Anda di halaman 1dari 8

Peranan fungi dalam bidang pertanian

Keberadaan fungi atau cendawan sangat


berlimpah dan mempunyai peranan yang
sangat penting di alam termasuk dalam
bidang pertanian. Dalam bidang pertanian
peranan cendawan dapat merugikan dan
menguntungkan. Cendawan simbiotik
antagonistik atau sering disebut cendawan
parasit merugikan produksi pertanian,
sedangkan cendawan simbiotik mutualistik
sangat menguntungkan.
A. Menguntungkan
Simbiotik mutualistik cendawan yang mempunyai peran
dalam pertanian diantaranya ialah mikoriza dan liken.
1. Mikoriza
Mikoriza ialah simbiosis mutualistik antara cendawan
dengan akar tumbuhan. Dalam simbiosis mikoriza,
cendawan mendapatkan unsur karbon dari tumbuhan,
sedangkan tumbuhan mendapatkan air dan mineral
dari cendawan, terutama fosfat. Hampir semua
tumbuhan di dunia bersimbiosis membentuk mikoriza.
Cendawan yang membentuk simbiosis mikoriza
disebut cendawan mikoriza. Cendawan mikoriza
termasuk ke dalam filum Zigomycota, Ascomycota, dan
Basidiomycota. Berdasarkan tipe kolonisasinya,
mikoriza dibedakan menjadi ektomikoriza dan
endomikoriza.
Ektomikoriza
Salah satu contoh ektomikoriza ialah simbosis
mutualistik antara cendawan dengan akar pohon Pinus
sp . Cendawan yang membentuk ektomikoriza ialah
Ascomycota dan Basidiomycota. Kolonisasi cendawan
terbentuk secara interseluler dan membentuk hifa
pada permukaan luar akar inangnya yang disebut
mantel. Hifa cendawan mengkolonisasi akar sampai
korteks dan tidak menembus endodermis. Selain
tumbuh di dalam akar hifa cendawan juga tumbuh di
dalam tanah yang berfungsi untuk menyerap air dan
zat hara terutama fosfat sehingga mikoriza berfungsi
untuk memperluas bidang penyerapan akar.
Endomikoriza
Endomikoriza ialah mikoriza yang kolonisasi
cendawannya terjadi secara intraseluler. Simbiosis
mutualistik endomikoriza terbentuk antara cendawan
dengan tanaman pertanian, perkebunan, tanaman dari
hutan tanaman industri, dan tanaman hias. Anggrek,
jagung, alpukat, melon, coklat, sengon, dan kunyit
merupakan contoh tanaman yang bersimbiosis
membentuk endomikoriza. Seperti halnya pada
ektomikoriza, pada endomikoriza kolonisasi cendawan
hanya sampai pada korteks. Cendawan mikoriza tidak
mengkolonisasi endodermis akar seperti pada
cendawan parasit. Cendawan yang membentuk
endomikoriza termasuk ke dalam filum Zigomycota
2. Liken (lumut kerak)
Lumut kerak merupakan simbosis mutualistik antara
cendawan dari kelompok Ascomycota atau Basidiomycota
dengan ganggang hijau atau ganggang hijau biru
(sianobakteri
Liken membantu proses pembentukan tanah dengan
cara menghancurkan batuan dengan unsur likenik. Liken
yang bersimbiosis dengan sianobakteri dapat melakukan
fiksasi nitrogen dari udara. Liken sangat sensitif terhadap
beberapa jenis polutan yang berbahaya. Misalnya fluorid,
logam berat, zat radioaktif, bahan kimia pertanian, dan
pestisida. Dengan demikian liken tidak dapat hidup di
lingkungan yang sudah tercemar. Sifat inilah yang membuat
liken sering dipakai sebagai indikator pencemaran
lingkungan. Liken yang hidup melekat pada batu-batuan
diantaranya ialah Graphis sp.
3. Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA)
Merupakan jenis fungi yang hidup
berkoloni pada beberapa jenis tanaman
pertanian, holtikultural dan perkebunan.
Beberapa jenis fungi ini antara lain yaitu:
Glonus sp, Gigospora sp, dan Sclerocytis sp.
MVA hidup bersimbiosis dengan tanaman
inang dan memberikan pertumbuhan
tanaman dengan memperbaiki ketersediaan
hara fosfor dan melindungi perakaran dari
serangan patogen
4. Mikoriza Perombak Selulosa
Jerami apabila dimasukkan kedalam dapat
dirombak oleh mikoriza perombak selulosa
menjadi bahan organik yang sangat
bermanfaat untuk kesuburan tanah. Bahan
organik merupakan penyanggga biologi yang
mempunyai fungsi dalam memperbaiki sifat
fisika, kimia dan biologi tanah sehungga tanah
dapat menyediakan hara yang berimbang.
Beberapa mikroba yang termasuk kedalam
kelompok mikoriza perombak selulosa adalah:
Trichoderma, Aspergillus, dan Penecellium.
Fungi tersebut mampu merombak selulosa
menjadi bahan senyawa monosakarida,
alkohol, CO2 dan asam-asamorganik lainnya
dengan dikeluarkannya enzim selulase.