Anda di halaman 1dari 18

Aat Masfufatul A 17344045

Yasin AF 17344052
Endang S 17344058
Dewi Lolyta 17344064
Nesya Wardhiani 17344070
Alstrin Rangotwat 17344076
Adam M 173440
Pelanggan adalah individu atau
perusahaan yang membeli barang atau
jasa yang dihasilkan dalam ekonomi

Tergantung dari sifatnya

pelanggan bisa disebut


sebagai klien, nasabah, pasien
dll
PASIEN
KepMenKes RI No.1027/Menkes/SK/IX/2004
Tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek

Farmasis tidak sekedar meracik obat untuk pasien

Interaksi dengan pasien dan profesi kesehatan lain

Farmasis dituntut meningkatkan pengetahuan,


keterampilan dan perilaku

Untuk memberikan pelayanan informasi obat dan


konseling
PENGGUNAAN OBAT
DOKTER YANG RASIONAL APOTEKER

KEPATUHAN PASIEN

TERCAPAI TUJUAN TERAPI

Kualitas hidup meningkat


Bentuk Interaksi tersebut memerlukan
komunikasi yang efektif agar mencapai
keberhasilan dan kepuasan pasien
Manfaat Konseling bagi pasien antara lain:
menjamin keamanan danefektifitas
pengobatan, mendapatkan penjelasan
tambahan mengenai
penyakitnya, membantu dalam merawat
atau perawatan kesehatan sendiri,
membantu pemecahan masalah terapi
dalam situasi tertentu, menurunkan
kesalahan penggunaan obat, meningkatkan
kepatuhan dalam menjalankan
terapi, Menghindari reaksi obat yang tidak
diinginkan, meningkatkan
efektifitas dan efisiensi biaya kesehatan.
Manfaat konseling bagi Apoteker :
1. Menjaga citra profesi sebagai bagian dari tim
pelayanan kesehatan
2. Mewujudkan bentuk pelayanan asuhan
kefarmasian sebagai tanggung jawab profesi
Apoteker
3. Menghindari Apoteker dari tuntutan karena
kesalahan penggunaan obat (Medication Error)
4. Suatu pelayanan tambahan untuk menarik
pelanggan sehingga menjadi upaya dalam
memasarkan jasa pelayananan
Masalah
dalam konseling yang
menyebabkan ketidakpatuhan :
1. Faktor penyakit
2. Faktor terapi
3. Faktor pasien
4. Faktor komunikasi
1. Kegagalan terapi
2. Meningkatkan biaya perawatan
3. Memerlukan perawatan tambahan
4. Resiko terhadap toksisitas obat
5. Kekambuhan penyakit
Pemberian informasi obat oleh
apoteker kepada pasien dan di
dokumentasikan dalam rangka
penggunaan obat yang tepat
KONSELING OBAT
suatu proses komunikasi dua arah
yang sistematik antara pasien dan
apoteker untuk mengidentifikasi dan
memecahkan masalah yang
berkaitan dengan obat dan
pengobatan

Bukan hanya memberikan penerangan tentang obat


Untuk mendapatkan informasi latar belakang pasien
Memberi penekanan untuk mendidik pasien agar ikut aktif
dalam regimen terapetik
Melibatkan perubahan tingkah laku / sikap pasien terhadap
penggunaan obat
Memberikan perhatian dan dukungan pada pasien mengenai
terapinya
1.Pengenalan

2. Penilaian

Tujuan : menilai pemahaman


pasien tentang obat yang
diberikan (jika perlu
hubunganya dengan penyakit
yang diderita)
3.Pelaksanaan konseling

Tujuan : Untuk mendidik pasien, agar mengerti


tentang obatnya dan mengubah sikapnya
sehingga mengikuti regimen terapetik

4. Pengujian (Verifikasi)

Tujuan : Untuk memastikan bahwa pasien memahami


dan mengerti apa yang sudah kita terangkan

Fill in the gaps, betulkan atau tambahkan jika ada


yang terlupa. Jawablah jika ada pertanyaan dari
pasien
Berapa kali minum obat
Berapa banyak minum obat
Berapa lama harus diminum
Bagaimana bila lupa satu dosis
Bagaimana cara menyimpan obat
Dosis dan cara pakai
Apa yang anda harapkan
Bagaimana anda tahu obat bekerja
atau tidak
Efek samping apa yang harus
diperhatikan?
Apa yang harus dilakukan kalau hal
tersebut terjadi?
Apa yang harus diperhatikan sewaktu
minum obat ini?
Minta pasien untuk mengulang instruksi
Untuk meyakinkan bahwa pesan tidak
ada yang terlewatkan
Koreksi bila ada kesalahan informasi
Beri kesempatan pasien jika ingin
bertanya lagi.