Anda di halaman 1dari 36

SKIZOPRENIA

Kelompok 3
Yetika Alvionita
Nadya Tsurayyah
Muhammad Firmansyah
Tri Desi Damayanti
Aulia Rahmiwanti
KASUS 1
Assesment

Pria 58 tahun datang ke RSUD dibawa oleh


tetangganya. Pasien sering merasa ada yang
mengikutinya, setelah melihat ada sekelompok
orang, pasien merasa kelompok tersebut sedang
membicarakannya.
A. Bagaimana terapi yang tepat pada pasien
tersebut?
B. Jelaskan efek samping yang harus diinformasikan
pada pasien
Diagnosa
Schizophrenia
Pemilihan obat

Generasi kedua antipsikotik (clozapine, olanzapine,


risperidone, quetiapine, ziprasidone, dan aripiprazole)
Awal pemberian obat yaitu 2-3 minggu dan penggunaan serta
efek yang terjadi harus diawasi (dimonitoring)
Rencana Asuhan Kefarmasian
Obat Dosis Cara Monitoring Tujuan

Olanzepin DA: 5-10 1 x 1 tablet Gula darah Menghilangka


mg/hari lalu pada puasa; n gejala,
tingkatkan 5 malam hari, hepatik menghindari
mg/hari dapat transminase efek samping,
dengan dikonsumsi (pasien dg perbaikan
interval satu dengan ggg hati); fungsi
minggu atau tanpa BMI; riwayat psikososial
hingga DM makanan. obes; lingkar dan
rekomen: 20 pinggang; TD; produktivitas,
mg/hari. Ds status mental; kepatuhan
pemeliharaan AIMS; EPS. dengan
: 10-20 regimen.
mg/hari
Alasan pemilihan obat
Alasan pemilihan obat
Clozapine memiliki efek yang lebih baik dibanding
olanzapine dalam mencegah perilaku percobaan bunuh diri.
Namun banyak pasien menghentikan konsumsi clozapine
karena efek samping pada penggunaan jangka pendek. Selain
itu Clozapine diketahui dapat meningkatkan resiko kejang dan
agranulositosis.
Alasan pemilihan obat berdasarkan jurnal
Hasil penelitian menunjukan keefektifan olanzapine
(92%), dan risperidone (88%) yang signifikan dibanding
aripiprazole (64%), quetiapine (64%) and ziprasidone
(64%).
(McCue, Robert E., et al.. 2006. Comparative effectiveness of second-generation antipsychotics and haloperidol in acute schizophrenia. BRITISH
JOURNAL OF P SYCHIATRY.
Risperidone memiliki resiko efek samping gejala
extrapyramidal yang lebih tinggi dibanding olanzapine.
Walaupun tidak ditemukan perbedaan yang cukup
besar dari kedua obat tersebut, namun risperidone
diketahui lebih sering menyebabkan gejala gangguan
seksual

Olanzapine dapat meningkatkan berat badan


dibanding obat lainnya (6 s.d 13 pon atau lebih) dan
meningkatkan resiko onset diabetes sebanyak 16%,
sementara risperidone menyebabkan peningkatan
resiko onset dyskinesia.

Dapat disimpukan bahwa olanzapine dan risperidone


sama-sama efektif untuk mengobati pasien
skizoprenia, namun olanzapine memperlihatkan efikasi
yang lebih baik dengan lebih rendah efek samping
ekstrapiramidalnya dibanding dengan risperidone.
Efek samping yang
diinformasikan kepada pasien
kesulitan bicara, nafsu makan meningkat, sutu tubuh
meningkat, konsentrasi trigleserida meningkat (sehingga
dibutuhkan monitoring), udem, mengantuk.
Efek samping yang paling signifikan pada olanzepine dibanding
antipsikotik lain adalah peningkatan berat badan (> 7% of
body weight).(Mc.Donagh, Marian S., et al.. 2010. )
KASUS 2
SUBJEK
Nama Ny. SS

Usia 40 Tahun

Jenis Kelamin Perempuan

Pendidikan SLTP

Perawatan Perawatan Karsinoma Serviks di RSUD Dr. Soetomo Surabaya


Adanya gejala-gejala berupa

SUBJEK
kesedihan, gangguan tidur,
gangguan vegetatif yang
berupa penurunan nafsu
(KELUHAN makan yang bermakna.

UTAMA
Tidak bisa merasakan
PASIEN) kesenangan sebagaimana
biasanya
OBJEK
(RIWAYAT)

Riwayat Keterangan

Gangguan Sebelumnya Tidak ada riwayat gangguan


psikopatologis sebelumnya
Assesment
Pasien mengalami nyeri
kanker, sedang menjalani
terapi Three Stap Analgetic
Ladder WHO. Riwayat sakit
tidak lebih dari 5 tahun

Stadium ca berada pada


stadium II III FIGO
Assesment
Plan
(Managm
ent of
Pain)
Plan
(Manag
ment of
Pain)
Plan
(Managment of
Pain)
Plan
(Managment of Pain)
Kasus 3
Subject = SR, 23 tahun, 159/48,2kg
Diagnosa = skizofrenia
RPS = gelisa, bicar sendiri, marah, mengamuk
RPT = Maag
Riwayat Keluarga = gangguan jiwa
Riwayat alergi = telur dan ikan laut

Object =
o RR= 18-20/menit (normalnya 12-20/menit)
o TD = 100-130/60-90 ( normalnya 120/80)
o Nadi = 72-120/menit ( 70-80x/ menit)
o Suhu = 36,2-37,7C ( 36,6-37,2C)
Riwayat penggunaan obat
Nama obat Indikasi Dosis Interaksi Ketepatan obat
Clozapin Skizofrenia 600mg/hari untuk Clozapin + Merlopam
(antipsikosis indikasi skizofrenia Kemungkinan
) ES; mengantuk, BB, beresiko kardio
Generasi ke suhu , tenggorokan respiratori koleps
II nyeri, air liur, Saling meningkatkan
pusing, kadar di dalam
mual,menyebabkan darah pantau dosis
agitasi penggunaan
Merlopai Antidepres 0,5-2 mg/hari Merlopam
(Lorazepam) an ES; mengantuk, mengobati agitasi
lemah, lesu pada pasien
pengguaan clozapin
KSR (20mEq) Keseimban 20-40mEq(2-4x/hari) Dengan
(potasium gan penyakitnya
cloride elektrolite terdahulu yaitu
maag (perlu di
lakukan
pemantauan)
penggunaan
Planning
Olanzapine : 10 mg dosis awal
10-30 mg per hari
Merlopam ( lorazepam )
4 mg/hari