Anda di halaman 1dari 15

Bioremediasi

Apa Itu Bioremediasi?


menurut United States Environmental
Protection Agency dalam Surtikanti 2011,
bioremediasi adalah suatu proses alami untuk
membersihkan bahan-bahan kimia berbahaya.
Ketika mikroba mendegradasi bahan berbahaya
tersebut,akan dihasilkan air dan gas tidak
berbahaya seperti CO2.
Teknologi Bioremediasi
1. Ex-situ
Ex-situ adalah pengelolaan yang meliputi
pemindahan secara fisik
bahan-bahan yang terkontaminasi ke suatu lokasi
untuk penanganan lebih
lanjut (Vidali dalam Hardiani, dkk., 2011:32 ).
Slurry Phase :
Bejana besar digunakan sebagai bio-reactor yang
mengandung tanah, air, nutrisi dan udara untuk
membuat mikroba aktif mendegradasi senyawa
pencemar.
2. In-Situ
teknologi in situ adalah perlakuan yang langsung
diterapkan pada bahan-bahan
kontaminan di lokasi tercemar (Vidali dalam
Hardiani et al., 2011:32).
Injeksi Hidrogen Peroksida :
menggunakan sprinkler atau pemipaan.
Sumur Ekstraksi :
Untuk mengeluarkan air tanah yang kemudian
ditambah nutrisi dan oksigen dan dimasukkan
kembali ke dalam tanah melalui sumur injeks
Berdasarkan agen proses biologis
a.Fitoremediasi;
b.Bioremediasi in situ
c. Bioremediasi ex situ
d. Bioagumentasi
Kelebihan Bioremediasi:
Lebih murah dibandingkan metode remediasi
laiinya
Dapat dikombinasikan dengan tekologi laiinya
Tidak menghasilkan waste product
Faktor-Faktor Bioremediation

faktor mikrobial
temperatur
nutrien
tipe tanah
pH
kadar air/kelembaban
potensial redoks.
Mikroba untuk Proses Bioremediasi

Aerobik
Anaerobik
Jamur Ligninolitik
Metilotrop
Faktor Lingkungan

Nutrien :
1. Nitrogen
2. karbon
3. fosfor
Metabolisme Miroorganisme dalam
Bioremediasi
Aerobik : Transformasi terjadi ketika terdapat
molekul oksigen sebagai aseptor elektron
Anaerobik : Reaksi yang terjadi apabila tidak ada
molekul oksigen, dapat meliputi respirasi
anaerobik, fermentasi, dan fermentasi methane.
Respirasi anaerobik: nitrat, sulfat, dan thiosulfat
sebagai aseptor elektron. Nitrat terdenitrifikasi
oleh organisme pereduksi nitrat, sedangkan sulfat
oleh organisme pereduksi sulfat.
Fermentasi: komponen organik berperan
sebagai donor dan aceptor elektron.
Fermentasi methane: pemecahan komponen
organik secara biokimia menjadi CH4 dan CO2.
Contoh Bioremedias
Lingkungan Tercemar Minyak
Bioremediasi dilakukan menggunakan
konsorsium dua jenis mikroorganisme, yakni:
Pseudomonas sp. dan Klebsiella sp. yang telah
diketahui potensinya untuk menurunkan kadar
merkuri di lingkungan.