Anda di halaman 1dari 15

PRINSIP STAFFING

Ns. Eka Hadrayani, S.Kep., M.Kep


DEFENISI
Staffing adalah salah satu fungsi manajemen
yang melakukan penarikan, penyeleksian,
pengembangan dan penggunaan Sumber Daya
Manusia (SDM) untuk pencapaian tujuan
organisasi secara efektif dan efisien.
Hubungan staffing dengan pengorganisasian
:
Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal yang
menampung berbagai kegiatan yang harus dilakukan pada
suatu organisasi. Sedangkan staffing berhubungan dengan
penerapan orang-orang yang memangku masing-masing
jabatan yang terdapat didalam organisasi.
Jika diibaratkan sebuah kendaraan..
pengorganisasian menyiapkan kendaraan, sedangkan
staffing mengisi pengemudinya
Ketika manajer melaksanakan fungsi staffing, hal itu akan
sangat berpengaruh terhadap tingkat pencapaian tujuan
(kinerja organisasi)
Prinsip Staffing :
mengarahkan karyawan yang tepat untuk
berkontribusi terhadap pencapaian tujuan
dalam sistem manajemen.
" The Right Man on The Right Place"
Prinsip-prinsip STAFFINGMenurut Harold Koontz :

1
Cont
4
Cont
7
Proses Staffing :
Perencanaan kebutuhan SDM
Recruitment (penarikan tenaga kerja)
Pelatihan dan Pengembangan
Pemberian kompensasi
Pemeliharaan
Integrasi pengusaha dan karyawan untuk
menjadi partner kerja
PHK
PENGEMBANGAN STAFF
NS. EKA HADRAYANI, S.KEP., M.KEP
Defenisi
Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan
kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral
karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau
jabatan melalui pendidikan dan pelatihan.
Pengembangan yang mengacu pada masalah staf dan
personil adalah suatu proses pendidikan jangka panjang
menggunakan suatu prosedur yang sistematis dan
terorganisasi sehingga manajer belajar pengetahuan
konseptual dan teoritis untuk tujuan umum.
Tujuan Pengembangan Staf
Meningkatkan produktivitas dan taraf prestasi tenaga kerja;
Memelihara dan meningkatkan kecakapan dan kemampuan
dalam menjalankan tugas atau pekerjaan baik pekejaan lama
maupun baru, baik dari segi peralatan maupun metode;
Memperkecil kesahalan tenaga kerja dalam pelaksanaan
pekerjaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan
efisiensi tenaga kerja;
Meningkatkan ketepatan dalam perencanaan SDM;
Meningkatkan semangat kerja;
Menarik dan menahan karyawan yang berkualitas.
Karateristik Pengembangan Staf
Sasaran hasil : peningkatan kinerja jangka panjang;
Orientasi : kebutuhan perubahan terencanaatau
tidak terencana;
Efek terhadap karir : keterkaitan dengan karir relatif
tinggi;
Jangka waktu pelaksanaan : relatif lama;
Peserta : tenaga kerja manajerial;
Materi : berkaitan dengan keterampilan
pengetahuan konseptual dan teoritis.
Unsur-unsur Pengembangan Kompetensi
SDM
Pengembangan kompetensi SDM yang
mencakup dalam tiga aspek, yaitu:
(1) kognitif
(2) psikomotor
(3) afektif
Usaha-usaha pengembangan kompetensi SDM
yang dimaksud bisa berupa pendidikan,
pelatihan, dan pengalaman kerja.
Dengan diadakannya pendidikan, pelatihan, dan pengalaman
kerja maka diharapkan suatu perusahaan atau organisasi
mampu:
Memperbaiki kinerja.
Suatu organisasi yang melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja kepada anggotanya, maka
anggota dalam organisasi tersebut dapat memperbaiki kinerjanya secara efektif dan efisien.
Membantu karyawan baru.
Pendidikan dan pelatihan sangat diperlukan oleh karyawan baru dalam melaksanakan tugas barunya. Dari
pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh perusahaan, membantu karyawan baru dalam mengenali dan
memahami lingkungan kerjanya, mengetahui apa yag seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan.
Meningkatkan kepekaan.
Ketika terjadi sesuatu yang mengancam suatu organisasi, SDM yang kompeten akan mengetahui apa yang akan
terjadi pada organisasinya. Sehingga dengan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerjanya mereka akan
mencari solusi untuk menghindari ancaman tersebut.
Mempersiapkan promosi.
SDM yang telah mengikuti pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja akan memiliki kompetensi yang lebih
besar daripada SDM yang tidak mengikuti pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja. Sehingga SDM yang
telah mengikuti usaha pengembangan kompetensi dapat membaca
situasi yang terjadi dan dapat menentukan kebutuhan apa yang sedang diharapkan oleh masyarakat luar.
Sehingga mereka dapat menentukan promosi apa yang sedang dibutuhkanlah masyarakat saat itu.
Mengembangkan individu.
Pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja dapat mengembangkan kompetensi individu baik di bidang
pengetahuan maupun keterampilan.
Metode-metode Pelatihan dan
Pengembangan
Coaching atasan memberi arahan pada bawahan dalam
pekerjaan rutin mereka;
Planned Progression pemindahan karyawan dalam
saluran yang ditentukan melalui tingkatan organisasi yang
berbeda;
Rotasi Jabatan pemindahan karyawan melalui jabatan-
jabatan yang bervariasi;
Penugasan Sementara bawahan ditetapkan pada posisi
manajemen tertentu dengan jangka waktu yang ditetapkan;
Sistem penilaian prestasi formal.