Anda di halaman 1dari 12

Sistem Pengendalian

Manajemen
ARIF RAMADHAN
2015320180
Desain dan Evaluasi Sistem
Pengendalian Manajemen
Proses mendesain dan meningkatkan SPM perlu
memperhatikan dua pertanyaan dasar:
1. Apa yang diinginkan?
2. Apa yang mungkin terjadi?
Jika apa yang mungkin terjadi berbeda dengan apa yang
diinginkan, manajer kemudian harus memperhatikan dua
pertanyaan berikut:
1. Pengendalian apa yang seharusnya digunakan?
2. Seberapa ketat setiap pengendalian harus diaplikasikan?
Apa yang Diinginkan? Dan Apa
yang Mungkin Terjadi?
SPM tidak dapat didesain atau dievaluasi tanpa pemahaman
mengenai keinginan perusahaan yang harus dilakukan oleh
karyawan. Tujuan dan strategi yang berasal dari pemahaman yang
tepat mengenai tujuan perusahaan sering kali memberikan
petunjuk penting mengenai tindakan-tindakan yang diharapkan
sehingga memperkecil kesempatan timbulnya masalah perilaku.
Perusahaan juga perlu berusaha menilai apa yang mungkin akan
terjadi. Hal ini pada dasarnya sama dengan menilai kemungkinan
bahwa masing-masing permasalahan pengendalian telah ada atau
akan terjadi. Dengan kata lain, perusahaan seharusnya bertanya
apakah karyawannya memahami apa yang harus mereka lakukan
atau selesaikan, apakah mereka termotivasi sebagaimana
mestinya, dan apakah mereka dapat memenuhi tugas yang harus
diharuskan
Pilihan Pengendalian
Jenis pengendalian manajemen yang berbeda tidak
sama efektifnya dalam menyelesaikan setiap
permasalahan pengendalian manajemen. Serangkaian
pengendalian manajemen yang spesifik dipilih dari
alternatif yang memungkinkan yang akan memberikan
manfaat bersih yang lebih besar (misalnya, manfaat
berkurangnya biaya). Manfaat SPM berasal dari
meningkatnya kemungkinan keberhasilan. Karena
pengendalian manajemen mahal dalam implementasi
dan pengoperasiannya, biaya haruslah dipertimbangkan
bersamaan dengan manfaat yang diharapkan dari
perbaikan pengendalian.
Pengendalian personel/kultural sebagai contoh
pertimbangan awal
Pengendalian personel/kultur layak menjadi pertimbangan pertama
karena secara relatif pengendalian tersebut memiliki sedikit akibat
yang merugikan dan secara relatif memiliki biaya out-of-pocket yang
rendah. Bahkan, dalam keadaan pengendalian personel/kulturnya
tidak cukup reliabel, sangat berguna dengan lebih fokus pada
pengendalian tersebut terlebih dulu karena pasti akan diandalkan
sampai tingkat tertentu tanpa memedulikan apa bentuk
pengendalian manajemen lain yang digunakan.
Namun, pengendalian personel/kultur hanya akan memenuhi syarat
jika karyawan memahami apa yang diperlukan dalam peran utama
mereka, mampu bekerja dengan baik, didukung oleh struktur dan
sistem keorganisasian, dan termotivasi untuk bekerja dengan baik
tanpa penguatan tambahan dari perusahaan.
Secara keseluruhan, jarang sekali pengendalian personel/kultur
mencukupi. Oleh karena itu, pada umumnya perlu ditambahkan
pengendalian tindakan, hasil, atau keduanya.
Keunggulan dan kelemahan pengendalian tindakan
Keunggulan pengendalian tindakan yang paling signifikan adalah:
1. Pengendalian tindakan merupakan bentuk pengendalian yang
tepat.
2. Pengendalian tindakan cenderung membawa pada dokumentasi
akumulasi pengetahuan mengenai apa yang paling baik.
Pengendalian tindakan juga memiliki kelemahan yang signifikan, yaitu:
1. Adanya pembatasan kemungkinan yang sangat tegas.
2. Sebagian besar pengendalian tindakan juga sering kali
mematahkan kreativitas, inovasi, dan adaptasi.
3. Akuntabilitas tindakan khususnya, dapat menyebabkan
kecerobohan.
4. Pengendalian tindakan sering kali menimbulkan pengaruh negatif.
5. Beberapa pengendalian tindakan, khususnya yang memerlukan
kajian pratindakan, biayanya mahal.
Keunggulan dan kelemahan pengendalian hasil
Keunggulan pengendalian hasil antara lain:
1. Feasibility.
2. Perilaku karyawan dapat dipengaruhi bahkan ketika karyawan
memperoleh otonomi yang signifikan.
3. Dibandingkan dengan beberapa bentuk pengendalian tindakan,
biayanya relatif murah.
Kelemahan pengendalian hasil antara lain:
1. Hasil pengukuran biasanya memberikan indikasi yang kurang
sempurna atau apakah tindakan yang diambil sudah tepat.
2. Pengendalian hasil membebankan risiko pada karyawan.
3. Biasanya tidak mungkin mengoptimalkan sejumlah target kinerja
sebagai bagian dari sistem pengendalian hasil.
4. Tidak semua karyawan suka diperintahkan untuk memberikan
hasil yang mereka anggap sesuai.
Pemilihan Ketatnya
Pengendalian
Pemilihan ketatnya pengendalian tergantung pada jawaban dari tiga
pertanyaan berikut:
1. Apakah manfaat potensial dari pengendalian ketat? Contohnya
ketatnya pengendalian persediaan dapat diimplementasikan
dengan memfokuskan pada hasil kunci jika karyawan dapat
dipercaya untuk menentukan bagaimana menjaga persediaan
mendekati tingkat jasa yang dibutuhkan, atau kunci tindakan yang
mencakup prosedur persediaan dan peraturan keputusan yang
detail
2. Berapa biayanya? Beberapa bentuk pengendalian jika di
implementasikan dalam bentuk yang ketat biayanya menjadi mahal
3. Mungkinkah adanya efek samping yang merugikan? Kalau begitu,
efek samping yang merugikan kemungkinan akan terjadi jika
pengendalian tersebut diimplementasikan, khususnya jika
pengendalian diimplementasikan dengan cara yang ketat.
Simultaneous tight-loose controls
Ada kemungkinan untuk mendekati jenis simultaneous
tight-loose control yang sama meskipun tidak ada kultur
perusahaan yang kuat. Hal ini dapat dicapai dengan
menggunakan pengendalian ketat pada beberapa tindakan
kunci atau hasil yang berpengaruh paling besar terhadap
keberhasilan perusahaan. Pengendalian seharusnya lebih
dilakukan terhadap bagian yang secara strategis penting
daripada bagian yang kurang penting, tanpa
memperhatikan seberapa mudahnya mengendalikan
bagian yang kurang penting.
Beradaptasi Terhadap
Perubahan
Seiring berkembangnya perusahaan, bentuk pengendalian
personel/kultur dan tindakan mungkin harus diganti atau
ditambah dengan bentuk pengendalian yang lain.
Sebagai konsekuensinya, pertumbuhan perusahaan
mengarahkan pengendalian manajemen terhadap prosedur
formalisasi yang meningkat untuk tujuan akuntabilitas tindakan
dan/atau perkembangan sistem informasi yang lebih terperinci
untuk tujuan pengendalian hasil.
Selain pertumbuhan, banyak faktor situasional lainnya (seperti
mengintensifkan persaingan, ekspansi global, atau perubahan
teknologi) menyebabkan perusahaan mengadaptasi sistem
pengendalian manajemen mereka pada lingkungan yang
berubah.
Tetap Fokus Pada Perilaku
Apa yang membuat analisis pengendalian manajemen
menjadi sulit adalah bahwa manfaat dan efek sampingnya
tergantung pada bagaimana karyawan akan bereaksi
terhadap pengendalian yang sedang digunakan.
Penting untuk menekankan bahwa tidak ada satu bentuk
pengendalian pun yang optimal pada semua keadaan. Apa
yang baik bagi satu perusahaan atau bagian dalam sebuah
perusahaan, mungkin tidak baik bagi yang lain.
Namun, tetap penting untuk selalu fokus pada orang-orang
yang terlibat karena respons mereka akan menentukan
keberhasilan atau kegagalan SPM. Manfaat pengendalian
manajemen hanya berasal dari pengaruhnya terhadap
perilaku.
Mempertahankan
Pengendalian Yang Baik
Penyebab masalah yang dihadapi oleh perusahaan sering kali beragam.
Salah satu penyebabnya adalah pemahaman yang tidak sempurna
mengenai penentuan dan/atau pengaruh pengendalian manajemen
dalam penentuan tersebut.
Penyebab lain adalah kecenderungan manajemen untuk mengendalikan
implementasi pengendalian manajemen kepada kecenderungan bisnis
lain yang sering kali lebih menekan.
Namun, kritik seharusnya dibuat dengan hati-hati. Ketika banyak
perusahaan yang telah menghadapi berbagai kelemahan SPM, mengerti
apa yang harus dikritik merupakan sesuatu yang problematik.
Oleh karena itu, kritik pada SPM harus dibuat dengan kewaspadaan.
Pengendalian yang tampaknya longgar mungkin memiliki manfaat yang
tersembunyi, seperti kreativitas yang tinggi, semangat kerja sama, atau
biaya yang rendah.