Anda di halaman 1dari 17

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIZAR, MATARAM

SEMESTER V TA. 2013/2014


MODUL PENELITIAN KESEHATAN
KULIAH MASALAH PENELITIAN
DOSEN : dr. INDRADJID, MS.
WAKTU JANUARI 2014
I. PENDAHULUAN
Penelitian (riset) dilaksanakan dalam rangka mencari teori baru,
pengujian teori lama atau pemecahan masalah.
Penelitian pada hakekatnya adalah upaya untuk memahami dan
memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis dan logis.
Ilmiah diartikan kebenaran pengetahuan yang didasarkan pada fakta
emperis dan prinsip rasionalitas.
Rasionalitas adalah yang sesuai dengan logika dan akal yang sehat.
Emperis diartikan dapat beberapa kali diuji coba oleh peneliti lain
dengan hasil yang sama.
Dalam penelitian dikenal beberapa terminologi berpikir ilmiah, antara
lain premis mayor, premis minor, deduktif dan induktif.
Penelitian kesehatan memfokuskan pada masalah bidang kesehatan/
kedokteran baik kesehatan individu (bidang klinis/kedokteran) maupun
kesehatan kelompok individu (bidang kesehatan masyarakat).
Masalah-masalah bidang kesehatan banyak sekali macamnya karena
termasuk sistem sosial budaya yang berkaitan dengan pendidikan,
ekonomi, politik dan sebagainya.
II. METODE ILMIAH
Pertama kali disampaikan oleh John Dewey (How We Think-1910)
langkah langkah pemecahan masalah :
a. Adanya suatu masalah/kesulitan yang perlu dipecahkan.
b. Merumuskan atau membatasi masalah dengan mengumpulkan fakta-
fakta.
c. Mencoba mengajukan pemecahan masalah dalam bentuk hipotesis.
d. Menguji hipotesis yang diajukan melalui penelitian.
Almack (1939) :
Penelitian adalah proses penerapan metode ilmiah yang hasilnya
adalah ilmu (kebenaran).
Bahasan metode ilmiah meliputi langkah-langkah kriteria.
Kriteria meliputi :
a. Berdasar fakta
b. Bebas dari prasangka
c. Menggunakan prinsip analisis
d. Menggunakan hipotesis
e. Menggunakan ukuran objektif
Langkah-langkah meliputi :
a. Mengidentifikasi masalah
b. Pemilihan masalah
c. Menetapkan Tujuan Penelitian
d. Studi literatur
e. Merumuskan kerangka konsep penelitian uraian konsep-konsep
teoritis dan variabel-variabel yang akan diteliti.
f. Merumuskan hipotesis
g. Merumuskan Metode Penelitian
h. Pengumpulan Data
i. Mengelola dan menganalisis data
j. Membuat laporan penelitian.
III. MASALAH PENELITIAN
1. PENGERTIAN
Ada beberapa pengertian masalah :
Kesenjangan atau perbedaan antara kondisi
sekarang dengan kondisi yang diharapkan.
Perbedaan antara situasi yang ada (kenyataan)
dengan situasi yang diharapkan
Fakta-fakta negatif yang ditemukan, baik yang
bersifat abstrak, maupun yang dapat dideteksi
oleh panca indera.
Kesenjangan antara das Sollen dan das Sein
2. STRUKTUR MASALAH
a. Satu masalah tidak berdiri sendiri melainkan
terkait dengan masalah lain
b. Terdiri dari berbagai komponen, mulai dari inti
masalah (biasa disebut akar masalah) sampai
dengan masalah yang terkait dengan hubungan
sebab-akibat.
c. Struktur masalah bisa terbentuk melingkar
(bisa disebut lingkaran setan), berbentuk
linear/ lurus, atau berbentuk garis yang
bercabang.
3. BENTUK MASALAH
a. Bentuk yang abstrak, tidak terdeteksi oleh panca
indera (contoh : pimpinan kurang berwibawa,
situasi kurang menyenangkan)
b. Bentuk masalah yang terdeteksi oleh panca indera,
berupa fakta (kekurangan alat kerja, ruang kerja
panas
IV. IDENTIFIKASI MASALAH PENELITIAN
Masalah kesehatan terjadi apabila terdapat kesenjangan antara
apa yang seharusnya ada (das Sollen)dengan apa yang sekarang
nampak (das Sein). Dalam kenyataan sehari-hari,masalah dalam
bidang kedokteran atau kesehatan amatlah banyak. Pertanyaan
yang muncul adalah,apakah semua masalah tersebut dapat
diangkat menjadi masalah penelitian ? Sebagai contoh : Bahwa
di Indonesia sebagian besar pasien denga penyakit penyakit
jantung bawaan tidak dapat dioperasi, bukan merupakan
masalah penelitian,karena jawabannya sudah ada dan hanya
kekurangan uang dan fasilitas. Syarat-syarat menjadi maslah
penelitian dirumuskan oleh HULLEY & CUMMINGS dengan
akronim FINER (Feasible,Interesting,Novel,Ethical,Relevant)
- Feasible :- tersedia subjek penelitian
- tersedia dana
- tersedia waktu, alat dan keahlian.
- Interesting :-masalah hendaknya menarik bagi peneliti.
- Novel : (orisinal vs replikatif = mengulang)
-Membantah atau mengkonfirmasi pertemuan terdahulu
-Melengkapi, mengembangkan hasil penelitian terdahulu
-Menemukan sesuatu yang baru.
-Ethical : - Tidak bertentangan dengan etika (disetujui komisi etika medis
setempat )
-Relevan :- Bagi ilmu pengetahuan
- Bagi tata laksana pasien / kebijakan kesehatan.
- Untk dasar penelitian selanjutnya.
Relevansi seharusnya sudah dipikirkan pada awal penelitian. Setelah
menentukan topik penelitian,hendaknya penelitian membatasi diri pada
pertanyaan penelitian yang penting. Menjawab satu atau dua pertanyaan
penelitian yang penting jauh lebih berarti dari pada menjawab pertanyaan
yang kurang/tidak penting. Contoh,pada studi tentang kebiasaan
merokok,berapa jumlah rokok sehari tentunya relevan dengan masalahnya.
Namun apakah rokoknya dibeli di supermarket atau dikios rokok, tentunya
tidak terlalu relevan untuk dipermasalahkan. Hal ini perlu ditekankan karena
terlalu banyak pertanyaan dalam suatu penelitian akan menambah kesulitan
pembuatan disain,perhitungan besar sampel,interpretasi uji statistik serta
masalah lainnya(tambahan biaya,waktu,tenaga dll.
Uraian dalam identifikasi masalah mencakup hal-hal berikut :
a) Pembenaran (justification) mengapa masalah kesehatan tersebut perlu diteliti.
Dalam studi klinis maupun epidemiologis,perlu didasarkan beberapa hal :
- Besarnya masalah.
Insiden atau privalen penyakit yang tinggi tentunya jelas merupakan
masalah kesehatan. Insiden yang rendah namun bila menyebabkan
mortalitas yang bermakna juga merupakan masalah kesehatan.
- Waktu : -apakah masih berlangsung sampai sekarang.
- Area geografis dan demografis yang terkena.
- Karakteristik masyarakat yang terkena (kelompok rawan).
- Pemecahan terhadap penyebab masalah yang dilakukan masih perlu
dilakukan.
b) Pernyataan alternatif masalah dengan menyebut alasan mengapa alternatif
tersebut dipilih.
c) Sumber-sumber untuk identifikasi masalah
Laporan hasil penelitian (Kepustakaan).
Seminar, diskusi ilmiah, pertemuan ilmiah lainnya.
Pengamatan sepintas, misal dari mana penduduk pedesaan Y mendapat air
bersih atau air minum?
Pengalaman pribadi, misal pengalaman praktek klinik pribadi.
Lain-lain sumber : laporan berkala institusi kesehatan
d) Pemilihan masalah.
Biasanya dalam mengidentifikasikan masalah penelitian
ditemukan lebih dari satu masalah, maka perlu pertimbangan
mana yang lebih layak diteliti :
d.1. Pertimbangan dari arah masalahnya (obyektif).
Apakah akan memberikan sumbangan dalam pengembangan
teori dari dasar teoritis penelitiannya.
Apakah dapat memberikan pemecahan masalah yang lebih
praktis.
d.2. Pertimbangan dari arah penelitinya (subyektif) managebility :
Biaya yang tersedia.
Waktu yang dapat digunakan
Alat dan perlengkapan yang tersedia
Kemempuan teoritis dan penguasaan metode yang
diperlukan.
V. RUMUSAN MASALAH
Dari uraian identifikasi masalah perlu dirumuskan lebih spesifik,sehingga
permasalahan menjadi lebih jelas dan lebih terlokalisasi. Rumusan
masalah ini diperlukan untuk menuntun pada langkah-langkah selanjutnya.
Beberapa syarat dari rumusan masalah:
a) Dikemukakan dalam kalimat tanya (interogratif),diarahkan kepada hal-hal
yang bersifat lebih khas.
b) Substansi yang dimaksud hendaknya bersifat khas tidak bermakna ganda.
contoh pertanyaan :
- Bagaimanakah pengaruh pemberian obat A pada ventrikel kiri?-tidak
bersifat khas karena fungsi ventrikel kiri dapat dilihat dari pelbagai
aspek.
- Apakah pemberian obat A berhubungan dengan peningkatan curah
jantung?-bersifat lebih khas karena tidak dapat ditafsirkan lainnya.
c) Bila terdapat banyak pertanyaan,maka harus dipertanyakan secara
terpisah. Contoh penggabungan pertanyaan penelitian berikut ini sulit
untuk dijawab dengan satu hipotesis :
-Apakah pemberian kalium intravena akan menurunkan tekanan
darah,menaikkan frekwensi nadi,dan tidak berpengaruh pada penampilan
miokardium?Penguraian pertanyaan tsb menjadi tiga pertanyaan terpisah
akan lebih mudah dimengerti,diuji dengan uji hipotesis yang sesuai secara
terpisah.
d) Dapat memberi petunjuk tentang kemungkinannya
mengumpulkan data, untuk menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.
Perumusan masalah ini sebenarnya amat berkaitan dengan
garis besar isi latar belakang masalah yang menuliskan
adanya kesenjangan antara kenyataan yang ada ditempat
penelitian dengan keadaan yang seharusnya sesuai teori
mengenai apa yang akan diteliti.
Untuk jelasnya perumusan masalah ini, perhatikan contoh-
contoh berikut :
a) Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan
perilaku penduduk membuang sampah di kali Jangkuk,
Mataram.
b) Apakah ada hubungan antara tingkat sosial ekonomi
dengan perilaku penduduk membuang sampah di kali
Jangkuk, Mataram.
c) Apakah mengajar dengan metode diskusi tutorial lebih
berhasil dibanding metode kuliah konvensional pada
mahasiswa FK. Unizar.
d) Apakah ada hubungan antara nilai ujian masuk P.T.
dengan indeks Prestasi belajar mahasiswa.
e) Faktor-faktor apa yang menyebabkan tingginya AKB di
NTB.
VI. YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH PENELITIAN
A. JUDUL PENELITIAN
Merupakan pencerminan dari tujuan penelitian yang
dirumuskan dari masalah penelitian.
B. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian merupakan jawaban sementara dari
pertanyaan-pertanyaan penelitian
sehinggamencerminkan masalah penelitian.
Tujuan penelitian adalah suatu indikasi ke arah mana
atau data apa yang akan dicari melalui penelitian.
Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan
yang konkret yang dapat diamati (observable) dan dapat
diukur (measurable).
Penulisan tujuan penelitian dibedakan tujuan khusus
merupakan penjabaran tujuan umum.
C. HIPOTESIS
Hipotesis ialah pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan
penelitian (rumusan masalah penelitian),yang harus diuji kesahihannya
secara empiris. Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis,misal survei
atau studi exploratif yang tidak mencari hubungan antar variabel,jadi hanya
bersifat deskriptif,tidak memerlukan hipotesis. Pada studi kedokteran
umumnya mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel
tergantung,jadi memerlukan hipotesis. Persyaratan untuk formulasi
hipotesis :
a. Dalam kalimat deklaratif yang jelas dan sederhana
b. Mempunyai landasan teori yang kuat,ada dasar pengalaman dan dari
sumber ilmiah lain yang kuat.
c. Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dengan satu atau
lebih variabel bebas,(analisis multivariat)
contoh:-Tingkat pendidikan ibu berhubungan dengan pertumbuhan anak.
d. Memungkinkan diuji secara empiris.
e. Rumusan harus khas dan menggambarkan variabel-variabel yang diukur.
Rumusan yang terlalu umum atau bermakna ganda harus dihindarkan.
Contoh : Pemberian obat A dapat memperbaiki fungsi pencernaan (yang
mana ? digesti, absorbsi atau ekskresi).
f. Dikemukakan apriori dikemukakan sebelum penelitian dimulai
(sebelum data terkumpul)
Referensi :
Azwar, A etal (2003) : Metodologi Penelitian. Binarupa Aksara,
Jakarta
Machfoedz, I etal (2005) : Metodologi Penelitian Kesehatan.
Penerbit Fitramaya, Yogyakarta
Notoatmodjo, S (2003) : Metodologi Penelitian Kesehatan, Ed.
Rivisi. Rineka Cipta, Jakarta
Sevilla, C. G. etal (1993) : Pengantar Metode Penelitian. Alih
Bahasa : Alimuddin Tuwu. Penerbit UI, Jakarta
Suryabrata, S (2004). Metodologi Penelitian Ed. 2, Raja
Grafindo Persada, Jakarta