Anda di halaman 1dari 14

Pelanggaran Etika Bisnis PT.

Megasari Makmur

Kewirausahaan dan Etika Bisnis

Agribisnis 2

PUTRI MAWADDAH SIAHAAN 150304057


NANDA ALIEFSA PUTRI 150304061
AINUN HABIBI HARAHAP 150304065
PUTRI KHOIROH 150304081
FANNY NAMIRA 150304088
POKOK BAHASAN

TEORI ETIKA BISNIS

PT. MEGASARI MAKMUR

KASUS PELANGGARAN

KESIMPULAN
TEORI ETIKA BISNIS
TEORI ETIKA BISNIS
MEMELIHARA
JANJI
INTEGRITAS KESETIAAN

KEJUJURAN KEADILAN
PRINSIP
ETIKA
MENGEJAR SUKA MEMBANTU
KEUNGGULAN

KEWARGANEGARAAN
YANG BERTANGGUNG
HORMAT
JAWAB

BERTANGGUNG
JAWAB
TEORI ETIKA BISNIS
TEORI ETIKA BISNIS

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


TERHADAP PELANGGAN

Melindungi hak-hak pelanggan yang berkaitan dengan :

Menyediakan produk (barang / jasa) dengan kualitas terbaik sesuai


tuntutan pelanggan
Memberikan harga produk yang adil dan wajar
Memperlakukan pelanggan secara adil dalam pelayanan
Menjamin keselamatan dan kesehatan

Menghormati martabat dalam promo produk

Menghormati keberadaan budaya pelanggan


TEORI ETIKA BISNIS
MENGHETAHUI
INFORMASI

KEAMANAN PENDIDIKAN
HAK
KONSUMEN

DIDENGAR MEMILIH
PT. MEGASARI MAKMUR

PT. Megasari Makmur didirikan pada tahun 1996, dengan pabrik


yang berlokasi di daerah Gunung Putri, Bogor Jawa Barat.
Perusahaan ini merupakan produsen salah satu kebutuhan rumah
tangga seperti obat nyamuk, tisu basah, pewangi ruangan,
pembungkus makanan (wrap), dan lain sebagainya. Salah satu
produk PT. Megarsari yang telah ramai diperbincangkan di
masyarakat yaitu produk obat nyamuk HIT
KASUS PELANGGARAN

HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata
sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos
(zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia).
Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di
pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang menganggu kesehatan
manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan,
gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung. Obat anti-
nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT
17 L (cair isi ulang).

Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megasari Makmur ke


Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu
seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat
keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk
HIT.
KASUS PELANGGARAN

Pasal 4, mengenai hak konsumen

Ayat 1 : hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi


barang dan/atau jasa.

Ayat 3 : hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan
jaminan barang dan/atau jasa.

Pasal 7, mengenai kewajiban pelaku usaha

Ayat 2 : memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi
dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan,
perbaikan dan pemeliharaan
KASUS PELANGGARAN

Pasal 8 mengenai hak perlindungan konsumen

Ayat 1 : Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang


dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang
dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan
SANKSI HUKUM

Pada akhirnya pihak produsen (PT. Megasari Makmur) menyanggupi untuk


menarik semua produk HIT yang telah dipasarkan dan mengajukan izin baru untuk
memproduksi produk HIT Aerosol Baru dengan formula yang telah disempurnakan,
bebas dari bahan kimia berbahaya. HIT Aerosol Baru telah lolos uji dan mendapatkan
izin dari Pemerintah. Sesuai Pasal 8 mengenai hak perlindungan konsumen yaitu :

Ayat 4 : Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2)
dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib
menariknya dari peredaran

Pada tanggal 08 September 2006 Departemen Pertanian dengan menyatakan


produk HIT Aerosol Baru dapat diproduksi dan digunakan untuk rumah tangga (N0.
RI. 2543/9-2006/S).Sementara itu pada tanggal 22 September 2006 Departemen
Kesehatan juga mengeluarkan izin yang menyetujui pendistribusiannya dan
penjualannya di seluruh Indonesia.
KESIMPULAN
1. Produk HIT yang di produksi oleh PT. Megarsari Makmur
telah merugikan banyak konsumenya, karena mereka lalai
memasukkan 2 zat beracun yang berbahaya bagi
kesehatan manusia. Berdasarkan undang-undang yang
telah dijabarkan pada analisa kasus maka HIT dinyatakan
melanggar hak perlindungan konsumen.

2. Pihak produsen (PT. Megasari Makmur) menyanggupi


untuk menarik semua produk HIT yang telah dipasarkan
dan mengajukan izin baru untuk memproduksi produk HIT
Aerosol Baru dengan formula yang telah disempurnakan,
bebas dari bahan kimia berbahaya. HIT Aerosol Baru telah
lolos uji dan mendapatkan izin dari Pemerintah. Pada
tanggal 08 September 2006 Departemen Pertanian dengan
menyatakan produk HIT Aerosol Baru dapat diproduksi dan
digunakan untuk rumah tangga (N0. RI. 2543/9-
2006/S).Sementara itu pada tanggal 22 September 2006
Departemen Kesehatan juga mengeluarkan izin yang
menyetujui pendistribusiannya dan penjualannya di seluruh
Indonesia.
TERIMA KASIH