Anda di halaman 1dari 17

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN

PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DAN


SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI
STIKES HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO ANGKATAN
2016

Disusun Oleh:
Nama : ADI PURNOMO
NIM : 15142014033116
LATAR BELAKANG

Status gizi mempunyai hubungan dengan


premenstrual syndrome dan siklus
menstruasi

Salah satu pengukuran status gizi adalah menggunakan IMT.


Keunggulan dari penggunaan IMT adalah cukup akurat, tidak
invasif, dan tidak mahal.
Gizi yang kurang pada remaja putri akan berdampak pada
gangguan menstruasi, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya
baik (Ambarwati, 2012).
Penurunan kadar hormon estrogen, progesterone, dan serotonin
dengan PMS dan siklus menstruasi perlu diteliti lebih lanjut. Pola
hidup yang tidak sehat terutama faktor nutrisi diduga turut
berperan dalam menyebabkan PMS dan siklus menstruasi (Martini,
2010).
Next...

Hasil survey studi pendahuluan yang dilakukan


pada 10 mahasiswi DIII kebidanan dan DIII
keperawatan di Stikes Harapan Bangsa
Purwokerto angkatan 2016, didapatkan 2
mahasiswi dengan indeks massa tubuh kurus
mengalami siklus menstruasi yang pendek
disertai premenstrual syndrome, 3 mahasiswi
dengan indeks massa tubuh normal mengalami
siklus menstruasi normal tetapi disertai
premenstrual syndrome, 4 mahasiswi dengan
indeks massa tubuh normal mengalami siklus
menstruasi normal dan tidak mengalami
premenstrual syndrome, dan 1 mahasiswi
dengan indeks massa tubuh gemuk mengalami
siklus menstruasi normal dan mengalami
premenstrual syndrome.
TUJUAN PENELITIAN

TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS

a. Untuk mengetahui indeks massa tubuh


Untuk mengetahui Hubungan mahasiswi Stikes Harapan Bangsa Purwokerto
Indeks Massa Tubuh Dengan angkatan 2016.
b. Untuk mengetahui premenstrual syndrome
Premenstrual Syndrome Dan Siklus mahasiswi Stikes Harapan Bangsa Purwokerto
Menstruasi Pada Mahasiswi Stikes angkatan 2016.
c. Untuk mengetahui siklus menstruasi
Harapan Bangsa Purwokerto mahasiswi Stikes Harapan Bangsa Purwokerto
Angkatan 2016. angkatan 2016.
d. Untuk mengetahui hubungan indeks massa
tubuh dengan premenstrual syndrome mahasiswi
Stikes Harapan Bangsa Purwokerto angkatan 2016.
e. Untuk mengetahui hubungan indeks massa
tubuh dengan siklus menstruasi mahasiswi Stikes
Harapan Bangsa Purwokerto angkatan 2016.
KERANGKA TEORI
KERANGKA KONSEP
HIPOTESIS
Ho1 = Tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT)
dengan Premenstrual Syndrome (PMS) pada mahasiswi
angkatan 2016 Stikes Harapan Bangsa Purwokerto.
Ha1 = Ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan
Premenstrual Syndrome (PMS pada mahasiswi angkatan 2016
Stikes Harapan Bangsa Purwokerto.
Ho2 = Tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT)
dengan siklus menstruasi pada mahasisiwi angkatan 2016 Stikes
Harapan Bangsa Purwokerto.
Ha2 = Ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan
siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2016 Stikes
Harapan Bangsa Purwokerto.
RANCANGAN
Penelitian ini merupakan observasional
PENELITIAN analitik, Metode penelitian dengan
pendekatan cross sectional (potong
lintang)

Populasi yang dipakai dalam


penelitian ini adalah 251 mahasiswi
POPULASI &
dan sampel 154 yang terdiri dari
SAMPEL mahasiswi kebidanan DIII dan
keperawatan DIII, Keperawatan S1,
dan farmasi S1 angkatan 2016,
dengan teknik pengambilan sampel
yaitu Random Sampling..
DEFINISI OPERASIONAL
No Variabel Definisi Alat Ukur Parameter Skala
Operasional
1 Indeks Keadaan tubuh Timbangan Kategori IMT : Ordinal
Massa seseorang yang dihitung injak Kurus < 17,0-18,4
Tubuh dari perbandingan antara (bathroom
(IMT) berat badan dalam scale) dengan
Normal 18,5-25,0
kilogram dan tinggi ketelitian 0,1 Gemuk 25,1->27,0
badan dalam centimeter kg dan
microtoise
dengan
ketelitian 0,1
cm
2 Premenstru Keluhan-keluhan dan Kuesioner Kategori PMS : Ordinal
al tanda yang SPAF 1.Gejala ringan : skor 1-10
Syndrome dialami remaja putri 2.Gejala Sedang : skor 11-35
(PMS) yang berupa gejala fisik, 3.Gejala Berat : skor 36-60
psikologis, maupun
perilaku yang terjadi satu
minggu atau beberapa
hari menjelang
menstruasi.
3 Siklus perubahan fisiologis Kuesioner Kategori siklus menstruasi : Ordinal
Menstruasi dalam tubuh wanita yang 1.Siklus pendek< 21 hari
terjadi secara berkala 2.Siklus normal 21-35 hari
dan dipengaruhi oleh 3.Siklus panjang >35 hari
hormon reproduksi.
Timbangan (secca) dan pengukur tinggi
INSTRUMEN badan (microtoise)
PENELITIAN
Kuesioner PMS
Kuesioner siklus menstruasi

Tahap
mengump
ANALISA DATA
PENGOLAHAN ulkan
DATA data
Editing
Scoring
Data yang didapat akan dianalisa
Coding
secara uji statistik dengan
Tabulating
menggunakan program komputer.
Adapun analisa yang digunakan :
Analisa Univariat distribusi
frekuensi.
Analisa Bivariat uji chi square
ETIKA PENELITIAN

Informed consent
Anonimity
Confidentiality
PEMBAHASAN

ANALISA UNIVARIAT
Distribusi frekuensi berdasarkan IMT : kurus 30
(19,5%), normal 107 (69,5%), gemuk/ berat 17
(11,0%).
Distribusi frekuensi berdasarkan PMS : Kategori
ringan 27 (17,5%), kategori sedang 116 (75,3%),
kategori berat 11 (7,1%)
Distribusi frekuensi berdasarkan Siklus Menstruasi
: Siklus pendek 27 (17,5%), siklus normal107
(69,5%), siklus panjang 20 (13,0)
ANALISA BIVARIAT
hasil analisis dari uji chi square diperoleh nilai
tidak signifikan 0,220 (nilai p > 0,05). Hal ini dapat
dikatakan bahwa hasil penelitian menunjukan
tidak ada hubungan yang signifikan antara status
gizi (IMT) dengan premenstrual syndrome (PMS),
signifikan apabila nilai p < .
hasil analisis dari uji chi square diperoleh nilai
signifikan 0,012 (nilai p < 0,05). Hal ini dapat
dikatakan bahwa hasil penelitian menunjukan
terdapat hubungan yang signifikan antara status
gizi (IMT) dengan siklus menstruasi, signifikan
apabila nilai p < .
Keterbatasan penelitian
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini
adalah : dalam penelitian ini belum bisa
diungkapkan faktor lain selain status gizi yang
mempengaruhi premenstrual syndrome
antara lain stress, status hormon dan aktivitas
fisik dikarenakan keterbatasan alat dan alokasi
waktu penelitian. Selain hal tersebut populasi
dan jumlah sampel juga terbatas.
Saran
Data dari hasil penelitian ini diharapkan dapat
digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
menindak lanjuti pemberian pendidikan
kesehatan tentang upaya mengatasi status
gizi, premenstrual syndrome (PMS) dan siklus
menstruasi.
Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan bahan
kajian, peneliti selanjutnya diharapkan
meneliti sampai dengan menggunakan analisis
multivariat dan memperbanyak sampel/
populasi sehingga akan mengetahui faktor-
faktor apa saja yang paling berpengaruh
terhadap premenstrual syndrome dan siklus
menstruasi, serta mengembangkan teori-teori
yang ada sehingga dapat dijadikan referensi
dalam pendidikan kesehatan mengenai
reproduksi remaja dan permasalahannya.