Anda di halaman 1dari 57

TEORI AKUNTANSI

Tugas 5. Aset, Kewajiban,


Pendapatan, Biaya
Deskripsi Tugas
Title : Tugas 5. Aset, Kewajiban, Pendapatan, Biaya
Deadline : 03 Oct 2017, 06:00

1
I. ASET dan KEWAJIBAN

Mahasiswa diminta:
Menjelaskan keterkaitan topik ASET dan KEWAJIBAN dengan topik-topik sebelumnya (Pengertian Teori Akuntansi, Penalaran, Perekayasaan Pelaporan Keuangan,
Rerangka Konseptual, Konsep Dasar).
Menjelaskan definisi dan karakteristik ASET dan KEWAJIBAN dalam rerangka konseptual FASB (SFAC No. 6 dalam paragraf tentang definsi dan karakteristik serta
dalam Appendix A dan Appendix B, http://www.fasb.org), dan bandingkan dengan definisi dan karakteristik ASET dan KEWAJIBAN dalam rerangka konseptual IAI.
Menjelaskan Gambar tentang FASB Statement of Concepts dalam SFAC No. 6 tsb dalam kaitannya dengan pengakuan dan pengukuran.

Transition
Menjelaskan karakteristik kualitatif FASB (dalam SFAC No. 8) dan kaitannya dengan pengakuan ASET dan KEWAJIBAN, serta membandingkannya dengan karakteristik
kualitatif menurut IAI.
Menjelaskan kesesuaian definisi, pengukuran, pengakuan, dan penyajian ASET dan KEWAJIBAN dengan rerangka konseptual dari sebuah laporan keuangan sebuah
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) beserta standar akuntansi yang digunakan (yang dapat dilihat dalam catatan atas laporan keuangan).
Melampirkan files rerangka koseptual dan laporan keuangan yang anda gunakan.

II. PENDAPATAN DAN BIAYA

Mahasiswa diminta: headline


Menjelaskan keterkaitan topik PENDAPATAN dan BIAYA dengan topik-topik sebelumnya (Pengertian Teori Akuntansi, Penalaran, Perekayasaan Pelaporan Keuangan,
Rerangka Konseptual, Konsep Dasar, Aset dan Kewajiban).
Menjelaskan definisi dan karakteristik PENDAPATAN dan BIAYA dalam rerangka konseptual FASB (SFAC No. 6 dalam paragraf tentang definsi dan karakteristik serta

Lets start with the


dalam Appendix A dan Appendix B, http://www.fasb.org), dan bandingkn dengan definisi dan karakteristik PENDAPATAN dan BIAYA dalam rerangka konseptual IAI.
Menjelaskan Gambar tentan FASB Statement of Concepts dalam SFAC No. 6 tsb dalam kaitannya dengan pengakuan dan pengukuran. Menjelaskan karakteristik
kualitatif FASB (dalam SFAC No. 8) dan kaitannya dengan pengakuan PENDAPATAN dan BIAYA, serta membandingkannya dengan karakteristik kualitatif menurut IAI.

first set of slides


Menjelaskan kesesuaian definisi, pengukuran, pengakuan, dan penyajian PENDAPATAN dan BIAYA dengan rerangka konseptual dari sebuah laporan keuangan sebuah
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) beserta standar akuntansi yang digunakan (yan dapat dilihat dalam catatan atas laporan keuangan).
Melampirkan files rerangka koseptual dan laporan keuangan yang anda gunakan.

III. KOMENTAR

Tulis komentar tentang materi pertemuan ini (Pengetahuan dan ketrampilan yang anda dapat dari mempelajari topik ini dalam rangka mendukung kapabilitas melakukan
penelitian, kendala yang anda hadapi dalam memahami materi topik ini, dll.).
Aset
&
Kewajiban
KETERKAITAN Aset dan Kewajiban Terhadap Teori Akuntansi
ASET DAN Teori akuntansi disebut sebagai penalaran logis karena dapat memberikan

KEWAJIBAN penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu dalam hal ini adalah
perlakuan akuntansi terhadap pos-pos neraca yaitu aset dan kewajiban.
DENGAN
TOPIK Aset dan Kewajiban Terhadap Penalaran
SEBELUMNYA Penalaran melibatkan proses penurunan konsekuensi logis dan proses penarikan
simpulan / konklusi dari serangkaian pernyataan atau asersi.
Asersi dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu Asumsi, Hipotesis, dan pernyataan
fakta.
Aset dan kewajiban dapat diukur dan dinilai dengan menggunakan asumsi asumsi
yang mendasarinya.
KETERKAITAN Aset dan Kewajiban Terhadap Perekayasaan
ASET DAN Laporan Keuangan
KEWAJIBAN Pada dasarnya proses perekayasaan adalah proses untuk menjawab pertanyaan
DENGAN mendasar yaitu bagaimana suatu kegiatan operasi perusahaan disimbolkan dalam

TOPIK bentuk statemen keuangan sehingga orang yang dituju dapat membayangkan

SEBELUMNYA operasi perusahaan secara finansial tanpa harus menyaksikan secara fisis operasi
perusahaan.
Informasi semantik ini harus ditangkap secara kontekstual melalui tiga komponen
sebagai satu kesatuan, yaitu elemen, ukuran dalam unit moneter, dan hubungan
antar elemen.
Statement keuangan yang dibentuk menjadi sebuah statement yang di dalamnya
terdapat unsur aset dan kewajiban yang terbentuk karena aspek semantik dalam
perekayasaan tersebut.
KETERKAITAN Aset dan Kewajiban Terhadap Rerangka Konseptual
Salah satu model rerangka konseptual yang dikembangkan oleh FASB yang
ASET DAN
diwujudkan dalam seperangkat pernyataan resmi yang disebut Statement of
KEWAJIBAN Financial Accounting Concepts.
DENGAN Rerangka FASB memuat empat komponen konsep utama yaitu :
TOPIK Tujuan pelaporan keuangan (bisnis dan nonbisnis)
SEBELUMNYA
Karakteristik kualitatif informasi

Elemen statemen keuangan

Pengukuran dan pengakuan (termasuk penggunaan nilai sekarang)

Rerangka konseptual tersebut digunakan untuk mendefinisikan, penggolongan


dalam laporan keuangan, melakukan pengukuran dan penilaian terhadap aset dan
kewajiban
KETERKAITAN Aset dan Kewajiban Terhadap Konsep Dasar
ASET DAN Konsep dasar berfungsi :
KEWAJIBAN Sebagai landasan penalaran pada tingkat perekayasaan ;

DENGAN Untuk menentukan konsep, prinsip, metoda, atau teknik yang akan dijadikan

TOPIK standar bagi penyusun standar.

SEBELUMNYA
Aset dan kewajiban direpresentasikan sebagai bagian dari kesatuan ekonomik dari
sudut pandang akuntansi yang dapat ditentukan konsep, prinsip, atau metoda
penilaiannya melalui konsep dasar.
Simpulan Keterkaitan Aset dan Kewajiban dengan bab
sebelumnya.
Aset dan kewajiban merupakan salah satu elemen laporan keuangan dimana dalam
membuat atau melakukan perekayasaan laporan keuangan diperlukan rerangka
konseptual yang didasari dari seperangkat penalaran logis untuk memberikan
penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu dalam hal ini adalah
pengukuran aset dan kewajiban yang dilandasi dengan konsep dasar berbasis kos
dan menjadi data dasar akuntansi dalam penyediaan informasi semantik.
Menurut FASB, Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti yang diperoleh
atau dikuasai / dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa
lalu.

DEFINISI Menurut APB Aset sebagai sumber ekonomik karena adanya unsur kelangkaan sehingga suatu
entitas harus mengendalikannya dari akses pihak lain melalui transakasi ekonomik. APB juga
membedakan aset menjadi yang digolongkan sebagai sumber ekonomik sebagai berikut:
1. Sumber produktif
2. Produk yang merupakan keluaran kesatuan usaha terdiri atas :
a) Barang jadi yang menunggu penjualan
b) Barang dalam proses
3. Uang
4. Klaim untuk menerima uang
5. Hak pemilikan atau investasi pada perusahaan lain.

Dengan berbagai perbedaan di atas, pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga
karakteristik utama yang harus dipenuhi agar suatu objek atau pos dapat dapat disebut aset, yaitu :

Manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti

Dikuasai atau dikendalikan oleh entitas

Timbul akibat transaksi masa lalu


Bila dikaitkan dengan asset, dasar penilaian FASB sebagai berikut :
1. Historical cost. Tanah, gedung, perlengkapan pabrik, dan kebanyakan sediaan
dilaporkan atas dasar kos historisnya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya
yang dikorbankan untuk memperolehnya. Kos histories ini tentunya
disesuaikan dengan jumlah bagian yang telah didepresiasi atau di ammortisasi.
PENILAIAN 2. Current cost. Beberapa sediaan disajikan sebesar nilai sekarang atau
penggantinya yaitu jumlah rupiah kos atau setaraya yag harus dikorbankan jika
MENURUT asset tertentu yang sejenis diperoleh sekarang.
FASB 3. Current market value. Beberapa jenis investasi dalam surat berharga disajikan
atas dasar nilai pasar selain yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dapat
diperoleh kesatuan usaha dengan menjual asset tersebut dalam kondisi
perusahaan yang normal.
4. Net relizable value. Beberapa jenis piutang jangka pendek dan sediaan barang
disajikan nilai terealisasi bersih yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang
akan diterima dari asset tersebut dikurangi dengan pengorbanan yang
diperlukan untuk mengkonversi asset tersebut menjadi kas atau setaranya.
5. Present value of future cash flows. Piutang dan investasi jangka panjang
disajikan sebesar nilai sekarang penerima kas di masa mendatang sampai
piutang terlunasi dikurangi dengan tambahan kos yang mungkin diperlukan
untuk mendapatkan penerimaan tersebut.
PERBANDINGAN SFAC NO 06 DENGAN IAI/PSAK
Pembanding SFAC No. 6 IAI/PSAK
Pengertian Assets are probable future economic benets obtained Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas
or controlled by a particular entity as a result of past sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana

PENILAIAN transactions or events.


Aset adalah kemungkinan manfaat ekonomi masa
manfaat ekonomi masa depan diharapkan akan mengalir
ke entitas.

MENURUT depan yang diperoleh atau dikuasai oleh sebagian


entitas sebagai hasil dari transaksi di masa lalu ataupun

FASB
di masa yang akan datang.

Liabilities are probable future sacrices of economic Liabilitas merupakan kewajiban kini entitas yang timbul
benets arising from present obligations of a particular dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya
entity to transfer assets or provide services to other diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya
entities in the future as a result of past transactions or entitas yang mengandung manfaat ekonomi.
events.
Kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan dari
manfaat ekonomi di masa depan yang muncul dari
present obligation sebagian entitas untuk mentransfer
aset atau menyediakan jasa pada entitas lainnya di
masa depan sebagai hasil dari transaksi di masa lalu
ataupun di masa yang akan datang.
PERBANDINGAN SFAC NO 06 DENGAN IAI/PSAK

Pembanding SFAC No. 6 IAI/PSAK


Karakteristik Terdapat 3 karakteristik penting pada Karakteristik Aset:
aset: a. Manfaat ekonomi masa depan
a. Berupa kemungkinan keuntungan diekspektasikan akan mengalir ke
di masa depan yang meliputi entitas dan dikuasai oleh entitas.
sebuah kapasitas, satu atau b. Entitas menguasai manfaat yang
beberapa kombinasi dengan aset diekspektasikan dari aset tersebut
lainnya, yang secara langsung dan menguasai manfaat yang
maupun tidak langsung diekspektasikan dari pengetahuan
berkontribusi pada aliran kas di tersebut.
masa yang akan datang. c. Dihasilkan dari transaksi atau
b. Sebagian entitas dapat peristiwa lain yang terjadi di masa
memperoleh keuntungan dan lalu
menguasai akses lain ke aset.
c. Transaksi atau hal lain
memberikan peningkatan pada hak
entitas untuk menguasai
keuntungan yang telah terjadi.
PERBANDINGAN SFAC NO 06 DENGAN IAI/PSAK

Pembanding SFAC No. 6 IAI/PSAK


Karakteristik Terdapat 3 karakteristik penting pada Karakteristik esensial liabilitas adalah
kewajiban: a. Tugas atau tanggung jawab untuk
a. Mencakup tugas atau tanggung jawab bertindak atau melakukan sesuatu
saat ini untuk satu atau lebih entitas dengan cara tertentu.
lain yang memerlukan penyelesaian b. Kewajiban dapat dipaksakan secara
dengan kemungkinan transfer masa hukum sebagai konsekuensi dari
depan atau penggunaan aset pada kontrak yang mengikat atau
tanggal tertentu atau ditentukan, pada persyaratan perundang-undangan.
terjadinya peristiwa tertentu, atau Akan tetapi, kewajiban juga timbul
sesuai permintaan. dari praktik bisnis yang normal,
b. Tugas atau tanggung jawab kebiasaan dan keinginan untuk
mewajibkan entitas tertentu, memelihara hubungan bisnis yang
meninggalkannya sedikit atau tidak baik atau bertindak dengan cara
sama sekali keleluasaan untuk yang adil.
menghindari pengorbanan masa c. Dihasilkan dari transaksi atau
depan. peristiwa lain yang terjadi di masa
c. Transaksi atau peristiwa lain yang lalu.
memberikan kewajiban kepada entitas
telah terjadi.
PERBANDINGAN SFAC NO 06 DENGAN IAI/PSAK

Pembanding SFAC No. 6 IAI/PSAK

Appendix A An item does not qualify as an asset or


dan B
liability of an entity if it lacks one or more
essential characteristics.

Sebuah item tidak dapat dikualifikasikan


sebagai aset maupun kewajiban dari
sebuah entitas apabila salah satu atau
lebih karakteristik pentingnya tidak
terpenuhi.
FASB Conceptual Framework
Pengakuan dan
Pengukuran
menurut FASB
FASB Conceptual Framework
Pengakuan dan
Pengukuran
menurut FASB
Pengakuan dan TINGKAT KETIGA: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
Pengukuran Tingkat ketiga kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep
menurut FASB yang dipakai untuk mengimplementasikan tujuan dasar dari
tingkat pertama. Konsep-konsep ini menjelaskan apa, kapan,
dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus
diakui, diukur, dan dilaporkan oleh sistem akuntansi.

1. Asumsi-Asumsi Dasar

1
Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption)

2
Kesinambungan (going concern)

3
Asumsi unit moneter (monetary unit assumption)

4
Asumsi periodisitas (periodicity assumption)
2. Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi
Pengakuan dan Biaya historis (historical cost)

Pengukuran GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan
dilaporkan berdasarkan harga akuisisi. Kos(cost) memiliki keunggulan yang
menurut FASB penting dibandingkan penilaian yang lainnya yaitu dapat diandalkan.
Pengakuan pendapatan
Pendapatan umumnya diakui jika (1) telah direalisasi atau dapat
direalisasikan dan (2) telah dihasilkan.
Prinsip Penandingan (matching principle)
Beban untuk suatu periode ditentukan dengan mengaitkannya dengan
pendapatan tertentu atau dengan periode tertentu.. Beban diakui:
1. jika terdapat hubungan langsung atau sebab akibat dengan penjualan
produk atau penyerahan jasa,
2. pada periode terjadinya, yakni pada saat kas dikeluarkan jika tidak
terdapat hub. Langsung atau sebab akibat dengan penjualan produk
atau jasa,
3. dengan alokasi yang sistematis dan rasional, jika butir 1 dan 2 tidak
terpenuhi. Contoh: depresiasi.
2. Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi (Lanjutan)
Pengakuan dan Prinsip Pengungkapan Penuh (full disclosure principle)
Pengukuran Mengakui sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam
menurut FASB laporan keuangan mencerminkan trade off penilaian, seperti:
1. Hal-hal yang harus diungkapkan karena mempengaruhi
keputusan pemakai
2. Kebutuhan untuk menyajikan secara penuh agar informasi
dapat dipahami.
Catatan atas laporan keuangan umumnya ditujukan untuk
memperkuat atau memperjelas pos-pos yang disajikan dalam
bagian utama laporan keuangan.
Karakteristik Kualitatif FASB SFAC No 8

Karakteristik Fundamental (Fundamental


Characteristics)

Karakteristik Tambahan (Enhanching


Characteristics)
1. Relevance (Relevan)
Karakteristik Informasi keuangan yang relevan mampu membuat
Kualitatif perbedaan dalam pembuatan keputusan oleh
pengguna.
Mendasar Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut
(FASB) memiliki kriteria unsur kualitas, antara lain :

Nilai prediktif (predictive value)


informasi dikatakan memiliki nilai prediktif jika dapat
digunakan sebagai masukan bagi proses yang digunakan
oleh pengguna untuk memprediksi hasil masa depan.
Nilai konfirmatori (confirmatory value)
informasi keuangan dikatakan memiliki nilai konfirmasi jika
dapat memberikan umpan balik mengenai evaluasi
sebelumnya atau keduanya.
2. Representasi
Karakteristik Laporan keuangan menunjukkan fenomena ekonomi
Kualitatif dalam kata-kata dan angka. Untuk dapat digunakan, selain
mewakili fenomena secara relevan, informasi keuangan
Mendasar juga harus mewakili fenomena dari tujuan yang ingin
direpresentasikan.
(FASB) Untuk dapat merepresentasikannya secara sempurna,
penggambarannya harus memiliki tiga karakter, yaitu:

Lengkap
Netral (Neutral)
(Complete)

Bebas dari
Kesalahan (Free
from Error)
Karakteristik Komparatif

Komparatif adalah karakteristik kualitatif yang memungkinkan pengguna


Tambahan untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan, dan perbedaan antara,
item.

SFAC No 8 Dapat Diverifikasi

Verifiability berarti bahwa peneliti independen dengan pengetahuan yang


berbeda tetap bisa mencapai konsensus, meskipun tidak sama persis
namun tetap merupakan representasi penuh dari informasi.

Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia bagi pengambil


keputusan dalam waktu yang dapat mempengaruhi mereka dalam
mengambil keputusan.

Mudah Dimengerti

Mengklasifikasikan, mengkarakterisasikan, dan menyajikan informasi


secara jelas dan ringkas sehingga membuat informasi keuangan tersebut
dapat dimengerti
Ringkasan Karakteristik Kualitatif
Aset diakui saat:
Kaitan 1. Kemungkinan manfaat ekonomik di masa yang akan
Karakteristik datang
Kualitatif 2. Dikuasai atau dikendalikan entitas
3. Timbul akibat tansaksi masa lalu
dengan Jika ketiga poin tersebut terpenuhi, maka suatu sumber
Pengakuan Aset daya perusahaan dapat diakui sebagai aset.

Dalam pengakuan aset harus memuat karakteristik


kualitatif sehingga informasi yang disajikan dapat
bermanfaat dan berguna bagi para penggunanya.
Berkaitan dengan kemungkinan manfaat ekonomis di
masa yang akan datang, artinya aset tersebut haruslah
RELEVAN serta memiliki nilai prediktif dan nilai
konfirmasi
Kaitan Aset dikendalikan atau dikuasai entitas mengharuskan
Karakteristik suatu aset merupakan sebuah hal yang faithful
representation yang ditandai dengan adanya
Kualitatif kelengkapan (completeness), bebas dari kesalahan (free
dengan from error), dan netral/tidak bias (neutral).
Pengakuan Aset Sedangkan timbul dari akibat transaksi masa lalu
mengindikasikan bahwa aset haruslah RELEVAN
dengan memiliki nilai prediktif dan nilai konfirmasi
Ketiga poin tersebut akan diperkuat dengan
comparability, timeliness, verifiability, dan
understandability
Kewajiban diakui saat:
Kaitan 1. Pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti
2. Keharusan sekarang (present obligation)
Karakteristik 3. Timbul akibat transaksi masa lalu
Kualitatif
Dalam pengakuan kewajiban harus memuat karakteristik kualitatif
dengan sehingga informasi yang disajikan dapat bermanfaat dan berguna
Pengakuan bagi para penggunanya.
Pada poin pertama disebutkan mengenai pengorbanan manfaat
Kewajiban ekonomik di masa mendatang yang cukup pasti, artinya kewajiban
tersebut haruslah memiliki karakteristik RELEVAN serta memiliki nilai
prediktif dan nilai konfirmasi
Terkait dengan keharusan sekarang di dalam pengakuan kewajiban,
hal ini erat kaitannya dengan dengan seluruh komponen di dalam
karakteristik utama, baik relevan maupun faithful representation.
Adapun timbul akibat transaksi masa lalu juga erat kaitannya dengan
dengan seluruh komponen di dalam karakteristik utama, baik relevan
maupun faithful representation.
Perbandingan Karakteristik Kualitatif SFAC No 8 dan IAI

SFAC No 8 - FASB IAI


Fundamental Characteristics 1. Dapat dipahami
1. Relevance 2. Relevan
a. Predictive Value a. Peramalan (predictive) dan penegasan
b. Confirmatory Value (confirmatory)
b. Materialitas
2. Faithful Prepresentation 3. Keandalan
a. Complete a. Penyajian jujur
b. Neutral b. Substansi mengungguli bentuk
c. Free from Error c. Netralitas
d. Pertimbangan sehat
e. Kelengkapan
Enhanching Characteristics 4. Dapat Diperbandingkan
1. Comparability
2. Verifiability
3. Timeliness
4. Understandability
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Analisis Kerangka Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Konseptual Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
tentang ASET dan Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK
KEWAJIBAN pada IAI). Serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain
Laporan Keuangan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman
PT. Adhi Karya
penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-
(Persero) Tbk LK No. KEP347/BL/2012 tentang penyajian dan
Tahun 2016 pengungkapan laporan keuangan emiten atau
perusahaan publik

Sumber Laporan Keuangan Audited: http://www.idx.co.id


Definisi, Pengukuran, Pengakuan, dan Penyajian ASET dan
KEWAJIBAN

Definisi
Dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) PT. Adhi Karya (Persero)
Tbk Tahun 2016 tidak disebutkan definisi dari Aset dan Kewajiban.
Penyajian
Tidak ditemukan ketentuan terkait penyajian akun-akun laporan keuangan,
namun terdapat ketentuan terkait Klasifikasi Aset dan Kewajiban yang kami
samakan sebagai ketentuan untuk penyajian dari aset dan kewajiban.
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset
keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang
ditetapkan PSAK 55 (Revisi 2014) dipenuhi.
Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup
menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen
Pengakuan tersebut.
dan Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan,
Pengukuran Grup mengukur pada nilai wajarnya.

Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau
dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
liabilitas keuangan tersebut.

Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan


aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Laporan keuangan perusahaan disusun berdasarkan
pada Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yaitu
PSAK, dimana merupakan produk keluaran dari IAI.

Kesimpulan Sehingga kebijakan akuntansi yang diterapkan


perusahaan tidaklah menyimpang dari ketentuan
dalam kerangka konseptual IAI. Dimana kerangka
konseptual IAI diadopsi dari the Conceptual Framework
for Financial Reporting (IFRS).
Pendapatan
&
Biaya
Teori akuntansi dipandang dari sifat normatif
menempatkan teori akuntansi sebagai teknologi. Dalam
prosesnya dibutuhkan suatu penalaran logis untuk
menjelaskan atau menjustifikasi kelayakan praktik, standar,
atau prinsip akuntansi tertentu.
Keterkaitan
Teori akuntansi sebagai teknologi melekat pada
topik perekayasaan pelaporan keuangan, proses penalaran logis
Pendaptan dalam perekayasaan pelaporan keuangan tersebut akan
menghasilkan suatu kerangka konseptual yang dapat
dan Beban digunakan untuk mengevaluasi, membenarkan atau
mempengaruhi praktek akuntansi sekarang maupun masa
dengan akan datang
topik-topik Proses penalaran pada tingkat perekayasaan akuntansi
sebelumnya dilandasi oleh konsep dasar dalam penyusunan standar,
baik prinsip, metode, maupun teknik, sehingga
perekayasaaan akuntansi menghasilkan elemen-elemen
yang diwujudkan dalam statemen keuangan, yang mana
merepresentasikan realitas kegiatan badan
usaha/perusahaan/negara.
Setelah badan usaha berdiri dan pemilik menanamkan
dana ke badan usaha, upaya badan usaha dalam
mendatangkan pendapatan dilakukan dengan menyediakan
Keterkaitan barang dan jasa yang melibatkan pemerolehan berbagai aset.
topik Aset merupakan elemen neraca yang akan membentuk
Pendaptan informasi semantik berupa posisi keuangan, jika dihubungkan
dengan elemen yang lain yaitu kewajiban dan ekuitas.
dan Beban
Aset merepresentasikan potensi jasa fisis mauapun non
dengan fisis yang dimiliki kesatuan usaha untuk menyediakan barang
topik-topik dan jasa.
sebelumnya Sedangkan, kewajiban merupakan elemen neraca, yang
merepresentasikan sumber dana dari aset badan usaha
berupa potensi jasa fisis maupun non fisis yang
memampukannya untuk menyediakan barang dan jasa.
Pendapatan diakui ketika terjadi kenaikan aset
atau penurunan kewajiban atas transaksi yang
Keterkaitan berkaitan dengan operasi utama atau sentral
topik kesatuan usaha.
Pendaptan
Sedangkan, biaya dapat timbul akibat adanya
dan Beban transaksi yang dapat mengurangi aset atau adanya
dengan aliran keluar aset, dan juga akibat dari kenaikan
topik-topik kewajiban. Agar menjadi biaya, transaksi tersebut
sebelumnya juga harus berkaitan dengan kegiatan utama atau
sentral.
Definisi dan Karakteristik Pendapatan
SFAC No. 6 IAI/PSAK
Definisi Revenues are inflows or other enhancements of Penghasilan (income) adalah
assets of an entity or settlements of its liabilities kenaikan manfaat ekonomi
(or a combination of both) from delivering or selama suatu periode akuntansi
producing goods, rendering services, or other dalam bentuk pemasukan atau
activities that constitute the entity's ongoing peningkatan aset atau
major or central operations. penurunan liabilitas yang
mengakibatkan kenaikan pada
Pendapatan adalah arus masuk atau ekuitas yang tidak berasal dari
peningkatan dari aset entitas atau penurunan kontribusi penanam modal
kewajiban (atau kombinasi keduanya) dari
kegiatan pengiriman atau produksi barang,
memberikan jasa, atau kegiatan lainnya yang
merupakan kelanjutan usaha utama entitas.
Karakteristik Pendapatan menurut SFAC No. 6
Pendapatan merupakan arus masuk aktual atau
diharapkan kas (atau setara) yang telah terjadi atau akan
Definisi dan terwujud sebagai hasil dari usaha utama perusahaan.
Peningkatan aset oleh pendapatan dapat berupa: uang
Karakteristik tunai, klaim terhadap pelanggan atau klien, barang-
Pendapatan barang lain atau jasa yang diterima, atau meningkatkan
nilai dari produk yang dihasilkan dari produksi.
Demikian pula, transaksi dan peristiwa dimana
menghasilkan pendapatan, dan pendapatan sendiri
dalam berbagai bentuk dapat disebut sebagai: output,
pengiriman, penjualan, biaya, bunga, dividen, royalti,
dan sewa tergantung pada jenis operasi yang terlibat
dan cara pendapatan diakui.
Karakteristik Pendapatan menurut IAI/PSAK
Suatu entitas dapat mengakui pendapatan jika memenuhi
kriteria di bawah ini:
Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat
Definisi dan kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli.
Karakteristik Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya
Pendapatan terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun
melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual.
Jumlah pendapatan dapat diukur secara handal
Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan
transaksi tersebut mengalir ke entitas dan,
Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan
dengan transaksi penjualan tersebut dapat diukur secara
handal.
Definisi dan Karakteristik Biaya
SFAC No. 6 IAI/PSAK
Definisi Expenses are outflows or other using up of assets Beban (expenses) adalah
or incurrences of liabilities (or a combination of penurunan manfaat ekonomi
both) from delivering or producing goods, selama suatu periode akuntansi
rendering services, or carrying out other activities dalam bentuk pengeluaran atau
that constitute the entity's ongoing major or central berkurangnya aset atau
operations terjadinya liabilitas yang
mengakibatkan penurunan
Beban merupakan aliran keluar atau pengguaan pada ekuitas yang tidak terkait
aset atau penurunan kewajiban (atau kombinasi dengan distribusi kepada
keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, penanam modal.
memberikan jasa, atau melakukan kegiatan lain
yang merupakan kelanjutan usaha utama entitas.
Karakteristik Biaya menurut SFAC No. 6
Beban merupakan arus keluar aktual atau kas yang
diharapkan (atau setara) yang telah terjadi atau akan
Definisi dan terwujud sebagai hasil dari keberlangsungan usaha entitas.
Karakteristik Aset yang mengalir keluar atau digunakan atau kewajiban
yang timbul dapat dari berbagai jenis-misalnya, produk
Biaya dijual atau diproduksi, jasa karyawan digunakan, kilowatt jam
listrik yang digunakan untuk menyalakan sebuah bangunan
kantor, atau pajak atas pendapatan.
Demikian pula, transaksi dan peristiwa dimana biaya timbul
dan biaya itu sendiri dalam berbagai bentuk disebut dengan
berbagai nama-misalnya, harga pokok penjualan, biaya
layanan yang diberikan, penyusutan, bunga, sewa, dan gaji
dan upah-tergantung pada jenis operasi yang terlibat dan
cara biaya diakui.
Karakteristik Biaya menurut IAI/PSAK
Beban dapat diakui bila:
penurunan manfaat ekonomi masa depan yang
Definisi dan berkaitan dengan penurunan aset atau kenaikan
liabilitas telah terjadi.
Karakteristik
Biaya penurunan manfaat ekonomi tersebut dapat
diukur dengan andal.
pengeluaran tidak menghasilkan manfaat
ekonomi masa depan atau ketika sepanjang
manfaat ekonomi masa depan tidak memenuhi
syarat, atau tidak lagi memenuhi syarat, untuk diakui
dalam laporan posisi keuangan sebagai aset.
liabilitas timbul tanpa adanya pengakuan aset,
seperti ketika liabilitas timbul akibat garansi produk.
Definisi dan Karakteristik Pendapatan dan Biaya

SFAC No. 6 IAI/PSAK

Apendix A Pendapatan dan beban dihasilkan dari usaha-


dan B usaha produktif entitas dan sebagian besar
transaksi pertukaran dengan entitas lain yang
membentuk keberlangsungan proses usaha entitas.
Termasuk rincian variasi dari jenis badan dan
aktivitas yang terlibat. Misalnya, manufaktur atau
konstruksi perusahaan membeli atau kontrak untuk
menggunakan tenaga kerja, bahan baku, tanah,
pabrik, peralatan, dan barang dan jasa lainnya
yang dibutuhkan
Gambar tentang FASB Statement of Concepts dalam
SFAC No. 6
Dalam gambar tersebut FASB menjelaskan berbagai perubahan yang
mempengaruhi posisi keuangan

Gambar tersebut menyajikan pengaruh kejadian, keadaan, dan


Penjelasan transaksi terhadap posisi keuangan yang menjadi landasan adanya
Gambar tentang artikulasi
FASB Aset, kewajiban, ekuitas dapat berubah akibat: Kejadian, Keadaan, &
Statement of Transaksi
Concepts dalam Pada bagian A menggambarkan semua perubahan dalam aset &
SFAC No. 6 kewajiban yang tidak dibarengi dengan perubahan ekuitas.

Pada bagian B menggambarkan semua perubahan dalam aset atau


kewajiban yang dibarengi dengan perubahan ekuitas.

Pada bagian C menggambarkan perubahan dalam ekuitas yang tidak


melibatkan aset atau kewajiban.
Elemen-elemen di atas selanjutnya disajikan
Penjelasan dalam statement keuangan
Gambar
tentang Agar mempunyai informasi semantik, suatu
pos harus diukur untuk menentukan besar
FASB
kecilnya.
Statement of
Concepts Selain itu diperlukan ketentuan mengenai
dalam SFAC kejadian apa yang menandai saat pencatatan.
No. 6
Karakteristik Kualitatif
Menurut FASB Menurut IAI

1) Relevance 1) Dapat Dipahami


2) Faithful Representation 2) Relevan
3) Keandalan
4) Dapat Dibandingkan
Relevance
Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam
pembuatan keputusan oleh pengguna.
Kriteria:
Nilai prediksi, dapat digunakan sebagai masukan bagi proses yang digunakan
Karakteristik oleh pengguna untuk memprediksi hasil masa depan;
Nilai konfirmatori, dapat memberikan umpan balik mengenai evaluasi
Kualitatif sebelumnya atau keduanya.
Menurut
FASB
Faithful Representation
Karakteristik:
Lengkap, mencakup semua informasi yang diperlukan bagi pengguna untuk
memahami fenomena yang sedang digambarkan;
Netral, menggambarkan seleksi atau penyajian informasi keuangan tanpa bias
dalam artian tidak miring, tertimbang, menekankan, memakai perlombaan, atau
dimanipulasi untuk meningkatkan probabilitas bahwa informasi keuangan akan
diterima baik atau tidak oleh pengguna informasi;
Bebas dari Kesalahan, tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi
fenomena dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang
dilaporkan telah dipilih dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam
Dapat Dipahami
Kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai; Pemakai diasumsikan
memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi;
Namun, formasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak
dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tesebut terlalu sulit
untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
Karakteristik Relevan
Kualitatif Informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses
pengambilan keputusan; Informasi relevan dapat mempengaruhi keputusan ekonomi
Menurut IAI pemakai dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan,
menegaskan, atau mengkoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu; Peran informasi
dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain.

Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan,
material, dan dapat diandalkan pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur
dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.

Dapat Dibandingkan

Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antara periode


untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan; Pemakai juga harus
dapat memperbandingkan laporan keuangan antara perusahaan untuk mengevaluasi
posisi keuangan secara relatif.
Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang
Karakteristik menyesatkan, material, dan dapat diandalkan pemakaiannya
sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari yang seharusnya
Kualitatif disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
Menurut IAI Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan
perusahaan antara periode untuk mengidentifikasi kecenderungan
posisi dan kinerja keuangan; Pemakai juga harus dapat
memperbandingkan laporan keuangan antara perusahaan untuk
mengevaluasi posisi keuangan secara relatif.
Keterkaitan dengan Pendapatan dan Biaya
Dalam Pendapatan :
Ter-realisasi atau cukup pasti ter-realisasi (realized or realizable) Nilai Prediktif,
Konfirmasi, dan Material
Terbentuk/terhak (earned) Enchancing Value

Dalam Biaya
Konsumsi manfaat (consumption of benefits) Faithful Representation
Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang (loss or lack of future benefits)
Keterbandingan, Keterverifikasian, Ketepat-waktuan
Pernyataan perusahaan:
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK), yang mencakup Pernyataan dan Intrepretasi yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah
Analisis kerangka pengawasannya. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun berdasarkan konsep
konseptual tentang biaya historis kecuali sebagaimana diungkapkan di dalam kebijakan akuntansi dan
PENDAPATAN dan menggunakan dasar akrual kecuali bagi laporan arus kas konsolidasian.
BIAYA pada laporan
keuangan PT Penerapan Intrepretasi Standar Akuntansi Keuangan [ISAK] 27 Transfer Aset dari
Ultrajaya Milk Pelanggan, ISAK 28 Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas,
dan ISAK 29 Biaya Pengupasan Lapisan Tanah dalam Tahap Produksi pada
tahun 2015
Tambang Terbuka dengan tanggal efektif 1 Januari 2014, tidak menimbulkan
perubahan pada kebijakan akuntansi Perseroan dan tidak memiliki dampak pada
jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan maupun periode-periode keuangan
sebelumnya.

Dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) PT Ultrajaya Milk tidak disebutkan
definisi dari Pendapatan dan Beban

Dalam hal Penyajian, juga tidak ditemukan ketentuan terkait penyajian akun-akun
laporan keuangan
Pengakuan awal Pendapatan
Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika
Kelompok Usaha telah secara signifikan manfaat dan
Analisis kerangka risiko kepemilikan kepada pembeli dan terdapat
konseptual tentang kemungkinan Kelompok Usaha akan menerima
PENDAPATAN dan pembayaran yang sebelumnya telah disepakati. Kriteria
BIAYA pada laporan kriteria ini dianggap telah dipenuhi apabila barang telah
keuangan PT dikirimkan kepada pembeli.
Ultrajaya Milk
tahun 2015 Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat
penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan untuk
penjualan ekspor diakui pada pada saat penyerahan
barang di atas kapal di pelabuhan pengiriman.
Pendapatan bunga diakui saat bunga terjadi.
Beban
Beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Jumlah pendapatan dapat diukur dengan
andal dan adalah mungkin bagi Kelompok
Analisis kerangka Usaha menerima segala imbalan.
konseptual tentang
PENDAPATAN dan Pendapatan atas jasa diakui pada periode di
BIAYA pada laporan mana jasa tersebut diberikan dan diukur
keuangan PT
Ultrajaya Milk kedalam akun berdasarkan suku bunga
tahun 2015 efektif.
Pengukuran beban dilakukan dengan
mengalokasikan beban-beban tersebut ke
periode-periode dimana beban tersebut
dinikmati.
Sesuai yang disebutkan dalam pernyataan
Analisis kerangka perusahaan bahwa laporan keuangan perusahaan
konseptual tentang disusun berdasarkan pada Standar Akuntansi
PENDAPATAN dan Keuangan di Indonesia, yaitu PSAK, dimana
BIAYA pada laporan merupakan produk keluaran dari IAI.
keuangan PT
Ultrajaya Milk
tahun 2015 Maka dari itu kebijakan akuntansi yang
diterapkan perusahaan tidaklah menyimpang dari
ketentuan dalam kerangka konseptual IAI. Dimana
kerangka konseptual IAI diadopsi dari the
Conceptual Framework for Financial Reporting
(IFRS).
Manfaat yang diperoleh dari mempelajari topik bahasan minggu
ini:
1. Mengetahui apa definisi aset, kewajiban, pendapatan, dan
biaya berdasarkan FASB dan IAI;
Komentar 2. Mengetahui bagaimana pengukuran dan penyajian aset,
kewajiban, pendapatan, dan biaya menurut FASB dan IAI;
3. Mengetahui kesesuaian antara definisi, pengukuran,
pengakuan, dan penyajian aset, kewajiban, pendapatan,
dan biaya dengan rerangka konseptual dari sebuah laporan
keuangan perusahaan yang telah terdaftar di BEI

Hambatan:
Belum ada hambatan yang signifikan dalam materi perkuliahan
minggu ini
Thanks!
Any questions?