Anda di halaman 1dari 16

DONNY JULYANTO DWI HAYADI

MHD. FIDHEL GAZZELY GULTOM


Penyusunan anggaran dalam lingkungan yang tidak pasti
Menghubungkan rencana stratejik dengan anggaran
perusahaan
Business forecasting
Beyond budgeting
Kasus: Walker Company profit Plan Decision.
Menurut Supriyono (2001) anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara
formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dalam satuan uang, untuk menunjukkan perolehan
dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu
tahun.
Menurut Atkinson et all. (2012) penganggaran melibatkan peramalan permintaan untuk empat
jenis sumber daya selama periode waktu, yaitu:
Flexible resources that create variable costs
Intermediate-term capacity resources that create fixed costs
Resources that, in the intermediate run and long run, enhance the potential of the organizations
strategy
Long-term capacity resources that create fixed costs

Sebagai pedoman kerja Memakan waktu yang lama


Sebagai alat Anggaran sulit disesuaikan
pengkoordinasi dengan lingkungan yang
dinamis
Sebagai alat pengawasan
kerja Terdapat kecenderungan
untuk membuat slack dan
gaming
Terdapat 3 cara untuk menyusun anggaran:
Authoritative budgeting, proses penyusunan anggaran sepenuhnya dilakukan oleh
manajemen tingkat atas dan bawahan hanya diberikan angka anggaran yang telah
ditetapkan
Participative budgeting, sering dikenal bottom-up. Dalam pendekatan ini semua
orang yang ada dalam perusahaan terlibat dalam penyusunan anggaran.
Consultative budgeting, cara ini mirip Authoritative budgeting hanya dalam proses
penyusunan anggaran atasan melakukan konsultasi dan meminta pendapat dari
bawahan, namun proses penyusunan anggaran dan keputusan tetap dilakukan
oleh pihak atasan.
Govindarajan (1986) menyatakan bahwa hubungan antara partisipasi anggaran
dan senjangan anggaran adalah positif dalam kondisi ketidakpastian lingkungan
yang tinggi.
Dalam bukunya, simons (2000) menjelaskan bahwa salah satu cara penyusunan
anggaran yang baik adalah dengan mempergunakan konsep three wheel of profit
plan. Tiga tahapan tersebut yaitu:
Cash wheel, memberikan estimasi mengenai kecukupan kas perusahaan dalam
beroperasi.
Profit wheel, gambaran mengenai pendapatan dan biaya untuk 1 periode akuntansi
Return on Equity wheel, memperlihatkan rasio yang diperoleh dari perhitungan dalam
profit wheel dan cash wheel sehingga dapat diperkirakan kecukupan target laba
terhadap investasi bagi perusahaan.
Tujuan akhir dari profit wheel adalah menyusun anggaran yang menghasilkan
tingkat laba yang sesuai dengan target ROE perusahaan, dan memiliki jumlah
kas yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan.
Anggaran induk terdiri dari 3 bagian yaitu operasional, financial, dan modal.
Anggaran operasional merupakan rencana tentang seluruh kegiatan
perusahaan. Anggaran Operasi merupakan deskripsi rinci pendapatan dan
biaya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil laba yang memuaskan.
Anggaran operasi terdiri dari:
Anggaran penjualan
Anggaran produksi
Anggaran biaya
Biaya produksi
Biaya periode
Proses penyusunan anggaran fokus pada satu tahun, sementara perencanaan strategis
fokus pada aktivitas yang mencakup periode beberapa tahun. Perencanaan strategis
mendahului penyusunan anggaran dan menyediakan kerangka kerja ketika anggaran
tahunan dikembangkan.
Sebelum anggaran dibuat, perusahaan harus membuat perencanaan strategis, dimana
dalam perencanaan strategis tersebut diidentifikasi strategi untuk aktivitas dan operasi
masa depan.
Contoh pada PT indofood Sukses Makmur Tbk yang menggunakan strategi berikut untuk
menarik pasar, yaitu:
Strategi penetrasi pasar
Strategi pengembangan pasar
Strategi pengembangan produk
Strategi diferensiasi
Kebijakan anggaran yang diterapkan oleh PT.Indofood adalah memberikan kesempatan
kepada cabang-cabangnya untuk mengajukan anggaran setiap empat bulan ke kantor
pusat Jakarta untuk selanjutnya dianalisa dan ditetapkan oleh perusahaan induk.
Pemberian anggaran yang berangsur-angsuran secara kuartal memberikan pengaruh
terhadap rencana penjualan yang telah ditetapkan perusahaan cabang dan harus
menunggu keputusan anggaran selanjutnya karena anggaran tersebut diproses
pemasaran pada setiap kantor pemasaran yang berada di dalam wilayah tersebut.
Peramalan bukan merupakan rencana. Peramalan adalah tentang apa yang
akan terjadi pada waktu yang akan datang sedang rencana merupakan
penentuan apa yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.
Beberapa metode peramalan:
Metode peramalan kualitatif
Model kuantitatif
Model khusus

Lima persyaratan peramalan:


Timely
Actionable
Realiable
Aligned
Cost effective
Konsep beyond budgeting diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang
menganggap bahwa penyusunan anggaran yang bersifat traditional tidak lagi
sesuai dengan kondisi saat ini yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi,
sehingga perusahaan-perusahaan tersebut melihat bahwa anggaran lebih banyak
bersifat menghambat dari pada membantu perusahaan dalam melakukan
kegiatannya.
Beyond budgeting menekankan pada konsep radical decentralization
dibandingkan sentralis
Tujuan dari beyond budgeting adalah ntuk memungkinkan organisasi untuk
memenuhi faktor-faktor keberhasilan dari ekonomi informasi (misalnya menjadi
adaptif dalam kondisi-kondisi yang tidak terduga).
Enam prinsip beyond budgeting:
Leadership
Process
Governance and transparancy
Accountable teams
Goals and rewards
Planning and control
Langkah-langkah beyond budgeting:
Berpikir secara revolusioner
Membangun kasus mendesak untuk perubahan dan meyakinkan dewan
Membentuk koalisi pemadu
Menetapkan sejumlah 'tim desain' yang bertanggung jawab untuk merancang dan
menerapkan model
Carilah kemenangan yang cepat
Mengkonsolidasikan keuntungan dan mempertahankan momentum

Kekurangan beyond budgeting sangat berhubungan dengan bagaimana model ini


diterapkan dalam organisasi. Beyond Budgeting harus jelas bagi manajer-manajer
mengenai apa harapan-harapan dan apa yang harus mereka lakukan. Mereka
harus tertantang dan termotivasi untuk membuat model ini sukses.
Keuntungan beyond budgeting:
Merespon cepat terhadap ancaman dan peluang
Menarik dan menjaga orang-orang terbaik
Memungkinkan dan mendorong inovasi
Mendorong keunggulan operasional
Menghasilkan pelanggan loyal dan menguntungkan
Menghasilkan penciptaan nilai yang berkelanjutan
Mencegah penyimpangan perilaku
Menghasilkan pengambilan keputusan yang baik
Walker and Company adalah penerbit buku berukuran sedang yang
mempekerjakan 31 orang dan 45 sales representatives. Walker and Company
didirikan pada tahun 1959 oleh Ayah Ramsey.
Untuk penerbit yang relatif kecil, perusahaan memiliki beragam lini produk
dan menerbitkan banyak judul: 150 judul baru setahun di 20 segmen yang
berbeda. Di dalam semuanya, ada lebih dari 1.000 produk yang aktif
Profit yang diperoleh dari Walker and Company dari lini buku anak-anak
setiap tahun tidak memberikan keuntungan yang maksimal karena
perencanaan laba yang kurang baik. Maka harus dilakukan perhitungan
atau ukuran kinerja untuk mencapai target.
Karena terjadi penurunan profit, berbagai upaya untuk memperoleh profit
pada tahun berikutnya perlu ditetapkan berdasrkan perhitungan profit plan
yang dianalisis untuk mencapai target
Perencanaan laba ramsey walker untuk garis buku anak-anak serta asumsi
yang digunakan untuk menghitung ukuran kinerja profit plan
Upaya yang dilakukan oleh Walker and Company berdasarkan analisis diatas
untuk profit plan agar mencapai target perusahaan sebagai berikut:
Meningkatkan penjualan untuk mencapai profit dengan cara meningkatkan
pemasaran.
Menekan biaya menjadi 47% dari Penjulan menurunkan tingkat piutang menjadi
15%.
Menerapakan sistem pengendalian yang baik dengan melakukan fungsi
manajemen yang tepat dari top manajemen ke semua manajemen bawahannya.
Agar bisnis memiliki arah dan patokan yang jelas menuju sasaran, kita harus
menyusun Business Plan. Business Plan merupakan dokumen yang tersusun
dari sekumpulan rencana pada seluruh aspek yang dikelola perusahaan. Salah
satu alasan utama adalah menjadi kerangka bagi perusahaan dalam upaya
mencapai sasaran. Untuk dapat mengevaluasi dan meningkatkan kinerja
perusahaan, Walker and Company perlu menyusun profit plan untuk tahun-
tahun kedepannya.Dengan perencanaan yang telah dibuat, kita dapat
mengontrol produk mana yang tetap dipertahankan atau dihentikan
produksinya.
Selain pembuatan profit plan, pengendalian internal perusahaan perlu
diperbaiki. Dengan pengendalian internal yang baik, maka target kerja
perusahaan yang diatur dari top manajemen menjadi jelas.