Anda di halaman 1dari 15

Endapan Residu

Oleh:
Wike Rosalina
(111.140.092)
Kelas E
Skema peoses endapan residual
Adanya hostrock berupa batuan beku atau metamorf,
mengalami pelapukan berupa penghancuran, baik karena
tekanan ataupun pelapukan alami (cuaca dan iklim) dan
hancur berubah menjadi butiran-butiran (grain). Butiran-
butiran tersebut akan menumpuk dicekungan tepat dimana
batuan asalnya. Lalu mengalami proses sedimen yaitu
kompaksi dan sedimentasi.
Endapan sedimen ini umumnya membawa endapan lain
yaitu berupa bahan galian dalam bentuk unsur -unsur
kimia yang terkandung dalam mineral. Badan bijih yang
terkandung di dalam residual deposit yaitu badan bijih
yang terbentuk akibat perombakan batuan-batuan yang
mengandung mineral bijih dengan kadar rendah,
kemudian mengalami pelapukan dan pelarutan serta
pelindian, dan selanjutnya mengalami pengayaan relatif
hingga mencapai kadar yang ekonomis.
Laterit Bauksit
LOKASI PENELITIAN
Wilayah penelitian berada di daerah Kenco, Kabupaten
Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Secara geografis daerah
penyelidikan terletak pada koordinat geografis 10901536,06
sampai dengan 10902959,79Bujur Timur dan 003109,76
sampai dengan 003801,52 Lintang Selatan, dengan luas
wilayah 564 Ha.
Bauksit yang terbentuk adalah jenis gibsit yang terbentuk pada
lapisan tanah andosol dan catena.
Setiap batuan dasar memiliki karakteristik bauksit tertentu
diantaranya :
Granodiorit menghasilkan tanah laterit berwarna merah bata dengan
tekstur bauksit agak kasar terdapat mineral kuarsa berukuran 1-
3mmdengan ketebalan lapisan saprolit 7-10m,
Diorit kuarsa membentuk endapan tanah laterit berwarna kuning
keorange-an dengan kondisi batuan/sampel lebih halus dengan
mineral yang cenderung lepas dengan ketebalan lapisan saprolit 4-
8m, dan
Diorit menghasil kan warna tanah cenderung coklat hingga coklat
gelap dengan tanah laterit berwarna kuning.

Pembentukan ketebalan bauksit ini sangat tergantung kepada


morfologi dimana penebalan pada bagian miring dengan kelerengan
25o, sedangkan pada lembah dan puncak bukit mengalami
penipisan
Ganesa Laterit Bauksit
Unsur senyawa yang diperhatikan merupakan ikatan
pengayaan unsur tunggal yang bereaksi terhadap media air
dan mengendapkan senyawa baru, dalam pertambangan
bauksit senyawa tersebut adalah Aluminium trihidrat (Al2O3),
Besi trihidrat (Fe2O3), Silikat oksida (SiO2), Titanium oksida
(TiO2) dan Total silikat (R-SiO2). Intensifnya perkembangan
laterit di daerah tropis basah menyebabkan terbentuknya
tanah laterit.
Pada umumnya proses laterisasi pada bauksit terdiri dari
beberapa tahapan, yaitu pelarutan, transportasi, dan
pengendapan kembali mineral.
Faktor yang memperngaruhi
pembentukan endapan residu:
Hostrock
Iklim, yaitu iklim tropis
Vegetasi
Stabilitas tektonik
Relief topografi
Latar belakang geomorfologi
waktu
Hostrock
untuk residual iron deposit, hostrock berupa batuan ultra-basa
dengan kandungan almuminium rendah seperti nikel, dunite,
peridotit dan piroksenil, dan
untuk residual bauxite deposit, batuan pembawa feldspar dan
feldspatoid itu penting (Ozkocak, 1963, 1980; Cornwall, 1973).

Iklim
deposit ini terbentuk pada daerah yang memiliki iklim tropis.
Person (1970) menunjukkan hubungan antara temperature dan
presipitasi pada pembentukan lateritic pada temperature rata-
rata dan hujan rata-rata masing-masing antara 18.3-30.0 derajat
dan 50.8-228.6 centimeter.
Vegetasi
Tanaman yang mati menghasilkan larutan asam humus yang
menyebabkan dekomposisi batuan dan mengubah pH larutan
dalam tanah.
Asam humus ini akan berpengaruh terhadap proses leaching
dalam pengkayaan unsur.
Ketika asam humis/humik hadir dalam airtanah, ratio besi
terhadap silika dalam pelurutan meningkat pada suhu dibawah
20oC dan menurun diatas termperatur tersebut.
Dekomposisi asam humik ini akan sangat efektif untuk me-
leaching silika dari soil tetapi ferric iron secara signifikan tidak
terpengaruh
Stabilitas tektonik
Tektonik ini tidak mempengaruhi pembentukan endapan residul
secara mineralogi, namun pergerakan tektonik lah yang
mengangkat batuan naik di atas sealevel.

Relief topografi
Endapan residu akan memiliki ketebalan yang optimal apabila
berada pada kelerengan yang berkisar antara 50-250. Pada
kelerengan yang relatif curam, endapan yang terbentuk akan
berupa lapisan tipis.
Pengkayaan bijih besi dibagi dalam dua prinsip, yaitu:
Leaching silika, karbonat, dan gangue mineral.
Pengkayaan besi oleh proses oksidasi, akumulasi redual dan
deposisi mineral oksida besi.
Leaching silika, carbonat dan gangue
mineral
Proses leaching dan pengayaan dilakukan oleh sirkulasi
airtanah pada zona berpori dalam sepanjang patahan, rekahan
ataupun lipatan, serta oleh pelapukan dibawah kondisi iklim
tropis.
Solubilitas silika meningkat seiring dengan peningkatan suhu,
yang menyebabkan peningkatan pH, sedangan ferric iron tidak
mudah larut dan secara partikular stabil dibawah kondisi pH
dan Eh yang tinggi.
Menyebabkan hilangnya silika dan meninggalkan besi residual.
Nikel Laterit
Istilah "laterite" bisa diartikan sebagai endapan yang kaya akan
iron-oxide, miskin unsur silica, dan secara intensif ditemukan
pada endapan lapukan di iklim tropis. Ada juga yang mengartikan
nikel laterit sebagai endapan lapukan yang mengandung nikel dan
secara ekonomis dapat di tambang. Batuan induk dari endapan
Nikel Laterit adalah batuan ultrabasa, umumnya harzburgite
(peridotite yang kaya akan unsur ortopiroksen), dunite, dan jenis
peridotite yang lain.
TERIMAKASIH