Anda di halaman 1dari 12

Oleh

KMKP
RS PKU MUHAMMADIYAH SEKAPUK
* pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk
menyelamatkan pasien (first, do no harm)
* dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan
kesehatan khususnya di rumah sakit menjadi semakin kompleks
dan berpotensi terjadinya Kejadian Tak Diharapkan
* Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk terdapat ratusan
macam obat, bermacam tes dan prosedur, banyak alat dengan
teknologinya, bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi
yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus.
Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak
dikelola dengan baik dapat terjadi KTD.

*
1. Hak pasien
2. Mendidik pasien dan keluarga
3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
4. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk
melakukan evaluasi dan program peningkatan
keselamatan pasien
5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan
pasien
6. Mendidik staf tentang keselamatan pasien
7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai
keselamatan pasien
1. Ketepatan identifikasi pasien
2. Peningkatan komunikasi yang efektif
3. Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai
4. Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur,
tepat-pasien operasi
5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan
6. Pengurangan risiko pasien jatuh
* Kesalahan karena keliru dalam mengidentifikasi pasien dapat terjadi
di hampir semua aspek/tahapan diagnosis dan pengobatan, bisa
terjadi pada pasien yang dalam keadaan terbius/tersedasi, mengalami
disorientasi, tidak sadar, bertukar tempat tidur/kamar/ lokasi di
rumah sakit, adanya kelainan sensori, atau akibat situasi lain.
* Gelang identifikasi pasien adalah gelang tangan identifikasi yang
dipasangkan kepada pasien secara individual yang di gunakan sebagai
identitas pasien selama di rawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Sekapuk
* prosedur yang membutuhkan identifikasi pasien:
1). Pemberian obat-obatan
2). Prosedur pemeriksaan radiologi (rontgen, dan sebagainya )
3). Intervensi pembedahan dan prosedur invasif lainnya
4). Transfusi darah
5). Pengambilan sampel( misalnya darah, tinja, urin, dll)

*
*Komunikasi efektif: tepat waktu, akurat, lengkap,
jelas
*Komunikasi antar petugas (lisan dan via telepon)
*S: situation
*B : Background
*A: Assesment
*R:Recommendation (write read back
confirmation closing)

*
* Obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert
medications): obat yang sering menyebabkan
terjadi kesalahan/kesalahan serius (sentinel event),
obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak
yang tidak diinginkan (adverse outcome)
* (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/NORUM, atau
Look Alike Sound Alike/LASA)
* elektrolit konsentrat (kalium klorida, kalium fosfat,
natrium klorida lebih pekat dari 0.9%, magnesium
sulfat)
* Insulin

*
* Site marking (penandaan lokasi operasi)
* checklist keselamatan pembedahan selama
pembedahan: sebelum induksi anestesi (sign
in), waktu setelah induksi dan sebelum
pembedahan (time out) dan waktu selama atau
pada saat setelah penutupan luka tetapi
sebelum memindahkan pasien dari ruang
operasi (sign out).

*
*
* rumah sakit perlu mengevaluasi risiko pasien
jatuh dan mengambil tindakan untuk
mengurangi risiko cedera bila sampai jatuh.
Evaluasi bisa termasuk riwayat jatuh, obat dan
telaah terhadap konsumsi alkohol, gaya jalan
dan keseimbangan, serta alat bantu berjalan
yang digunakan oleh pasien