Anda di halaman 1dari 58

Nama : SURIYANSYAH,

Status : Kawin
Rumah : Komplek PUSPIPTEK BLOK III F -12
RT. 022 / RW. 06, Kel. Setu Kec. Setu
Tangerang Selatan
Mobile Phone : 0812 8927 8928 / 087 887799 087
Menjamin keselamatan tenaga
kerja (operator) & orang lain
Menjamin penggunaan peralatan
mekanik aman dioperasikan
Menjamin proses produksi aman
dan lancar
DASAR HUKUM PENGAWASAN K3
PERALATAN ANGKAT & ANGKUT

a. Undang-undang No.1 tahun 1970


tentang Keselamatan Kerja
b. Permen No. 05/Men/1985 tentang
Pesawat Angkat dan Angkut
c. Permen No. 01/Men/1989 tentang
Kualifikasi dan Syarat-syarat
Operator Keran Angkat
Permen No. 05/Men/1985
(Pesawat Angkat & Angkut)
RUANG LINGKUP
Dimulai dari perencanaan, pembuatan, pemasangan,
peredaran, pemakaian, perubahan dan atau perbaikan
tehnis serta pemeliharaan pesawat angkat dan angkut

Pesawat Angkat dan Angkut :


a. Peralatan angkat : lier, takel, peralatan angkut listrik,
pesawat pneumatik, gondola, keran angkat, keran
magnit, keran lokomotif, keran dinding, keran sumbu
putar.
b. Pita transport : eskalator, conveyor, rantai berjalan.
c. Pesawat angkutan di atas landasan dan di atas
permukaan : truk, truk derek, traktor, gerobak, forklift,
kereta gantung.
d. Alat angkutan jalan ril : lokomotif, gerbong, lori.
Permen
No. Per. 05/Men/1985

Peralatan angkat (Psl. 6 s.d 74)


Mengatur perencanaan, Pita transport (Psl. 7s.d 97)
pembuatan, pemasangan, Pesawat angkutan di atas landasan & permukaan
peredaran, pemakaian, (Psl. 98 s.d 115)
perubahan atau perbaikan Alat angkutan jalan rel (Psl. 116 s.d 133)
teknis dan pemeliharaan
pesawat angkat dan angkut
(Psl. 5) Potensi Bahaya
Bagian yg bergerak
Bagian yg menanggung beban
Gas buang
Kemampuan / ketrampilan
Syarat2 K3

Konstruksi harus kuat


Safety device terpasang dan Menjamin keselamatan dan
berfungsi baik
kesehatan TK dan orang lain
Layak pakai
Riksa uji Menjamin penggunaan
APD pesawat angkat dan angkut
Perawatan dengan baik aman dipakai
Pengoperasian sesuai Menjamin proses produksi
manual/SOP dan oleh orang yg aman dan lancar
berwenang
UU No. 1 tahun 1970
Permen No. Per.03/Men/1978
SK Men No. Kep. 79/Men/1977

Bagian integral dalam pelaksanaan proses produksi


Yang memerlukan pedoman Mengandung bahaya potensial
diatur oleh Direktur (Psl. 145) Perlindungan K3 terhadap tenaga kerja

Mengatur perencanaan, Peralatan angkat (Psl. 6 s.d 74)


Permen No. Per. 05/Men/1985 pembuatan, pemasangan, Pita transport (Psl. 7s.d 97)
12 Bab peredaran, pemakaian, Pesawat angkutan di atas
146 Pasal perubahan atau perbaikan landasan & permukaan (Psl. 98
ditetapkan 2 Agustus 1985 teknis dan pemeliharaan s.d 115)
(Psl. 146) pesawat angkat dan angkut Alat angkutan jalan rel (Psl. 116
(Psl. 5) s.d 133)

Pengurus / pengusaha bertanggung


jawab terhadap ditaatinya semua Dengan ketentuan umum sebagaimana
ketentuan (Psl. 142) ditetapkan pada pasal 1 s.d 4

Untuk mendapatkan Diperiksa dan diuji oleh


pengesahan (Psl. 134 s.d pegawai pengawas dan atau
PELANGGARAN
136) Ahli K3 (Psl. 138 s.d 139)
sangsi (Psl. 143)

Melalui permohonan
Pengawasan dilaksanakan Pembuatan dan pemasangan harus Kewenangan Direktur untuk
oleh pegawai pengawas dilaksanakan oleh perusahaan yang mengadakan perubahan
dan ahli K3 (Psl. 144) ditunjuk (Psl. 137) teknis (Psl. 136)
Peraturan Menteri Tenaga Kerja
No. 01/Men/1989
Tentang
Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat
RUANG LINGKUP

Penggolongan Operator
Syarat-syarat operator untuk masing-
masing kelas
Kewenangan operator
Sertifikasi operator
Kewajiban operator
Sanksi
PERMEN NO. 01/MEN/1989

BAB I - KETENTUAN UMUM


Pasal 1 (ayat a e )

BAB II - RUANG LINGKUP


Pasal 2 Kualifikasi, wewenang, syarat-syarat dan
kewajiban melapor

BAB III - KUALIFIKASI & SYARAT-SYARAT OKA

Pasal 3 Kualifikasi Operator


1. Operator Klas I 50 ton
2. Operator Klas II 25 50 ton
3. Operator Klas III 25 ton
Pasal 4 Syarat-syarat OKA
operator Klas I, II dan III
PERMEN NO. 01/MEN/1989
Pasal 5
(1) Pelaksanaan kursus
Depnaker in House
Lembaga ditunjuk
(2) Kurikulum, di sesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan teknologi
(3) Menteri atau pejabat, dapat sewaktu-waktu merubah

Pasal 6
(1) Sertifikat diterbitkan oleh Menteri / Pejabat yg ditunjuk
(2) Lisensi operator sesuai kelas / tingkat keahliannya (masa
berlaku 5 tahun)
(3) Sertifikat / lisensi dapat dicabut, bila operator dinilai tidak
berkemampuan lagi
Pasal 7 Peningkatan kelas
Syarat : a. berpengalaman 2 th sesuai tingkatnya
b. mengikuti kursus & lulus ujian
PERMEN NO. 01/MEN/1989

BAB IV - KEWENANGAN OPERATOR

Pasal 8 (1) Operator Kelas I


1. Mengoperasikan keran angkat 50 ton (sesuai
jenisnya)
2. Mengawasi & membimbing operator kelas II dan III
(2) Operator Kelas II
1. Mengoperasikan keran angkat 25 50 ton
2. Mengawasi & membimbing operator kelas III
(3) Operator Kelas III
1. Mengoperasikan keran angkat 25 ton

Pasal 9 (1) Jumlah operator yg diperlukan (lampiran)


(2) Operator dimaksud (1) harus dibantu beberapa tenaga
bantu (operator/ rigger)
PERMEN NO. 01/MEN/1989
BAB V - KEWAJIBAN OPERATOR
Pasal 10

(1) DILARANG meninggalkan tempat pelayanan selama operasi


(2) Melakukan pengecekan, merawat kondisi keran angkat dan seluruh
perlengkapannya
(3) Mengisi buku kerja (laporan harian)
(4) Melaporkan atasan bila terdapat kerusakan / tidak berfungsi pada
peralatan pengaman/ komponen
(5) Operator Kelas I disamping berkewajiban ayat 1, 2, 3 dan 4 juga wajib
mengawasi dan mengkoordinir operator kelas II dan III
(6) Operator kelas I bertanggung jawab seluruh kegiatan
pengoperasiannya
(7) Operator kelas I tidak diperlukan, operator Kelas II dapat ditunjuk oleh
pengurus atas seluruh pengoperasian keran angkat
(8) Terjadi kerusakan/ gangguan pada alat perlengkapannya, operator
segera melapor ke atasannya
(9) Laporan kegiatan bulanan pada P2K3 atas pengoperasian keran angkat
(10) Mematuhi peraturan dan syarat-syarat K3
PERMEN NO. 01/MEN/1989
BAB VI - KETENTUAN HUKUM
Pasal 11

Melanggar pasal 10 (1) dikenakan SANKSI

BAB VII - ATURAN PERALIHAN


Pasal 12

(1) Menentukan kualifikasi operator sebelum Permen ini diberlakukan, ikut


pelatihan
(2) Peninjauan kembali sertifikat operator, sebelum Permen ini
diberlakukan
(3) Pelaksanaan (2) sertifikat diserahkan ke Depnaker

BAB VIII - PENUTUP


Pasal 13
DITETAPKAN DAN BERLAKU TANGGAL 21 PEBRUARI 1989
PERAWATAN, PEMELIHARAAN PERALATAN
ANGKAT & ANGKUT

TUJUAN :
1. Melaksanakan petunjuk / prosedur
pemeliharaan berdasarkan ketentuan
peraturan perundangan keselamatan
kerja UU. No.01/1970 dan Permen
05/1985.
2. Melaksanakan petunjuk pabrik pembuat
tentang prosedur perawatan.
3. Memperpanjang umur pemakaian alat.
4. Meningkatkan produktivitas yang efisien
dan efektif.
5. Mengoptimalkan daya pesawat.
DASAR PELAKSANAAN PERAWATAN
PERALATAN ANGKAT & ANGKUT

1. PERATURAN PERUNDANGAN :
a. UU No.1/1970 pasal 4 ayat 1
b. Permenaker 05/1985 pasal 135 tentang Izin Pemakaian
Peralatan Angkat-angkut
c. Permenaker 05/1985 pasal 138 ayat 4 tentang
Pemeriksaan dan Pengujian
2. Pedoman-pedoman Keselamatan Kerja, Pengoperasian
Alat.
3. Manual Book
PROGRAM PERAWATAN
PERALATAN
1. Preventive Maintenance
Contoh : - Pemeriksaan Harian
- Kebersihan
- Percobaan pengoperasian
tanpa Beban
- Pengecekan Safety Device

2. Routine Maintenance
Contoh : - Pelumasan
- Penggantian suku cadang

3. Breakdown Maintenace
Contoh : - Setelah terjadi kecelakaan
- Trouble Shooting
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
PERALATAN ANGKAT & ANGKUT

Pemeriksaan Peralatan Angkat & Angkut pada umumnya


dibedakan :
1. Pemeriksaan Visual : data dokumen, ricek design
dokumen dan sebagainya.
2. Pemeriksaan Komponen : NDT, Ultrasonic, Radiografi,
Wire Rope Tester.
3. Pengujian : Load Test, Fungsi dan Indikator)

SCHEDULE INSPEKSI
1. Inspeksi Harian : dilakukan oleh operator dengan
menggunakan checklist harian.
2. Inspeksi Mingguan : dilakukan oleh operator dan
supervisor.
3. Inspeksi Bulanan : dilakukan oleh supervisor.
4. Inspeksi dan Pengujian : dilakukan oleh pegawai
pengawas spesialis dari Depnaker dan ahli keselamatan
kerja yang ditunjuk oleh Depnaker.
5. Inspeksi yang bersifat emergency : dilakukan oleh
pegawai pengawas spesialis, ahli keselamatan kerja dan
supervisor perusahaan.
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

1. Jenis Riksa dan Uji berdasarkan peraturan perundang-undangan


Pemeriksaan dan pengujian dalam pembuatan
Pemeriksaan dan pengujian pertama dalam pemakaian peralatan/
instalasi baru dan atau setelah selesai pemasangan
Pemeriksaan dan pengujian berkala sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
2. Kriteria teknis jenis riksa dan uji (tahapan)
a. Pemeriksaan data/ verifikasi
Data umum
Data teknis
b. Pemeriksaan visual
Pemeriksaan visual dengan menggunakan checklist
Dimensi check
c. Pemeriksaan NDT
Seluruh komponen utama atau komponen yang menerima beban
atau komponen yang diragukan kekuatannya / kemampuannya
www.norma-k3.com

d. Pengujian
Dinamis (Running Test)
Statis
e. Pemeriksaan setelah pengujian
f. Laporan
a. Bentuk 51 (pesawat angkat dan angkut)
b. Bentuk 54B (penggerak mula)
c. Bentuk 55B (mesin berbahaya)
d. Bentuk 56B (dapur/ Tanur)
Formulir tersebut di lengkapi dengan formulir/ chesklist dari hasil
riksa uji /NDT/NDE

3. Pelaksanaan riksa uji


Ahli K3 Spesialis PJIT / Perusahaan
Peg. Pengawas K3 Spesialis daerah otonom setempat
4. Mekanisme pengesahan peralatan mekanik dan sertifikasi operator
dalam format Otoda
PROSEDUR PENGUJIAN
1. PENGUJIAN TANPA BEBAN
Contohnya : - Gerakan Boom Turun Naik
- Gerakan Swing kanan kiri
- Gerakan Hoist Utama naik turun
- Gerakan Hoist Tambahan Naik Turun

2. PENGUJIAN DENGAN BEBAN


a. Pengujian Statis
- Beban yang diangkat sebesar 110 % atau 125% dari kapasitas
maksimum.
- Waktu pengujian selama 15 menit.
- Tinggi pengangkatan 25 cm dari landasan.
b. Pengujian Dinamis
- Beban yang diangkat sebesar 100%.
- Tahapan pengangkatan sebesar 25%, 50%, 75% dan 100%.
- Ketinggian angkat dan radius kerja disesuaikan dengan daftar
beban.
- Dioperasikan naik turun dan bergerak swing kanan kiri.
Load Chart
Overhead Travelling Crane
Overhead Travelling Crane
Overhead Travelling Crane
Sekian
TERIMA KASIH