Anda di halaman 1dari 64

TA F

d r g . Likk y Tiara A .,
M DS c. , Sp. KGA
tujuan peng gunaan f luor adalah untuk melindung i gigi
dari karies,
f luor bekerja deng an cara menghambat metabolisme bakteri plak
yang dapat memferment asi karbohidrat melalui perubahan hidroksil
apatit pada enamel menjadi f luor apatit yang lebih stabil dan lebih
tahan terhadap pelarutan asam
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Menurut Donley (2003) : managemen, administrasi


A. Indikasi
1. pasien anak di bawah 5 tahun yang memiliki resiko
karies sedang sampai ting gi
2. gig i deng an permukaan akar yang terbuka
3. gigi yang sensitif
4. anak-anak deng an kelainan motorik, sehing ga sulit
untuk membersihkan gigi (contoh :Down syndrome)
5. pasien yang sedang dalam perawatan orth odontik

2
B. Kon traindikasi
1. pasien anak deng an resiko karies rendah
2.pasien yang ting gal di kawasan deng an air
minum
berfluor
3. ada kavitas besar yang terbuka
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Ada beberapa pendapat mengenai efek aplikasi fluor secara topikal dalam menghambat
karies gigi yaitu enamel menjadi lebih tahan terhadap demineralisasi asam, dapat
memacu proses remineralisasi pada permukaan enamel, menghambat sistem enzim
mikrobiolog i yang merubahkarbohidrat menjadi asam dalam plak gigi dan adanya
efek bakteriostatik yang menghambat kolonisasi bakteri pada permukaan gigi
(Lubis, 2001).

menyebabkan terikatnya ion fluor pada permukaan


kristal email.
Konsentrasi fluor untuk aplikasi lokal biasanya ting gi.
menimbulkan reaksi kimia awal yaitu terjadinya pembentukan calcium fluoride
yang mengendap pada permukaan email.
[Ca10 (PO4)6 (OH)2] +20 F 10 Ca F2 + 6 PO4 +2OH
calcium f luoride

3
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Calcium fluoride yang terbentuk tidak terikat kuat pada email dan secara bertahap akan
larut, tetapi ada sedikit ion fluor yang akan mengganti ion hidroksil dan
hidroksiapatit dan membentuk fluorapatit
[Ca10 (PO4)6 (OH)2] +2 F Ca10 (PO4)6 F2 + 2 OH
Fluorapatit

Reaksi kimia :
Ca10(PO4)6(OH)2+F Ca10(PO4)6(OHF)
menghasilkan enamel yang lebih tahan asam sehingga
dapat menghambat proses demineralisasi dan
meningkatkan remineralisasi.

4
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

a. Deng an meningkatkan stabilitas kristal email


b. Deng an meningkatkan remineralisasi
c. Deng an menghambat system enzim bakteri yang
mengubah gula menjadi asam.
d. Deng an efek antibakterial secara langsung.

Remineralisasi adalah proses perbaikan kristal hidroksiapatit deng an cara penempatan


mineral anorganik pada permukaan gigi yang telah kehilangan mineral tersebut (Kidd
dan Bechal, 1991).

5
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Demineralisasi adalah proses pelarutan kristal hidroksiapatit email gigi, yang terutama
disusun oleh mineral anorganik yaitu kalsium dan fosfat, karena penurunan pH plak
sampai mencapai pH kritis (pH 5) oleh bakteri yang mengh asilkan asam (Rosen,
1991; Wolinsky, 1994).

Penggunaan fluor secara topikal untuk gigi yang sudah


erupsi, dilakukan deng an beberapa cara (Yanti, 2002):
1. Topikal aplikasi yang mengandung fluor
2. Kumur-kumur deng an larutan yang mengandung
fluor
3. Menyikat gigi deng an pasta yang mengandung fluor

6
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Yang dimaksud deng an topikal aplikasi fluor adalah


peng olesan langsung fluor pada enamel.
Setelah gigi dioleskan fluor lalu dibiarkan kering selama
5 menit, dan selama 1 jam tidak boleh makan, minum
atau berkumur
(Lubis, 2001).

Sediaan fluor dibuat dalam berbagai bentuk yaitu NaF, SnF,APF yang memakainya
diulaskan pada permukaan gigi dan pemberian varnish fluor

Ada tiga bahan yang biasa digunakan untuk topikal aplikasi fluor, yaitu: sodium
fluoride, acidulated phosphate fluoride dan stannous fluoride

7
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

NaF merupakan salah satu yg sering digunakan karena dapat disimpan untuk waktu
yang agak lama, memiliki rasa yang cukup baik, tidak mewarnai gigi
serta tidak mengiritasi ging iva. Senyawa ini dianjurkan peng gunaannnya deng an
konsentrasi 2%, dilarutkan dalam bentuk bubuk 0,2 gram deng an air destil asi 10 ml
(Yanti, 2002).

Ada dua prosedur/ teknik topikal aplikasi deng an menggunakan bahan sodium f
luoride sebagaimana dikemukakan oleb Knutson dan Bibby

8
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

a. Bersihkan seluruh permukaan gigi secara teliti dengan menggunakan pasta prophylaxis
standard (mis: pumice). Untuk permukaan licin gunakan rubber cup sedang permukaan
okiusal gunakan pointed brush
b. Isolasi gigi dengan cotton roll
c. Keringkan gigi dengan seksama
d. Aplikasikan larutan sodium f luoride 2% dan biarkan selama 3 menit agar kering. Tiap
perawatan memerlukan
4 kali aplikasi dengan interval satu minggu. Prophylaxis tidak dilakukan pada
kunjungan kedua, ketiga dan keempat.
e. Perawatan dilakukan pada usia 3,7, 11 dan 13 tahun

Tahap a sampai c sama deng an teknik Knutson


Dilakukan topikal aplikasi deng an larutan sodium fluoride 0,1%; gigi dijaga tetap
basah deng an lanutan selama 7 sampai 8 menit.
Perawatan dilakukan 3 kali dalam satu tahun.

9
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Topikal aplikasi deng an sodium f luoride efektif untuk anak yang ting gal di daerah
rendah fluor, yaitu terjadi reduksi karies 30 - 40%.
Pada daerah deng an kandungan fluor optimum dan
orang dewasa manfaatnya hanya sedikit.
Konsentrasi sodium fluoride untuk topikal aplikasi yang disetujui oleh FDA/ADA
adalah 2% dalam bentuk gel atau solution

Keuntungan sodium fluoride:


pH netral,
rasa lebih dapat diterima dibanding SnF2,
tak ada peng aruh yang merugikan pada bahan
restorasi,
larutan bersifat stabil.

10
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

berbahaya jika tertelan dalam jumlah besar

Sekarang SnF jarang digunakan karena menimbulkan


banyak kesukaran, misalnya :
rasa tidak enak sebagai suatu zat astring ent dan
kecenderungannya mengubah warna gigi karena
beraksinya ion Sn deng an sulfida dari makanan,
serta mengiritasi ging iva.

11
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

SnF juga akan segera dihidrolisa sehingga harus selalu


memakai sediaan yang masih baru (Kidd dan Bechal,
1991).
Konsentrasi senyawa ini yang dianjurkan adalah 8%.
Konsentrasi ini diperoleh deng an melarutkan bubuk
SnF2 0,8 gramdengan air destilasi 10 ml.
Larutan ini sedikit asam deng an pH 2,4-2,8.

Konsentrasi yang disetujui oleh FDA/ADA untuk topikal aplikasi adalah 8% SnF2
dalam bentuk larutan/solution
SnF2 dapat diaplikasikan pada permukaan gigi dalam bentuk larutan, sebagai
komponen pasta prophylaxis ataupun sebagai komponen pasta gigi

12
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

manfaat optimum dicapai jika tiganya digunakan


bersama-sama

multiple stannous f luoride therapy

Menurut Dudding dan Muhler :


a. Bersihkan seluruh permukaan gigi secara teliti deng an menggunakan pasta
prophylaxis yang mengandung SnF2
b. Isolasi gigi deng an cotton roll
c. Kering kan gigi deng an seksama
d. Aplikasikan larutan SnF2 10%pada permukaan gigi dan jaga tetap basah deng an
larutan selama 4 menit. Larutan hanis baru untuk flap pasien.
e. Pasien melanjutkan prosedur tersebut di atas deng an secara rutin menggunakan
pasta gigi yang mengandung SnF2.

13
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Instruksi:
pasien jang an makan/ minum selama 30 menit setelah perawatan.
Frekwensi perawatan bervariasi tergantung pada
kebutuhan individual.
Biasanya untuk anak-anak tiap 6 bulan sedang orang
dewasa tiap satu tahun.

Keuntungan SnF2: tidak menyebabkan peng etsaan


pada restorasi porcelain.
Kerugian SnF2:
- Rasa tidak enak
- Menyebabkan pigmentasi pada lesi karies awal
- Meng iritasi ging ival
- Menyebabkan staining pada restorasi silikat
- Berbahaya jika tertelan dalam jumlah besar
- Larutan tidak stabil

14
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Tujuan: untuk mendapatkan manfaat optimal fluor


dalam mereduksi karies .
Meliputi:
a. Pemberian fluor secara sistemik (pilih salah satu) :
1.Fluoridasi air minum
2. Pemberian suplemen fluor
b. Pemberian fluor secara lokal
1.Topikal aplikasi fluor di klinik
2.Penggunaan pasta gigi berfluor
3.Pemakaian obat kumur berfluor atau gel berfluor
Bac
k

APF lebih sering digunakan karena memiliki sifat yang stabil, tersedia dalam
bermacam-macam rasa, tidak menyebabkan pewarnaan pada gigi dan tidak
mengiritasi ging iva.
Bahan ini tersedia dalam bentuk larutan atau gel, siap pakai, merupakan bahan topikal
aplikasi yang banyak di pasaran dan dijual bebas.
APF dalam bentuk gel sering mempunyai tambahan
rasaseperti rasa jeruk, anggur dan jeruk nipis (Yanti,
2002).

15
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

APF merupakan campuran dan: sodium f luoride,


hydrofluonc acid dan phosphoric acid.
Konsentrasi yang disetujui oleh FDA/ADA untuk topikal
aplikasi adalah 1,23% APF dalam bentuk gel atau
solution.

16
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

a. Bersihkan seluruh permukaan gigi secara teliti dengan


menggunakan pasta prophylaxis standard yaitu pumice.
b. Isolasi gigi dengan cotton roll.
c. Keringkan gigi dengan seksama.
d. Aplikasikan larutan APF dan jaga tetap tetap basah dengan larutan selama 4 menit.
e. Setelah aplikasi iistruksikan jangan makan/ minum selama 30 menit setelah perawatan.
Larutan APF bersifat stabil dan dapat disimpan dalam tempat dan plastik.
f. Perawatan dilakukan satu kali dalam 1 tahun, tetapi akan
Iebih efektif jika dilakukan tiap 6 bulan.

Rasa Iebih dapat diterima dibanding Sn F2


Tidak menyebabkan staining atau pigmentasi; hanya terjadi sedikit pemucatan dari
jaringan ging iva
Dapat diaplikasikan pada kedua lengkung rahang
secara bersamaan
Larutan bersifat stabil

17
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Merusak restorasi porcelain


Berbahaya jika tertelan dalam jumlah besar

Pemberian varnish fluor dianjurkan bila peng gunaan pasta gigi mengandung fluor,
tablet fluor dan obat kumur tidak cukup untuk mencegah atau menghambat
perkembangan karies.
Pemberian varnish fluor diberikan setiap empat atau enam bulan sekali pada anak
yang mempunyai resiko karies ting gi. S
alah satu varnish f luor adalah duraphat (colgate oral care) merupakan larutan
alkohol varnis alami yang berisi 50 mg NaF/ml (2,5 % sampai kira-kira 25.000
ppm fluor).

18
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Varnish dilakukan pada anak-anak umur 6 tahun ke atas karena anak dibawah umur 6
tahun belum dapat menelan ludah deng an baik sehingga dikhawatirkan varnish
dapat tertelan dan dapat menyebabkan fluorosis enamel (Angela, 2005).

19
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

20
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

21
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation on6ly/. 10/201 6

Angela, A. 2005. Pencegahan Primer Pada Anak Yang


Berisiko Karies Tinggi. Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol.
38. No. 3.
Ars Creation . 2010. Fluor dan Kesehatan Gigi. ht
tp://goldenpen007x.blogdrive.com/archive/
147.html (diakses 14 Mei 2010)
Donley, Kevin J. Fluoride Varnishes. Journal of
Californian Dent al Association . 2003
Lubis. S.L.A. 2001. Fluor dalam Pencegahan Karies
Gigi. USU e-Repository.
(Kidd dan Bechal, 1991)

22