Anda di halaman 1dari 15

Pengertian

Kegiatan secara nasional meliputi pemberian imunisasi pada anak sekolah


tingkat dasar,dilaksanakan satu kali dalam setahun pada bulan Agustus untuk
imunisasi campak dan bulan November untuk imunisasi DT dan TD

PROSEDUR

1. Kepala UPT puskesmas memberi wewenang kepada petugas sebagi coordinator


imunisasi
2. Perawat /Bidan melaksanakan Program imunisasi
3. Coordinator imunisasi melakukan kerjasama lintas program dengan coordinator
UKS dan SD/MI untuk menentukan sasaran BIAS DT dan TD yaitu jumlah
murid SD/MI kelas 1
4. Koordinator imunisasi melakukan sosialisai pelaksanaan BIAS DT dan TD
dengan Ka. UPT Puskesmas , dokter, perawat dan bidan
PROSEDUR
5. Coordinator imunisasi membuat jadwal pelaksanaan dan pelaksana BIAS DT
dan TD dan merenacanakan kebutuhan logistic
6. Kepala UPT menugaskan Bidan / perawat yang tertulis dijadwal BIAS DT
dan TD sebagai pelaksana imunisasi
7. Koordinator imunisasi membuat surat pemberitahuan ke SD/MI tentang
pelaksanaan BIAS DT dan TD
8. Koordinator imunisasi mengambil vaksin dan logistic ke Dinkes
9. Koordinator imunisasi mendistribusikan vaksin dan logistic sesuai jadwal
10. Perawat dan Bidan melaksanakan imunisasi BIAS DT dan TD sesuai Surat
Tugas Ka. UPT Puskesmas
11. Petugas melakukan skrening sasaran yang sehat dan sakit
12. Melakukan imunisasi BIAS DT sesuai SOP imunsasi IM
13. Melakukan observasi terjadinya KIPI sesuai SOP Penangan KIPI
14. Koordinasi dengan SD/MI bagi sasaran yang tidak mendapat imunisasi
karena sakit/absen
15. Melakukan Pencatan dan pelaporan
PELAKSANAAN BIAS
IMUNISASI CAMPAK
PENGERTIAN
BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) Campak adalah kegiatan imunisasi yang
diberikam kepada anak Sekolah Dasar Kelas 1

PROSEDUR
1. Pendataan sasaran Bias Campak pada Anak Sekolah Dasar Kelas 1
2. Pengambilan vaksin ke Dinas Kesehatan sesuai permintaan sasaran
3. Membuat koordinasi dengan bidan Poskeskel dan perawat sebagai pelaksana
imunisasi
4. Membuat jadwal kegiatan pelaksanaan imunisasi campak
5. Membuat koordinasi dengan SD/MI tentang pelaksanaan BIAS Campak dengan
surat pemberitahuan dan jadwal pelaksanaan
6. Koordinator imunisasi mendistribusikan vaksin dan logistic sesuai jadwal
7. Perawat dan bidan melaksanakan imunisasi BIAS Campak sesuai surat tugas Ka
UPT Puskesmas
PROSEDUR

8. Petugas melakukan skrining sasaran yang sehat dan sakit


9. Melakukan imunisasi BIAS Campak sesuai SOP Imunisasi subkutan
10. Melakukan observasi KIPI sesuai SOP Penanganan KIPI
11. Koordinasi dengan SD/MI bagi sasaran yang tidak mengikuti imunisasi karena
sakit / tdk masuk
12. Melakukan pencatatan dan pelaporan
PENANGGULANGAN KIPI
PENGERTIAN

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau adverse events following


immunization adalah semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi
dalam masa 1 bulan setelah imunisasi. Pada keadaan tertentu lama
pengamatan KIPI dapat mencapai masa 42 hari (arthritis kronik pasca
vaksinasi rubella), atau bahkan 42 hari (infeksi virus campak vaccine-
strain pada pasien imunodefisiensi pasca vaksinasi campak, dan polio
paralitik serta infeksi virus polio vaccine-strain pada resipien non
imunodefisiensi atau resipien imunodefisiensi pasca vaksinasi polio).
PROSEDUR
Tahapan
1. Siapkan antisipasi penanggulangan sesuai permasalahan
2. Lakukan penanggulangan sesuai permasalahan
3. Bila kasus tidak dapat ditangani di Puskesmas, siapkan rujukan ke RS Pemerintah
atau RS terdekat.
4. Lakukan rujukan setelah kondisi pasien stabil dan formulir KIPl telah dilengkapi
5. Bila kasus dapat ditangani, lengkapi formulir KIPI
6. Pulangkan pasien bila kondisi telah stabil
7. Koordinasikan kasus dengan KOMDA PP-KIPI setempat

Jaminan Pembiayaan
1. Tentukan apakah pasien memiliki jaminan pembiayaan kesehatan.
2. Bila ada, pembiayaan KIPI mengacu pada jaminan tersebut.
3. Bila tidak ada, lakukan koordinasi dengan pengelola program imunisasi dan Yankes di
Dinkes Kabupaten/Kota atau Dinkes Provinsi, agar membuat surat pemohonan
jaminan pembiayaan KIPl, yang ditujukan kepada Direktur Bina Upaya Kesehatan
Rujukan Kemkes RI, ditembuskan kepada Ka Subdit RSU Publik dan Ka Subdit
Imunisasi.
CARA PENYUNTIKAN
IMUNISASI CAMPAK
PENGERTIAN
Suatu tindakan pemberian kekebalan kepada tubuh anak terhadap penyakit
campak dengan cara penyuntikan secara subcutan (sc)

ALAT DAN BAHAN

1. Handscoon
2. Kapas DTT
3. Air hangat
4. Spuit 5 cc dan 0,5 cc
5. Vaksin campak dan pelarut
6. Safety Box
1. Cuci tangan PROSEDUR
2. Menyiapkan spuit 5 cc dan 0,5 cc
3. Menyiapkan vaksin dan pelarutnya
4. Pastikan vaksin dalam keadaan baik
5. Buka tutup vaksin
6. Larutkan dengan cairan pelarut campak yang sudah ada (5 cc)
7. Ambil 0,5 cc vaksin campak yang telah dilarutkan
8. Gunakan sarung tangan
9. Bersihkan lengan kiri bagian atas anak dengan kapas air hangat
10. Suntikan secara subcutan (sc)
11. Rapikan alat
12. Buang spuit dalam safety box
13. Lepas Handscoon
14. Cuci tangan

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Jika terjadi abses pada bekas suntikan atau
anak demam bawa ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan
CARA PENYUNTIKAN
IMUNISASI DT DAN TD
PENGERTIAN
Suatu tindakan pemberian kekebalan kepada tubuh anak terhadap
penyakit difteri dan tetanus dengan cara penyuntikan secara
intramuscular (im)

ALAT DAN BAHAN

1. Handscoon
2. Kapas DTT
3. Air hangat
4. Spuit 0,5 cc
5. Vaksin DT dan TD
6. Safety Box
1. Cuci tangan PROSEDUR
2. Menyiapkan spuit 0,5 cc
3. Menyiapkan vaksin
4. Pastikan vaksin dalam keadaan baik
5. Buka tutup vaksin
6. Ambil 0,5 cc vaksin DT atau TD
7. Gunakan sarung tangan
8. Bersihkan lengan kiri bagian atas anak dengan kapas air hangat
9. Suntikan secara subcutan (sc)
10. Rapikan alat
11. Buang spuit dalam safety box
12. Lepas Handscoon
13. Cuci tangan

HAL-HAL YANG PERLU


DIPERHATIKAN Jika terjadi abses pada bekas suntikan atau

anak demam bawa ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan

Anda mungkin juga menyukai