Anda di halaman 1dari 11

SEMINAR

NERS IV
DEFENISI

Obstruksi jalan nafas adalah


suatu keadan terdapatnya benda
asing dijlan nafas yang
menyebabkan keluar dan masuknya
udara tergantung sebagian atau
keseluruhan
Klasifikasi Obstruksi Jalan Nafas

a. Obstruksi parsial
b. Obstruksi total atau komplet
Tanda dan Gejala

Obstruksi parsial Obstruksi komplet


Korban sadar Korban tidak sadar
Suara nafas abnormal: Berusaha berbicara, Tidak memperlihatkan
snoring, gurgling, tetapi tidak dapat tanda tanda normal
crowling, wheezing melakukannnya bernafas; gerakan dada
yang ritmik
Diskolorisasi kulit: Batuk Pertukaran udara
perhatikan warna biru/ melalui mulut dan
abu abu pada kulit, hidung
bibir lidah, kuku atau
daun telinga
Perubahan dalam Memegang leher
bernafas. Berubah dengan tangan di
ubah dari normal antara ibu jari dan jari
keabnormal lalu jari
kembali lagi
Penatalaksanaan Obstruksi Jalan Nafas
2. Pasien dewasa yang sadar (
a. Manuver Heimlich duduk atau berdiri)
Berdiri dibelakang korban
1. Periksa apakah jalan napas Minta korban membuka
mengalami obstruksi total atau kedua tungkainya kira-kira
parsial. (pada obstruksi pasrsial selebar bahu
akan tetap ada sedikit Letakkan 1 tungkai diantara
pertukaran udara. Obstruksi kedua tungkai korban
total akan menyebbabkan Tentukan lendmark
rangsang batuk yang lemah,
Lingkarkan lengan anda
tidak efektif dan tanda stres
mengililingi perut korban.
pernapasan)
Kepalkan satu tangan
Lakukan hentakan
dan genggam kepalan
tersebut dengan tangan keatas pada perut
anda yang lain, ibu jari pasien: setiap hentakan
tangan yang mengepal harus tersendiri dan
menghadap perut
pasien. Kepalan harus tegas
diposisikan di garis Ulangi proses ini 6-
tengah, dibawah
10kali sampai pasien
prosesus xiphoideus
dan serta di atas pusar mengeluarkan benda
atau 2 jari diatas pusar. asingnya
3. Pasien Tidak Sadar

Aposisikan pasien terlentang,penolong berlutut


diatas pasien dengan kedua lutut disamping
kiri dan kanan tubuh pasien
Letakkan tumit tangan yang satu pada garis
tengah,dibawah prosesus xiphoideus dan diatas
pusar atau diepigastrium pasien.
Lakukan hentakan keatas secara cepat dan kuat
kearah diafragma,ulangi 6-10 kali sampai
mengeluarkan benda asing.
Jika bayi tidak dapat
Back Blow batuk atau bernaps,
telungkupkan tubuhnya,
Jika penyumbatan
kepala dibawah, dengan
cukup parah, bayi disangga satu lengan.
tidak dapat Topang kepala dan
menangis, batuk, bahunya dengan tangan.
ataupun bernapas. Berikan tepukan tajam
Berikan tepukan dibagian atas
pada punggungnya punggungnya
dan tekanan pada menggunakan panggkal
dadanya untuk telapak tangan yang lain.
menyingkirkan
sumbatan
Balikkan tubuh bayi, masih Jika sumbatan
disangga oleh tangan. Lihat belum hilang, ulangi
kedalam mulutnyaa yang
langkah 1-3
terlihat dari dalam mulut atau
sebanyak 3 kali.
hidungnya menggunakan ujung
jari dan jari telunjuk. Lanjutkan siklus
Jika tepukan dipunggung gagal, tepukan punggung
berikan tekanan dada. Letakkan dan tekanan dada
dua jari dii bagian bawah tulang hingga bantuan
dada bayi dan berikan lima kali datang, sumbatan
tekakan tajam mengarah ke hilang, atau bayi
bawah. Setiap tekanan berjarak hilang kesadaran
tiga detik. Setelah itu periksalah
mulut bayi
Chest Trust
Buat kepalan tangan
Teknik Chest Thrust (pada
orang hamil dan gemuk) : Letakkan sisi ibu jari kepalan
Berdiri dibelakang korban tangan kepertengahan tulang
Minta korban membuka dada korban
kedua tungkainya kira-kira Genggam kepalan tangan
selebar bahu
dengan tangan yang lain dan
Letakkan satu tungkai
diantara kedua tungkai berikan hentakan kebelakang
korban Periksa bila benda asing keluar
Tentukan lendmark setiap rangkaian 5 chest thrust
Lingkarkan lengan pada
dada dibawah ketiak Ulangi hentakan sampai benda
korban asing keluar atau korban tidak
sadar
TERIMAKASIH