Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK

10
Nurhikmawati : 51417011227
Sri Nurinsana : 51417011221
Suharniati : 51417011223
Rindi Nindya Hajar : 51417011222
Defenisi

Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection


(UTI) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme
pada saluran kemih. (Agus Tessy, 2001).

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan adanya


infeksi bakteri pada saluran kemih. (Enggram, Barbara,
1998).
Klasifikasi

Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih Antara Lain :

1. Kandung kemih (Sistitis) adalah istilah untuk infeksi kandung kemih yang
sering dialami kaum wanita.
2. Uretra (Uretritis) adalah infeksi pada saluran kemih yang sering terjadi pada
pria yang sering melakukan aktifitas seksual tanpa memperhatikan kesehatan.
3. Prostat (Prostatitis) istilah untuk infeksi kandung kemih yang sering dialami
kaum pria
4. Ginjal (Pyelonefritis) adalah infeksi pada pyelum ginjal yang sangat berbahaya
Etiologi
ISK dapat di sebabkan oleh beberapa faktor seperti jamur dan
virus, infeksi ginjal, prostat hipertrofi (sisa urin), sisa urin dalam
kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih
yang kurang efektif, mobilitas menurun, nutrisi yang sering kurang
baik, sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral, adanya
hambatan pada aliran urin, hilangnya efek bakterisid dari sekresi
prostat.

Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan isk, antara lain:


a. pseudomonas, proteus, klebsiella : penyebab isk complicated
b. escherichia coli : 90 % penyebab isk uncomplicated (simple)
c. enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan lain-lain.
Pengobatan
Penanggulangan ISK ditujukan terhadap 3 hal, yaitu :

1. Pengobatan infeksi akut Pada infeksi akut yang simpleks (uncomplicated infection)
diberikan antibiotika / kemoterapi oral. Obat yang sering dipakai sebagai pilihan
utama (primary drug) adalah ampisilin, kontrimoksazol, sulfisokazol, asam
nalidiksat dan nitrofurantion. Sebagai pilihan kedua (secondary drug) dapat dipakai
obat golongan aminoglikosid (gentamisin, sisomisin, amikasin dan lain-lain) ;
sefakleksin, doksisiklin dan sebagainya. Pengobatan diberikan selama 7 hari.

2. Pengobatan dan pencegahan infeksi berulang Dalam pengamatan selanjutnya 30


50% diantaranya tanpa gejala. Oleh karena itu perlu dilakukan biakan ulang pada
minggu pertama sesudah selesai pengobatan fase akut, kemudian 1 bulan, 3 bulan
dan seterusnya setiap 3 bulan selama 2 tahun. Setiap infeksi berulang harus diobati
seperti pengobatan pada fase akut. Bila relaps atau reinfeksi terjadi lebih dari 2 kali,
maka pengobatan dilanjutkan dengan pengobatan profilaksis, dengan obat-obat anti
septis urin, yaitu nitrofurantion, kontrimoksazol, sefaleksin atau metenamin
mandelat.
Pengobatan

3. Bedah Koreksi bedah sesuai dengan kelainan sauran kemih yang ditemukan untuk
menghilangkan factor predisposisi.
Dosis
Parenteral
Obat Dosis mg/kgBB/hari Frekuensi / (umur bayi)

Tiap 12 jam (bayi <1 minggu)

Ampisilin 100
Tiap 6-8 jam (bayi > 1 minggu

Sefotaksin 150 Dibagi setiap 6 jam

Tiap 12 jam (bayi < 1 minggu)

Gentamisin 5
Tiap 8 jam (bayi > 1 minggu

Sefriakson 75 Sekali sehari

Seftazidim 150 Dibagi setiap 6 jam

Sefazolin 50 Dibagi setiap 8 jam

Tobramisin 5 Dibagi setiap 8 jam

Ticarsilin 100 Dibagi setiap 6 jam


Dosis
Oral
Amoksisilin 20-40 mg/kgBB/hari q8h

50-100 mg/kgBB/hari q6h


Ampisilin

Amoksisilin-asam klafulanat

50 mg/kgBB/hari q8h

Sefaleksin 50 mg/kgBB/hari q6-8h

Sefiksim 4 mg/kg q12h

Nitrofurantion* 6-7 mg/kg q6h

Sulfisoksazole* 120-150 q6-8h

Trimetroprim* 6-12 mg/kg q6h

Sulfametoksazole 30-60 mg/kg q6-8h


Dosis
Terapi profilaksis

Nitrofurantoin* 1-2 mg/kg

Sulfisoksazole* 50 mg/kg

Trimetoprim* 2 mg/kg 1 x malam hari

Sulfametoksazole 30-60 mg/kg

Terapi infeksi saluran kemih pada usia lanjut :

Terapi AB dosis tunggal


Terapi AB konvensional ; 5-14 minggu
Terapi AB jangka lama ; 4-6 minggu
Terapi dosis rendah untuk supresi