Anda di halaman 1dari 25

ALKALOID

Oleh : Monalisa S, S. Farm., Apt


APA ITU ALKALOID??
Alkaloid adalah senyawa organik yang terdapat di alam
bersifat basa atau alkali dan sifat basa ini disebabkan
karena adanya atom N (Nitrogen) dalam molekul senyawa
tersebut dalam struktur lingkar heterosiklik atau aromatis,
dan dalam dosis kecil dapat memberikan efek farmakologis
pada manusia dan hewan.

Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang


terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid
berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam
berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi.

Secara organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan


pahit, biasanya teridentifikasi mengandung alkaloid. Selain
daun-daunan, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada akar,
biji, ranting dan kulit kayu.
Sebagian besar alkaloid terdapat pada tumbuhan
dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan
pteridofita mengandung alkaloid dengan kadar
yang sedikit.
PENGGOLONGAN ALKALOID

Klasifikasi alkaloida dapat dilakukan berdasarkan


beberapa cara, yaitu :
1. Berdasarkan jenis cincin heterosiklik nitrogen yang
merupakan bagian dari struktur
molekul. Berdasarkan hal tersebut, maka alkaloida
dapat dibedakan atas beberapa jenis sperti alkaloida
pirolidin, alkaloida piperidin, alkaloida isokuinolin,
alkaloida kuinolin, dan alkaloida indol.
Pengelompokan alkaloid berdasarkan struktur
cincin atau struktur intinya, yaitu:

1. Inti Piridin-Piperidin, misalnya lobelin, nikotin,


konini dan trigonelin.
2. Inti Tropan, misalnya hiosiamin, atropine,
kokain.

3. Inti Kuinolin, misalnya kinin, kinidin


4. Inti Isokuinolin, misalnya papaverin, narsein

5. Inti Indol, misalnya ergometrin dan viblastin.


6. Inti Imidazol, misalnya pilokarpin.

7. Inti Steroid, misalnya solanidin dan konesin.


8. Inti Purin, misalnya kofein.

9. Amin Alkaloid, misalnya efedrin dan kolsikin


2. Berdasarkan jenis tumbuhan darimana alkaloida
ditemukan. Cara ini digunakan untuk menyatakan
jenis alkaloida yang pertama-tama ditemukan pada
suatu jenis tumbuhan. Berdasarkan cara ini,
alkaloida dapat dibedakan atas beberapa jenis yaitu
alkaloida tembakau, alkaloida amaryllidaceae,
alkaloida erythrine dan sebagainya.
3. Berdasarkan asal-usul biogenetik. Cara ini sangat berguna
untuk menjelaskan hubungan antara berbagai alkaloida yang
diklasifikasikan berdasarkan berbagai jenis cincin heterosiklik.
Dari biosintesa alkaloida, menunjukkan bahwa alkaloida
berasal hanya dari beberapa asam amino tertentu saja.
Berdasarkan hal tersebut, maka alkaloida dapat dibedakan atas
tiga jenis utama, yaitu :
a. Alkaloida alisiklik yang berasal dari asam-asam amino
ornitin dan lisin.
b. Alkaloida aromatik jenis fenilalanin yang berasal dari
fenilalanin, tirosin dan 3,4-dihidrofenilalanin.
c. Alkaloida aromatik jenis indol yang berasal dari triptofan.
4. Sistem klasifikasi berdasarkan Hegnauer yang paling
banyak diterima, dimana alkaloida dikelompokkan atas :

a. Alkaloida sesungguhnya
Alkaloida ini merupakan racun, senyawa tersebut
menunjukkan aktivitas fisiologis yang luas, hamper tanpa
terkecuali bersifat basa, umumnya mengandung nitrogen
dalam cincin heterosiklik, diturunkan dari asam amino,
biasanya terdapat dalam tanaman sebagai garam asam
organik. Beberapa pengecualian terhadap aturan tersebut
adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan
basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloida
quartener yang bersifat agak asam daripada bersifat basa.
b. Protoalkaloida
Protoalkaloida merupakan amin yang relative sederhana
dimana nitrogen asam amino tidak terdapat dalam cincin
heterosiklik. Protoalkaloida diperoleh berdasarkan
biosintesa dari asam amino yang bersifat basa. Pengertian
amin biologis sering digunakan untuk kelompok ini.

c. Pseudoalkaloida
Pseudoalkaloida tidak diturunkan dari prekusor asam
amino. Senyawa ini biasanya bersifat basa. Ada dua seri
alkaloida yang penting dalam kelompok ini yaitu steroidal
dan purin.
SIFAT-SIFAT ALKALOID
Garam alkaloid dan alkaloid bebas biasanya
berupa senyawa padat, berbentuk kristal tidak
berwarna (berberina dan serpentina berwarna
kuning).
Alkaloid sering kali optik aktif, dan biasanya
hanya satu dari isomer optik yang dijumpai di
alam, meskipun dalam beberapa kasus dikenal
campuran rasemat, dan pada kasus lain satu
tumbuhan mengandung satu isomer sementara
tumbuhan lain mengandung enantiomernya
Ada juga alkaloid yang berbentuk cair, seperti
konina, nikotina, dan higrina. Sebagian besar
alkaloid mempunyai rasa yang pahit.
Alkaloid juga mempunyai sifat farmakologi.
Sebagai contoh:
a. Morfin sebagai pereda rasa sakit,
b. Reserfin sebagai obat penenang,
c. Atrofin berfungsi sebagai antispamodia,
d. Kokain sebagai anestetik lokal, dan
e. Strisina sebagai stimulan syaraf
KEGUNAAN ALKALOIDA
Alkaloid telah dikenal selama bertahun-tahun
dan telah menarik perhatian terutama karena
pengaruh fisiologinya terhadap mamalia dan
pemakaiannya di bidang farmasi.
tetapi fungsinya dalam tumbuhan,hampir
beberapa pendapat memberikan kemungkinan
peran alkaloid didalam tumbuhan,seperti :
1. Alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan
nitrogen seperti urea dan asam urat dalam
hewan.
2. Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai
tandon penyimpanan nitrogen meskipun
banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami
metabolisme lebih lanjut meskipun sangat
kekurangan nitrogen.
3. Alkaloid dapat melindungi tumbuhan dari
serangan parasit atau pemangsa tumbuhan.
Meskipun dalam beberapa kasus,bukti yang
mendukung fungsi ini tidak dikemukakan.
4. Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur
tumbuh,karena dari segi struktur, beberapa
alkaloid menyerupai pengatur
tumbuh.Beberapa alkaloid merangsang
perkecambahan yang lainnya menghambat.
5. Alkaloid dapat mengganti basa mineral dalam
mempertahankan kesetimbangan ion dalam
tumbuhan karena sebagian besar alkaloid
bersifat basa.
Tata Nama Senyawa Alkaloid
Alkaloida tidak mempunyai tatanama
sistematik, oleh karena itu, suatu alkaloida
dinyatakan dengan nama trivial, misalnya
kuinin, morfin, dan stiknin. Hampir semua nama
trivial ini berakhiran in yang mencirikan
alkaloida.
Penamaan Alkaloida
Beberapa penamaan alkaloid berdasarkan
family/keluarga/genus dimana mereka ditemukan.
Contoh Papavarine, Punarnavin,ephidrin
Berdasarkan spesies tumbuh asal. Contoh kokain,
beladonin.
Berdasarkan nama umum tumbuhan penghasil.
Contohnya alkaloid ergot.
Berdasarkan aktivitas fisik contohnya morfin yang
dikenal dengan tanaman Dewa.
Peletierine yang merupakan gugus yang ditemukan oleh
P.J Peletier.
Ada beberapa nama dengan penambahan prefiks pada
penamaan alkaloid. Contohnya epi, iso, neo, pseodo, nor,
CH.
BERIKUT ADALAH BEBERAPA CONTOH SENYAWA ALKALOID YANG TELAH UMUM
DIKENAL DALAM BIDANG FARMAKOLOGI :

Senyawa Alkaloid Aktivitas Biologi


(Nama Trivial)
Nikotin Stimulan pada syaraf otonom
Morfin Analgesik
Kodein Analgesik, obat batuk
Atropin Obat tetes mata
Skopolamin Sedatif menjelang operasi
Kokain Analgesik
Piperin Antifeedant (bioinsektisida)
Quinin Obat malaria
Vinkristin Obat kanker
Ergotamin Analgesik pada migrain
Saponin Antibakteri
Mitraginin Analgesik dan antitusif
Reserpin Pengobatan simptomatis disfungsi ereksi
Vinblastin Anti neoplastik, obat kanker