Anda di halaman 1dari 41

PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA


INSTITUT TEKNOLOGI YOGYAKARTA

PEMINDAH TANAH MEKANIS


PREVIEW

Pengertian PTM adalah Suatu pekerjaan yang memindahkan sejumlah


volume tanah dengan menggunakan bantuan alat-alat mekanis.
Tahapan Pemindah Tanah Mekanis :
1. Survey Lapangan
2. Perencanaan
3. Pelaksanaan Pekerjaan
JOB SITE COMPONENT
Kesampaian daerah (accessibility, transportation)
Keadaan tetumbuhan (Vegetation)
Cuaca (Climatic condition)
Ketinggian dan temperatur (altitude and temperature)
Jalan angkut, kemiringan dan jarak (haul road, grade and distance)
Siklus produksi (production cycle component)
Pemuatan (loading)
Macam-macam material dan perubahan volume
1. KESAMPAIAN DAERAH

adalah tentang kesampaian daerah atau prasarana yang dipunyai atau yang
tersedia pada daerah kerja.
KESAMPAIAN DAERAH
(ACCESSIBILITY; TRANSPORTATION)
1. Dilalui atau dekat jalan umum
2. Dilalui Jalur kerta api atau sungai besar
3. Dekat lapangan terbang atau pelabuhan
4. Belum ada jalan umum, maka harus dibuat jalan baru (pioneer road) ke jalan terdekat

Bila tidak ada jalan besar yang mampu dilalui


TRAILER, maka harus dibuat jalan terlebih
dahulu, dan ini akan berpengaruh terhadap
biaya pemilikan alat (cost of ownership) dan
biaya operasi (operating cost) dari peralatan
mekanis tersebut. Bila di daerah kerja
terdapat sarana jalan, perlu diketahui terlebih
dahulu kelas jalan.
2. KEADAAN TUMBUH-TUMBUHAN (VEGETATION)

Keadaan tanaman atau pohon apakah


Hutan belukar,
semak-semak,
rawa,
pohon besar,

sehingga alat apa yang perlu dipakai, jumlahnya berapa, cara membersihkan,
lama pembersihan serta berapa cost nya.
TANAMAN-TANAMAN ATAU KEADAAN PEPOHONAN YANG
TUMBUH DI MEDAN KERJA PERLU DIKETAHUI MENGENAI

diameter pohon-pohonnya,
jumlah pohon setiap satuan luas,
ketinggian rata-rata setiap pohon, dan
macam pohon.
3. CUACA (CLIMATIC CONDITION)

Pengaruh cuaca pada suatu daerah kerja (dimana akan berlangsung


penggunaan peralatan mekanis) perlu diketahui, karena akan dipakai
untuk memperkirakan dalam satu tahun berlangsung hujan selama berapa
hari.
Hujan menyebabkan tanah becek & lengket, pekerjaan terhambat.
Dibuatkan sistem penirisan (dranage system) yang baik.
Musim Kemarau akan timbul banyak debu.
Suhu tinggi atau dingin yang keterlaluan dapat mengurangi efisiensi mesin-
mesin yang diperlukan.
4. KETINGGIAN (ALTITUDE)

Yang dimaksud dengan ketinggian adalah lokasi/ tempat bekerjanya alat terhadap
permukaan air laut.
Ketinggian berpengaruh kepada kemampuan mesin-mesin
yang dipakai, kerapatan udaranya rendah pada ketinggian
yang besar.
Tenaga mesin diesel yang hilang karena pengaruh altitude 3%
setiap naik 1000 ft. menyebabkan turunnya produksi alat
dapat menambah ongkos gali-muat untuk setiap satuan
volume atau berat
CONTOH

Sebuah traktor 100 HP (four cycle engines) bekerja pada


ketinggian 10.000 feet dari permukaan air laut
TEMPERATUR UDARA (TEMPERATURE)

Naiknya temperatur udara, dapat menyebabkan efisiensi mesin


menurun (engine efficiency). Bila temperatur udara naik maka
kerapatan (density) udara akan turun, hal ini menyebabkan
mengecilnya jumlah oxygen yang berada pada setiap volume udara.
Karena jumlah oxygen mengecil, maka efisiensi mesin juga
menurun.
Apabila suhu udara naik udara mengembang, hal ini akan mengurangi
kandungan oksigen persatuan volime udara, sehingga akan mengurangi
tenaga mesin.
KOREKSI HP TERHADAP STANDAR PRESSURE DAN STANDAR
TEMPERATUR

Horse power (HP) mesin berubah-ubah sesuai dengan keadaan


temperatur udara dan tekanan udara setempat, artinya bila temperatur
dan tekanan udara berubah, maka HP mesin juga berubah.
HP MESIN STANDARD ADALAH HP YANG DIDASARKAN PADA :

temperatur udara standard


tekanan udara standard.
Temperatur udara standard, ialah udara yang mempunyai temperatur = 600 F
Tekanan udara standard, ialah udara dengan tekanan = 29.92 in Hg (barometric
pressure).
Jadi bila mesin alat berat dipergunakan pada suatu daerah kerja yang mempunyai
temperatur udara dan tekanan udara berbeda dari standard, maka HP mesin tersebut
perlu dilakukan koreksi.
PENGARUH BERKURANGNYA TENAGA PADA MESIN AKIBAT
TEMPERATUR :

Tenaga mesin berkurang sebesar 1 % untuk tiap suhu udara naik 10oF
diatar temperatur standar 85oF atau tenaga mesin bertambah 1 % bila
suhu turun tiap 10oF dibawah temperatur 85oF.
5. KEADAAN JALAN (HAUL ROAD CONDITION)

Keadaan jalan, jarak, kemiringan jalan dan daya dukung jalan akan sangat
mempengaruhi kemampuan produksi alat berat, terutama kemampuan produksi
alat angkut.
Sehingga sebelum dilaksanakan suatu pekerjaan penggalian tanah atau
pekerjaan yang menggunakan alat-alat berat, perlu diketahui keadaan tempat
kerja, yang berkaitan dengan topografi dan struktur geologi. Karena hal
tersebut yang sangat berkaitan dengan penentuan kemiringan jalan dan daya
dukung jalan.
JALAN ANGKUT
(HAUL ROAD)

Haul road adalah jalan angkut.


Jalan angkut ini harus dilihat keberadaannya, apakah becek ataukah kuat, atau
cukup kasar permukaannya.
Ini semua perlu ditinjau, karena keadaan jalan angkut akan mempengaruhi
besar kecilnya rolling resistance (RR) yang ditimbulkan oleh permukaan jalan
angkut terhadap roda/ban peralatan Pemindahan Tanah Mekanis.
KEMIRINGAN
(GRADE)

Grade adalah tanjakan dari jalan angkut, kelandaian atau kecuramannya


sangat mempengaruhi produksi (output) alat angkut, sebab adanya kemiringan
jalan (grade) menimbulkan tahanan tanjakan (grade resistance) yang harus
diatasi oleh mesin alat angkut.
JARAK ANGKUT
(HAUL DISTANCE)

Jarak angkut juga harus dipertimbangkan dalam menentukan kecepatan laju


alat angkut tersebut.
Kecepatan laju alat angkut makin cepat, maka produksi (output) alat angkut
juga semakin besar. Dan ini bergantung pada gaya tarik (Rimpull RP) yang
tersedia pada mesin.
Sedangkan gaya tarik (RP) besarannya ditentukan oleh adanya tahanan
glinding (rolling resistence RR) dan tahanan tanjakan (grade resistence
GR).
6. SIKLUS PRODUKSI

Untuk memperoleh produksi (output) tertentu harus diperhatikan siklus


produksi. Pada Pemindahan Tanah Mekanis siklus produksi dapat meliputi :
a. Pemuatan (Loading).
b. Pengangkutan (Hauling).
c. Penimbunan (Dumping).
d. Kembali (Return).
e. Menempatkan diri (Spot).
PEMUATAN
(LOADING)

Merupakan proses pemuatan material hasil galian oleh alat muat-loading equipment (power shovel,back
hoe, drag line) yang dimuatkan pada alat angkut (hauling equipment).
Ukuran dan tipe dari alat muat yang dipakai harus sesuai dengan kondisi lapangan dan keadaan alat
angkutnya.Yang berpengaruh terhadap produksi (output)
alat muat (loading equipment) adalah :
i. Jenis/tipe dan kondisi alat muat (termasuk kapasitasnya).
ii. Jenis/macam material yang akan dikerjakan.
iii. Kapasitas dari alat angkut (hauling equipment).
iv. Pola Muat
v. Skill dari operatornya.
PENGANGKUTAN
(HAULING)

Merupakan pekerjaan pengangkutan material. Produksi (output) dari pekerjaan


pengangkutan ini dipengaruhi oleh :
i. Kondisi jalan angkutnya
ii. Banyak/tidaknya tanjakan.
iii. Kemampuan pengemudi.
iv. Dan hal-hal lain yang berpengaruh terhadap kecepatan dari alat angkut (hauling
equipment).
PENIMBUNAN
(DUMPING)

Merupakan pekerjaan penimbunan material. Pekerjaan penimbunan dipengaruhi oleh


kondisi tempat penimbunan, mudah atau tidaknya manuver alat angkut tersebut
selama melakukan penimbunan,dan ini dipengaruhi oleh :
i. Cara melakukan penimbunan (side dump, rear dump atau bottom dump).
ii. Kondisi dari material yang akan ditumpahkan (fragmentasi dan kelengketannya).
KEMBALI
(RETURN)

Merupakan pekerjaan dari alat-alat angkut untuk kembali lagi ke tempat pemuatan
setelah menumpahkan muatan pada dumping site (tempat penimbunan). Jadi waktu
untuk kembali (return time) juga dipengaruhi oleh hal-hal yang sama dengan waktu
untuk mengangkut (hauling time).
PENEMPATAN DIRI
(SPOT)

Merupakan penempatan diri dari alat angkut (haulage unit). Cara dan
mudah tidaknya haulage unit (misal truck) menempatkan diri untuk dimuati
oleh alat muat (loading equipment), ditentukan oleh :
Jenis alat muat (loading machine).
Lokasi atau posisi alat muat (loading equipment).
7. MACAM-MACAM MATERIAL DAN PERUBAHAN VOLUME

Material yang akan digali dan ditangani adalah tanah atau batuan, maka harus diketahui
tentang mudah atau tidaknya material tersebut digali dan ditangani.
Penggolongan material berdasarkan atas kemudahannya digali ada empat macam,
seperti di bawah ini :
a. Soft atau easy digging : tanah, pasir
b. Medium hrd digging : clay
c. Hard digging : shale, compacted material
d. Very hard digging atau rock : material yang memerlukan peledakan sebelum dapat
digali, misalnya andesit, bat gamping koral.
Sifat-sifat fisik material yang perlu diketahui oleh operator adalah :
Weight (berat) dalam hal ini adalah SG (specific Gravity)
Swell (pengembangan)
Compactibility (pemampatan)
WEIGHT (BERAT) MATERIAL

Dalam pemilihan alat berat, tidak dapat diestimasi sebelumnya (tentang


kapasitasnya) apabila belum diketahui weight per unit (unit berat) dari
material yang akan ditangani. Unit berat ini ada yang mengistilahkan :
SG.
Tonnage factor (yaitu berat material setiap M3, misalnya 1 M3/1.5 Ton).
SWELL (PENGEMBANGAN)

Swell adalah pengembangan volume suatu material setelah digali dari


tempatnya.
Di alam, material didapati dalam keadaan padat dan terkonsolidasi dengan
baik, sehingga hanya sedikit bagian-bagian kosong (void) yang terisi udara
di antara butir- butirnya, lebih-lebih kalau butir-butir itu halus sekali.
Apabila material digali dari tempat aslinya, maka akan terjadi pengembangan volume
(swell). Untuk menyatakan berapa besarnya pengembangan volume itu dikenal dua
istilah yaitu :
a. Faktor pengembangan (Swell factor)
b. Persen pengembangan (Percent swell)
Pengembangan volume suatu material perlu diketahui, karena yang
diperhitungkan pada penggalian selalu didasarkan pada kondisi material
sebelum digali, yang dinyatakan dalam pay yard atau bank yard atau
bank volume atau in place volume atau volume insitu. Sedangkan
material yang ditangani (dimuat untuk diangkut) selalu material yang telah
mengembang (loose volume).
KEKOMPAKAN (COMPACTABILITY)

Kekompakan suatu material saling terkait dengan :


Densitas (density)
Shrinkage
8. EFFISIENSI KERJA (OPERATING EFFICIENCY)

Pekerja atau mesin tidak mungkin bekerja 60 menit per jam, karena hambatan
kecil selalu terjadi serti menunggu alat, pemeliharaan dan pelumasan (service
& adjustment), dll, perlu dibedakan dengan kerusakan alat atau pengaruh
iklim.
Effisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu produktif dengan waktu
kerja yang tersedia.
Efisiensi kerja jarang mencapai 83%.
9. SYARAT-SYARAT PENYELESAIAN PEKERJAAN (FINISHING
SPECIFICATION)

Setelah pekerjaan ada syarat tertentu harus dipenuhi terlebih dahulu:

Ada tempat harus ditanami pohon, bunga atau rumput

Ada yang diminta dipagar atau memberi kerikil pada jalan

Pekerjaan tersebut menambah waktu kerja, peralatan dan biaya.


10. SYARAT-SYARAT PENIMBUNAN
(FILL SPECIFICATIONS)

Perlu diratakan dan dipadatkan dengan alat khusus, dilakukan pada


kelembaban tertentu agar tidak mudah trjadi amblesan (surface
subsidance) serta kemantapan lereng (slope stability) terjamin.
Timbunan harus rapi segera ditanami, dipagar pada tempat tertentu
serta kemiringan tertentu

Pekerjaan tersebut menambah waktu kerja, peralatan dan


biaya. Perlu diperhitungkan dengan teliti.
PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
11. WAKTU (TIME ELEMENT)

Pekerjaan pemindahan tanah mekanis harus diselesaikan dalam jangka


waktu yang sudah ditetapkan
Kepastian harian yang sudah ditetapkan harus dipenuhi.
Perlu pengetahuan, data yang cukup lengkap untuk memperkirakan
kemampuan alat yang akan dipakai, sehingga memenuhi kapasitas harian.
Jika pekerjaan PTM dikontrakkan, apabila pekerjaan selesai sebelum batas
waktu yang telah sisetujui kontraktor berhak menerima premi, sebaliknya
kalau terlambat kontraktor harus membayar ganti rugi (denda)
12. ONGKOS-ONGKOS PRODUKSI (PRODUCTION COST)
1. Ongkos tetap = asuransi, depresiasi, pajak, pinjaman dan bunga
pinjaman

2. Ongkos Operasi = upah driver, ongkos pemeliharaan dan


pembetulan alat-alat, pembelian suku cadang (spare part)
bahan bakar dan minyak pelumas

3. Ongkos pengawasan = gaji mandor, teknisi, direksi dll.

4. Ongkos tambahan = ongkos upacara, tamu dll