Anda di halaman 1dari 9

PRATINJAU

Arahan RPSDALH Sektor Transportasi di Sulawesi diarahkan untuk kebijakan rencana


pembangunan infrastruktur Rel Kereta Api dengan mempertimbangkan Ketersediaan Air dan
Kemampuan Lahan serta penggunaan ruang/kawasan.

Data Spasial Rencana Pembangunan Rel Kereta Api diambil dari data Rencana Jaringan Rel
Kereta Api - Struktur Ruang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Gorontalo
(2010-2030)

Arahan RPSDALH Sektor Transportasi di Sulawesi merupakan kombinasi dari 2 kriteria arahan :
1. Kriteria berdasarkan pertimbangan Kelas Ketersediaan Air dan Kelas Kemampuan
Lahan
2. Kriteria berdasarkan pertimbangan penggunaan ruang ( Tutupan Lahan (LC), Kawasan Hutan,
Pola Ruang)
Kriteria Penetapan Arahan Sektor Transportasi (RKA) di Sulawesi
No Kondisi Saat Ini Arahan
1. Berdasarkan Kriteria Ketersediaan Air dan Kemampuan Lahan
1 Air Rendah/Sedang, Kelas Lahan : 1-2 Pembangunan jalur KA dilanjutkan sesuai dengan rencana penggunaan
lahan
2 Air Rendah, Kelas Lahan : 3-6 Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
3 Air Sedang, Kelas Lahan : 3-6 Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan, dengan perlakuan untuk
mengurangi laju aliran permukaan
4 Air Tinggi, Kelas Lahan : 1-2 Memperhatikan resiko besarnya aliran permukaan (Banjir)
5 Air Tinggi, Kelas Lahan : 3-6 Konservasi air dan tanah sesuai kelas kemampuan lahan dengan perlakuan
yang intensif untuk mengurangi laju aliran permukaan

6 Air Rendah/Sedang/Tinggi , Kelas Lahan : 7-8 Preservasi lahan dan pemilihan jalur alternatif
2. Berdasarkan Kawasan Hutan (KH) / Pola Ruang/ Penutupan Lahan (LC)
1 KH / Pola Ruang : APL Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan

2 KH / Pola Ruang : Hutan Produksi Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Kawasan Hutan (Hutan
Produksi)
3 KH / Pola Ruang : Hutan Lindung Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Penggunaan Kawasan
Hutan (Hutan Lindung)
4 KH / Pola Ruang/ LC : Danau, Air Menerapkan Teknologi agar fungsi kawasan danau/air tidak terganggu

5 LC : Mangrove Menerapkan teknologi yang tidak merusak fungsi ekosistem mangrove

6 KH / Pola Ruang : Kawasan Konservasi Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Kawasan Konservasi
Contoh Kasus : Penentuan Arahan Transportasi

Kelas
K_Air K. Hutan Pola Ruang Land Cover
Polyline Lahan
Kawasan
xx Tinggi 2 APL Lindung Hutan Mangrove

Misalkan Jalur Rel Kereta Api /polyline xx melewati ruang/kawasan seperti diatas, Maka sesuai
dengan kriteria arahan yang telah ditetapkan :
1. Arahan berdasarkan kriteria daya dukung air dan lahan ( kelas air : tinggi, kelas lahan : 2)
(1.d) Memperhatikan resiko besarnya aliran permukaan (Banjir)
2. Arahan berdasarkan Ruang ( KH/Pola/LC : Hutan Lindung)
(2. c) Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Penggunaan Kawasan Hutan (Hutan
Lindung)
Jadi arahan untuk rencana Jalur Kereta api (polyline) xx yang melalui daerah diatas adalah :
Memperhatikan resiko besarnya aliran permukaan (Banjir)
Melakukan pembangunan dengan teknologi yang tidak merusak fungsi ekosistem mangrove
Arahan No
ARAHAN SEKTOR TRANSPORTASI PULAU SULAWESI

Terdapat Total 18 Jenis Arahan untuk


Pembangunan Infrastruktur jalur Rel
kereta api di Pulau Sulawesi yang
merupakan kombinasi dari dua atau
lebih arahan dari Kriteria Arahan
berdasarkan Ketersediaan air (SWAT)
dan Kemampuan Lahan dengan
Kriteria Arahan berdasarkan
Ruang/Kawasan (Tutupan Lahan,
Kawasan Hutan & Pola Ruang).
ARAHAN SEKTOR TRANSPORTASI PROVINSI Gorontalo

Arahan_Rencana Panjang (km) Persentase (%)


Arahan_01 24.91 7.88%
Arahan_02 1.08 0.34%
Arahan_03 - 0.00%
Arahan_04 129.55 40.99%
Arahan_05 18.92 5.99%
Arahan_06 1.58 0.50%
Arahan_07 - 0.00%
Arahan_08 0.10 0.03%
Arahan_09 8.09 2.56%
Arahan_10 80.06 25.33%
Arahan_11 9.38 2.97%
Arahan_12 1.58 0.50%
Arahan_13 - 0.00%
Arahan_14 - 0.00%
Arahan_15 - 0.00%
Arahan_16 - 0.00%
Arahan_17 - 0.00%
Arahan_18 30.76 9.73%
No Data 10.07 3.19%
Total 316.08 100.00%
Penjelasan Kode Arahan (Kombinasi Kriteria Arahan) Rencana Rel Kereta Api di Sulawesi

No Kode Arahan Penjelasan


- Pembangunan jalur KA dilanjutkan sesuai dengan rencana
1 Arahan_1
- Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan

2 Arahan_2 - Pembangunan jalur KA dilanjutkan sesuai rencana dengan meminimalkan pembukaan tutupan lahan.
- Pembangunan jalur KA dilanjutkan sesuai dengan rencana
3 Arahan_3
- Melakukan pembangunan dengan teknologi yang tidak merusak fungsi ekosistem mangrove
- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
4 Arahan_4
- Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan
- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
5 Arahan_5
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Kawasan Hutan (Hutan Produksi)
- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
6 Arahan_6
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Penggunaan Kawasan Hutan (Hutan Lindung)
- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
7 Arahan_7
- Menerapkan Teknologi agar fungsi ekosistem danau/ Perairan tidak terganggu
- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
8 Arahan_8
- Melakukan pembangunan dengan teknologi yang tidak merusak fungsi ekosistem mangrove
- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan
9 Arahan_9
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Kawasan Konservasi

- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan, dengan perlakuan untuk mengurangi laju aliran permukaan
10 Arahan_10
- Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan
No Kode Arahan Penjelasan

- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan, dengan perlakuan untuk mengurangi laju aliran permukaan
11 Arahan_11
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Kawasan Hutan (Hutan Produksi)

- Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan, dengan perlakuan untuk mengurangi laju aliran permukaan
12 Arahan_12
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Penggunaan Kawasan Hutan Lindung
- Memperhatikan resiko besarnya aliran permukaan (Banjir)
13 Arahan_13
- Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan
Konservasi air dan tanah sesuai kelas kemampuan lahan dengan perlakuan yang intensif untuk mengurangi laju
-
14 Arahan_14 aliran permukaan
- Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan
Konservasi air dan tanah sesuai kelas kemampuan lahan dengan perlakuan yang intensif untuk mengurangi laju
-
15 Arahan_15 aliran permukaan
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Kawasan Hutan (Hutan Produksi)
Konservasi air dan tanah sesuai kelas kemampuan lahan dengan perlakuan yang intensif untuk mengurangi laju
-
16 Arahan_16 aliran permukaan
- Memperhatikan Peraturan Perundangan terkait Penggunaan Kawasan Hutan Lindung
Konservasi air dan tanah sesuai kelas kemampuan lahan dengan perlakuan yang intensif untuk mengurangi laju
-
17 Arahan_17 aliran permukaan
- Melakukan pembangunan dengan teknologi yang tidak merusak fungsi ekosistem mangrove
18 Arahan_18 - Preservasi lahan dan pemilihan jalur alternatif
SUMMARY ARAHAN SEKTOR TRANSPORTASI DI PROVINSI SUL-TENG

Persentase Arahan Sektor Transportasi


di Provinsi Gorontalo

45.00% 40.99%

40.00%
35.00%
30.00% 25.33%
25.00%
20.00%
15.00% 9.73%
7.88%
10.00%
5.00% 5.99%
0.34% 0.50% 2.56% 2.97% 0.50% 3.19%
0.00% 0.00% 0.00% 0.03% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%

ARAHAN PRIORITAS SEKTOR TRANSPORTASI DI SULAWESI UTARA SIMPLIFIKASI ARAHAN PRIORITAS

-Pembangunan jalur KA dilanjutkan sesuai dengan rencana


7,88% Arahan_01 : ( Pembangunan dilanjutkan sesuai rencana )
-Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan
Konservasi tanah sesuai kelas kemampuan lahan dan meminimalkan
-
40,99% Arahan_04 pembukaan tutupan lahan sesuai rencana jalur Rel Kereta Api : (Konservasi tanah)
- Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan
Konservasi sesuai kelas kemampuan lahan, dengan perlakuan untuk mengurangi
- : (Konservasi tanah serta perlakuan untuk
25,33% Arahan_10 laju aliran permukaan
-Membangun dengan teknologi yang tidak merusak fungsi penggunaan lahan mengurangi resiko aliran air permukaan)
9,73% Arahan_18 - Preservasi dan pemilihan jalur alternatif : (Preservasi & Pemilihan Jalur alternatif)
SUMMARY ARAHAN PRIORITAS SEKTOR TRANSPORTASI PER KABUPATEN DI PROV GORONTALO

Kabupaten/Kota Arahan_01 Arahan_04 Arahan_10 Arahan_18 Total

BOALEMO
11.82% 34.83% 29.55% 0.00% 76.20%

BONE BOLANGO
5.84% 39.68% 36.70% 0.00% 82.22%

GORONTALO
0.00% 23.78% 46.89% 29.33% 100.00%
GORONTALO
UTARA 8.07% 42.17% 34.05% 9.33% 93.61%
KOTA
GORONTALO 0.00% 66.46% 0.00% 21.96% 88.41%

POHUWOTU
12.69% 54.84% 0.00% 6.62% 74.14%
Keterangan :
Arhan_04 : (konservasi tanah) :
Arhan_10 : (Konservasi tanah dan perlakuan untuk mengurangi resiko :
aliran air permukaan)
Arhan_14 : (Konservasi air dan tanah serta perlakuan untuk mengurangi :
resiko aliran air permukaan)
Arhan_18 : Preservasi & pemilihan jalur alternatif :