Anda di halaman 1dari 12

AIRWAY DAN BREATHING

MANAGEMENT

Oleh NERS IV
Anatomi Fisiologi Airway dan Breathing

Hidung
Hidung adalah bagian yang terlihat dari sistem
pernafasan. Ini dibentuk oleh tulang, tulang rawan
hialin, jaringan ikat dan kulit yang rapat.

Faring
Faing adalah jalur umum untuk sistem pernafasan
dan pencernaan. Ini adalah corong berotot
membentang dari konka ke laring.
Faring memiliki tiga daerah : nasofaring, orofaring
dan laringofaring.
Laring
Laring umumnya dikenal sebagai kotak suara karena
menyimpan lipatan vokal yang bertanggung jawab
sebagai produksi suara.

Trakea
Trakea atau tenggorokan adalah tabung membran
kaku yang terdiri dari jaringan ikat dan otot polos,
diperkuat dengan 16 sampai 20 kartilago berbentu

Bronkus
Trachea terbagi menjadi bronkus primer kiri dan kanan
pada tingkat sudut sternum
Paru-paru
Parua-paru adalah organ utama respirasi. Mereka
berada di rongga toraks.

Tanda Gawat Darurat Airway dan Breathing

Bunyi nafas saat inspirasi bertambah (stridor)


Sianosis dan pucat

Retraksi otot pernafasan tambahan


Teknik Membebaskan Jalan Napas

Safety
Rumus penanganan prehospital, yaitu do not
further harm (jangan membuat cedera lebih
lanjut).

Response
- Respon panggil (Shout). Mulailah dengan
berbicara kepada penderita, katakan nama.
- Respon sentuhan / goyang (Shake). Lakukan
dengan menepuk -nepuk tangannya,
Shout For Help And Acrtivate Emergency
Medical System
Jika korban berada pada kondisi tidak memberi
respon, segera hubungi 118.

Airway
a) Buka jalan napas tanpa alat
Head tilt, Chin lift

Jaw Thrust

Penyapuan jari (finger sweep)


Penatalaksanaan obstruksi jalan napas

Back Blow
Manuver Heimlich pada korban sadar dengan
posisi berdiri
Manuver Heimlich pada korban tidak sadar

Manuver Heimlich yang dilakukan sendiri

Chest Trust
Tahap dasar membuka jalan nafas dengan alat

Oropharyngeal Airway (OPA)


Nasopharyngeal airway (NPA)

Teknik Bantuan Pernapasan

Ventilasi mulut ke mulut.


Teknik ini dapat dilakukan oleh satu orang penolong.
Teknik ini digunakan terutama untuk korban yang
henti nafas. Pada saat melakukan pernafasan dari
mulut ke mulut tetap pertahankan terbukanya jalan
nafas dengan manuver head-tilt, chin-lift
Ventilasi mulut ke hidung
Seorang korban kecelakaan mungkin mengalami
cedera hebat di mulut dan rahang bawah.

o Pernafasan Mulut-ke-Stoma.
Metode alternatifnya adalah dengan menggunakan
perangkat penghalang
Pemberian Oksigen
Nasal prongs. Nasal prongs adalah pipa pendek
yang dimasukkan ke dalam cuping hidung.

Kateter Nasal. Kateter berukuran 6 atau 8 FG


yang dimasukkan ke dalam lubang hidung
hingga melewati bagian belakang rongga hidung.

Masker Sederhana Merupakan alat pemberian


oksigen kontinu atau selang seling 5 8 liter/mnt
dengan konsentrasi oksigen 40 60%. Masker
sederhana digunakan untuk terapi oksigen
jangka pendek.
Non Rebreathing Mask. Teknik pemberian
oksigen dengan konsentrasi oksigen mencapai
80-100% dengan aliran 8-12 liter/menit dimana
udara inspirasi tidak bercampur dengan udara
ekspirasi.

Rebreathing Mask. Suatu teknik pemberian


oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 40-60%
dengan aliran 8-12% liter/menit.
TERIMAKASIH