Anda di halaman 1dari 6

STARTER MOTOR LILITAN

TERBAGI (PART WINDING)


&
STARTER MOTOR LILITAN
TERPISAH (SEPARATE
WINDING)
Oleh :
1. Deddy Ardyansyah
2. Dian Afrika
3. Fani Dwi Kristanti
4. Galuh Ramadhan AS
STARTER MOTOR LILITAN
TERBAGI (PART WINDING)
Motor yang di asut atau di start dengan jenis ini memiliki kontruksi lilitan terbagi atau dua
lilitan paralel terpisah di dalamnya.
STARTER MOTOR PART WINDING ini di rancang dengan menghubungkan salah satu lilitan
motor tiga fase ke pencatu daya ketika impuls start awal.

Terkadang hubungan ini digunakan pada motor wound yang memiliki operasi tegangan
ganda seperti motor 230/460 V. Motor ini memiliki dua set belitan yang dihubungkan Paralel
untuk operasi tegangan rendah, dan hubungan seri untuk operasi tegangan tinggi.
Ketika dioperasikan pada tegangan rendah, hanya setengah lilitan saja yang akan mendapat daya atau di
Energizing, sehingga terjadi pembatasan arus awal dan torsi sampai kira kira 1,5 dari nilai tegangan
penuh.

Kemudian belitan kedua dihubungkan secara normal saat motor sudah beroperasi 75%.

Pada motor lilitan terbagi, lilitannya dihubungkan Y-Y (way-way), perlu diperhatikan dalam
penggunaan cara ini haruslah hai hati karena Kopel yang dihasilkan oleh setengah lilitan
pertama motor tidak memadai untuk beban dengan inersia tinggi.
Prinsip Kerja
Pada saat starting, hanya satu Y winding yang diberi tegangan sehingga
torsi awal/tarikan awal adalah 50% dari kapasitas maksimumnya.
Beberapa detik kemudian Y winding yang kedua mendapat tegangan.
Sehingga torsi naik menjadi 100%. Kedua Y winding tersebut akan
mendapat tegangan selama kompressor running.
Untuk mengontrol kapasitas kompresor agar bisa menyesuaikan dengan
beban pendinginan, biasanya dipasang unloader.
Tujuan dibuat double Y winding ini untuk mengurangi tarikan arus listrik
yang besar pada saat kompressor mulai bekerja.
Prinsipnya tidak jauh berbeda dengan rangkaian bintang-segitiga.
Hanya saja dengan sistem part winding, sistem kelistrikan jauh lebih stabil
karena tidak ada pemutusan/pemindahan rangkaian winding pada saat
peralihan dari akhir starting ke running.
Daftar Komponen:
1 Pemutus daya magnetik 3-pole GV2-L (Q1)
1 MCB 1-pole (F3)
2 Kontaktor 3-pole 1 NC + Blok kontak bantu 2 NO 2 NC (KM1 dan KM2) + 2
thermal overload relay (F1 dan F2)
1 Kontaktor 3 pole 1 NC + Timer On-delay (KA1)
2 Relaybeban lebih thermis (F2-F3)
1 Push-button station (2 tombol) start 1 (S2) dan Stop 0 (S1)
3 lampu indikator tanda motor start (H1), jalan/run (H2) dan beban lebih
(H3)