Anda di halaman 1dari 33

KELOMPOK 6

BELA SUKMA S. (01311740000036)


EURICCO KHRISNA A. (01311740000038)

Keanekaragaman 1
9. SISTEMATIKA & KEANEKARAGAMAN

Sistematika:
ilmu yang mempelajari
keanekaragaman organisme,
pengelompokan dan
hubungan evolusi di antara
organisme tersebut.

Lingkup studi:
Klasifikasi; Taksonomi, Nomenklatur; Analisis
Karakteristik; dan Filogeni

Keanekaragaman 2
Karakteristik
Mempelajari keanekaragaman didasarkan pada
karakter organisme.

Perbandingan Struktur sel Bakteri - Tumbuhan - Hewan

Karakter penanda yang dapat digunakan untuk


membantu/menentukan klasifikasi
Keanekaragaman 3
Mengapa mempelajari Sistematika itu penting?

1. Masih banyak spesies yang belum dikenali namanya,


sebab :
Ukurannya yang sangat kecil sehingga jarang/sulit
dijumpai
Sebagian spesies sudah punah lebih dahulu sebelum
ditemukan
2. Bantuan identifikasi oleh ahli sistematika sangat
dibutuhkan oleh bidang ilmu lain
misal: ahli medis, agrikultur dan sebagainya
3. Pengelompokan organisme secara umum, sehingga
keanekaragaman dapat teroganisir dan terdokumen
tasi lebih baik sehingga mudah dipelajari

Keanekaragaman 4
SEJARAH SISTEMATIKA

Aristoteles membuat taksonomi pertama


tumbuhan dan hewan
Abad 17 John Ray membuat sistematika
lebih luas khusus pada hewan
Abad 18 Carolus Linnaus (bapak
sistematika dengan nama asli Karl von Linne)
bukunya Systema Naturae yang diterbitkan
tahun 1735

Keanekaragaman 5
Darwin menyempurnakan setelah ekspedisinya
spesies tidak konstan, ada perubahan
Pedoman klasifikasi modern :
Anatomi morfologi populasi
Susunan genetis populasi
Ekologi

Keanekaragaman 6
Apa yang dimaksud Species?

Menurut konsep biologi definisi spesies


adalah:
kelompok organisme yang individunya dapat
saling kawin, tetapi tidak dapat kawin
dengan individu di luar kelompoknya.

Keanekaragaman 7
Pada umumnya kriteria didasarkan atas: isolasi
reproduktif artinya suatu spesies dianggap berbeda
dengan spesies lain jika tidak mampu saling kawin
prakteknya sulit diamati

Sehingga muncul kriteria lain:


suatu spesies dianggap berbeda dengan spesies lain
jika memiliki perbedaan fisik yang cukup nyata.

Keanekaragaman 8
Istilah-istilah dalam Sistematika

Sistematika bidang ilmu yang mempelajari


keanekaragaman organisme dan hubungan evolusi
antar organisme

Taksonomi salah satu cabang sistematika yang


sistem pengelompokannya didasarkan pada karakter
yang tampak seperti morfologi, fisiologi dan
perkembangan

Klasifikasi melakukan identifikasi, memberi


nama dan selanjutnya mengelompokkan kedalam
suatu sistem yang didasarkan pada persamaan dan
perbedaan
Keanekaragaman 9
TAKSA
Taksonomi menghasilkan penggolongan sehingga lebih
general, misalnya : Mammalia, Spermatophyta, Ascomycetes
dan sebagainya
Keterkaitan antara suatu spesies dengan organisme lain
dapat ditinjau dari kedudukan species tersebut dalam taksa
(tunggal: takson)
Taxa paling sedikit terdiri dari 6 kategori, bersifat hirarkis
1. Kingdom/Regnum
2. Phyllum/Divisio
Jika dianggap perlu dan
3. Classis
disepakati dapat ditambah
4. Ordo
awalan/akhiran, ex: super, sub
5. Familia Contoh: sub phylum pada
6. Genus Animalia Vertebrata
7. Species Plantae Angiospermae

Keanekaragaman 10
Contoh 1 :
Klasifikasi Landak laut (Echinothrix calamaris)

1.Kingdom : Animalia
2.Phyllum : Echinodermata
3.Classis : Echinoidea
4.Subclassis : Euechinoidea
5.Superordo : Diadematacea
6.Ordo : Diadematoida
7.Familia : Diadematidae
8.Genus : Echinothrix
9.Species : Echinothrix calamaris (Pallas, 1774)
10.Nama lokal : Landak laut

Keanekaragaman 11
Contoh 2 :
Klasifikasi Tomat (Solanum lycopersicum)

1. Regnum : Plantae
2. Divisio : Spermatophyta
3. Sub Divisio : Angiospermae
4. Classis : Dicotyledoneae
5. Ordo : Solanales
6. Familia : Solanaceae
7. Genus : Solanum
8. Species : Solanum lycopersicum
9. Nama lokal : Tomat

Keanekaragaman 12
Nomenklature : tata nama makhluk hidup sesuai
dengan kedudukan sistematikanya mengikuti cara
Linnaeus

Ditulis dalam bahasa Latin atau lokal yang di


Latinkan, misal : Sunda Sundaicus, Amerika
Americana
Nama takson dari genus ke atas uni nomial (satu
kata)
Nama species Binomial terdiri dari 2 kata
Kata didepan dengan huruf kapital nama genus
Kata ke dua dengan huruf kecil
Misal : Oryza sativa L (nama species)

Keanekaragaman 13
Nama species ditulis dengan huruf miring
atau ditebalkan atau digaris bawah gunanya
untuk membedakan dari kata lain dari suatu
tulisan ilmiah
Nama orang yang menemukan dapat
ditambahkan dibelakang nama species
(nama keluarga atau singkatannya)
Misal : Mangifera indica L. (L : Linnaeus)

Keanekaragaman 14
Klasifikasi Tumbuhan (Plantae)
Terdiri dari 5 Divisio yaitu
1. Protophyta
2. Thallophyta
3. Bryophyta
4. Pteridophyta
5. Spermatophyta

Nomor 1 4 disebut juga Cryptogamae (pembiakannya


dengan spora, penyerbukannya tidak jelas)
Nomor 5 disebut Phanerogamae (pembiakannya dengan
biji, penyerbukannya tampak jelas)

Keanekaragaman 15
Klasifikasi Hewan (Animalia)
Terdiri dari 8 Phylla yaitu
1. Protozoa 5. Mollusca
2. Porifera 6. Arthropoda
3. Coelenterata 7. Echinodermata
4. Vermes 8. Chordata

Nomor 2 8 disebut juga Metazoa (hewan bersel


banyak)
Tidak bertulang punggung Invertebrata
Bertulang punggung Vertebrata

Keanekaragaman 16
VARIASI KLASIFIKASI

Linnaeus (1735) Virus, Bakteri dan Alga biru


digolongkan Thallophyta.
Dasar : belum memiliki sel yang utuh dan lengkap
(Protophyta) diikuti Bergey 1957
Protophyta dinamakan Monera (Dodson, 1971)

Stainer (1970) semua organisme bersel tunggal


digolongkan regnum khusus yaitu Protista

Keanekaragaman 17
Whitehouse (1978) berdasar struktur dan
bahan genetis dibagi menjadi 3 regnum, yaitu :
Regnum Virus : bahan genetik untaian asam nukleat
Regnum Berkromonema : bahan genetik
kromonema yang tidak dilindungi selaput (Bakteri
dan alga biru)
Regnum berkromosom : bahan genetik kromosom
utuh dan dilindungi selaput (Alga eukariotik s/d
Mammalia

Keanekaragaman 18
PENDEKATAN SISTEMATIKA

SISTEMATIKA EVOLUSIONER
The Origin of Species Darwin memprediksikan bahwa
sudut pandang evolusi dapat digunakan sebagai dasar
taksonomi

Sekarang banyak ahli taksonomi/sistematika mengguna


kan pendekatan evolusi disebut Sistematika Evolusi

Hasil dari Sistematika Evolusi, dalam bentuk:


- Diskripsi verbal kelompok taksonomik
- Dendogram atau Pohon Filogenetik (Phylogenetic Tree)

Keanekaragaman 19
Dendogram atau Pohon Filogenetik (Phylogenetic Tree)

Filogeni : sejarah evolusi suatu spesies/kelompok


spesies yang berkerabat
Kekerabatan di antara kelompok besar organisme dapat
ditunjukkan dengan suatu pola yang berbentuk pohon
filogenetik (dendogram)
Umumnya, beberapa ilmuwan mengembangkan pohon
Filogenetik menggunakan berbagai macam data untuk
membentuk konstruksi pohon.
aksis horizontal :
Dendogram informasi hubungan antar organisme
dengan pola : aksis vertical :
menginformasikan waktu.

Keanekaragaman 20
Hubungan evolusioner antar phyla dalam Kingdom Animalia

Animalia terdiri dari satu juta spesies yang digolongkan dalam


30 phyla. Vertebrata termasuk Chordata (hanya 1%),
sedangkan Arthropoda mendominasi total organisme (75%).
(Sumber: Encarta, 2003)
Keanekaragaman 21
Keanekaragaman 22
Jenis data yang digunakan untuk membuat Pohon Filogenetik

1. Morfologi (homolog-analog)
Bukti fossil
Bentuk nenek moyang yang ditransformasi dalam spesies
baru
2. Biologi Molekuler
Perbedaan sekuen (urutan) basa nukleotida

Parameter apa yang dilihat?

Perbedaan sekuen dapat terjadi karena adanya mutasi


pada basa-basanya di masa lampau.
Perbedaan jumlah basa yang lebih tinggi
menunjukkan besarnya mutasi.

Keanekaragaman 23
Bacillus cereus EWB-1 (KC113513)

B. cereus SP4 (KC136821)


631
B. anthracis ATCC14578T (JQ406589)
991
687 Bacillus sp. S1
1000
Bacillus sp. SS19
1000
Bacillus sp. DA11

539 568 B. thuringiensis AUMS4 (JX976609)

B. thuringiensis AUVE7 (JX997828)


Rekonstruksi
pohon filogeni di
945
B. weihenstephanensis MBC2 (HF934958)

B. cereus ATCC1178

B. pseudomycoides NBRC101232T (AB681414) antara spesies


650

774
B. pseudomycoides GSLS6 (JN999842)

B. mycoides F4 (JQ579627)
anggota genus
648
B. pseudomycoides A1-R33 (JX994092) Bacillus
B. anthracis SUF6 (AJ880766)

B. anthracis EH33 (GU339262)

B. thuringiensis ATCC10792T (AF290545)

B. cereus ATCC14579T (NC004722)


574
B. weihenstephanensis 23A (KC329820)

B. mycoides ATCC6462T (EF210295)


989
907 B. mycoides AS14 (AB720134)

B. weihenstephanensis KUDC1724T (KC414703)

Keanekaragaman 24
ANALISIS KARAKTER

Sistematika evolusi diadasarkan atas karakter


(segala sesuatu yang dapat membantu
klasifikasi), antara lain:
persamaan/perbedaan anatomi, biologi
molekular, tingkah laku dan sifat lain
Mempelajari sistematika evolusi harus
melakukan Analisis karakter lebih dulu

Keanekaragaman 25
Analisis Karakter, meliputi:

Menentukan apakah karakter yang dibandingkan bersifat


homolog/analog?
Homolog: kemiripan suatu sifat karena memiliki
nenek moyang yang sama
Misal: antara sayap burung dengan lengan
manusia

Anatomi burung dan manusia memiliki struktur


yang mirip, yaitu antara humerus, ulna , radius,
carpal , meta carpal

Keanekaragaman 26
Keanekaragaman 27
Perbandingan antara struktur sayap (kelelawar); kaki (kuda)
dan katak (tungkai depan), sirip (paus) dan lengan (manusia)
menunjukkan bahwa variasi dari struktur dasar yang sama
Organisme tersebut berasal dari nenek moyang yang sama
Karena fungsinya yang berbeda dari masing-masing species
maka terdapat modifikasi

Keanekaragaman 28
Analog :
Kemiripan struktur diantara 2 spesies yang tidak
berkerabat dekat

Misal sayap kupu-kupu dengan sayap kelelawar


* Fungsi sama untuk terbang, tapi
* Struktur dasar anatomi tidak menunjukkan
persamaan

Karakter Homolog saja yang dapat digunakan


untuk Filogeni

Keanekaragaman 29
CLADISTIC

Cladistics adalah suatu metode untuk


menduga hubungan antar organisme.
Cladistic mempunyai cara sendiri untuk
memberikan : asumsi, prosedur dan batasan-
batasan (tidak membatasi apakah karakter
bersifat homolog /analog)
Pendekatan lebih obyektif

Keanekaragaman 30
Keanekaragaman 31
Keanekaragaman Biologi

Keanekaragaman 32
TUGAS

PERMAHASISWA
Buatlah klasifikasi sampai dengan tingkat
takson species berdasarkan sistem 8
kingdom 4 species (bakteri, fungi,
invertebrata, tumbuhan/hewan)
TIDAK BOLEH SAMA

Keanekaragaman 33