Anda di halaman 1dari 61

GO , Non GO

dan SIFILIS

dr arif effendi
POKOK BAHASAN

1. UNS/GONORE
2. SIFILIS
URETRITIS NON-SPESIFIK (UNS)
DEFINISI
= peradangan uretra laboratorium
sederhana tidak dapat dipastikan atau
diketahui . .
UNG = peradangan pada uretra kuman
selain Neisseria Gonococcus.
Kedua istilah ini sering dianggap sama,
tetapi bila semua UNS adalah non gonore,
tidak semua UNG adalah non-spesifik
Etiologi :

Chlamydia Trachomatis,
Ureaplasma Urealiticum
Trichomonas vaginalis.
Gejala Klinik :
Laki-laki :
- M.I : 1-3 minggu,-> tidak seberat gonore.
Gejalanya ;
- disuri ringan,
- polakisuri,
- perasaan tidak enak di uretra dan
- keluarnya duh tubuh sero purulen.

Kadang-kadang tidak terlihat keluarnya


duh tubuh.
Gejala klinik :
Perempuan :
~ gonore -> perempuan tidak khas, asimptomatis .
Sebagian kecil dengan keluhan :
- keluarnya duh tubuh vagina,
- disuri ringan,
- polakisuri,
- nyeri di daerah pelvis dan
- dispareunia.
Pada pemeriksaan serviks dapat terlihat tanda
servisitis yang disertai adanya folikel- folikel kecil
yang mudah berdarah
Diagnosis :
- gejala klinik dan
- pemeriksaan laboratorium.

laboratorium -> disingkirkan kuman spesifik yakni


gonokok, T. vaginalis, C.albicans dan
G.vaginalis.

laboratorium lengkap ELISA . Imunofluorescen ,


Gene Probe dan PCR.

laboratorium terbatas ->


- jumlah sel leukosit PMN -> Gram, -> 5 per lpb
- tidak ditemukan -> gonokok, T.vaginalis, C.albican.
Pengobatan
Tetrasiklin : 4 x 500 mg/hr selama 1 minggu
Eritromisin : 4 x 500 mg/r selama 1 minggu
Doksisiklin : 2 x 100 mg/hr selama 1 minggu
Azitromycin : 1 gram single dose
Ofloksasin : 2 x 200 mg/hari selama 10 hari
GONORE
DEFINISI :
= semua infeksi yang disebabkan
oleh Neisesseria Gonorrhoeae

EPIDEMIOLOGI :
- Merupakan penyakit IMS terbanyak kedua di 13
RS Pendidikan di Indonesia Di Indonesia.
- Insiden di negara maju cenderung menurun
- Strain yg resisten & PPNG cenderung meningkat
- Risiko terinfeksi HIV meningkat 3-5 x
ETIOLOGI :
NEISSERIA GONORRHOEAE
(1879) ALBERT NEISSER

GENUS NEISSERIA

SPECIES N. GONORRHOEAE
N. MENINGITIDIS
N. CATARRHALIS
N. PHARINGIS SICCA
KHARAKTERISTIK N.GONORRHOEAE
:

DIPLOKOKUS GRAM NEGATIP DENGAN


LEUKOSIT PMN
Bentuk seperti biji kopi dg ukuran : 0.8X1.6 u
REAKSI FERMENTASI HANYA DIJUMPAI PADA
GLUCOSE
Tidak tahan lama di udara bebas
Cepat mati dalam keadaan kering
Tidak tahan suhu > 39 C,
Tidak tahan desinfektan
ADA 4 TYPE N.GONORRHOEAE
- TYPE I AND II : PILI + -> VIRULEN
- TYPE II AND III : PILI - -> NON VIRULEN
PREDILEKSI :
EPITEL KOLUMNAR
- LAKI-LAKI : ANTERIOR URETHRA
COWPER, LITTRE, PROSTATIC GL.
LACUNAE OF MORGAGNI

- WANITA : BARTTHOLIN, SKENE GL.


CERVICAL CANAL
FALLOPIAN TUBE
IMMATURE EPITHELIUM
CARA INFEKSI
1. HUBUNGAN SEKSUAL
2. KONTAK TIDAK LANGSUNG :
- KONTAMINASI DENGAN JARI
- MELALUI HANDUK.
- TEMPAT DUDUK TOILET
- MELALUI JALAN LAHIR
KLASIFIKASI:

GENITAL GONORRHOEA

EXTRA GENITAL GONORRHOEA


GONOCOCCAL PROCTITIS
GONOCOCCAL PHARINGITIS
GONOCOCCAL CONYUNCTIVITIS
GEJALA KLINIK :
Masa Inkubasi : 2 5 hari
laki-laki : gatal dan panas pada oue dan uretra
kmd disuria, polakisuri
sekret semipurulen -> purulen
edema oue -> ektropion
pembesaran kel. Getah bening

wanita : sulit diketahui krn asimptomatis ,


laten, berkaitan dengan anatomi dan
fisiologi alat kelamin
KOMPLIKASI PADA LAKI-LAKI
Infeksi I URETRITIS
- LOCAL : TYSONITIS
PARAURETRITIS
LITRITIS
COWPERITIS

- ASCENDENS : PROSTATITIS
VESICULITIS
DIFFERENTITIS
FUNICULITIS
EPIDIDIMITIS
TRIGONITIS
KOMPLIKASI PADA WANITA
Infeksi I Uretritis
- LOCAL : PARAURETHRITIS
BARTHOLINITIS
CERVICITIS

- ASCENDENS: SALPINGITIS
PID
INFEKSI GONORE PADA WANITA
KLASIFIKASI :
1. GONORE BAGIAN BAWAH
SERVIX DAN GENITALIA EKSTERNA
2. GONORE TRANSITORIK
ENDOMETRIUM
3. GONORE BAGIAN ATAS
ENDOMETRIUM Bag. Proksimal
INFEKSI GENITAL BAGIAN BAWAH
Manifestasi -> CERVICITIS
Biasanya gejala MINIMAL -> SOURCE OF
INFECTION=sumber infeksi
DISCHARGE =pelepasan ,Vagina sering dianggap
Fisiologis
DIAGNOSIS sukar
DIAGNOSIS sering ditegakkan karena :
- Infeksi pada pasangannya
- Adanya PID
- Pemeriksaan PRENATAL
- Adanya OPTHALMIA NEONATORUM
GEJALA KLINIK

SERVISITIS AKUT
GEJALA SUBJECTIF
- Sering ASYMPTOMATIS
- Ada keluhan nyeri pinggang,
ABDOMINAL DISCOMFORT,
- VAGINAL DISCHARGE tidak ada - banyak

Gejala OBJECTIVE (IN SPECULO)


- ERiTEMA dan kadang EROSI sekitarnya
- Sekret servix : MUCOID, MUCOPURULENT OR PURULENT
GEJALA KLINIK

CHRONIC CERVICITIS
VAGUE SUBJECTIVE SYMPTOM AND OBJECTIVE
FINDING
Kadang dijumpai RETENTION CYST (OVULA NABOTHI)

URETRITIS
GEJALA SUBJECTIVE
- tidak ada s.d DISURI ringan
GEJALA OBJECTIVE
- OUE KADANG ERITEM, EDEMA AND ECTROPION
SEKRET MUCOPURULEN - PURULEN
GEJALA KLINIK
VAGINITIS
PREDILEKSI Infeksi dari N. GONORRHOEAE
- COLLUMNAR EPITHELIUM
- IMATURE EPITHELIUM
- EPITHELIUM WITH LOW ESTROGEN CONTENT
- ALKALINE VAGINAL SECRETION
VAGINITIS > Usia PREPUBERTAL
MENOPAUSE

G/ SUBJECTIVE : - Gatal
- VAGINAL DISCHARGE
G/ OBJECTIVE : - ERITEM & EDEMA VULVA & VAGINA
- MUCOID VAGINAL DISCHARGE
JARANG MUCOPURULEN
GONORE PADA LAKI-LAKI DAN
WANITA
INFEKSI GONORE PADA PHARYNX
AKIBAT -> ORAL SEX, DEEP KISSING
G/ SUBJECTIVE : - bisa tidak ada - sakit menelan yg berat
G/ OBJECTIVE : - bisa tidak ada pus di tonsil
dengan ERiTEMA DAN EDEMA
INFEKSI GONORE PADA REKTUM
AKIBAT -> ANAL SEX
BIASANYA -> Infeksi awal pada HOMOSEXUALS
G/ SUBJECTIVE : - TIDAK ADA NYERI RINGAN DAN
PERDARAHAN
G/ OBJECTIVE : - Kadang MILD SECRETION
DIAGNOSIS :

1. ANAMNESIS

2. PEMERIKSAAN

3. LABORATORIUM
LABORATORIUM
BAHAN :
LAKI-LAKI : URETHRA
PROSTATIC MASSAGE
JIKA PERLU PHARYNX DAN RECTUM
WANITA : URETHRA
KANALIS CERVICALIS
VAGINA (PREPUBERTY/MENOPAUSE)
JIKA PERLU : MUARA KEL. BARTHOLINE DAN
DUCTUS SKENE
PHARYNX AND RECTUM
PEMERIKSAAN :

- LANGSUNG : GRAM
- KULTURE (MEDIA THAYER MARTIN)
- REAKSI PERMENTASI (CABOHYDRATE
DEGRADATION TEST)
- TES PPNG :
- ACIDOMETRIC METHOD
- IODOMETRIC TEST
GRAM :

1. GONOCCOCUS INTRA ATAU EXTRA SELULAR


2. JUMLAH LEUKOSIT PER/LPB
3. EPITHELIAL CELLS
4. MUCOUS THREADS
TES KARBOHYDRAT

SPECIES GLUCOSE MALTOS LACTOS SUCROSE


E E
N.GONORRHOEAE + - - -
N. MENINGITIDIS + + - -
N.PHARINGIS + + - +
SICCA
- - - -
N. CATARRHALIS
SENSITIVITY AND SPECIFICITY OF SOME
LABORATORY EXAMINATIONS

No LABORATORY SENSITIVI SPECIFICIT


. EXAMINATION TY % Y %

1. GRAM STAINED
SMEAR 40-95 95-99
MALE URETHRA 45-65 90-99
ENDOCERVIX
2.
CULTURE 94-98 >99
MALE URETHRA 85-95 >99
ENDICERVIX
KRITERIA PEMILIHAN
ANTIBIOTIK
1. EFFEKTIVITAS TINGGI (>95%)
2. HARGA MURAH
3. EFEK SAMPING MINIMAL
4. TIDAK TERJADI RESISTAN
5. SINGLE DOSE
6. PEMBERIAN SECARA ORAL
7. AMAN UNTUK WANITA DAN
MENYUSUI
PENGOBATAN GONORE
DAPAT DIPILIH SALAH SATU ANTIBIOTICS

CEFTRIAXONE 250 MG, IM SINGLE DOSE


CIPROFLOXACIN 500 MG, SINGLE ORAL DOSE
OFLOSACIN 400 MG, SINGLE ORAL DOSE
THIAMPHENICOL 3.5 G, SINGLE ORAL DOSE
SPECTINOMYCINE 2 G, IM SINGLE DOSE
KANAMYCIN 2 G, SINGLE ORAL DOSE
PENGOBATAN ALTERNATIF GONORE

1. PENISILIN PROCAIN DALAM AQUA 3 JUTA IU IM


+ 1 G PROBENECID
2. AMPICILLIN 3.5 G SINGLE DOSE + 1 G
PROBENECID
3. AMOXYCILLIN 3 G, SINGLE DOSE + 1 G
PROBENECID
4. AMOXICILLIN + CLAVULANIC ACID 3 G, SINGLE
DOSE
CDC
CENTERS FOR DISEASES CONTROL
TERDAPAT INFEKSI N. GONORRHOEAE
BERSAMAAN Dg C.TRACHOMATIS (25-50%)
KOMPLIKASI MENINGKAT
DETEKSI C.TRACHOMATIS SUKAR DAN MAHAL
STRAINS PPNG MENINGKAT

PENGOBATAN GONORE DILANJUTKAN


DENGAN PENGOBATAN CHLAMYDIA
Doksisiklin 2 x 100 mg
Tetrasiklin 4 x 500 mg
Eritromicin 4 x 500 mg

selama 7 hari
SIFILIS
Definisi :
= penyakit infeksi -> Treponema
pallidum, sangat kronik, sistemik,
menyerang hampir semua alat
tubuh, dapat menyerupai banyak
penyakit, mempunyai masa laten
dan dapat ditularkan dari ibu ke
janin
ETIOLOGI
Treponema pallidum
bentuk : spiral teratur
panjang 6 -15 um, lebar 0,15 um
terdiri 9 24 lekukan,
gerakan seperti skrup
membiak -> pembelahan melintang
- di luar tubuh cepat mati,
- tidak tahan panas, kering, antiseptik
dalam darah -> hidup 72 jam
PATOGENESIS
Stadium dini :
T.palidum -> mikrolesi/mukosa->HS
kuman membiak, jar. -> infiltrat -> sel limfosit & plasma di
perivaskular
p.darah kecil berproliferasi -> treponema & sel radang,
Endarteritis -> perubahan hipertrofik endotelium ->
obliterasi lumen -> erosi.

- kuman -> kgb regional limfogen & >


hematogen -> menyebar ~jar
- multiplikasi ~ reaksi jar S II -> 6-8mg > SI
SI akan sembuh plahan -> kuman < -> fibroblas ->
sembuh
Stadium Lanjut
dapat bertahun2 -> kuman dorman
ttp antibodi tetap ada dlm serum
Keseimbangan Tr. & jar dpt b.ubah
tiba2 -> S III guma.
Tr. -> sistem KV & syaraf waktu dini
-> kerusakan ->p.lahan2 ->waktu >
GK/
GEJALA KLINIS :
Stadium I
M I : 9 90 hari -> 3 mg
Lesi I -> chancre, di anogenital, soliter.
- papel -> erosi -> ulkus, dangkal & bersih,
dinding tak bgaung, sekitar tanda rad. akut (-).
khas -> ulkus keras & tidak sakit -> ulkus
durum
lokasi : lk -> sulkus koronarius
pr -> labium majur, minus, klitoris
lesi primer sembuh sendiri. -> laten, lanjut
Stadium II
- timbul ruam : 6-8 mg (3 mg >S I)
- fase sangat menular
- Gk/ bervariasi & bermacam
-> penyebaran T.p. melalui jar. & reaksi imunologis
- G/konstitusi : anoreksia,malaise, sakit kepala, BB<, demam.
- kel. Kulit -> great imitator : papula, pustulosa
mukosa -> mucous patch, ulkus
kelenjar getah bening : supefisial >
rambut -> rontok: difus & tidak khas (alopesia difusa),
S II lanjut -> rontok setempat (alpesia areolaris)
kuku -> rapuh ,ujung retak & tidak rata,
- khas -> tidak gatal, limadenitis generalisata
- S II dini -> generalisata, simetris,cepat hilang
- S II lanjut -> tdk generalisata, asimetrik,lbh lama bertahan
Sifilis laten :
-> sifilis tersembunyi,
gk/ (-)
tes serologis (+)
Sifilis lanjut :
- sangat destruktif,
- menyerang semua jaringan
- Tr.p. sukar ditemukan
- tidak infeksius
- STS bervariasi.
- lesi -> guma : infiltrat yg bts tegas yg mengalami
perkijuan, kronis. Dijumpai seluruh
tubuh & organ dalam.
-ulkus gummossum.
Klasifikasi Sifilis lanjut :
1. Neurosifilis asimtomatis
2. Neurosifilis simtomatis
3. Sifilis kardiovaskular
4. Sifilis lanjut benigna
1. Neurosifilis Asimtomatis

- D/ -> CSS tanpa GK/


- ~ S laten + CSS (+)
a.l pleocitosis
jumlah protein >
- pemeriksaan -> VDRL dan kolmer
2. Neurosifilis simtomatis
-> Tr.palidum ke SSP ->
- kelainan saraf & kejiwaan
- darah reaktif
- CSS -> jumlah sel abnormal
protein abnormal
selalu reaktif
- klinis -> paresis
tabes dorsalis
meningo vaskular NS
3. Sifilis Kardiovaskular
Sangat sulit didiagnose.
-> TSS reaktif dg titer rendah tp
dapat non reaktif
CSS normal dan nonreaktif
Kelainan yg sering :
1. Insufisiensi aorta
2. aneurisma aorta
4. Sifilis lanjut benigna
Guma -> bereaksi sensitif thd tr.
lesi dapat terjadi dimana saja:
a.l. kulit
- tulang
- hati
- gaster
Biopsi -> granulomatus
TSS reaktif dg titer tinggi
Sifilis sewaktu kehamilan
Tergantung lamanya infeksi & umur
kehamilan :
- bila terjadi pada masa konsepsi ->
tanda sifilis dini pada ibu &
ditularkan pada janin yg dikandung

- bila terjadi pada kehamilan lanjut ->


GK/ sesudah melahirkan, bayi yg
dilahirkan bisa dg sedikit atau tanpa
tanda-tanda
Sifilis kongenital dini
Kel.kulit pada bayi saat lahir :
- bula bergerombol -> simetris pd tangan & kaki.
cairan bula mengandung Tr.p.
- bayi tampak sakit

Beberapa minggu :
- papel , papuloskuamosa -> simetris dan generalisata,
pada tempat lembab -> erosi ~ kondiloma lata
- regades -> sudut mulut, lubang hidung, anus
- bayi ~ orang tua krn BB < , kulit keriput
- mukosa mulut,tenggorok -> plaques muqueuses ~ S II
- r.hidung -> rinitis -> Syphilitics snuffles
- hati dan limpa membesar -> fibrosis yang difus
- tulang -> osteokondritis, ujung tulang nyeri dan bengkak shg
tidak dapat digerakkan ~ paralisis -> Pseudo paralisis Parrot
Sifilis kongenital lanjut
Terjadi umur 7 15 tahun
Guma -> kulit, tulang, mukosa, alat dalam
Khas guma pada hidung & mulut
jika terjadi kerusakan septum nasi -> perforasi,
jika meluas -> destruksi seluruhnya -> hidung
kolaps dg deformitas
Guma pada palatum mole & durum-> perforasi
pada palatum
Periostitis sifilitika pada tibia -> penebalan: sabre
tibia
Osteoperiostitis pd tengkorak -> tumor bulat :
Parrot nodus
Keratitis interstitial >>, 3-30 th -> kebutaan
PEMBANTU DIAGNOSIS
1. Pemeriksaan Treponema pallidum

2. Tes Serologi Sifilis ( TSS)

3. Pemeriksaan lain
I. Pemeriksaan Treponema pallidum
1. mikroskop lapangan gelap ->
bentuk dan pergerakannya.
Treponema -> putih pd latar blkg gelap

2. pewarnaan Burri ->


bentuk treponema yang mati
II. Tes Serologi Sifilis (TSS)
- pem.pembantu yg penting -> sifilis
- prognosis hasil pengobatan

Os sifilis -> antibodi ->-tidak spesifik


-spesifik
TSS ada 2 macam
1. Tes non treponemal
2. Tes treponemal
1. Tes non treponemal
Ag -> cardiolipin -> mendeteksi Ab yg tidak
spesifik
Zat -> serum penderita 1-3 minggu >
chancre atau 4 -6 minggu> infeksi

Ada 2 jenis :
- Tes flokulasi: VDRL, RPR,Kahn,ART, RST
- Tes Komplemen fiksasi : Wasserman, Kolmer
VDRL -> sering dipakai, -> menilai hasil pengobatan
2. Tes Treponemal
Tes spesifik -> Ag : treponema (ekstrak)
Ada 4 kelompok :
- Tes imobilisasi : TPI
- Tes fiksasi komplemen : RPCP
- Tes imunofluoresen : FTA-Abs : IgM & IgG
- Tes hemoglutinasi : TPHA, IgSIgM SPHA

TPI paling spesifik, tetapi mahal, tehnis sulit


TPHA dianjurkan -> tehnis & pembacaan mudah, spesifik
dan sensitif -> reaktif cukup dini
FTA Abs paling sensitif -> sangat reaktif sifilis dini
III. Pemeriksaan lain
Radiologi -> kelainan tulang : S II, S III,
S. kongenital, S. kardiovaskular

CSS : - jumlah sel


- protein total
-> tanda inflamasi
PENGOBATAN : WHO (1982)
1. S I dan S II
- pen G benzathin : 2,4 juta i.u/mg dosis total 4,8 juta i.u
- pen prokain aqua : 600 ribu i.u/hr dosis total 6 juta i.u.
- pen prokain minyak dg Al stearat (PAM) :
1,2 juta i.u./x 2x seminggu dosis total 4,8 juta i.u.

Bila alergi penisilin :


- Eritromisin 4x500 mg/hari selama 15 hari
- Tetrasiklin HCl 4x500 mg/hari selama 15 hari
2. Sifilis laten dan sifilis lanjut :
- pen G benzathin : 2,4 juta i.u/mg
dosis total 7,2 juta i.u
- pen prokain aqua : 600 ribu i.u/hr
dosis total 12 juta i.u. selama 20 hari
- pen prokain minyak dg Al stearat (PAM) :
1,2 juta i.u./x -> 2x seminggu dosis total 7,2 juta i.u.
3. S III ( Kardiovaskular & Neuro Sifilis) :
- pen G benzathin : 2,4 juta i.u/mg dosis total 9,6 juta i.u
- pen prokain aqua : 600 ribu i.u/hr dosis total 18 juta i.u.
selama 30 hari
- pen prokain minyak dg Al stearat (PAM) :
1,2 juta i.u./x 2x seminggu dosis total 9,6 juta i.u.

Bila alergi penisilin :


- Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama 30 hari
- Tetrasiklin HCl 4 x 500 mg/hari selama 30 hari

4. Sifilis Kongenita ( ~ 2 tahun)


Pen prokain aqua 50.000 mg/kg BB / hari selama 10 hari
PENGAWASAN
Penting untuk mendapatkan hasil pengobatan
yang sempurna.

S I dan S II :
- setiap bulan 3 bln >Th/
- setiap 3 bln setahun > Th/
- Kmd bulan ke 18 dan 24

Sifilis laten :
- setiap bulan selama 3 bulan
- setiap 3 bulan selama 9 bulan
- setiap 6 bulan selama 1 tahun
- seterusnya sekali setahun
THE COMPLETE TREATMENT OF STI

EDUCATION
COUNSELLING
EFFECTIVE TREATMENT
CONTACT TRACING
TREATMENT OF SEXUAL PARTNER