Anda di halaman 1dari 19

ALAT INDUSTRI KIMIA

EVAPORATOR
ANGGARA DIAZ RAMADHAN 3335160059
FUJI DWI PUTRI 3335160062
NINDYA CIPTYA CAROLINE 33351600
THAREQA 33351600
TIA YUFIKA 33351600

TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TAHUN AJARAN 2017-2018
EVAPORATOR

Evaporator adalah alat industri untuk memekatkan larutan dengan jalan menguapkan
larutannya. Jadi hasil utamanya adalah cairan dengan konsentrasi yang lebih pekat .
Tujuan dari evaporasi adalah memekatkan larutan yang mengandung zat yang sulit
menguap (non-volatile solute) dan pelarut yang mudah menguap (volatile solvent)
dengan cara menguapkan sebagian pelarutnya.
Dalam evaporator, terjadi 3 proses penting yang berlangsung simultan, yaitu:
(a) Transfer panas
(b) Penguapan (transfer massa)
(c) Pemisahan uap dan cairan
Transfer panas, yaitu adanya energi panas yang diperlukan untuk menguapkan pelarut.
Sumber panas yang biasa digunakan adalah uap air.
Transfer massa, yaitu dengan adanya perpindahan massa dari fasa cair ke uap pada
peristiwa penguapan pelarut.
PRINSIP KERJA EVAPORATOR
Memekatkan suatu larutan dengan pemberian kalor, larutan tersebut terdiri dari zat
pelarut yang titik didihnya rendah dan zat terlarut yang titik didihnya tinggi sehingga
pelarut yang memiliki titik didih yang rendah akan menguap dan hanya menyisakan
larutan yang lebih pekat dan memiliki konsentrasi yang tinggi.
Pemakatan larutan didasarkan pada perbedaan titik didih antar zat-zatnya. Titik didih
cairan dipengaruhi oleh tekanan.
Proses evaporasi dijalankan pada suhu yang lebih rendah dari titik didih normal.
Titik didih cairan yang mengandung zat yang tidak menguap akan tergantung tekanan
dan kadar zat tersebut.
FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN
EVAPORATOR

Pemilihan jenis evaporator setidak berikut:


a) Kapasitas produksi yang disyaratkan (throughput requirea)
b) Viskositas umpan dan kenaikkan viskositas selama penguapan
c) Produk yang diinginkan: padatan, slurry atau larutan
d) Sensitivitas bahan/produk terhadap panas
e) Apakah larutan yang diproses dapat menimbulkan kerak (fouling)
f) Apakah larutan dapat menimbulkan busa (foaming)
g) Apakah harus dilakukan pemanasan langsung (direct heating)
TIPE EVAPORATOR BERDASARKAN
PEMANASAN

Direct Fired Evaporator, jenis evaporator dengan cara pengapian langsung.


Dimana api dan pembakar gas dipisahkan dari bahan cairan mendidih dengan pmbatas
dinding besi atau permukaan untuk memanaskan.
Submerged Combution Evaporator, yaitu evaporator yang dipanaskan oleh api
yang menyala dibawah permukaan cairan , dimana gas yang panas bergelembung
melewati cairan.
Steam Heated Evaporator, yaitu evaporator yang menggunakan pemanas steam
atau uap lain yang dapat dikondensasi.
JENIS-JENIS EVAPORATOR

1. Horizontal-Tube Evaporator
2. Basket Evaporator
3. Standard Vertical-Tube Evaporator
4. Long Tube Vertical Evaporator
5. Vertical Tube Evaporator with Forced Circulation
6. Forced Circulation Evaporator with External Heater
7. Climbing Film, Long Tube Vertical Evaporator With External Heater
8. Falling Film Evaporator
9. Agitated Film Evaporator
10. Direct Contact Evaporator
11. Stirred, Discontinuous Evaporator
HORIZONTAL TUBE EVAPORATOR
Spesifikasi alat :
Merupakan jenis evaporator
yang paling sederhana
Posisi tube horizontal
Pemanas steam dialirkan
melalui tube, cairan di luar
tube

Tidak memberikan kondisi untuk terjadi sirkulasi cairan, sehingga koefisien transfer
panas rendah yang menjadikan perpindahan panas tidak efisien.
Pengendapan kerak terjadi diluar pipa, sehingga sulit untuk dibersihkan. Konstruksi
alat harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bundel pipa bisa dikeluarkan untuk
dibersihkan.
Dapat digunakan untuk larutan dengan viskositas rendah dan tidak dapat digunakan
untuk larutan yang menimbulkan buih dan kerak.
BASKET EVAPORATOR

Sirkulasi cairan dapat berjalan dengan baik, sehingga koefisien transfer panas akibat
konveksi alami berar dan transfer panas berjalan dengan efisien.
Pengendapan kerak terjadi didalam pipa, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan
Kerak yang terbentuk diluar pipa mempersulit proses pembersihan
STANDARD VERTICAL-TUBE EVAPORATOR
Pada alat ini, cairan mengalir dalam pipa
sedangkan steam pemanas mengalir dalam shell.
Cairan dalam tabung mendidih, uap yang timbul
bergerak keatas dengan membawa cairan. Diatas
pipa terdapat ruang uap yang berfungsi untuk
memisahkan cairan dengan uap. Uap akan
menuju lubang pengeluaran diatas, sedangkan
cairan jatuh kebawah melewati saluran besar
yang ada ditengah bejana, dan kembali
bersirkulasi masuk pipa-pipa.

Konveksi alami (natural convection) berjalan baik sehingga transfer panas Iebih
efisien.
Kerak dan endapan terbentuk didalam pipa, sehingga Iebih mudah untuk dibersihkan.
Adanya sirkulasi menyebabkan cairan berkali-kali kontak dengan permukaan pe
manas. Hal ini kurang baik untuk bahan-bahan yang tidak tahan terhadap panas,
misalnya: susu, juice dan berbagai d airy product.
LONG TUBE VERTICAL EVAPORATOR

Koefisien transfer panas sirkulasi alami (natural circulation) besar, sehingga


transfer panas bisa lebih efisien.
Tidak baik untuk larutan yang mudah menimbulkan kerak dan larutan viskous.
Namun sesuai untuk larutan yang mudah menimbulkan buih
Jumlah cairan yang menguap sangat besar (karena pipa panjang) sehingga
konsentrasi lokal dimulut pipa bagian atas akan sangat tinggi Hal ini dapat
menyebabkan kristalisasi/pembentukan gel pada pipa, sehingga bisa mengganggu
sirkulasi aliran.
VERTICAL TUBE EVAPORATOR WITH
FORCED CIRCULATION
Sirkulasi cairan untuk memperbesar
koefisien transfer panas dibantu dengan
pompa.
Perpindahan panas terjadi karena konveksi
paksa (forced convection) sehingga koefisien
transfer panas bisa lebih tinggi

Kekurangan :
Keuntungan : Adanya pompa yang menjadi satu porator
penyumbatan alirandalam pipa dapat membuat alat ini lebih mahal (baik biaya
diatasi pembelian maupun operasi)
Pipa tidak terlalu panjang. pemisahan uap dalam ruang uap menjadi
Sirkulasi berjalan cepat, sehingga larutan Iebih sulit disebabkan aliran keluar pipa
dalam evaporator lebih homogen. cepat,
Forced Circulation Evaporator with External
Heater

cairan yang akan dievaporasikan dipompakan


melewati penukar panas (heater)
Selanjutnya terjadi pemekatan di dalam
tabung evaporator
Liquid yang belum memenuhi syarat
pemekatan akan direcycle
Uap yang dihasilkan akan dikeluarkan
melalui kolom vapor out

Kelebihan : Kekurangan :
mudah dalam Pemeliharaan dan Terkadang hasil evaporasi mengandung
perbaikan padatan terlarut akibat butiran cairan yang
lebih umum dipakai terbawa aliran uap
pemanasan terjadi di luar tabung
sehingga mudah mengatasi
pendidihan dalam pipa
Climbing Film, Long Tube Vertical
Evaporator With External Heater

Liquid masuk ke dalam Long vertical tube


evaporator dan steam mengalir diluarnya
Liquid mengalami pendidihan sehingga
kecepatan liquid meningkat

Kelebihan : Kekurangan :
Alat mudah dirangkai sendiri Alat kurang kompak dan tidak cocok
sehingga lebih murah dan fleksibel untuk larutan yang membentuk salting
(garam)
Falling Film Evaporator

cairan mengalir kebawah membentuk film disekeliling


dinding dalam pipa
Aliran disebabkan oleh gaya berat dan gesekan uap
Uap yang terbentuk bergerak ke bawah
Luas permukaan pemanasan jauh Iebih besar
dibandingkan dengan volume cairan dalam evaporator

Kelebihan : Kekurangan :
Kerusakan bahan dapat diminimalkan Kapasitas alat tidak bisa di variasikan
karena waktu tinggal yang kecil terlalu besar
Nilai koefisien transfer panasnya tetap
tinggi walaupun t-nya kecil
Agitated Film Evaporator
berbentuk tabung (shell) vertikal atau
horizontal, dengan pemanas diluar tabung
terdapat batang yang dapat diputar, yang
dilengkapi dengan sirip- sirip
saat batang berputar, cairan bergerak
kebawah akan terlempar ketepi tabung
karena putaran sirip
Cairan ditepi tabung akan terpental
kembali ketengah tabung
Terdapat ruang untuk pemisahan uap
cairan pda bagian atas tabung

Kelebihan : Kekurangan :
Transfer panas berjalan dengan Mahal
sangat efisien sehingga problem Konstruksinya sulit
penyumbatan dan konsentrasi Biaya operasi tinggi
local yang tinggi dapat teratasi
Direct Contact Evaporator

cairan berkontak langsung dengan gas pemanas


Koefisien transfer panas sangat besar
Ruang didalam tabung ditengah berfungsi untuk
pembakaran
Digunakan untuk cairan yang sangat kental
bahkan slurry

Kelebihan : Kekurangan :
Dapat digunakan untuk cairan Pemakalan panas kembali sulit dilakukan
sangat kental
Stirred, Discontinuous Evaporator

Digunakan untuk mengiapkan larutan


dengan viskositas tinggi atau bahkan
pasta atau pulpy
Pemanas dapat dialirkan dalam koil

Kelebihan :
Dapat digunakan untuk mengiapkan
larutan dengan viskositas tinggi atau bahkan
pasta atau pulpy
Kesimpulan

Dari semua jenis evaporator memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-


masing. Pemilihan penggunaanya tergantung pada sifat bahan yang ingin dipisahkan.
Namun, pada industry saat ini alat evaporator yang paling banyak digunakan adalah
falling evaporator, vertical evaporator dan agitated evaporator