Anda di halaman 1dari 16

JUDUL

PROPOSAL

Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Personal


Sosial Anak Usia Prasekolah Di Taman Kanak-kanak
Wangun Sesana Singaraja

Nama : Erna Rosiana


Nim : 16060145039
BAB I
Latar Gangguan
belakang Perkembangan
Anak

Prevalensi masalah
perkembangan
anak di Dunia

Di Amerika Serikat berkisar


12-16%

Jumlah anak usia dini (0-6 Dari penelitian yang dilakukan di


tahun) sebanyak 26,09 juta, dari Denpasar Bali oleh Rosalia dkk
jumlah tersebut 12,6 juta tahun (2009), ditemukan
diantaranya berusia 4-5 tahun kaketerlambatan bicara pada anak
dan sekitar 384.800 anak usia 3-4 tahun adalah 55,1%. Anak
(3,05%) anak mengalami yang mengalami gangguan
keterlambatan perkembangan perkembangan bahasa sekitar 40%
bahasa. hingga 60%
Masalah Gizi

Di Amerika Serikat tahun 2013 menyebutkan


19-50 % orang tua mengeluhkan anaknya
sangat pemilih dalam makan sehingga terjadi
difesiensi zat gizi.

Penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh


Judarwanto,(2011) di Jakarta terhadap anak
prasekolah, didapatkan hasil prevalensi
kesulitan makan sebesar 33,6% sampai 44,5%.

Kementerian Kesehatan RI (2012) melaporkan


bahwa kesulitan makan pada anak di Bali
sebesar 11,4 %.
Lanjutan,.

Hasil wawancara pada 10 orang tua di Taman Kanak-kanak


Wangun Sesana Singaraja bahwa 8 dari 10 orang tua selalu
menyiapkan sarapan dan susu sebelum anak berangkat sekolah
dan 6 dari 10 siswa dibawakan bekal berupa nasi, ayam goreng,
dan sayur. Namun masih banyak anak yang suka membeli jajan
di lingkungan sekolah seperti es lilin, makanan ringan atau
coklat.
BAB II
Konsep
Teori Tahap Perkembangan
Anak

Usia
Bayi Anak todler
Prasekolah
(0-1 tahun) (1-3 tahun)
(3-6 tahun)

Usia Sekolah Remaja


(6-12 Tahun) (12-21 Tahun)
Definisi Anak
Usia Prasekolah

Anak adalah siapa saja yang belum berusia 18 tahun dan


termasuk anak yang masih didalam kandungan, yang
berarti segala kepentingan akan pengupayaan perlindungan
terhadap anak sudah dimulai sejak anak tersebut berada
didalam kandungan hingga berusia 18 tahun
(Damayanti,2008).

Anak usia prasekolah adalah anak berusia 3-6 tahun yang


merupakan sosok individu, makhluk sosial kultural yang
sedang mengalami suatu proses perkembangan yang
sangat fundamental (Wong, 2008).
Definisi Personal
Sosial

A. Self-help general (SHG)


- Usia 4-5 tahun; mampu pergi tidur sendiri, mencuci muka dan
tangan tanpa dibantu serta mengeringkannya sendiri.
- Usia 5-6 tahun: anak mampu pergi tidur sendiri tanpa bantuan dan
anak menggosok gigi tanpa bantuan.
B. Self-help eating (SHE)
- Usia 4-5 tahun: mampu mengambil makanan sendiri tanpa bantuan,
anak dapat memakai sendok atau garpu saat makan, dan anak
mampu memotong makanan sendiri.
- Usia 5-6 tahun: anak mampu mengambil makanan sendiri dengan
baik dan mampu melayani dirinya sendiri saat makan.
C. Self-help dressing (SHD)
- Usia 4-5 tahun: anak mampu memakai pakaian sendiri.
- Usia 5-6 tahun: anak mampu membuka pakaian sendiri tanpa
bantuan termasuk baju yang harus ditarik ke atas.
D. Self-help direction (SHD)
- Usia 4-5 tahun: anak dapat disuruh membeli sesuatu dan anak
mengetahui jadwal makan dan belajar yang teratur.
- Usia 5-6 tahun; anak mampu belanja kecil-kecilan.
Lanjutan,

E. Occupation (O)
-Usia 4-5 tahun: mampu menyisir rambutnya secara sederhana dan
menggunakan pensil atau kapur untuk menggambar.
-Usia 5-6 tahun; mampu menggunakan pisau untuk memotong dan anak dapat
menggunakan pensil untuk menulis satu huruf atau lebih.
F. Communication (C)
-Usia 4-5 tahun: mampu menyampaikan pesan sederhana kepada orang lain
dan anak dapat mengutarakan keinginannya.
-Usia 5-6 tahun: mampu mengutarakan keinginannya dan mengungkapkan
perasaannya.
G. Locomotion (L)
-Usia 4-5 tahun: mampu menaiki dan menuruni tangga tanpa bantuan serta
anak pergi ke tetangga dekat tanpa diantar oleh orang tua.
-Usia 5-6 tahun: mampu mengikuti permainan yang beresiko seperti melompat,
mendorong, dan jungkir balik (Sholihah, 2011).
H. Socialization (S)
-Usia 4-5 tahun: mampu berinteraksi dengan temannya dalam permainan.
-Usia 4-6 tahun: mampu mengikuti permainan yang bersifat lomba dan anak
mampu bermain kartu atau ular tangga.
Faktor-Faktor yang
mempengaruhi perkembangan
Personal Soaial anak

1. Pola asuh
2. Genetik
3. Lingkungan
4. Kelompok Teman sebaya
5. Status kesehatan Status gizi
anak

Penilaian
Status gizi

Tidak
Langsung
Langsung

1. Antropometri 1. Survai Gizi


2. Klinis konsumsi seimbang
3. Biokimia makanan
4. Biofisik 2. Statistik
Vital
3. Faktor
ekologi
Lanjutan,

Gizi seimbang

4 pilar gizi seimbang

1. Makan
makanan
beraneka
1. Karbohidrat
ragam
2. Protein
2. Menerapkan
3. Zat Besi
pola hidup
4. Sayur
bersih
5. Buah-buahan
3. Melaukan
6. Minum air
aktivitas fisik
putih
4. Memantau
BB ideal
Kesimpulan

Perkembangan personal sosial anak usia prasekolah adalah suatu proses


perubahan yang terus menerus pada anak yang berusia 4-6 tahun dimana anak
belajar untuk mandiri, berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan.
Status gizi merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan dimana
kesehatan itu sendiri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
perkembangan personal sosial anak prasekolah. Gizi merupakan sumber
utama yang dibutuhkan anak untuk mendukung aktivitas yang optimal,
sehingga keadaan gizi yang baik akan memberikan kesempatan lebih besar
bagi anak untuk melakukan aktivitas dengan lingkungannya. Anak yang
memiliki keadaan gizi yang kurang akan cenderung terganggu dalam
perkembangan personal sosialnya
A. Kerangka Konsep
BAB III

Perkembangan
Gizi Personal Sosial
Seimbang Anak

4 Pilar Gizi Seimbang Status Gizi

1. Makan makanan
beraneka ragam = Variabel yang diteliti
2. Membiasakan pola
hidup sehat = Tidak diteliti
3. Melakukan aktivitas
fisik = Berhubungan
4. Memantau BB ideal
B. Desain Penelitian: Rancangan atau pendekatan yang digunakan adalah cross
sectional, yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/ observasional
data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada suatu saat (Nursalam,
2013).
C. Hipotesis Penelitian:
1. Ha: Ada Hubungan Pemenuhan Gizi Seimbang Dengan Perkembangan Personal
Sosial Anak Usia Prasekolah Di Taman Kanak-Kanak Wangun Sesana Singaraja.
2. H0: Tidak Ada Hubungan Pemenuhan Gizi Seimbang Dengan Perkembangan
Personal Sosial Anak Usia Prasekolah Di Taman Kanak-Kanak Wangun Sesana
Singaraja.
D. Variabel Penelitian:
1. Variabel Independen : pemenuhan gizi seimbang
2. Variabrel Dependen: perkembangan personal sosial anak usia prasekolah.
E. Definisi Oprasional
F. Populasi dan Sampel Penelitian :
1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa TK Wangun Sesana yaitu
sebanyak 138 siswa.
2. Sampel Pengambilan total sampel pada penelitian tersebut menggunakan rumus
Slovin yaitu:

N Sehingga diperoleh :
n= 1 + (N. 2)
Keterangan :
N= 138
n = besar sampel yang diinginkan 1 + (138. 0,052).
N= Ukuran populasi ( 138) n = 102,6
= taraf signifikansi ( 5%) n = 103
G. Kriteria inklusi
1. Orang tua yang bersedia menjadi responden dan menandatangani informed
Consent.
2. Orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun yang tercatat sebagai siswa
Taman Kanak-Kanak Wangun Sesana Singaraja.
3. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi menengah
4. Orang tua dan anak sehat secara psikologis (jiwa) dan sehat fisik yakni tidak
sedang menderita sakit akut atau kronis.
H. Kriteria eksklusi
1. Anak yang tidak diantar oleh orang tuanya ke sekolah
2. Orang tua yang mengisi data kuesioner secara tidak lengkap.
3. Orang tua yang selama proses penelitian mengundurkan diri
I. Tempat Penelitian :
1. Di Taman Kanak-kanak Wangun Sesana Singaraja Kabupaten Buleleng.
J. Waktu Penelitian
1. Bulan Desember 2017 sampai dengan Januari 2018
K. Uji Validitas : Uji validitas dalam penelitian menggunakan Pearson Product Moment (r)
untuk melihat nilai korelasi tiap-tiap pertanyaan signifikan, tabel dimana taraf signifikan
yang digunakan adalah 5%.. Valid jika r hitung > r tabel dan tidak valid jika r hitung < r
tabel.

L. Uji Reliabilitas: Untuk menguji reliabilitas lembar observasi peneliti menggunakan


cronbachs alpha. Jika alpha semakin mendekati nilai 1 maka nilai reliabilitas instrumen
pada penelitian semakin tinggi (Sugiyono, 2010).Jika r alpha > r tabel maka instrumen
reliabel.

M. Analisa Data : dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisa data kuantitatif.
1. Analisis Univariat
Penentuan skala ukur untuk analisis univariat dalam variabel pemenuhan gizi
seimbang dan perkembangan personal sosial disajikan berupa nilai tendensi sentral
dalam mean dan median. Pengkategorian ditentukan selanjutnya berdasarkan cut of
point data. Yang mana peneliti sebelumnya (Trisnawati E., 2013) sudah melakukan uji
pada kuesioner tersebut.
2. Analisis Bivariat
Jenis data pada analisis bivariat antara variabel independen dan variabel dependen
adalah kategori, maka analisis yang digunakan adalah Chi-square. Pengambilan
keputusan menggunakan nilai p dalam uji statistik Chi-square. Nilai p pada uji Chi-
square dibandingkan dengan nilai (0,05).