Anda di halaman 1dari 22

DISOLUSI

DISOLUSI TABLET IBUPROFEN


Oleh kelompok 2 Genap :

1. Akmal Luthfi
2. Ardika Shandy
3. Nita Shelvia
Definisi Disolusi

Disolusi merupakan proses dimana suatu


bahan kimia atau obat menjadi terlarut dalam
suatu pelarut nya.

Laju disolusi obat-obatan dengan kelarutan


dalam air yang sangat kecil akan
mempengaruhi laju absorbsi sistemik obat.
Disolusi merupakan tahap yang membatasi atau tahap
yang mengontrol laju bioabsorbsi obat-obat yang
mempunyai kelarutan rendah, karena tahapan ini seringkali
merupakan tahapan yang paling lambat dari berbagai
tahapan yang ada dalam penglepasan obat dari bentuk
sediaannya dan perjalanan nya kedalam sirkulasi sistmik
Konsep Disolusi

Disolusi mengacu pada proses fase padat masuk kedalam


fase cairnya, kemudian partikel-partikel padat memisah
dan molekul demi molekul bercampur dengan cairan dan
tampak menjadi bagian dari cairan tersebut.
Proses multi langkah yang melibatkan
Disolusi senyawa reaksi heterogen atau interaksi antara
Obat fase solut-solut (zat terlarut-zat
terlarut) dan fase pelarut-pelarut dan
antarmuka solut-pelarut
a. Penghilangan zat terlarut dari fasa padat
b. Akomodasi zat terlarut dalam fase cair, dan :
c. Difusi dan/atau transpor konvektif zat terlarut
dari antarmuka padat/cair kedalam fase massal

Reaksi
Heterogen

Merupakan proses perpindahan massa secara


keseluruhan, dapat dikategorikan sebagai :
Kecepatan disolusi obat
merupakan tahap pembatas
kecepatan sebelum obat
berada dalam darah
SKEMA PROSES DISOLUSI SEDIAAN PADAT

disintegrasi deagregasi
Sediaan padat granul/agregat Partikel padat

OBAT DALAM LARUTAN

OBAT DALAM
DARAH/JARINGAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kecepatan disolusi suatu zat,yaitu :

1. SIFAT-SIFAT FISIKA KIMIA OBAT

2. FAKTOR FORMULASI SEDIAAN

FAKTOR ALAT UJI DISOLUSI DAN PARAMETER


DISOLUSI
Yang memperngaruhi laju disolusi yaitu
SIFAT-SIFAT FISIKA KIMIA
OBAT
: kelarutan, bentuk kristal, hidrat solvasi
dan kompleksasi serta ukuran partikel
FAKTOR FORMULASI
SEDIAAN

Berkaitan dnegan bentuk sediaan, bahan


pembantu dan pengolahan. Pengaruh bentuk
sediaan pada laju disolusi tergantung pada
kecepatan pelepasan zat akftif yang terkandung
didalamnya
FAKTOR ALAT UJI Meliputi : wadah, suhu, media pelarutan
DISOLUSI DAN dan alat disolusi yang digunakan, dan
PARAMETER UJI faktor-faktor lain seperti bentuk
sediaan, lama penyimpanan, dan kondisi
penyimpanan produk
Kecepatan pelarutan ternyata berbanding
lurus dengan luas permukaan bahan padat,
koefisien difusi dan dengan turunnya
konsentrasi pada waktu t serta berbanding
terbalik dengan tebal lapisan difusi
1. Kecepatan pengadukan
FAKTOR ALAT UJI
2. Suhu medium
DISOLUSI DAN
PARAMETER UJI 3. Ph medium
4. Metode uji yang dipakai
CARA KERJA DISOLUSI TABLET IBUPROFEN

1. Pembuatan larutan dapar posfat pH 7,2

Medium larutan dapar dibuat dengan


mencampur 50.0 ml kalium dihidrogen 0.2
a. Kalium dihidrogen posfat
M dengan 34,7 ml NaOH 0.2 N , kemudian
50 ml / 200 ml x 4000 ml = 1000 ml ~ 1 L
dilarutkan dalam aquadest as 200 ml
b. NaOH
34,7 ml / 200 ml x 4000 ml = 694 ml

c.Aquadest ad 4000 ml ~ 4 L
PENIMBANGAN : PENIMBANGAN :
a. Kalium dihidrogen posfat b. NaOH

V x N x Be V x N x Be
= 1000 ml x o,2 x 136,08 = 694 ml x o,2 x 40
= 27216 mg ~ 27,216 g = 5552 mg ~ 5,552 g
2. Penentuan Panjang gelombang maksimum disolusi
ibuprofen

10 mg ibuprofen serbuk murni dtimbang seksama - labu


ukur 10 ml larutkan dengan dapar posfat ad 100 ml.
pipet 1 ml larutan encerkan lagi dengan dapar posfat
labu ukur 10 ml . Ukur serapan dengan spektrofotometer
uv (Didapat panjang gel.max 222 nm dgn absorbansi
0.5038)

3. Pembuatan kurva kalibrasi ibuprofen

Suatu seri larutan ibuprofen dari larutan induk dibuat


dengan beberapa kosentrasi yaitu 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm, 12
ppm, 16 ppm, 18 ppm. Kemudian ukur serapannya dengan
spektrofotometer uv
X Y kurva kalibrasi
1
0 0 0.9
0.8 y = 0.0488x + 0.0148
6 0.316 0.7
R = 0.9985

Absorbansi
0.6
8 0.425
0.5
y
10 0.503 0.4
Linear (y)
0.3
12 0.599 0.2
0.1
16 0.784
0
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
18 0.893 konsentrasi
4. Uji disolusi tablet ibuprofen

Masukkan medium disolusi berupa dapar


posfat ph 7,2 kedalam wadah yang terdapat
dialat disolution tester. Kemudian masukkan
padle nya, hidupkan alat hingga suhu mencapai
37 derajat C. kemudian masukkan masing
masing tablet. Pada interval waktu 5,10, 15, 20,
25, 30, pipet sekitar 5 ml larutan yang
terdisolusi dengan spuit vial . Ukur
serapannya menggunakan spektrofotometer uv