Anda di halaman 1dari 32

CEKUNGAN SUMATRA

SELATAN
KELOMPOK 11 :
1. Alifiansyah Wahyu S (410015159)
2. Joyo Pranoto (410015131)
3. Ringgit Aji P (410015
4. Andre Setyo P (410015
LOKASI

Terletak di bagian selatan


pulau Sumatra

Batas :
utara : Peg. Tigapuluh
Barat : Peg. Barisan
Timur : Palembang &
Lampung high
GELOGI REGIONAL
South Sumatra Basin merupakan back arc basin (sejak Pliosen)

EVOLUSI TEKTONIK
Kompresi akibat kolisi antara
lempeng Eurasia dan lempeng
India pada Middle Mezosoik
Ekstensional selama Paleosen

Miosen Awal Implikasi


Tektonik relatif tenang pada Stratigrafi
Miosen Awal Pliosen
Kompresi Inversi ,

pengangkatan basement
(Pliosen sekarang)
Kolisi lempeng Eurasia dan lempeng
India pada Middle Mezosoik
(Kolisi lempeng India dari arah relativ selatan)

KOMPRESI

Sesar geser dekstral WNW - ESE ( Sesar


Lematang,kepayang,saka,pantai selatan
lampung, musi lineament) dan N-S trend
Terjadi wrench movement
intrusi granit berumur Jura - kapur
UPPER JURASSIC LOWER CRETACEOUS

(Pulunggono, et al., 1992) Ellipsoid model


LINEAMENT PADA SOUTH SUMATRA BASIN

(Pulunggono, et al., 1992)


Fase ekstensional selama
Paleosen Miosen Awal

Sesar normal & sesar tumbuh berarah N S dan


WNW ESE
Pembentukan basin berupa graben/half graben

Pengisian awal dari cekungan (Syn Rift Rifting)

F. Lahat Lingkungan darat brackish


UPPER CRETACEOUS LOWER TERTIARY

(Pulunggono, et al., 1992) Ellipsoid model


Tektonik relatif tenang pada
Miosen Awal Miosen akhir

Tektonik pada Miosen Tengah sesar NE - SW


Akibat wrench movement
Pengisian cekungan : (Fase Sagging)
FORMASI LINGKUNGAN
F. Talang akar Gritsand (ss) Braided stream
transisi member (shale) Delta plain
F. Baturaja (lmst reef & klastik) Shallow marine
F. Gumai ( shale, clay, ss, kaya foram ) Deep Marine
F. Air Benakat ( clay dgn foram) Marine - brackish
F. Muara Enim ( shale, clay, ss, coal) Shallow marine-
non marine
Inversi , pengangkatan basement
(Pliosen sekarang)

Kompresi

Pengangkatan bukit barisan


(Pembentukan sesar Semangko )
Reaktivasi sesar sesar tua
Pembentukan antiklin berarah barat laut
Aktivitas vulkanisme back arc basin

Pengisian cekungan (Fase Inversi)


F. Kasai ( clay, tuff.ss) Darat
MID MIOCENE - RECENT

(Pulunggono, et al., 1992) Ellipsoid model


KOLOM
STRATIGRAFI

( Bishop, 2000 )
SOUTH SUMATRA
PROVINCE

(Bishop, 2000)
BASIN INFILLING
FASE SYNRIFT : Eosen Awal
F. Lahat :lower : konglomeratic tuff.ss

continental,lacustrine
FASE RIFTING : Eosen tengah Awal
Oligosen akhir
Upper Lahat : Benakat shale

Lacustrine
F. Talang akar
- Gritsand : ss, clayst Braided stream
- transisi member : shale marginal marine

F. Baturaja
- lmst reef & klastik shallow marine

F. Gumai ( maks. Trangressi)


- shale, clay, ss, kaya foram marine
F. Air Benakat ( regresif phase)
- clay dgn foram, dgn clay & ss
meningkat pada bag. atas marine

F. Muara Enim
- shale, clay, ss, coal fluvial
shallow marine
FASE INVERSI : Pliosen Pleistosen
F. Kasai
- clay, tuff.ss fluvial -
terestrial

Source material dari


aktivitas vulkanik (Bukit
barisan)
LOKASI

Terletak di bagian selatan


pulau Sumatra

Batas :
utara : Peg. Tigapuluh
Barat : Peg. Barisan
Timur : Palembang &
Lampung high
R
E
V
I
E
W

IMPLIKASI TEKTONIK
TERHADAP TATANAN STRATIGRAFI
DI CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
(Hasan et al, 1988)
KOLOM STRATIGRAFI
SOUTH PALEMBANG BASIN

(Sarjono et al , 1989)
PETROLEUM SYSTEM
SOURCE ROCKS
1. Formasi Lahat
TOC 1.7 8.5 wt% Excellent potential 4. Formasi Gumai
HI 130-290 mg TOC 0.5-11.5 wt% fair - excellent
Derajat kematangan 0.64 1.4 %Ro. Kerogen Tipe III
Kerogen Tipe I dan II, III Early mature T-max 400-4300C
Mature T-max 436-441 0C
2. Formasi Talang Akar 5. Formasi Airbenakat
TOC 1.5 8 wt% Good - Excellent TOC 0.5 1.7 wt% Fair - Good
HI 150-310 mg Imature T-max < 4300C
0.29-0.30 %Ro
Derajat kematangan 0.54 1.3 %Ro.
Kerogen Tipe I dan II,III
Gradien geothermal 490 C/km
Mature T-max 436-4500C
6. Formasi Muaraeneim
TOC 0.5-52.7 wt% Fair - Excellent
3. Formasi Baturaja Imature T-max < 4300C
TOC 0.5 1.5 wt% Fair - Good 0.29-0.30 %Ro
Kerogen Tipe I, II, III
Mature T-max 436-4500C
Oil window pada kedalaman
1200 1500m
KUALITAS TOC
VS
DEPOSITIONAL
ENVIRONMENT
(South Palembang Basin)

(Suseno et al, 1992)


MAJOR LINIAMENT & HEAT FLOW

(Pulunggono, et al., 1992)


SOURCE ROCK
MATURITY
PADA F.TALANG AKAR &
BATURAJA

SOUTH PALEMBANG BASIN

(Sarjono et al., 1989)


SOURCE ROCK
MATURITY
PADA F.GUMAI

SOUTH PALEMBANG BASIN

(Sarjono et al., 1989)


HC GENERATION VS TIME VS MIGRATION

RESERVOAR
1.Basement (Granit , Kursit )
Fracture, Porositas mencapai 7 %
2. Lahat (ss, konglomerat)
Cadangan terhitung 88 MMBOE
3. Talang Akar (Gritsand, transition : ss)
Reservoar utama (75%)
Cadangan terhitung 2 BBOE
Porositas 15 30%, permeabilitas 5 darcy
4. Baturaja limestone (Reef, carb.platform)
Cadangan terhitung 1 BBOE
Porositas 18 38%, permeabilitas 1 darcy
5. Gumai (Karbonat,ss)
Cadangan terhitung 130 MMBOE
Porositas 20%
RESERVOAR
6. Air Benakat (ss )
Porositas mencapai 25 %
7. Muara Enim (ss)
Cadangan terhitung 179 MMBOE
Porositas 30%
Reservoar Pada Basement (Sumur ASD 1)
TRAP
Antiklin berarah NW-SE (Miosen)
Pinch out dan Carbonate build up
SEAL
Talang Akar dan Gumai (regional seal)
MIGRATION PATHWAY
Migrasi mulai Akhir Miosen Tengah
Migrasi vertikal terjadi melewati zona sesar
Sedangkan migrasi lateral terjadi ke arah
normal dip slope melalui carrier bed
MIGRASI OIL & GAS
PADA F.BATURAJA - TALANGAKAR
SOUTH PALEMBANG BASIN

(Sarjono et al., 1989)


MIGRASI OIL & GAS
PADA F. GUMAI
SOUTH PALEMBANG BASIN

(Sarjono et al., 1989)


Geological cross section with HC generation

(Sarjono et al., 1989)