Anda di halaman 1dari 12

OLEH:

NI KADEK NIRAYANTI
Definisi Obat Adrenergik
Dikatakan obat adrenergik karena efek yang ditimbulkannya mirip
perangsangan saraf adrenergic, atau mirip efek neurotransmitter
norepinefrin dan epinefrin ( yang disebut juga noradrenalin dan
adrenalin ). Golongan obat ini disebut juga obat simpatik atau
simpatomimetik yaitu zat zat yang dapat menimbulkan ( sebagian )
efek yang sama dengan stimulasi susunan simpaticus ( SS ) dan
melepaskan noradrenalin ( NA ) di ujung ujung sarafnya.
Penggolongan adrenergik dibagi 2 yaitu :

1. zat-zat yang bekerja secara langsung 2.zat-zat dengan kerja tak-langsung


Noradrenalin disintesa dan
Kebanyakan katecholamin
disimpan diujung-ujung saraf
bekerja langsung terhadap
adrenergis dan dapat dibebaskan
reseptor dari organ
dari depotnya dengan jalan
tujuan,antara lain
merangsang saraf bersangkutan
adrenalin,NA,dan
dan dapat pula dengan perantaran
isoprenalin.Dikenal pula
obat-obat seperti efedrin,
sejumlah zat yang bisa bekerja
amfetamin,guanetidin dan
menurut kedua prinsip,seperti
reserpin.
efedrin dan dopamin.
golongan obat andrenergik
Obat-obat yang termasuk golongan adrenergik yaitu:
1. Golongan katekolamin : epineprin, norepinefrin,
isoproterenol, dopamin, dobutamin dan sebagainya

2. Golongan nonkatekolamin: amfetamin, metamfetamin,


fenilpropanolamin, metaproterenol (orsiprenalin),
terbutalin, efedrin dan sebagainya.
Mekanisme kerja obat adrenergik
Katecholamin bekerja sebagai pesuruh ( transmitter) dan
mengikat diri pada reseptor yang berada dibagian luar
membran sel. Penggabungan ini mengaktifkan suatu
enzim dibagian dalam membran sel ( adenilsiklase) untuk
meningkatkan pengubahan adenosin triphosphate. ATP ini
kaya akan energi, yang dibebaskan pada pengubahannya
menjadi cAMP ( cyclic adenosinemonophosphate).
Peningkatan kadar cAMP didalam sel , mengakibatkan
berbagai efek adrenergis.
Penggunaan secara klinik (umum) obat adrenergik yaitu:
1.Syok anafilaktik 8.Asma
2.Penghambat his 9.pilek
3.Hipertensi 10. midriatikum
4.Aritmia jantung
5.Gagal jantung kongestif
6.Vasodilator perifer
7.obesitas
Spesialite obat
1.epinefrin

Nama generik: Efek Samping:


Epinefrin ansietas, tremor, takikardi, sakit kepala,
Nama paten: ekstremitas dingin; pada dosis berlebih
Adrenalin,Epipen,ultracain. aritmia, pendarahan otak, edema paru,
Dosis: mual, muntah, berkeringat, letih,
hipoglisemia.
pada asma akut s.c.0,2-0,5 mg,bila perlu diulang
2 kali setiap 20 menit max. 1mg tiap kali mg.
pada jantung berhenti atau bredycardia
i.v./intracardial,shock anafilaktis i.m. 0,5 Indikasi Epinefrin
mg,disususl dengan i.f 0,5-1,0 mg, bila perlu Epinefrin digunakan sebagai menambah pada
diulang 2-5 menit. Glaukoma terbuka 1 tetes anestetika lokal, dan selain itu pada syok
2-5 mg/ml. dalam tetes mata/hidung 0,05-0,2 anafilaktik dan serangan Adamstokes. Pada
%. jantung berhenti, penyuntikan adrenalin
dilakukan setelah penanganan primer yaitu
pernapasan buatan dan massage jantung, kedua
Kontraindikasi Epinefrin penanganan ini tetap tidak dihentikan.
Epinefrin tidak boleh diberikan pada
penderita hipertireosis , sklerosis koronar,
selebral, hipertensi berat, narkosis dengan
hidrokarbon terhalogenasi atau dengan
eterserta setelah pemakaian digitalis
Farmakokinetik :epinefrin
mempunyai awitan cepat tetapi Farmakodinamik : kerja obat
kerjanya singkat. Pada situasi pada sistem kardiovaskular
gawat obat ini diberikan secara adalah dengan memperkuat
intravena ,untuk memperoleh daya kontraksi otot jantung
awitan yang sangat cepat dapat dan mempercepat kontraksi
pula diberikan secara miokard,sehingga curah
subkutan,pipa jantung meningkat pula.
endotrakeal,inhalasi atau Pada respirasi obat ini
topikal. menimbulkan bronkodilatasi
kuat dan bekerja langsung
pada otot polos bronkus.

Peringatan : epinefrin
jangan disuntikkan ke Perhatian khusus :
dalam jari tangan,ibu penggunaan pada wanita
jari,hidung,karena hamil epinefrin
dapat menyebabkan kontraindikasi mutlak
beberapa reaksi antara sewaktu proses kelahiran
lain, pallor, coldness karena merupakan agonis
dan hypoesthesia. reseptor beta -2 yang dapat
menunda kelahiran.
2. Isoprenalin

Nama generik : Isoprenalin Kontraindikasi isoproterenol :


Isoproterenol kontraindikasi pada pasien
Nama paten : yang sudah menderita aritmia jantung
isoproterenol,isuprel,lomudal cp. (terutama aritmia ventrikular yang
Dosis : pada bronchospasme 0,08-0,4 mg memerlukan terapi inotropik dan
takiaritmia) kecuali yang memberikan
maksimal 8 inhalasi larutan respon pada pemberian isoproterenol juga
sulfat 1% sehari, untuk dikontraindikasikan pada pasien dengan
angina pektoris dan pasien dengan tahikardi
memperbaiaki peredaran atau AV blok yang disebabkan oleh
i.v.permulaan 0.02 mg, keracunan glikosida jantung.
disusul dengan 0,01-0.2 mg.
Efek samping :
hipertensi, hipotensi, sakit dada,
palpitasi, takhikardi, aritmia
ventrikular, peningkatan infark
jantung, sakit kepala, gelisah,
tegang, peningkatan serum
glukosa, penurunan serum kalium,
hipokalemia, mual, muntah.
Farmakokinetik : Farmakodinamik :

Peringatan : isoprenalin
harus diberikan dengan hati-
Perhatian khusus :
hati pada pasien
lansia,diabetes ,ginjal,atau
jantung (termasuk hipertensi
Nama generik : Efedrin
Indikasi: Nama paten : asmasolon,
Meringankan atau bronchicum.
mengatasi serangan
asma bronkhial.

Kontra Indikasi:
Hipertiroidisme,
Efek samping : 3.Efedrin hipertensi, gangguan
Pada dosis biasa sudah jantung, glaukoma sudut
bisa terjadi efek seperti sempit.
gelisah, nyeri kepala,
cemas, dan sukar tidur.
Pada overdosis timbul
tremor dan
tachycardia,aritmia serta
debar jantung. Dosis :
Pada asma 3-4 dd 25-50 mg (-HCl)
anak-anak 2-3 mg/kg dd dalam 4-6
dosis tetes hidung larutan sulfat
0,5-2 %,dalam tetes mata 3-4 %
Daftar pustaka
Anonim. 2014/2015. ISO ( Informasi Spesialite Obat). Pt
Aditamaraya Farmindo. Surabya
Farmakologi Dan Terapi
Farmakologi Dasar dan Klinik (katzung)

Anda mungkin juga menyukai