Anda di halaman 1dari 28

Kromatografi Cair

Kromatografi Cair
Kromatografi adalah kromatografi dengan fasa
gerak berupa zat cair.

PROSES-PROSES DISTRIBUSI FASA


Adsorpsi

Pertukaran Ion

Partisi Cair - Cair


ADSORPSI
Adsorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu
campuran dengan cara pengikatan bahan tersebut
pada seluruh bagian adsorben cair yang diikuti
dengan pelarutan.
ADSORBEN

Persyaratan adsorben :
Memiliki daya melarutkan bahan yang akan
diabsorpsi yang sebesar mungkin (kebutuhan
akan cairan lebih sedikit, volume alat lebih kecil).
Selektif
Memiliki tekanan uap yang rendah
Tidak korosif
Mempunyai viskositas yang rendah
Stabil secara termis
Murah
Alat Absorpsi Secara Skematis
Prinsip Pemisahan Ion
Untuk memisahkan sejumlah anion dan kation satu
sama lainnya. Anorganik kation dipisahkan pada kolom
resin pemisah kation, sementara anorganik anion
dipisahkan pada kolom resin pemisah anion.

Resin Pemisah Ion


Contoh

Pemisahan ion
Na+, NH4+, K+, Mg2+ dan Ca2+

Resin-SO3-H+ + Na+, NH4+, K+, Mg2+, Ca2+


Resin-SO3-Na+, NH4+, K+, Mg2+, Ca2+ + H+
Partisi Cair - Cair
Teknik ini tergantung pada partisi zat padat diantara
dua pelarut yang tidak dapat bercampur salah satu
diantaranya bertindak sebagai fasa diam dan yang
lainnya sebagai fasa gerak.
Kromatografi Cair-Cair
Ada dua macam sistem penggunaan dalam
kromatografi cair-cair :

1. kromatografi fasa normal


fase gerak non polar ( ex: heksana, isopropil-eter)
fase diam sangat polar (ex: air)

digunakan untuk memisahkan senyawa polar, sebab


senyawa polar akan tertahan lebih lama didalam
kolom yang polar, sedangkan senyawa yang non-
polar akan keluar lebih awal dari dalam kolom
2. Kromatografi fasa terbalik
fase gerak polar ( ex: air, metanol)
fase diam non polar (ex: hidrokarbon oktadekana)
digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa non
polar.

Analisa Kualitatif
Dasarnya adalah waktu retensi atau volume retensi
suatu senyawa.
Membandingkan t atau V senyawa dalam sampel yang
dianalisis dengan t atau V suatu senyawa standar (yang
telah diketahui)
Analisis Kuantitatif
Metode pengukuran tinggi puncak
Tinggi puncak suatu kromatogram akan sebanding
dengan kadar senyawa yang membentuk
kromatogram tersebut. Pengukuran tinggi puncak
didasarkan pada rumus pengukuran tinggi suatu
segitiga, yaitu suatu garis tegak lurus dari titik tengah
alas kromatogram sampai dengan perpotongan sisi
segitiga kromatogram tersebut.

Metode pengukuran luas puncak


Dapat memberikan hasil yang lebih akurat jika
dibandingkan dengan cara pengukuran tinggi puncak.
Luas puncak diukur seperti menghitung luas segitiga
yaitu :
Luas puncak Kromatogram = x alas x tinggi
Rumus tersebut memberikan hasil yang baik jika
kromatogramnya berbentuk lancip. Cara lain
menggunakan rumus :

Luas puncak Kromatogram = tinggi x lebar pada puncak


Metode gunting dan timbang
Kromatogram yang telah digambarkan pada kertas
digunting sesuai bentuknya, kemudian guntingan-
guntingan kertas kromatogram ini ditimbang. Berat
dari masing-masing guntingan kromatogram ini
akan sebanding dengan kadar senyawa yang
membentuk kromatogram tersebut.

Metode Integrator
Integrator adalah peralatan elektronik yang sering
dijumpai pada peralatan kromatografi yang modern.
Alat ini akan mengubah tanda-tanda listrik dari
detektor menjadi suatu gambaran kromatogram
sekaligus menghitung luas kromatogram yang
dibentuk secara elektronik
Kromatografi Kertas
fase diam kertas serap
Fase gerak pelarut atau campuran pelarut yang
sesuai.
Jarak relative pada pelarut disebut sebagai nilai Rf. Untuk
setiap senyawa berlaku rumus sebagai berikut:

Rf=jarak yang ditempuh oleh senyawa


jarak yang ditempuh oleh pelarut
Kromatografi Kertas Dua Arah
Digunakan dalam menyelesaikan masalah
pemisahan substansi yang memiliki nilai Rf yang
sangat serupa.
Menggunakan dua pelarut yang berbeda
Kromatografi Lapis Tipis

Menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alumina yang


seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam atau
plastik yang keras.

Fase diam Jel silika (atau alumina) atau substansi yang


dapat berpendarflour dalam sinar ultra violet.

Fase gerak pelarut atau campuran pelarut yang


sesuai.
Lanjutan
Sebuah garis menggunakan pinsil
digambar dekat bagian bawah lempengan
dan setetes pelarut dari campuran
pewarna ditempatkan pada garis itu.

Ketika bercak dari campuran itu


mengering, lempengan ditempatkan
dalam sebuah gelas kimia bertutup berisi
pelarut dalam jumlah yang tidak terlalu
banyak. Perlu diperhatikan bahwa batas
pelarut berada di bawah garis dimana
posisi bercak berada.

Menutup gelas kimia untuk


meyakinkan bawah kondisi dalam
gelas kimia terjenuhkan oleh uap dari
pelarut. Untuk mendapatkan kondisi
ini, dalam gelas kimia biasanya
ditempatkan beberapa kertas saring
yang terbasahi oleh pelarut. Kondisi
jenuh dalam gelas kimia dengan uap
mencegah penguapan pelarut.
Perhitungan nilai Rf

Nilai Rf untuk setiap warna


dihitung dengan rumus
sebagai berikut:

Sebagai contoh, jika


komponen berwarna merah
bergerak dari 1.7 cm dari garis
awal, sementara pelarut
berjarak 5.0 cm, sehingga nilai
Rf untuk komponen berwarna
merah menjadi:
Penggunaan kolom
Misalnya memisahkan campuran dari dua senyawa yang
berwarna, yaitu kuning dan biru. Warna campuran yang
tampak adalah hijau.
Pertama penutup kran dibuka untuk membiarkan pelarut yang
sudah berada dalam kolom mengering sehingga material
terpadatkan rata pada bagian atas, dan
kemudian tambahkan larutan secara hati-hati dari bagian
atas kolom.
Lalu buka kran kembali sehingga campuran berwarna
akan diserap pada bagian atas material terpadatkan,
sehingga akan tampak seperti gambar disamping.
menamambahkan pelarut baru melalui bagian atas kolom,
jangan sampai merusak material terpadatkan dalam
kolom.
Lalu buka kran, supaya pelarut dapat mengalir melalui
kolom, kumpulkan dalam satu gelas kimia atau labu
dibawah kolom. Karena pelarut mengalir kontinyu, anda
tetap tambahkan pelarut baru dari bagian atas kolom
sehingga kolom tidak pernah kering.
Perubahan yang mungkin terjadi sejalan perubahan waktu
High Performance Liquid Chromatography
(HPLC)

Peralatan HPLC secara prinsip terdiri dari :


Tempat pelarut
Pompa
Tempat injeksi sampel
Kolom
Detektor
Rekorder
1. Fasa mobile (pelarut)
pelarut yang digunakan harus dilakukan degassing untuk
mengeluarkan gas terlarut yang tidak diinginkan.

2. Sistem pompa
ada dua jenis pompa, yang mendasari pemakaiannya yaitu
: tekanan tetap dan volume tetap.

3. Flow controller (pengendali aliran)


untuk menstabilkan aliran fasa mobile akibat adanya
perubahan tekanan gas, temperatur dan viskositas.

4. Kolom
Tidak memerlukan temperatur yang tinggi, karena sifat
ikatan kimia terhadap fasa stasioner sangat sensitif terhadap
temperatur yang tinggi.
5. Detektor
karakteristik detektor untuk HPLC
- sensivitasnya tinggi
- respon yang menyeluruh terhadap sampel
- tidak meruska sampel
- tidak sensitif terhadap perubahan temperatur dan
kecepatan aliran fasa mobile
- dapat beroperasi secara terus menerus.

6. Rekaorder
Mengeluarkan output berupa kromatogram.
Keuntungan HPLC
Cepat
Resolusi
Sensitivitas detektor
Kolom yang dapat digunakan kembali
Ideal untuk zat bermolekul besar dan
berionik
Mudah rekoveri sampel
SEKIAN DAN TERIMAKASIH