Anda di halaman 1dari 17

LARUTAN

Kelompok 11 :
1. Dinita Firda Labiba (01311740000058)
2. Sabrina Fany Raditya (01311740000060)
6.1 Satuan Konsentrasi

6.2 Proses Pembentukan Larutan

6.3 Larutan Ideal dan Larutan Nyata

Topik
Larutan
Larutan merupakan campuran yang
homogen,yaitu campuran yang memiliki
komposisi merata atau serba sama di
seluruh bagian volumenya.
Suatu larutan mengandung dua komponen
atau lebih yang disebut zat terlarut
(solute) dan pelarut (solvent).

Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit,


sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat
dalam jumlah banyak.

Larutan = pelarut + zat terlarut


Satuan Konsentrasi Larutan
Dalam pembuatan larutan di laboratorium, kita kenal istilah
konsentrasi.
Bila larutan pekat berarti konsentrasinya tinggi.
Bila larutan encer berarti larutan tersebut mempunyai konsentrasi
rendah.
Larutan dengan konsentrasi tinggi berarti memerlukan lebih banyak
zat terlarut daripada larutan dengan konsentrasi rendah.
I. Konsentrasi Larutan
Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif
antara zat terlarut dan pelarut

Persen Konsentrasi (%)


1. Fraksi mol (X)

Kemolaran (M)
2. Kemolalan (m)

Normalitas (n)
3.
Persen Konsentrasi (%)
Jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 gram larutan.

Contoh:
Larutan gula 5% dalam air
artinya: dalam 100 gram larutan terdapat
- gula = 5/100 x 100 = 5 gram
- air = 100 - 5 = 95 gram
Fraksi Mol (X)
Perbandingan jumlah mol suatu zat dalam larutan terhadap jumlah mol
seluruh zat dalam larutan.

Fraksi mol zat terlarut + Fraksi mol zat pelarut = 1


Contoh:
Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A dan 7 mol zat
terlarut B. maka:
XA = nA / (nA + nB)
= 3 / (3 + 7) = 0.3
XB = nB /(nA + nB)
= 7 / (3 + 7) = 0.7
XA + XB = 1
Kemolaran (M)
Jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan.

Molaritas Campuran :

Contoh:
Berapakah molaritas 9.8 gram H2SO4 (Mr= 98) dalam
250 ml larutan ?
Jawab:
molaritas H2SO4 = (9.8/98) mol / 0.25 liter
= (0.1 x 4) mol / liter
= 0.4 M
Kemolalan (m)
Jumlah mol zat terlarut dalam tiap 1000 gram pelarut.

Molalitas

Contoh:

Hitunglah molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air !

Jawab:
molalitas NaOH = (4/40) / 500 gram air
= (0.1 x 2 mol) / 1000 gram air
= 0,2 m
Normalitas (n)
Normalitas adalah besaran yang menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam
tiap satuan volume larutan.
Dilambangakan dengan simbol (N) dan memiliki satuan normal(N).
Normalitas memperhatikan kation atau anion yang dikandung sebuah larutan.

Hubungan antara Molaritas dan Normalitas

nxa Keterangan:
N=Mxa N= N : Normalitas
V M : Molaritas
a : Valensi(banyaknya ion)
n : Jumlah mol
V : Volume
Bila diketahui Ekivalen zat tersebut

Ek
N=

Ek = n x a

Ek : jumlah mol Ekivalen

Untuk asam, 1 mol ekivalen sebanding dengan 1 mol ion H+


Untuk basa, 1 mol ekivalen sebanding dengan 1 mol ion OH-

Mencari Normalitas bila diketahui jumlah mol


Mr
BE = dan volume dalam mililiter(mL)
a

m 1000 m 1000
BE : Mencari Bobot N= x xaN= x
Ekivalen Mr V BE V
CONTOH SOAL.
1. Jika 0,5 liter larutan NaOH dibuat dengan melarutkan 5
gram NaOH (Mr = 40) dalam air. Hitunglah Normalitas
larutan tersebut ?
Kedua:
Pertama, mencari mol NaOH: mencari valensi (banyaknya ion) :

n = Jumlah ion OH_, a = 1


dapatkan Ek (mol ekivalen) :
n= = 0,125 mol
Ek = n x a
Ek = 0,125 x 1 = 0,125

Lalu mencari normalitas:



N=

,
N= = 0,25 N
,
2. Berapa gr larutan 0,25 N asam sulfat (Mr = 98) dalam 500 liter
larutan ?
Reaksi: H2SO4 2H+ + SO4-2
N = 0,25 N dan a = 2 (terdapat 2 ion H+)
Dengan demikian kita dapat mencari nilai Moralitas dengan rumus :
N=Mxa
,
M= = = 0,125

Lalu mencari gram larutan:



N = xa


M =


0,125 =

,
m= = 6,125 gram

3. Diketahui 98 gr H2SO4 dilarutkan dalam 500 ml larutan,
berat jenis larutan 1,1 gr/ml (Mr =98). Hitunglah :
a. Bobot Ekivalennya
b. Normalitas larutan tersebut

a. Bobot Ekivalen
Reaksi: H2SO4 2H+ + SO4-2
Jadi larutan H2SO4 memiliki 2 ion H+ , dengan demikian a= 2
Mr dari H2SO4 adalah 98


BE = = = 39

b. Normalitas Larutan
Gunakan rumus:
98 1000
N = N = 39 x =2x2=4N
500
II. Proses Pembentukan Larutan
Contoh: Pembuatan larutan Nikel Klorida (NiCl)

a. Menimbang sejumlah padatan NiCl


b. Memindahkan ke labu volumetrik
c. Melarutkan dengan sedikit air terlebih dahulu, kemudian diencerkan
sampai volume total yang diinginkan
III. Larutan Ideal & Larutan Nyata