Anda di halaman 1dari 13

PARADOKSAL DALAM PENORMAAN

HUKUM KEUANGAN NEGARA DI


INDONESIA
Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
KETUA BIDANG STUDI HUKUM ADMINISTRASI NEGARA \
K E T U A P E M I N ATA N H U K U M K E U A N G A N P U B L I K
P R O G R A M PA S C A S A R J A N A
FA K U LTA S H U K U M U N I V E R S I TA S I N D O N E S I A

Bahan Perkuliahan Hukum Keuangan Publik


Paradoks dalam Pengertian dan Ruang Lingkup KN

Pengertian dan Ruang Lingkup Keuangan Negara

Paradoks
Paradoks Semantik Paradoks Subtansial
Konseptual

Pengertian Regulation,
Keuangan Negara Governance, and Evaluasi Keuangan
Diperluas tanpa Risk tidak berkaitan Negara mencapai
memahami implikasi Rechtregiem Tujuan Bernegara
hukumnya Keuangan Negara
Ruang Lingkup Keuangan Negara
Dipengaruhi Sistem Demokrasi Terpimpin
UU Nomor 17 Tahun 1965 UU Nomor 17 Tahun 2003
Pasal 3 yang dimaksud keuangan negara a. hak negara untuk memungut pajak,
adalah segala kekayaan negara dalam mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan
bentuk apapun juga, baik terpisah maupun melakukan pinjaman;
tidak. b. kewajiban negara untuk menyelenggarakan
Penjelasan Pasal 3: tugas layanan umum pemerintahan negara
dan membayar tagihan pihak ketiga;
Dengan keuangan negara tidak hanya
dimaksud uang negara, tetapi seluruh c. Penerimaan Negara;
kekayaan negara, termasuk di dalamnya d. Pengeluaran Negara;
segala bagian-bagian harta milik kekayaan e. Penerimaan Daerah;
itu dan segala hak dan kewajiban yang f. Pengeluaran Daerah;
timbul karenanya, baik kekayaan itu berada
pada penguasaan dan pengurusan pada g. kekayaan negara/kekayaan daerah yang
pejabat-pejabat dan/atau lembaga-lembaga dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa
yang termasuk pemerintahan umum uang, surat berharga, piutang, barang, serta
maupun berada dalam penguasaan dan hak-hak lain yang dapat dinilai dengan
pengurusan bank-bank pemerintah, uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan
yayasan-yayasan pemerintah, dengan pada perusahaan negara/ perusahaan
status hukum publik ataupun perdata, daerah;
perusahaan-perusahaan negara dan h. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh
perusahaan-perusahaan dan usaha-usaha pemerintah dalam rangka penyelenggaraan
di mana pemerintah mempunyai tugas pemerintahan dan/atau kepentingan
kepentingan khusus serta dalam umum;
penguasaan dan pengurusan pihak lain i. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan
manapun juga berdasarkan perjanjian menggunakan fasilitas yang diberikan
dengan penyertaan (partisipasi) pemerintah pemerintah.
ataupun penunjukan dari pemerintah.
4
Penafsiran Gramatikal

Keuangan Negara Uang Negara

a. hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan


mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman;
b. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan
umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak
ketiga;
c. Penerimaan Negara;
d. Pengeluaran Negara;
e.
f.
Penerimaan Daerah;
Pengeluaran Daerah;
uang yang dikuasai
g. kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh bendahara
oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang,
serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk umum negara
kekayaan yang dipisahkan pada badan hukum, perusahaan
negara/ perusahaan daerah;
h. Hak dan kewajiban dalam kekayaan pihak lain yang dikuasai
oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas
pemerintahan dan/atau kepentingan umum;
i. Hak dan kewajiban dalam kekayaan pihak lain yang diperoleh
dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah.
Pengaturan Ruang Lingkup

Sepanjang telah diatur dalam undang-


undang tersendiri, hak dan kewajiban
negara/daerah dalam pengelolaan dan
pertanggungjawaban keuangan
negara/daerah yang dipisahkan dalam
badan hukum dan badan usaha milik
negara/daerah berlaku ketentuan dalam
undang-undang tersebut.
4 KEKURANGAN YURIDIS
MATERI MUATAN RUU KEUANGAN NEGARA
VERSI DPR-RI

1. Menciptakan paradoks rasionalitas dalam


pengaturan (regulation), tata kelola
(governance), dan pembagian risiko
(distribution of risk) sektor keuangan.
2. menimbulkan contradictio in terminis dalam
memaknai keuangan negara.
3. Menghasilkan peraturan perundang-undangan
dan keputusan/kebijakan dalam sektor
keuangan yang ill-defined and ill-structured
problems.
4. Mendorong ketidakpastian hukum dan
tindakan administrasi negara yang tidak teratur.
Ill-Structured Problems Regulasi Keuangan Negara

UU Nomor 17 Tahun 2003

ILL-DEFINED AND ILL-STRUCTURED PROBLEMS

Upaya Biasa Upaya Luar Biasa

Diubah Materi Rechterlijk Vonnis


Muatan oleh kepada Mahkamah
Pembentuk UU Konstitusi
Ruang Lingkup Keuangan Negara

UU NOMOR 17 TAHUN 2003

REGULATION GOVERNANCE RISK

ILL-STRUCTURED PROBLEMS
PEMAHAMAN KEUANGAN NEGARA SECARA TEORETIS

Keuangan Negara

Hak Negara Uang dan


Uang dan Barang
yang dapat dijadikan barang milik
milik negara sebagai negara adalah
akibat pelaksanaan yang diperoleh
hak dan kewajiban atau dibeli
negara atas beban
Kewajiban APBN
APBN
Negara

Pasal 3 ayat (5) UU No.


17/2003:
Hak dan kewajiban masuk
APBN 9
Ruang Lingkup Keuangan Negara
Pasal 2 UU Nomor 17 Tahun 2003

a. hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan


mengedarkan uang dan melakukan pinjaman;
b. kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum
pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga;
c. penerimaan negara;
d. pengeluaran negara;
e. penerimaan daerah;
f. pengeluaran daerah;
g. kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau
oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang,
serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk
kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan
daerah;
h. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka
penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan
umum;
i. kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan
fasilitas yang diberikan pemerintah. 10
Keuangan Negara dan Kinerja
Keuangan Pemerintah

Akibat perluasan ruang lingkup keuangan


negara membawa dampak terhadap kinerja
keuangan pemerintah, khususnya dilihat pada
tiga aspek yang berkaitan, yaitu:
(1) tujuan keuangan negara yang belum tercapai;
(2) perencanaan yang tidak sinkron dengan
penganggaran;
(3) latar belakang keputusan keuangan negara
dalam APBN kurang memiliki latar belakang
rasionalitas yang dipertanggungjawabkan
legitimasinya
Implikasi
Pasal 2 UU Nomor 17 Tahun 2003

Menciptakan distribusi risiko yang tidak


efisien bagi negara, dan membatasi
alokasi sumber daya anggaran
pendapatan dan belanja negara bagi
sebesar-besar kemakmuran rakyat, sesuai
dengan amanat Pasal 23 ayat (1) UUD
1945.
Terima kasih
dianpujin.simatupang@yahoo.co.id