Anda di halaman 1dari 41

Pengantar Fisika Material: Alloy

Ilham Zharif M 140310140062


Partanu Ardi Aksa 140310120053

Program Studi Fisika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Padjadjaran
Apa itu Alloy?
Alloy merupakan campuran
logam-logam atau logam dengan
unsur yang lain.
Alloy memiliki sifat yang berbeda
dari unsur penyusun nya.
Alloy mengandung atom dengan
ukuran yang berbeda, yang akan
merusak susunan atom nya.
Gambar : Alloy
Logam yang dominan pada Alloy Sumber : bbc.co.uk
biasa disebut logam utama, dan
unsur lain disebut unsur paduan
Struktur Alloy
Jika Alloy dilihat menggunakan microskop elektron, maka akan terlihat
susunan atom dalam struktur umum yang disebut kisi kristal
Substitution Alloy Interstitial Alloy

Jika unsur paduan mengganti Jika unsur paduan memiliki


kududukan logam utama dan ukuran yang jauh lebih kecil dari
ukuran nya kurang lebih sama logam utama dan menyelinap
disebut Substitution Alloy diantara logam utama
Sumber : explainthatstuff.com
Metal Alloys

Gambar : Skema klasifikasi alloy


Sumber : Callister, 2009
Ferrous Alloy
Ferrous Alloy merupakan alloy dengan Besi sebagai logam
utama nya.
Ferrous Alloy merupakan material penting dalam teknik
konstruksi yang disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
Besi terdapat pada alam dengan jumlah yang tak terbatas dalam
unsur
Metallic iron dan steel alloy dapat diproduksi menggnakan teknik
fabrikasi yang relatif murah
Ferrous Alloy sangat beragam baik dari sifat mekanik maupun
sifat fisik
Namun kelemahan utama dari sebagian besar ferrous alloy
adalah kerentanan terhadap korosi
Sumber : Callister, 2009
Steels
Steels merupakan campuran besi-karbon yang mana
mengandung berbagai konsentrasi campuran elemen lain
Terdapat ribuan campuran steels yang memiliki komposisi
dan/atau perlakuan panas yang berbeda

Steels Berdasarkan konsentrasi


carbon

Low-carbon Medium-carbon High-carbon


(>0.25 wt%) (0.25 0.6 wt%) (0.6 1.4 wt%)
Sumber : Callister, 2009
Steels
Berdasarkan konsentrasi campuran elemen lain, terbagi menjadi 2
subclass yaitu:

Plain Carbon Steel :


Hanya mengandung
sedikit konsentrasi
impurities selain Karbon
(C) dan sedikit Magnesium
(Mg)

Alloying Steel : Campuran


dengan penambahan
unsur lain dengan
konsentrasi yang spesifik Gambar : Sifat mekanik dan aplikasi dari steel
Sumber : Callister, 2009
Stainless Steels
Stainless steel merupakan material yang memiliki
ketahanan terhadap korosi yang tinggi.
Campuran elemen dominan yang digunakan ialah
Chromium (Cr), setidaknya terdapat 11% wt.
Luas nya sifat mekanik serta ketahanan terhadap korosi
yang bagus membuat penggunaan stainless steel yang
sangat beragam
Stainless Steel dibagi menjadi 3 kelas:
Martensitic
Ferritic
Austentic
Stainless Steels
Martensitic mampu bertahan pada
keeadaan panas
Sedangkan Ferritic dan Austentic
akan lebih kuat dan mengeras pada
keadaan dingin.

Austentic merupakan stainless steel


yang paling resisten terhadap
korosi.

Dari sifat magnetic, Martensitic dan


ferritic memiliki sifat magnetic.
Sedangkan Austentic tidak.
Gambar : Sifat mekanik dan aplikasi dari stainless steel
Sumber : Callister, 2009
Cast Iron
Cast Iron merupakan kelas dari Ferrous Alloy yang
mengandung Carbon (C) diatas 2.14% wt.
Cast Iron sangat mudah untuk meleleh dan untuk di
casting. Sebagian besar cast iron sangat rapuh, sehingga
casting merupakan teknik yang paling mudah untuk
fabrikasi.
Subclass dari cast iron adalah gray, nodular, white,
malleable dan compacted graphite
Gray Iron
Gray cast iron mengandung
Carbon (C) dan Silikon (Si) yang
bervariasi antara 2.5-4 wt %
Secara mekanik, gray iron relatif
lemah dan rapuh pada tegangan
karena pengaruh mircostrucutre
nya.
Gray cast iron sangat efektif
untuk meredam vibrasi energi.
Yang paling penting, gray cast Gambar : Perbandingan peredaman vibrasi antara
iron merupakan metallic material (a) steel dan (b) gray cast iron
Sumber : Metals Engineering Quarterly, 1961,
yang paling murah. American Society for Metals
Ductile (or Nodular) Iron
Dengan penambahan sedikit
Magnesium (Mg) dan/atau
Cerium (Ce) pada Gray iron
sebelum casting akan
menghasilkan mircosturcture
yang berbeda dan perbedaan
sifat mekanik. Hasil
pencampuran ini disebut
Ductile atau nodular iron.

Graphite tetap terbentuk namun


dalam bentuk nodul/bintik
Gambar : Ductile (or Nodular) Iron
Sumber : Callister, 2009
White Iron
White cast iron mengandung sedikit
silikon (Si) kurang dari 1 wt % Si
dengan laju pendinginan yang cepat
Bagian yang tebal mungkin hanya
memiliki sebuah lapisan permukaan
dari white iron, sedangkan gray iron
terbentuk pada bagian lain yang
mengalami pendingan yang lebih
lambat.

Gambar : White Iron


Sumber : Callister, 2009
Malleable Iron
Dalam produksi Malleable iron, white
iron digunakan sebaga perantara.
Dengan mempanaskan white iron
pada temperature antara 800-900C.
Malleable iron diaplikasikan pada
transmission gears, pipe fittings dan
valve untuk railroad dan kebutuhan
berat lain nya.

Gambar : Melleable Iron


Sumber : Callister, 2009
Compacted Graphite Iron (CGI)
Secara microstructural, graphite
pada CGI berbentuk seperti
cacing, yang terbentuk dengan
mengatur penambahan Mg, Ce
dan bahan lain.
Dibandingkan dengan tipe cast
iron yang lain, berikut kelebihan
CGI:
Konduktivitas termal yang lebih
tinggi
Lebih resistan terhadap thermal
shock
Gambar : Compacted Graphite
Sumber : Callister, 2009
Non Ferrous Alloys
Ferrous Alloy telah digunakan pada banyak sektor karena
memiliki sifat mekanis yang luas dan relatif murah untuk
diproduksi, namun terdapat beberapa batasan antara lain:
Memiliki kerapatan yang relatif tinggi
Konduktivitas listrik yang rendah
An inherent susceptibility to corrosion in some common
environments
Maka dari itu untuk aplikasi lain diperlukan menggunakan
alloy lain yang memiliki kombinasi sifat yang tepat.
Pada bagian ini dibahas alloy sistem: Copper, Aluminum,
Magnesium, and Titanium Alloy. Refractory metals,
Superalloys, noble metal, dan miscellaneous alloys (434)
Cu Alloys Al Alloys
Brass: Zn is subst. impurity -low : 2.7 g/cm3
(costume jewelry, coins, -Cu, Mg, Si, Mn, Zn additions
corrosion resistant) -solid sol. or precip.
Bronze : Sn, Al, Si, Ni are strengthened (struct.
subst. impurities aircraft parts
(bushings, landing & packaging)
gear) NonFerrous Mg Alloys
Cu-Be : -very low : 1.7 g/cm3
precip. hardened Alloys -ignites easily
for strength
-aircraft, missiles
Ti Alloys
-relatively low : 4.5 g/cm3 Refractory metals
-high melting Ts
vs 7.9 for steel Noble metals -Nb, Mo, W, Ta
-reactive at high Ts -Ag, Au, Pt
-space applic. -oxid./corr. resistant
Based on discussion and data provided in Section 11.3, Callister & Rethwisch 9e.
Mg and its Alloys
Copper and its Alloys
Aluminium and its Alloys
Titanium and its Alloys
Teknik Fabrikasi Alloy

Gambar : Klasifikasi Teknik Fabrikasi


Sumber : Callister, 2009
Forming
Pada teknik fabrikasi forming ini terjadi perubahan
dikarenakan oleh deformasi plastis

Hot working vs. Cold working


Temperature deformasi Deformasi terjadi
cukup tinggi untuk proses dibawah temperature
recrystallization recrystallization
Terjadi deformasi yang Strain hardening occurs
besar Small deformations
Forming
Forging (Hammering; Stamping) Rolling (Hot or Cold Rolling)
(wrenches, crankshafts) (I-beams, rails, sheet & plate)
force
roll
die Ad
A o blank A d often at Ao
elev. T roll

force Gambar : Forging dan Rolling


Sumber : Callister, 2009

Forging merupakan deformasi secara mekanik pada sebuah potongan hot metal. Forging
terbagi menjadi 2, yaitu closed die (a) dan open die (b).

Rolling merupakan proses deformasi yang paling banyak digunakan. Pengurangan ketebalan
akan dihasilkan dari tekanan oleh rolls.
Forming
Extrusion Drawing
(rods, tubing) (rods, wire, tubing)
Ao
container die holder die Ad
force Ao tensile
ram billet extrusion Ad force
container die die
ductile metals, e.g. Cu, Al (hot) die must be well lubricated & clean

Gambar : Extrusion and Drawing


Sumber : Callister, 2009
Extrusion merupakan proses yang menggunakan batang metal, gaya akan diberikan seperti
pada gambar diatas.

Drawing ialah dengan cara menarik metal yang ditempatkan diantara dies.
Casting
Metal yang telah dicarikan (molten
metal) disimpan pada cetakan
(mold).
Metal dicarikan dalam furnace
dengan menambahkan elemen
campuran lalu dicetak pada
cetakan.
Umum digunakan dan relatif
murah.
Memberikan hasil dengan bentuk
Gambar: Teknik Casting
yang baik. Sumber: shreelaxmifoundry.com
Sesuai untuk material yang rapuh.
Sand Casting Pasir merupakan material yang akan
mampu bertahan pada suhu T >1600C,
Sand Casting relatif murah dan mudah dibentuk.
(large parts, e.g.,
auto engine blocks) Untuk membuat cetakan, menggunakan
pasir yang dibentuk sesuai kebutuhan
Die dan Continuous Casting
Die Casting Continuous Casting
-- high volume -- simple shapes
-- for alloys having low melting (e.g., rectangular slabs,
temperatures cylinders)

molten
solidified
Investment Casting
low volume, complex shapes, divided
into 3 stages:
e.g., jewelry, turbine blades

Stage I Mold formed by pouring wax I


plaster of paris around wax pattern.
Plaster allowed to harden.
Stage II Wax is melted and then
poured from moldhollow mold
II
cavity remains.
Stage III Molten metal is poured
into mold and allowed to solidify. III
Miscellaneous
Powder Metallurgy
Welding
(metals w/low ductilities) (when fabrication of one large
Ductility is a measure of a material's part is impractical)
ability to undergo significant plastic filler metal (melted)
deformation before rupture base metal (melted)
fused base metal
heat-affected zone
pressure unaffected unaffected
piece 1 piece 2

heat Heat-affected zone:


area (region in which the
contact microstructure has been Adapted from Fig.
changed). 11.9, Callister &
densify Rethwisch 8e.
(Fig. 11.9 from Iron
Castings
Handbook, C.F.
point contact densification Walton and T.J.
at low T by diffusion at Opar (Ed.), 1981.)
higher T
Thermal Processing of Metals

Annealing

Precipitation
Quenching
Hardening/Aging

Tempering
Annealing
Proses annealing atau anil merupakan perlakuan panas
yang dilakukan pada logam hasil pengerjaan dingin atau
cold working.
Stages of annealing:
Heating to required temperature
Holding (soaking) at constant temperature
Cooling
Purposes of annealing:
Relieve internal stresses
Increase ductility, toughness, softness
Produce specific microstructure
Stress Relief: Reduce Spheroidize (steels):
stress caused by: Make very soft steels for
-plastic deformation good machining. Heat just
-nonuniform cooling below TE & hold for
-phase transform. 15-25 h.

Full Anneal (steels):


Types of Make soft steels for
good forming by heating
Annealing
, then cool in
furnace to get coarse P.
Process Anneal:
Negate effect of
cold working by
Normalize (steels):
Deform steel with large
(recovery/
grains, then normalize
recrystallization)
to make grains small.
Hardenability
The hardenability of a metal alloy is the depth up to which a material
is hardened after putting through a heat treatment process. The unit
of hardenability is the same as of length. It is an indication of how
deep into the material a certain hardness can be achieved.
Tempering
Proses mengeraskan kaca atau logam, khususnya baja
dengan cara memanaskannya kemudian mendinginkannya
secara cepat (misalnya dicelup air atau oli), kemudian
memanaskannya lagi pada suhu tertentu (tetapi lebih
rendah daripada suhu pemanasan pertama) dan
selanjutnya mendinginkannya secara perlahan.
Quenching
In materials science, quenching is the
rapid cooling of a workpiece in water, oil or
air to obtain certain material properties.
A type of heat treating, quenching prevents
undesired low-temperature processes, such
as phasetransformations, from occurring.
It does this by reducing the window of
time during which these undesired reactions
are both thermodynamically favorable, and
kinetically accessible; for instance,
quenching can reduce the crystal grain size
of both metallic and plastic materials,
increasing their hardness.
Precipitation Hardening
Daftar Pustaka
http://www.bbc.co.uk/schools/gcsebitesize/science/ocr_gat
eway_pre_2011/rocks_metals/4_metals_alloys2.shtml
diakses pada Senin 6 November 2017 jam 09.20
http://www.explainthatstuff.com/alloys.html diakses pada
Senin 6 November 2017 jam 09.40
Toksonomi (pembagian)
Non-ferrous (tembaga, magnesium, titanium, alumunium)
Pabrikasi (Casting, joining, Forming)
Thermal processing