Anda di halaman 1dari 59

MATEMATIKA EKONOMI

MATERI
FUNGSI LINEAR
Pengertian Persamaan linear
Persamaan linear adalah sebuah persamaan
aljabar, yang tiap sukunya mengandung
konstanta, atau perkalian konstanta dengan
variabel tunggal. Persamaan ini dikatakan
linear sebab hubungan matematis ini dapat
digambarkan sebagai garis lurus dalam Sistem
koordinat Kartesius.
CONTOH FUNGSI LINEAR

Diketahui y= 3+2x gambarkan kurva linear


dari persamaan garis tersebut !
jawaban:

x 0 1 2 3 4
y 3 4 7 9 11
GAMBAR KURVA LINEAR DARI SOAL
NO 1
Y
12

10

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
CARA-CARA MEMBENTUK SEBUAH
PERSAMAAN LINEAR
Ada 4 cara yag dapat digunakan untuk membentuk
sebuah persamaan linear yaitu dengan cara:
1. Cara dwi-koordinat
rumus:

2. Cara koordinat-lereng
rumus:
3. Cara penggal-lereng
rumus:

4. Cara dwi-penggal
rumus:
CARA-CARA UNTUK MENCARI AKAR-AKAR
PERSAMAAN LINEAR DAPAT DILAKUKAN
DENGAN 3 CARA YAITU:

Cara subktitusi
Cara eliminasi
Cara determinan
Cara subtitusi

Contoh soal yang dikerjakan dengan cara


subtitusi
1. carilah nilai variabel-variabel x dan y dari
persamaan berikut
2x + 3y = 21 dan x +4y = 23
jawaban:
karena x + 4y = 23 maka x = 23 4y
jadi
2x + 3y = 21 maka: 2x + 3y = 21
2(23-4y) + 3y = 21 2x + 3(5)= 21
46 8y + 3y = 21 2x= 21 -
15
46 5y = 21 2x= 6
-5y = 21 46 x= 6: 2=
3
y=(-25 ) : (-5) = 5
Jadi akar-akar persamaan dari bilangan tersebut
adalah x = 3 dan y = 5
Cara eliminasi
Contoh soal yang dikerjakan dengan cara eliminasi
1. carilah nilai variabel-variabel x dan y dari persamaan berikut
2x + 3y = 21 dan x +4y = 23
jawaban:
2x + 3y = 21 x1 2x + 3y = 21
x + 4y = 23 x2 2x + 8y = 46 -
-5y= - 25
y=5
x + 4y = 23
x + 4(5)= 23
x = 23 20
x=3
Sehangga dapat diketahui bahwa akar-akar dari persamaan tersebut
adalah x = 3 dan y = 5
Cara determinasi
Rumus
jika diket ax + by = c dan dx + ey = f maka
rumus determinanya
Cara determinasi
Contoh soal yang dikerjakan dengan cara determinasi
1. carilah nilai variabel-variabel x dan y dari persamaan berikut
2x + 3y = 21 dan x +4y = 23
jawaban:
2 3 21 3
D = 1 4 = 2.4 1.3 = 5 , Dx= 23 4 = 15

2 21
Dy = 1 23 = 25
x = Dx : D = 15 : 5 = 3
y = Dy : D = 25 : 5 = 5
jadi HPnya ={ 3,5 }
2. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan merupakan fungsi yang


mencerminkan hubungan antara variabel
harga suatu barang (P : price) dengan variabel
jumlah barang yang diminta (Qd : Quantity
Demand).
Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen
di pasar dimana sifat yang berlaku yaitu bila
harga naik maka jumlah permintaan turun,
dan bila harga turun maka jumlah
permintaan naik.
Bentuk umum fungsi permintaan
dan kurva permintaan
P
Q a bP
a
atau b
a 1
P Q Kurva Permintaan

b b
0 a Q
Cara mengerjakan
Fungsi
Permintaaan
yaitu:

Q-Q1 = P-P1
Q2-Q1 P2-P1

Adapun syarat mutlak


fungsi permintaan
adalah:
a. nilai a harus positif
(+)
b. nilai b harus negatif
()
Contoh Soal :
1. Pada saat harga Jeruk Rp 5.000 perKg
permintaan akan jeruk tersebut
sebanyak 1000 Kg, tetapi pada saat harga
jeruk meningkat menjadi Rp 7.000 perKg ,
permintaan akan jeruk menurun
menjadi 600Kg, buatlah fungsi
permintaannya !
Jawab :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000 Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000 Q2 = 600 Kg
untuk menentukan fungsi permintaannya
maka digunakan rumus persamaan garis
melalui dua titik, yakni :
y - y1 x - x1
------ = --------
y2 - y1 x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka


didapat,
P - P1 Q - Q1
------- = --------
P2 - P1 Q2 - Q1
mari kita masukkan data diatas kedalam rumus :

P - 5.000 Q - 1000
----------------------- = ----------------
7.000 - 5.000 600 - 1000

P - 5.000 Q - 1000
----------------------- = ----------------
2.000 -400

P - 5.000 (-400) = 2.000 (Q - 1000)


-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)
Q = 2000 - 0,2P
============
Jadi fungsi permintaannya Qd = 2000 - 0,2P
2. Pada saat harga Rp 15.000,00 permintaan
bola lampu sebesar 4000 buah, setiap
kenaikan
harga Rp 1.000,00 permintaannya turun 500
buah. Berdasarkan data tersebut fungsi
permintaannya adalah ....
Jawab
P - P1 Q - Q1
------- = --------
P2 - P1 Q2 - Q1

P - 15.000 Q - 4000
----------------------- = ----------------
16.000 - 15.000 3.500 4.000

P - 15.000 Q 4.000
----------------------- = ----------------
1.000 -500

1.000 ( Q 4.000) = -500 ( P 15.000 )


1.000Q 4.000.000 = -500 P + 7.500.000
1.000Q = -500 P + 7.500.000 + 4.000.000
1.000Q = -500P + 11.500.000 : 1.000
Q = - P + 11.500
3. FUNGSI PENAWARAN
Fungsi penawaran merupakan fungsi yang
mencerminkan hubungan antara variabel harga
suatu barang (P : Price) dengan variabel jumlah
barang yang ditawarkan (Qs : Quantitif supply)
Fungsi ini mencerminkan prilaku produsen di
pasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika
harga barang mengalami peningkatan, maka
jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami
peningkatan, begitu juga sebaliknya.
Bentuk umum fungsi penawaran dan kurva
penawaran

Q a bP P

atau
a 1
P Q Kurva Penawaran
b b a
b
a 0 Q
Keterangan:
Q : jumlah barang yang
ditawarkan
P : harga barang per unit
a : angka konstanta
(berupa angka)
b : gradien atau kemiringan
(yang ada hurufnya)
Contoh soal

1. Pada saat harga bulpoin Rp 1.000.00


jumlah bulpoin yang ditawarkan
sebanyak 1.200 unit. Pada saat harga
naik menjadi Rp 1.500.00 jumlah
bulpoin yang ditawarkan sebanyak
1.400 unit. Fungsi penawaran bulpoin
adalah
Jawab:
P-1.000 = Q-1.200
1.500 1.000 1.400-1.200
P-1.000 = Q-1.200
500 200
5Q-6.000 = 2P 2.000
5Q = 2P + 4.000
Q = 2 P + 800
5
2. Pada saat harga sebesar Rp 200,00 per unit,
jumlah penawaran 40 unit. Dan jika harga Rp
600 per unit, julmah penawaran 60 unit.
Tentukan fungsi penawaranya
Jawab :
P-200 = Q-40
600-200 60-40
P-200 = Q-40
400 20
20P-4000 = 400 Q 16000
20 P = -12000 + 400 Q
P = -600 + 20 Q
4. KESEIMBANGAN PASAR SATU PRODUK

Definisi : adalah interaksi fungsi permintaan Q =


a bP dan fungsi penawaran Q = a+ bP, dimana
jumlah produk yang diminta konsumen sama
dengan jumlah produk yang ditawarkan (Qd=Qs)
atau harga produk yang diminta sama dengan
harga produk yang ditawarkan (Pd = Ps)
Secara aljabar dengan cara simultan, secara
geometri dengan perpotongan kurva permintaan
dan penawaran
Syarat: perpotongan harus di kuadran I
Gambar
KESEIMBANGAN PASAR SATU PRODUK

Dimana:
Qd = Jlm Produk yg
diminta
Qs Qs = Jmlh Produk yg
ditawar
Pe
E(Qe,Pe) E = Keseimbangan Pasar
Qe = Jumlah
Keseimbangan
Pe = Harga
Keseimbangan
Qd
Q
Qe
Contoh :
Dua buah Fungsi
Qd = 6 - 0,75P dan Qs = -5 + 2P
Soal :
Berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar?
Buat Gambar keseimbangan tersebut
Jawab: P
Keseimbangan Qd = Qs
6 0,75P = -5 + 2P Qs=-5+2P)
(0,8)
-2,75 P = -11
E(3,4)
P=4 Pe (4)

Q = -5 + 2.4 = 3 (2, 75)


Qd = 6-0,75P

Jadi Keseimbangan pada (3,4)


Q
Qe(3) (6,0)
5. Keseimbangan pasar dua macam Produk :
Formulasi untuk fungsi permintaan dapat ditulis sebagai berikut
Qdx = a0 - a1 Px + a2 Py
Qdy = b0 + b1 Px + b2 Py

Formulasi untuk fungsi peanawaran dapat ditulis sebagai berikut


Qsx = - m0 + m1 Px + m2 Py
Qsy = - n0 + n1 Px + n2 Py
Dimana :
Qdx = Jumlah yang diminta dari produk X
Qdy = Jumlah yang diminta dari produk Y
Qsx = Jumlah yang ditawarkan dari produk X
Qsy = Jumlah yang ditawarkan dari produk Y
P x = Harga Produk X
P y = Harga Produk Y
Variable a, b, m dan n adalah konstanta
Contoh soal :
Diketahui fungsi permintaan dan penawaran dari dua macam produk
Yang mempunyai hubungan substitusi sebagai berikut :
Qdx = 5 - 2 Px + Py
Qdy = 6 + Px - Py
Qsx = - 5 + 4Px - Py
Qsy = - 4 - Px + 3 Py
Carilah : Harga keseimbangan pasar.
Jawab :
Syarat keseimbangan pasar Qdx = Qsx atau Qdy = Qsy
Qdx = 5 2 Px + Py
Qsx = - 5 + 4 Px Py -
0 = 10 - 6 Px + 2 Py

Qdy = 6 + Px - Py
Qsy = -4 - Px + 3 Py -
0 = 10 + 2 Px 4 Py
Masukan dalam bentuk persamaan :
0 = 10 - 6 Px + 2 Py (X 2) 0 = 20 - 12 Px + 4 Py
0 = 10 + 2 Px - 4 Py (X 1) 0 = 10 + 2 Px - 4 Py +
0 = 30 - 10 Px + 0
10 Px = 30
Px = 30 / 10 = 3

Maka Py dapat dicari dari 0 = 10 - 6 Px + 2 Py


-2 Py = - 10 + 6 Px
-2 Py = - 10 + 6 (3)
Py = - 10 + 18 Py = 4
2
Maka Qx dan Qy dapat dicari dengan memasukan persamaan sbb :
Qx = 5 - 2 Px + Py
Qx = 5 - 2 (3) + 4 jadi Qx = 3
Qy = 6 + Px - Py jadi Qy = 6 + 3 - 4 = 5
NAMA : SOFIA TETI
NPM: 1304040247
6. PENGARUH PAJAK-SPESIFIK TERHADAP
KESEIMBANGAN PASAR

Pengaruh Pajak
Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual
barang tersebut naik. Sebab setelah dikenakan pajak,produsen akan mengalihkan
(sebagian)beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu dengan jalan menawarkan
harga jual yang lebih tinggi.
Pengenaan pajak sebesar t atas sebuah unit barang yang dijual menyebabkan
kurva penawaran bergeser ke atas , dengan penggal yang lebih besar pada sumbu
harga. jika sebelum pajak persamaan penawaran P=a+Bq , Maka sesudah pajak dia
akan menjadi.
P=a+bQ+t=(a+t)+bQ.
Kasus 7:
Fungsi permintaan akan suatu barang
oleh persamaan P=15-Q, sedangkan
penawaran nya P=3+0,5Q.Terhadap barang
tersebut dikenakan dikenakan pajak
sebesar 3 per unit berapa harga
keseimbangan dan jumlah keseimbangan
sebelum pajak,dan berapa harga
keseimbangan dan jumlah keseimbangan
sesudah pajak.
Penawaran sebelum pajak : P=3+0,5Q
Penawaran sesudah pajak :
P=3+0,5Q+3
P=6+0,5Q Q=-12 +2P
Sedangkan persamaan permintaannya tetap:P=15 Q Q =15
P
Keseimbangan pasar : Qd = Qs
15 P = - 12 + 2 P 27 = 3 P , P = 9
Q = 15 P = 15 9 = 6
Jadi sesudah pajak : P'e = 9 dan Q'e = 6
Beban pajak yang ditanggung oleh konsumen. Karena
produksen mengalihkan sebagian beban pajak tadi kepada
konsumen, melalui harga jual yang lebih tinggi, pada akhirnya
beban pajak tersebut ditanggung bersama bersama oleh baik
produsen maupun konsumen. Besarnya bagian dari beban pajak yang
ditanggung oleh konsumen (tk). ) adalah selisih antara . harga
keseimbangan sesudah pajak (P'e) dan harga keseimbangan sebelum
pajak (Pe).
tk = P'e Pe
Dalam kasus 7 diatas, tk = 9 7 =2.Berarti dari setiap unit barang yang dibelinya
konsumen menanggung beben (membayar) pajak sebasar 2.
Dengan perkataan lain,dari pajak sekitar 2 per unit barang,sebesar 2 (atau
67%) pada akhirnya menjadi tanggungan konsumen.Beban pajak yang ditanggung oleh
produsen(tp) adalah selisih antara besarnya perunit barang (t) dan bagian pajak yang
menjadi tanggunga konsemen (tk).
tp = t tk
Dalam kasus 7 tadi, tp = 3 2 = 1. Berarti dari setiap unit barang yang
diproduksi dan dijualnya produksen menanggung beban (membayar) pajak sebasar 1.
Dihitung dalam satuan persen, beban pajak yang ditanggung olen pihak pruksen ini
hanya sebesar 33%, lebih sedikit daripada yang ditanggung oleh pihak konsemen.
Jumlah pajak yang diterimah oleh pemerintah. Besarnya jumlah pajak yang diterimah
oleh pemerintah ( T) dapat dihitung dengan mengalihkan jumlah barang yang terjual
sesudah. Dalam kasus ini ,T=6 x 3 =18.Penerimaan dari pajak merupakan salah satu
sumber pendapatan pemerintah ,bahkan merupakan salah satu pendapatan utama.
Catatan tentang persamaan penawaran sesudah pajak
Dalam contoh didepan kita memasukan unsur pajak ke
dalam persamaan penawaran yang berbentuk p=f(Q); yakni
jika semula p=a+bQ
Maka sesudah pajak menjadi p=a+bQ+t. Apabila persamaan
penawarannya berbentuk Q=f(p),misalnyaQ = P,kita pun
dapat memasukan
Unsur pajak trsebut secara langsung, tampa harus mengubah
dulu fungsi penawaran yang berbentuk Q = f(p) menjadi
bentuk p = f(Q).Dalam hal ini rumusnya adalah Q =
Pengaruh pajak-proporsional terhadap kesimbangan pasar
Paja proporsional entuialah pajak yang besarnya ditetapkan
berdasarkan perensentase tertentu dari harga jual; bukan ditetapkan
secara spesifikasi(misalnya 3 rupiah) per unit barang.Meskipun
pengarunya serupa dengan pengaru pajak spesifik, menaikkan harga
keseimbangan dan mengurangi jumlah kesimbangan, namun analisisnya
sedikit berbeda.
Jika pengenaan pajak spesifik menyebapkan kurva penawaran
bergeser ke atas sejajar dengan kurva penawaran sebelum pajak,dengan
kata lain lereng kurvanya tetap, maka pajak proporsional menyebapakan
kurva penawaran memiliki lereng yang lebih besar dari pada kurva
penawaran sebeluum pajak.
Dari sini terlihat kurva penawaran P = f(Q) sesudah pajak
proporsinal mempunyai penggal vertika yang lebih tinggi [sekarang a/(1
- t),semula hanya a] dan juga lereng yang lebih besar [sekarang b/(1 -
t),semulanya b] untuk melihat pengarunya terhadap kesimbangan
pasar,ikutilah contoh berikut.
Kasus 8
Andaikan kita memiliki data yang sama seperti pada kasus 6,
yakni permintaan p = 15 Q dan penawaran p = 3 + 0,5 Q.
Kemudian,pemerintah mengenakan pajak besar 25% dari harga
jual.Hitunglah harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan tanpa
pajak serta dengan pajak.
Besarnya beban pajak yang di tanggung oleh konsumen untuk
setiap unit barang yang di beli adalah tk =
(atau 67%). Sedangkan yang ditanggung oleh produsen adalah tp =t - tk
= 2,1 -1,4 = 0,7( atau 33%). Adapun jumlah pajak yang ditrimah oleh
pemerintah dari perdagangan barang ini adalah T = Q
Dari perhitungan-perhitungan di sini
kita dapat menyimpulkan, bawah pada
ahirnya pihak konsumen juga
menanggung beban lebih berat dari
pajakpenjualan.
T K
E A
R S
I
M I

A H
7.Pengaruh subsidi
terhadap
keseimbangan pASAR
Pengaruh Subsidi Terhadap
Keseimbangan Pasar
Pemerintah memberikan subsidi kepada para
produsen.
Subsidi tersebut dinyatakan dengan tarif
subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit
barang.
Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan
harga / kuantitas di pasar dapat dilihat pada
tabel berikut :
Pengaruh Subsidi Terhadap
Keseimbangan Pasar
Sesudah Ada
Sebelum Ada
Subsidi
Subsidi [tarif Subsidi (s)]

Fungsi
P = f (Pd) P = f (Pd)
Permintaan

Fungsi
P = f (Ps) P = f (Ps) s
Penawaran
Contoh
contoh soal:
fungsi permintaan Pd = 40 2Q dan fungsi
penawaran Ps = Q 5
Ditanyakan :
a. Bila kepada produsen tersebut pemerintah
memberikan subsidi dengan tarif subsidi sebesar
Rp 1 / unit barang , tentukan keseimbangan
sebelum dan setelah subsidi
b. - Tarif dan total subsidi yang diterima konsumen
- Tarif dan total subsidi yang diterima produsen
- Total subsidi yang ditanggung pemerintah
Jawab
a. Keseimbangan Pasar
Keseimbangan pasar sebelum ada subsidi
Pd = Ps
40 2Q = Q 5
2Q Q = 5 40
3Q = 45
Q = 15 Qe = 15
Ps : P = Q 5
P = 15 5
P = 10 Pe = 10
Keseimbangan pasar setelah ada subsidi
PS : Ps s P = Q 5 1
PS = Q 6
Pd = Ps
40 2Q = Q 6
2Q Q = 6 40
3Q = 46
Q = 15,33 Qe = 15,33
P=Q6
P = 15,33 6
P = 9,33 Pe = 9,33
Adanya pemberian subsidi dari pemerintah
kepada produsen teryata menghasilkan :
1. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih
rendah dari pada keseimbangan harga
sebelum subsidi : Pe = 9,33 Pe = 10
2. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi
lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas
sebelum subsidi : Qe = 15,33 Qe = 15
b. Tarif dan total subsidi
Tarif subsidi yang diberikan oleh pemerintah
kepada produsen s = 1 / unit.
Akan tetapi produsen tidak menikmatinya
sendiri.
Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya
kepada konsumen.
Tarif subsidi yang diberikan produsen kepada
konsumen terasakan dengan adanya penuntas
keseimbangan harga dari Pe = 10Pe = 9,33
Maka besarnya tarif dan total subsidi untuk
produsen dan konsumen adalah sebagai berikut :
Tarif Subsidi Total Subsidi
Tarif subsidi yang diberikan Total subsidi yang diterima
produsen kepada konsumen : konsumen :
sk=Pe Pe = 10 9,33 = 0,67 Sk = sk x Qe=0,67 x 15,33 = 10,27
Tarif subsidi yang diterima Total subsidi yang diterima
produsen : produsen :
sp = s sk = 1 0,67 = 0,33 Sp = sp x Qe=0,33 x 15,33 = 5,06
Tarif subsidi yang
Total subsidi yang
diberikan pemerintah
ditanggung pemerintah :
kepada produsen:
S = s x Qe = 1 x 15,33 = 15,33
s = 1 / unit
Latihan
1. Fungsi permintaan Pd = 50 2Q dan fungsi
penawaran Ps= -30 + 2 Q
Jika pemerintah memberikan subsidi sebesar
Rp. 10/unit
Tentukan :
a. Tentukan keseimbangan pasar sebelum dan
setelah subsidi?
b. Berapa tarif dan total subsidi yang diterima
konsumen dan produsen serta tarif dan total
subsidi yang ditanggung pemerintah?
Terima
kasih
8. BREAK EVEN POINT ( B E P )

Keuntungan (profit positif, > 0) akan didapat apabila R > C .

Kerugian (profit negatif, < 0) akan dialami apabila R < C .

Konsep yang lebih penting berkenaan dengan R dan C adalah


konsep pulang-pokok (break-even), yaitu suatu konsep yang
digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang
harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami
kerugian. Keadaan break-even (profit nol, = 0) terjadi apabila R
= 0; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula
mengalami kerugian. Secara grafik, hal ini ditunjukkan oleh
perpotongan antara kurva R dan kurva C.
Gambar Kurvanya :
C, R
R r Q
0
C cQ

TPP 0
Q : jumlah produk
R : penerimaan total
C : biaya total
: profit total ( = R C )

0 TPP : (break-even point / BEP)

Q
0 Q'
Contoh :

Diketahui : C = 20.000 + 100 Q , R = 200 Q

Ditanyakan : Berapakah tingkat produksi pada saat BEP ???.. Apa yang
terjadi pada saat produksinya sebanyak 300 unit ???...
Penyelesaian :
= RC jika Q = 300, maka :
BEP ; = 0, R C = 0 R = 200 (300) = 60.000
R = C C = 20.000 + 100 (300)
200 Q = 20.000 + 100 Q = 50.000
100 Q = 20.000
Q = 200 Keuntungan ; = R C
= 60.000 50.000
= 10.000
Gambar Kurvanya adalah :

C , R,

C
}
60.000
50.000
VC
40.000 TPP

20.000 FC

Q
0 100 200 300