Anda di halaman 1dari 28

Natalia weking

Retno dwi hartanty


Ridwan kono
Rubianty runesi
Serly tanone
Theresia wili
Sediaan lepas lambat merupakan bentuk sediaan yang
dirancang untuk melepaskan obatnya ke dalam tubuh
secara perlahan-lahan atau bertahap supaya pelepasannya
lebih lama dan memperpanjang aksi obat
Keuntungan bentuk sediaan lepas lambat dibandingkan
bentuk sediaan konvensional adalah sebagai berikut :
1. Mengurangi fluktuasi kadar obat dalam darah.
2. Mengurangi frekuensi pemberian.
3. Meningkatkan kepuasan dan kenyamanan pasien.
4. Mengurangi efek samping yang merugikan.
5. Mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan.
Kelemahan sediaan lepas lambat diantaranya adalah :
1. Kemungkinan terjadinya kegagalan sistem lepas lambat
sehingga bahan aktif yang relatif tinggi dilepas sekaligus
(dose dumping).
2. Lebih sulit penanganan penderita apabila terjadi kasus
keracunan atau alergi obat, karena kandungan bahan aktif
yang relatif lebih tinggi.
3. Harga obat biasanya lebih mahal karena biaya
pengembangan dan produksi yang relatif lebih tinggi.
FAKTOR YANG FAKTOR FAKTOR
MEMPENGARUHI BIOLOGIS KIMIA
Waktu paruh biologis bertujuan menetapkan tingkatan
terapi jangka waktu lama. Waktu paruh pendek akan
Waktu paruh mengurangi frekuensi dosis. Obat - obat dengan waktu
biologis paruh panjang lebih dari 8 jam tidak dipakai dalam
bentuk sediaan berkelanjutan karena efeknya sendiri
sudah berkelanjutan

Absorbsi bertujuan untuk memperoleh


absorsi keadaan dimana rata - rata pelepasan jauh
lebih rendah dibandingkan rata-rata absorbsi.

Obat-obat yaang dimetabolisme sebelum


absorbsi baik pada lumen atau jaringan usus
Metabolisme dapat menunjukkan ketersediaan hayati yang
menurun.
Senyawa dengan kelarutan yang sangat rendah (<
0,01 mg/ml) sudah bersifat lepas lambat,
kelarutan pelepasan obat dari bentuk sediaan dalam cairan
gastrointestinal di batasi oleh kecepatan disolusinya.

Senyawa dengan koefisien partisi yang rendah akan


Koefisien partisi mengalami kesulitan menembus membran
sehingga bioavaibilitas nya rendah.

Obat yang tidak stabil dalam usus halus akan


Stabilitas menunjukkan penurunan bioavaibilitas jika diberikan
dalam bentuk sediaan lepas lambat.
Tidak semua obat dapat dibuat dalam bentuk sediaan
sustained release, oleh sebab itu sediaan sustained release
yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Meningkatkan durasi efek obat di dalam tubuh.
2. Mengontrol pelepasan obat pada waktu yang lama.
3. Meningkatkan efektifitas terapi obat.
4. Melepaskan obat dengan aman tanpa resiko dumping
dosis.
1.Modifikasi kimia
2.Tablet erosi
3.Sistem matriks
Singgle unit
4.Sewable matrice
5.Tablet mengapung
6.Tablet osmotik
Mekanisme
Multiple unit
pelepasan

Mucho adhesive
system
Menggunakan satu mekanisme dimana dalam sistem pelepasan
obat dapat dilakukan dengan cara :

Modifikasi kimia
Jika suatu obat dibutuhkan dalam dosis yang terus menerus, maka
masalah utama adalah kelarutan. Jika bahan obat diabsobsi
secara konsisten baik seluruhnya ataupun sebagian melalui saluran
gastrointestinal, maka dengan menurunkan kelarutan dari bahan
tersebut akan memperpanjang waktu melarut. Dengan cara ini
obat akan diabsorbsi lebih lambat dengan periode waktu yang
panjang, dan efek terapeutik menjadi lebih panjang dengan
menggunakan derivat / turunan dari obat yang mempunyai daya
larut lebih rendah. Efek toksik dapat diturunkan serta
memperpanjang masa kerja obat
Tablet erosi (erosion tablet)
Tablet erosi adalah tablet yang tidak hancur, tapi
mengalami erosi / pengikisan pada saat mengalami kontak
dengan medium disolusi. Untuk mengontrol laju erosi,
ditambahkan polyethylen glycol distearate dalam jumlah
cukup. Sterotex (lemak nabati terhidrogenasi) dapat juga
ditambahkan sebagai basis lilin
Sistem matriks
Matriks merupakan sebuah bentuk dari
campuran bahan obat, bahan
tambahan, dan polimer yang tercampur
secara homogen dalam bentuk padat.
Swelable matrice (hydrogel)
Hydrogel didefinisikan jaringan polimer hidrofilik yang dapat
menyerap molekul air secara signifikan (> 20 % dari bobot
kering) tanpa ikut melarut dan kehilangan bentuk /
strukturnya. Polimer ini umumnya terdiri dari tipe tersambung
silang, dimana swelling dapat disebabkan oleh faktor lain
seperti tekanan van der wall, kristalisasi, ikatan hidrogen,
ataupun ikatan ion. Kebanyakan polimer akan
mengembang di dalam air, dan polimer yang sering
digunakan untuk swellable matrice adalah HPMC
Tablet mengapung
Salah satu kendala yang timbul pada bentuk sustained
release adalah waktu pengosongan lambung. Hal ini
berbeda dari satu pasien ke pasien yang lain, dari kondisi
orang yang berpuasa dan tidak berpuasa, dan lain
sebagainya. Oleh sebab itu maka dibuat tablet yang dapat
mengapung di dalam cairan lambung.
Tekanan osmotik
Prinsip tekanan osmotic pada tablet sustained release yaitu
Inti tablet (core tablet) yang mengandung bahan obat dan
elektrolit (contoh; NaCl) dilapisi dengan film yang dapat
ditembus oleh molekul air (water permealbe) tetapi tidak
larut dalam air.
Bentuk majemuk dari sustained dapat dilakukan dengan

cara mikroenkapsulasi, dengan mekanisme dari sistem


matriks ganda, penyalutan molekul obat (film, campuran
film), sistem pompa osmotik ganda, dan tablet mikrokapsul.
Menggunakan prinsip dari bioadhesi untuk memaksimalkan
pelepasan obat. Bioadhesi merupakan peristiwa dimana
jaringan biologis melekat pada jaringan lain yang meliputi
biologis dan non-biologis. Jika tempat terjadinya bioadhesi
berada pada membrane mukosa, maka disebut
mucoadhesive. Produk lepas terkontrol memungkinkan
lokalisasi obat pada daerah saluran GI mucoadhesive yang
dapat memperpanjang kontak obat dengan membran
absorbsi dan lokalisasi penghantaran obat ke organ target.
1. zat aktif
2. Bahan pengisi
3. Bahan pengikat
4. Bahan penghancur
5. Bahan pelicin
Zat aktif yang digunakan dalam pengobatan umumnya
merupakan senyawa sintetis kimia, atau bisa berasal dari
hasil ekstraksi alam (tumbuhan dan hewan). Idealnya zat
aktif yag akan diformulasikan mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut: kemurniannya tinggi, stabil, kompatibel dengan
semua eksipien, bentuk partikel sferis, ukuran dan distribusi
ukuran partikelnya baik, sifat alir baik, optimum moisture
content, kompresibilitas baik, tidak mempunyai muatan
pada permukaan, dan mempunyai sifat organoleptis yang
baik
Bahan pengisi adalah bahan yang digunakan untuk
mendapatkan ukuran tablet yang sesuai dan
mempermudah dalam proses pembuatan tablet. Bahan
pengisi harus memenuhi beberpa kriteria yaitu:
1. Harus nontoksik.
2. Harganya harus cukup murah.
3. Tidak boleh saling berkontraindikasi
4. Harus inert/netral.
5. Harus stabil secara fisika dan kimia.
6. Harus bebas dari semua jenis mikroba.
7. Harus color compsatible.
8. Tidak boleh mengganggu bioavailabilitas obat.
Contoh bahan pengisi yaitu: Laktosa, Avicel, Starch 1500,
Maistarke
Bahan pengikat adalah bahan yang merekatkan partikel serbuk
satu dengan yang lain sehingga membentuk granul yang
spheris setelah dilewatkan melalui ayakan. Dengan adanya
pengikat diharapkan bentuk granul akan tetap terutama
setelah pengeringan sampai proses pencetakan. Contoh : PVP,
Mucilago amyli, gelatin, HPC-SL, HPMC
Bahan penghancur adalah bahan yang digunakan untuk

tujuan agar tablet dapat segera hancur bila kontak dengan


air atau cairan lainnya. Contoh : Amylum kering, Eksplotab,
Ac-Di-Sol.
Bahan pelicin mempunyai 3 fungsi, yaitu :

1. Lubrikan berfungsi untuk mengurangi friksi antara permukaan dinding


atau tepi tablet dengan dinding die selama kompresi dan ejeksi.

2. Glidants ditambahkan dalam formulasi untuk menaikkan atau


meningkatkan fluiditas massa yang akan dikempa, sehingga massa
tersebut dapat mengisi die dalam jumlah yang seragam.

3. Antiadherents adalah bahan yang dapat mencegah melekatnya


(sticking) permukaan tablet pada punch atas dan punch bawah.

Contoh bahan pelicin: Mg Stearat, Talkum


Granulasi
basah

Granulasi
metode
kering

Kempa
langsung
Granulasi Basah yaitu memproses campuran partikel zat
aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar
penjelasan dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah
yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat
digranulasi.

memperoleh aliran yang baik, meningkatkan


kompresibilitas, mengontrol pelepasan, mencegah
keuntungan pemisahan komponen campuran selama proses,
distribusi keseragaman kandungan, dan meningkatkan
kecepatan disolusi

banyak tahap dalam proses produksi yang harus


divalidasi, biaya cukup tinggi, zat aktif yang tidak tahan
kerugian lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara
ini. Untuk zat termolabil dapat menggunakan pelarut non
air
Granulasi kering sering disebut juga dengan slugging, yaitu
memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa
penjelasan campuran bahan kering menjadi massa padat yang
selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang
berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul).

Peralatan yang digunakan lebih sedikit, baik untuk zat aktif


keuntungan yang tidak tahan terhadap panas dan kelembaban, dan
mempercepat waktu hancur

memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug, tidak


dapat mendistribusikan zat warna seragam, dan proses
kekurangan banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan
terjadinya kontaminasi silang
Metode Kempa Langsung yaitu pembuatan tablet dengan
mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering
tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. Metode ini
penjelasan merupakan metode yang paling mudah, praktis, dan cepat
pengerjaannya, namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat
aktif yang kecil dosisnya, serta zat aktif tersebut tidak tahan
terhadap panas dan lembab

lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit,


prosesnya lebih singkat sehingga tidak memakan waktu,
tenaga, dan mesin yang banyak, dapat digunakan
keuntungan untuk zat aktif yang tidak tahan terhadap panas dan
kelembaban, serta waktu hancur dan disolusinya lebih
baik.

perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif


dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul
yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya
kekurangan kandungan zat aktif di dalam tablet, zat aktif dengan dosis yang
besar tidak mudah untuk dikempa langsung, dan sulit dalam
pemilihan eksipien.
Evaluasi tablet meliputi keseragaman
bobot, ukuran, kekerasan, friabilitas,
friksibilitas, kadar zat aktif menggunakan
spektrofotometri UV, keseragaman
kandungan, dan disolusi.

Anda mungkin juga menyukai