Anda di halaman 1dari 24

Stress yang

Diperberat
Pekerjaan
MALAURA
Skenario 7
Seorang perempuan usia 30 tahun, datang ke
klinik anda dengan keluhan utama mual
berulang sejak 1 bulan yang lalu.

Rumusan Masalah :
Perempuan usia 30 tahun dengan keluhan
mual berulang sejak 1 bulan lalu
Mind Map
Pajanan yang
dialami cukup
besar
Hubungan Pajanan
dengan Penyakit Faktor Individu

Pajanan yang Faktor Lain di Luar


Dialami Pekerjaan

Seorang
perempuan
dengan
keluhan Diagnosis
Diagnosis klinik
mual dan Okupasi

pusing
Anamnesis
Indetitas Pekerjaannya karyawan
Nama , Usia, Alamat, Status bagian administrasi . Berkerja
perkawinan, pekerjaan
Sudah sejak 1 bulan lalu
Keluhan utama
Keluhan utama : mual
Keluhan tambahan berulang sejak 1 bulan
Faktor yang memperberat Keluhan tambahan: pusing &
Riwayat penyakit dahulu sulit tidur
Riwayat penyakit keluarga Faktor yang memperberat :
Riwayat pengobatan Muntah, Nyeri perut, Demam,
Siklus haid
sudah 3 kali berobat
Pem. Fisik Pem.Penunjang

Kesadaran Darah lengkap


Keadaan umum Rontgen abdomen
Tanda-tanda vital Endoskopi
pem.Fisik abdomen.
Inspeksi

Palpasi

Perkusi

Auskultasi
WD: stress yang diperberat oleh pekerjaan
stress pada pekerja terjadi karena interaksi pekerja
dengan pekerjaan atau lingkungan kerja, yang ditandai dengan
penolakan diri sehingga terjadi penyimpangan secara
fungsional
stress kerja sebagai suatu kondisi yang disebabkan oleh
transaksi antara individu dengan lingkungan kerja, sehingga
menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan yang berasal dari
situasi dengan sumber daya sistem biologis, psikologis dan
sosial
Langkah-langkah
Mendiagnosis Penyakit Akibat Kerja

1. Diagnosis Klinik

2. Pajanan yang dialami


Faktor fisik
Faktor biologis
Faktor kimia Ergonomis atau fisiologis
Faktor mental dan Psikologis

3. Hubungan Pajanan dengan penyakit


4. Pajanan yang dialami cukup besar

5. Peranan faktor individu

6. Faktor lain di luar pekerjaan

7. Diagnosis okupasi
Mekanisme Stress Akibat Kerja

stress pada pekerja terjadi karena interaksi pekerja dengan


pekerjaan atau lingkungan kerja, yang ditandai dengan penolakan
diri sehingga terjadi penyimpangan secara fungsional
stress kerja sebagai suatu kondisi yang disebabkan oleh transaksi
antara individu dengan lingkungan kerja, sehingga menimbulkan
persepsi jarak antara tuntutan yang berasal dari situasi dengan
sumber daya sistem biologis, psikologis dan sosial
Stress dengan berbagai dimensinya dapat

dikonseptualisasikan dalam berbagai sudut


pandang, diantaranya:
1. stress dipandang sebagai suatu stimulus atau variabel
bebas yang mempengaruhi keberadaan individu

2. stress dipandang sebagai respon atau variabel tergantung

3. stress merupakan hasil interaksi individu dengan


lingkungan
Diagnosis Klinik

guru lingkungan baik

makan teratur dan istirahat cukup 3 bulan yang lalu menjadi wali kelas di

diketahui ada penggunaan kontrasepsi salah satu SMA favorit.

hubungan dengan atasan pemeriksaan fisik: dalam batas-batas

teman sekerja, dan murid baik


normal.

Pemeriksaan laboratorium: dalam


telah mengajar kurang lebih 5 tahun
batas-batas normal.
bekerja 8 jam sehari dan bertambah

setelah menjadi wali kelas

tidak merasa memiliki masalah di

rumah
Pajanan yang Dialami

Berdasarkan anamnesis diduga pajanan pasien

adalah secara psikososial yaitu merasa terbeban


diangkat menjadi wali kelas di salah satu sekolah
favorit meskipun perempuan tersebut sudah
menolak akan tetapi karena kekurangan SDM
sehingga dia menerimanya.
Hubungan Pajanan dengan Penyakit

apakah gejala mual dan pusing tersebut semakin

berat

apakah hilang timbul, dan merasa lebih baik ketika

dalam keadaan apa

didapatkan mual dan pusing terjadi di pagi hari dan

berkurang ketika saat pulang.


Pajanan yang Dialami Cukup Besar

Efek yang timbul = jumlah pajanan yang di terima.

perlu diperhatikan patofisiologi stress terhadap

dampaknya baik individu dan perusahaan (dalam


hal ini sekolah) sesuai literatur untuk membantu
menegakkan diagnosis.
Peranan Faktor Individu

status kesehatan (riwayat alergi, riwayat keluarga

yang mengakibatkan penderita lebih rentan/lebih


sensitif terhadap pajanan yang dialami, kebersihan
personal, kepatuhan dalam menaati peraturan terkait
tempat kerja penderita, kebiasaan berolahraga)
Faktor Lain di Luar Pekerjaan

hal-hal yang dilakukan oleh individu diluar pekerjaan

yang memungkinkan memperberat penyakit

kebiasaan individu sehari-hari (merokok, minum

minuman beralkohol, jarang makan makanan sehat)

ada atau tidak adanya pajanan di rumah

hobi individu, apakah individu memiliki pekerjaan

sampingan selain pekerjaan utama.


Diagnosis Okupasi

Berdasarkan keenam langkah-langkah yang telah

dilakukan, maka penderita mengalami stress


yang diperberat oleh pekerjaan.
Dampak
Subjektif: Perilaku
Kecemasan penyalahgunaan
Acuh
obat/narkoba
reaksi meledak-ledak
Agresif
merokok berlebihan
Bosan
Alkoholik
Depresi
kognitif:
Gugup
ketidakmampuan mengambil
Terisolir
keputusan secara jelas
sulit konsentrasi
peka kritik
rintangan mental
fisiologis dan
kesehatan:
meningkatnya kadar Organisasi:
gula ketidakpuasan kerja
denyut jantung
menurunnya
tekanan darah produktivitas
tubuh panas dingin keterasingan dengan
meningkatnya rekan sekerja
kolesterol
Penatalaksaan

Medika mentosa
Mual: ondansetron, domperidon

Pusing: asetaminofen, ibuprofen

Non medika mentosa


Edukasi

Menyesuaikan beban kerja dengan kemampuan

Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman

Relaksasi dan meditasi


Manajemen

Upaya-upaya yang bersifat individual


modifikasi perilaku
mengelola waktu secara baik
khusus untuk waktu-waktu senggang sebaiknya
dimanfaatkan untuk relaksasi atau latihan fisik yang
bersifat rekreatif.
Manajemen

Upaya-upaya yang bersifat organisatoris sangat erat terkait


dengan bidang pekerjaan yang ditekuni. Oleh karena itu,
penempatan kerja sesuai dengan kemampuannya
menspesifikasi tujuan dan antisipasi hambatan
meningkatkan komunikasi organisasi secara efektif untuk
membentuk persepsi yang sama terhadap tujuan pekerjaan
menghindari ketidakpastian peran
penciptaan iklim kerja yang sehat
restrukturisasi jabatan/pekerjaan
training/upgrading pengembangan profesi merupakan
upaya yang konstruktif untuk meminimalkan
terjadinya stress kerja.
Penutup

Stress dapat dialami oleh setiap orang dan dapat


diakibatkan berbagai faktor. Dalam kasus ini perempuan yang
berprofresi sebagai guru mengalami stress yang diperberat
oleh karena pekerjaan yang dimaksukkan ke dalam kategori
pengaruh psikologis. Dampak yang terjadi dapat
mempengaruhi diri sendiri dan juga sekolah di mana
perempuan tersebut mengajar. Perlu penaganan yang tepat
baik untuk individu dan pajanan disekitarnya.