari peralatan tersebut
(maintenance by operator)
TPM sebagai sebuah pendekatan yang inovatif
maintenance dalam melakukan optimasi
keefektifan peralatan dan
mengurangi/menghilangkan kerusakan
mendadak (breakdown)
12/7/2017 Manajemen Perawatan 16
Manajemen Perawatan

Definisi 1:
Suatu aktivitas yang diperlukan untuk me
manage perawatan agar program-program
perawatan yang telah direncanakan dapat
berjalan dengan baik, sehingga produksi
maksimal dengan biaya operasional
serendah mungkin

12/7/2017 Manajemen Perawatan 17


Cont
Definisi 2:
Manajemen semua aset yang
dimiliki oleh pabrik yang
berdasarkan pada maksimalisasi
pengembalian invesmen aset
tersebut

12/7/2017 Manajemen Perawatan 18


ORGANISASI PERAWATAN
Tipe organisasi perawatan dipengruhi oleh
goal dan objective dari organisasi
perawatan itu sendiri
Jika goal dan objectivenya adalah
progresif maka variasi dari organisasi
konvensional dapat digunakan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 19


Tujuan Manajemen Perawatan

Memaksimalkan produksi dengan biaya


terendah, kualitas tertinggi, dan standar
keselamatan yang optimum
Mengidentifikasi dan mengimplementasikan
reduksi biaya
Memberikan rekaman perawatan peralatan
secara akurat

12/7/2017 Manajemen Perawatan 20


Cont

Mengumpulkan informasi tentang biaya


perawatan yang diperlukan
Mengoptimalkan sumberdaya perawatan
Mengoptimalkan umur peralatan utama
Meminimalkan penggunaan energi
Meminimalkan ketersediaan suku cadang di
gudang

12/7/2017 Manajemen Perawatan 21


Target manajemen perawatan

Meningkatkan waktu kerja, kualitas dan


utilisasi
Mereduksi biaya perawatan perbaikan,
tenaga kerja dan material
Menyiapkan organisasi pabrik untuk
berkompetisi di masa yang akan datang

12/7/2017 Manajemen Perawatan 22


STAF PERAWATAN
Opsi Staf Perawatan
Complete in-house staff
Combined in-house/contract staff
Contract maintenance staff
Complete contracting maintenance staff

12/7/2017 Manajemen Perawatan 23


Organisasi Perawatan Secara
Geografis:
Centralized Maintenance Organizations
High Utilization
Slow Response
Labor Pool
Area Maintenance Organizations
Low Utilization
Quick Response
Equipment Ownership
Combination Maintenance Organizations
Good Utilization
Optimum Response

12/7/2017 Manajemen Perawatan 24


Perkembangan Organisasi
Perawatan
1. Satu tenaga produksi ... Satu mesin. Dia
mengoperasikan dan memelihara ... Pekerjaan
besar dikirim keluar
2. Beberapa mesin... Beberapa tenaga produksi...
Satu tenaga perawatan multiskilled
3. Produksi meningkat ... Tenaga perawatan
bertambah, juga adanya supervisor
4. Tenaga perawatan memulai spesialisasi pada
tipe perawatan tertentu

12/7/2017 Manajemen Perawatan 25


Cont
5. Craft lines develop
6. Organisasi sentral terlalu besar untuk dikelola,
organisasi lokal dikembangkan
7. Central crafts and shops dikembangkan untuk
mendukung area crafts: seperti outside
contractor
8. Organisasi area cenderung kembali ke konsep
multicraft
9. Tenaga pools digunakan untuk mengisi ketika
diperlukan tenaga lebih banyak

12/7/2017 Manajemen Perawatan 26


Maintenance Staffing
1. Maintenance/plant organizational arrangements

12/7/2017 Manajemen Perawatan 27


Cont
2. Maintenance Organizational Chart

12/7/2017 Manajemen Perawatan 28


Cont
3. Second Level of Supervision Maintenance
Organizational Chart

12/7/2017 Manajemen Perawatan 29


Cont
4. Craft Oriented Maintenance Organizational Chart

12/7/2017 Manajemen Perawatan 30


Aktivitas Manajemen Perawatan
Meliputi:
Work Order Systems
Planning dan Scheduling
Preventive Maintenance (PM)
Inventory dan Procurement
Predictive Maintenance (PdM)
Reliability-Centered Maintenance (RCM)
Total Productive Maintenance (TPM)
CMMS, dll
12/7/2017 Manajemen Perawatan 31
Work Order Systems

Work order systems adalah suatu


dokumen sistem perintah kerja yang
digunakan untuk mengumpulkan semua
informasi perawatan yang diperlukan
Work order systems merupakan salah
satu kunci sukses maintenance
management

12/7/2017 Manajemen Perawatan 32


Definisi work order:

Merupakan sebuah perintah kerja yang


mencakup rencana aktivitas perawatan dan
sumber daya yang diperlukan, yang
diseleksi/dievaluasi oleh planner, dan
planner memutuskan bahwa order kerja
tersebut adalah perlu untuk dilaksanakan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 33


Informasi yang diperlukan untuk
penyusunan Work Order

Equipment apa yang perlu dipersiapkan


Sumber daya apa saja yang diperlukan
Deskripsi kerja
Prioritas kerja
Hari/tgl pelaksanaan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 34


Work orders harus memenuhi
keperluan:

Maintenance
Operations/Facilities
Engineering
Inventory/Purchasing
Accounting
Upper Management

12/7/2017 Manajemen Perawatan 35


Obyektif Work order:

Sebuah metode permintaan, penugasan,


dan tindak lanjut suatu pekerjaan
Suatu metode untuk mentransmisikan
instruksi kerja
Suatu metode untuk mengestimasi dan
mengakumulasi biaya perawatan
Suatu metode untuk mengkoleksi data
yang diperlukan untuk membuat laporan
manajemen
12/7/2017 Manajemen Perawatan 36
Problem Yang Muncul dalam
pembuatan Work orders
Tidak cukupnya program perawatan preventive
and predictive maintenance
Kurangnya pengontrolan terhadap tenaga kerja
Kurangnya pengontrolan terhadap gudang
Kurangnya disiplin terhadap perencanaan
Kurangnya pengontrolan terhadap performance
Kurangnya pengontrolan terhadap sejarah atau
tidak akurat sejarah equipment

12/7/2017 Manajemen Perawatan 37


Deskripsi Tugas supervisor
Memotivasi personal craft
Menentukan craft/skill/crew untuk pekerjaan
tertentu
Mengkoordinasikan dan menindaklanjuti suatu
pekerjaan
Melakukan monitoring keselamatan dan kualitas
pekerjaan
Mereview tugas para pekerja
Merekomendasikan peningkatan dan reduksi biaya
Mengidentifikasi penyebab kerusakan breakdown
dan perbaikan berulang

12/7/2017 Manajemen Perawatan 38


Deskripsi Tugas Planner
Mereview usulan pekerjaan
Meninjau lapangan (kerja) untuk klarifikasi
Mencocokkan dengan pengusul
Mengestimasi tenaga yang diperlukan
Menyediakan material yang diperlukan
Memesan semua nonstock material
Menjamin semua sumber tersedia sebelum work order
dijadwal
Membuat standar untuk pekerjaan berulang
Membuat estimasi pekerjaan berdasar sejarah masa lalu
Membuat dan menelusuri craft/crew backlogs.
Menentukan kapasitas pekerja untuk dijadwalkan
Menyiapkan jadwal mingguan untuk approval

12/7/2017 Manajemen Perawatan 39


Cont
Menelusuri work order untuk penyelesaian
Menjaga file WO secara utuh lengkap dengan equipment
number.
Menjga informasi tentang:
- Tanggal perbaikan
- Work order number
- Accumulated down time
- Cause code Priority of work
- Actual labor
- Actual materials
- Total biaya tahunan dan total biaya sepanjang umur
equipment
Menelusuri informasi semua equipment termasuk spare
parts dan manuals
Bekerja dengan engineering untuk menjalankan dan
mengoptimalkan program preventive maintenance
12/7/2017 Manajemen Perawatan 40
Persyaratan Seorang Planner
Harus mempunyai ketrampilan lapangan
yang baik
Ketrampilan komunikasi yang baik
Mampu bekerja dengan komputer
Memahami instruksi secara jelas
Mempunyai kemampuan sketching yang baik
Harus memahami bagaimana fungsi-fungsi
perawatan dalam struktur organisasi

12/7/2017 Manajemen Perawatan 41


Penyebab Kegagalan Planning
Lebih dari satu orang bertanggung jwab
Planner tidak qualified
Planner ceroboh
Planner tidak mempunyai waktu untuk
merencanakan secara tepat

12/7/2017 Manajemen Perawatan 42


Hands-on time
Hand-on time adalah waktu ketika
seseorang pekerja secara fisik
menggunakan tangannya untuk
melakukan pekerjaan, yaitu waktu riil
dimana seseorang pekerja dibayar

12/7/2017 Manajemen Perawatan 43


Rugi-rugi Produktivitas Pekerja
Menunggu instruksi dan parts
Mencari supervisors
Mengecek pekerjaan
Berjalan-jalan ke gudang dan tempat kerja
Menunggu persetujuan
Terlalu banyak pekerja untuk satu
pekerjaan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 44


Kebanggaan Pekerja dalam
melakukan Pekerjaan
Mereka mempunyai instruksi kerja
Mereka tahu mengapa pekerjaan itu
dilakukan
Material yang diperlukan tersedia
Operations/facilities bisa bekerjasama
Mereka diijinkan untuk menyelesaikan
pekerjaan yang ditugaskan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 45


Work order status codes:
Waiting Codes: Work Codes:
Authorization Ready for schedule
Planning In process
Engineering Completed
Material Cancelled
Shutdown

12/7/2017 Manajemen Perawatan 46


Contoh Work Order:

12/7/2017 Manajemen Perawatan 47


Maintenance labor capacity:
Total gross capacity:
Total men x Total hours worked + Overtime and/or
contract tabor

(Unscheduled emergencies ... weekly average
+
Absenteeism weekly average
+
Allotment for preventive maintenance
+
Allotment for standing or routine work ...
use weekly average)

12/7/2017 Manajemen Perawatan 48


Jumlah staff berdasar craft
backlogs:

Open work orders ready to


Craft backlog = schedule (total hours)
(in weeks) Craft capacity (weekly)

2 4 = Good backlog
A craft backlog higher than 4 weeks indicates a need for
increased labor.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 49


Ini dapat diatasi dengan:
Working overtime
Increasing contract labor
Transferring employees
Hiring employees

12/7/2017 Manajemen Perawatan 50


A craft backlog lower than 2
weeks indicates a need for
reduced labor
Ini dapat diatasi:
Eliminating overtime
Decreasing contractors
Transferring employees
Laying off employees

12/7/2017 Manajemen Perawatan 51


An example of craft backlog
chart:

12/7/2017 Manajemen Perawatan 52


Maintenance work order
scheduling considerations
Work priority.
Work already in progress.
Emergency and breakdown work.
Standing and minor work.
Preventive maintenance work-due and overdue.
Actual craft labor available (absentee/ vacations,
overtime, contract).
Craft backlog.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 53


Maintenance priorities:
Emergency or breakdown.
Urgent, critical (24-48 hours).
Normal, plan, and schedule.
Shutdown, outage, rebuild.
Preventive maintenance.
Safety.
Fabrication.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 54


Equipment Criticality
Multiplier priorities: equipment criticality
Work Priority Class (WPC) Production Machine Code (PMC)
10. CRITICAL 10. CRITICAL
9. 9.
8. 8
7. 7.
6. 6.
5. MODERATE 5. MODERATE
4. 4.
3, 3.
2. 2.
1. UNIMPORTANT 1. UNIMPORTANT
WPC x PMC = Final priority

12/7/2017 Manajemen Perawatan 55


Maintenance scheduling:
Should be 80-90% scheduled.
Should be planned by experienced
technicians.
Should be processed as
backlog-weekly schedule, then daily
work.
Must be flexible enough to
accommodate emergency work.
Should not be scheduled until ready.
12/7/2017 Manajemen Perawatan 56
Work Order to be scheduled:
Work Order
Number Status Priority Date Needed
101 In process 10
102 In process 9 10/21/90
103 In process 9 10/30/90
104 Scheduled 10
105 Scheduled 8
106 Scheduled 5
107 Ready to sched 9
108 Ready to sched 6
109 Ready to sched 3

12/7/2017 Manajemen Perawatan 57


Requirements for scheduling:
Good, accurate estimates.
Good work order system including job
instructions, crafts required, required date.
Accurate craft availability.
Accurate stores information.
Accurate contractor information.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 58


PREVENTIVE MAINTENANCE
Reasons for preventive
maintenance:
Increased automation.
Just-in-time manufacturing.
Business loss due to production delays.
Reduction of equipment redundancies.
Reduction of insurance inventories.
Longer equipment life.
Minimize energy consumption.
Produce higher quality product.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 59


TYPES OF PREVENTIVE MAINTENANCE

Routine-lubrication, cleaning,
inspections, etc.
Proactive replacements.
Predictive maintenance.
Condition-based maintenance.
Reliability engineering.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 60


Breakdown maintenance losses:
Operator time loss
- Time to report failure
- Time for maintenance to arrive
- Time for maintenance to make repairs
- Time required to start equipment
Cost of repairing or replacing the failed part or
component.
Maintenance costs
- Time to Set to the equipment
- Time to repair the equipment
- Time to Set back to dispatch area
Lost production or sales costs or both.
Cost of scrap due to maintenance action.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 61


Preventive maintenance?
Increases
1. Maintenance personnel costs
2. Repair parts costs
Decreases
1. Scrap/quality costs
2. Downtime costs
3. Lost sales costs

12/7/2017 Manajemen Perawatan 62


Steps for starting a preventive
maintenance program:
Determine critical units.
Classify units into types of components.
Determine preventive maintenance
procedures for each type of component.
Develop detailed job plan for each of the
procedures.
Determine schedule for each of the
preventive maintenance tasks.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 63


Where to Set information about
preventive maintenance:
Manufacturer will provide maintenance,
lubrication, and overhaul schedules.
You can review breakdown frequencies
and repair histories.
You may consult with operators,
craftsmen, or supervisors.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 64


Information that preventive
maintenance estimates should
include:
Preparation time.
Travel time.
Restrictions.
Actual performance time.
Area clean up.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 65


Indicators of a poor preventive
maintenance program:
Low equipment utilization due to unscheduled
outages.
High wait or idle time for machine operators
during the outage.
High scrap and rejects indicating a quality
problem.
Higher than normal repair costs due to neglect
of proper lubrication, inspection, or service.
Decrease in the expected life of capital
investments due to inadequate maintenance.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 66


Reasons-for failures of preventive
maintenance programs:

Too easy to use for "fill in' jobs.


Failure to adhere to the schedule.
Conflict between emergency and preventive
maintenance.
Inaccurate time and craft estimates.
Wrong equipment being maintained.
Insufficient detail on preventive maintenance sheets.
Equipment failure record not available.
Lack of monitoring and changing the program.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 67


MAINTENANCE INVENTORY AND
PURCHASING
Keterlambatan Yang Berhubungan
Dng Material
1. Menunggu materials
2. Waktu Travel untuk menset material
3. Waktu untuk mengangkut materials
4. Waktu yang diperlukan untuk
mengidentifikasi materials
5. Waktu untuk mencari pengganti materials
6. Waktu yang diperlukan untuk mencari parts
dalam area gudang
12/7/2017 Manajemen Perawatan 68
Cont
7. Waktu yang diperlukan untuk perbaikan
purchase order.
8. Waktu untuk memproses permintaan
purchase (approvals dll)
9. Rugi waktu karena:
a. Ada craft tanpa material
b. Salah perencanaan dan pengiriman
material
c. Salah order material
d. Tidak ada stock material

12/7/2017 Manajemen Perawatan 69


Keperluan Maintenance dari
Sistem Inventory
On-line parts information.
Updated stores catalogs (hard copy).
Equipment "where used listing
Part usage by cost center
On-hand quantities
Projected delivery dates

12/7/2017 Manajemen Perawatan 70


Gambaran inventory system
yang Baik:
Pelacakan keseimbangan semua item termasuk
pengeluaran, cadangan dan pengembalian
Menjaga daftar parts untuk semua equipment
Pelacakan biaya perbaikan item dan sejarah
pemindahannya
Referensi silang SPARE untuk penggantian
Mempunyai kemampuan reservasi items untuk
job
Mempunyai kemampuan untuk memberitahu
requestor ketika items diperlukan untuk suatu
pekerjaan

12/7/2017 Manajemen Perawatan 71


Cont
Mempunyai kemampuan untuk
menghasilkan work order untuk fabrikasi
atau perbaikan item
Mempunyai kemampuan untuk memberitahu
ketika reorder item diperlukan
Mempunyai kemampuan untuk melacak
permintaan, purchase order, dan order
spesial
Mempunyai kemampuan untuk menghasilkn
laporan performance seperti inventory
accuracy, turnover, and stock out

12/7/2017 Manajemen Perawatan 72


Opsi Maintenance stores
Centralized stores
reduced record keeping
reduced stores labor costs
increased maintenance travel

12/7/2017 Manajemen Perawatan 73


Cont
Area or decentralized stores
reduced maintenance travel
increased record keeping
increased stores labor costs
increased inventory levels

12/7/2017 Manajemen Perawatan 74


TYPES OF MAINTENANCE SPARES:

Bin stock-free issue.


Bin stock-controlled issue.
Critical or insurance spares.
Rebuildable spares.
Consumables.
Tools and equipment.
Residual/surplus parts.
Scrap or useless spares.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 75


A-B-C analysis:
A items are
20 % of the stock items
80% of the inventory cost
"B" items are
30% of the stock items
15% of the inventory cost
"C" items are
50% of the stock items
5% of the inventory cost

12/7/2017 Manajemen Perawatan 76


Biaya inventory Tersembunyi
Cost of interest for capital 10-15%
Cost of operating warehouse, property tax,
energy cost, insurance, maintenance fees 5%
Cost of space occupancy, rent, and depreciation
8%
Cost of inventory shrinkage, obsolescence,
damage, theft, contamination 5-10%
Inventory tax 1-2%
Cost of labor to move in and out 5-10%
Total of real carrying cost of the value of the item
per year 30-40%

12/7/2017 Manajemen Perawatan 77


Area yang dapat dipertimbangkan
untuk cost saving
Standardize plant equipment.
Standardize supplies.
Locate stores at key areas.
Specify maintenance supplies and
suppliers.
Reduce or eliminate obsolete parts.
Reduce amount of spoilage.
Control "misplaced" parts.

12/7/2017 Manajemen Perawatan 78

Anda mungkin juga menyukai