Anda di halaman 1dari 18

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan

Fakultas Teknik UGM

TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN

Bidang Teknik Sipil


TANTANGAN MASA DEPAN
Dunia semakin padat dan konsumtif
Populasi dunia diperkirakan akan bertambah sampai dua milyar,
95% diantaranya berasal dari negara berkembang atau kurang
berkembang.
Meningkatnya kebutuhan akan energi, pangan, lahan, air,
transportasi, material, pengolahan limbah, kesehatan, kebersihan
lingkungan, telekomunikasi dan infrastruktur
TANTANGAN MASA DEPAN
Dunia semakin padat dan konsumtif
Bagaimana caranya agar dapat menjawab kebutuhan yang terus
berkembang dengan tetap melestarikan ekosistem yang ada?
Praktek klasik dunia teknik sipil lebih menitikberatkan pada
pengendalian alam daripada bekerja sama dengan alam, dengan
tidak mempertimbangkan dampak sistem ekonomi dan lingkungan.
Pola pikir dan mengadopsi misi baru, yaitu untuk berkontribusi
dalam pembangunan yang lebih stabil, seimbang, dan berkelanjutan
sangat diperlukan.
TANTANGAN PROFESI TEKNIK
Pola pikir yang berkelanjutan
Insinyur pada masa kini harus mulai mengadaptasi sikap dan pola
pikir yang mendukung alam dan sistem budaya, dengan
mempertimbangkan interaksi antara disiplin ilmu teknik dengan
disiplin ilmu non-teknik lainnya.
Pola pikir baru yang mengarah pada pembangunan yang
berkelanjutan, manajemen sumber daya yang terbaharui,
teknologi tepat guna, pemikiran sistematis dan teknologi ramah
lingkungan.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Teknologi ramah lingkungan
Teknologi ramah lingkungan merupakan pengembangan dan
aplikasi produk, peralatan dan sistem yang bertujuan untuk
mengkonservasi lingkungan dan sumber daya alam sehingga
dapat meminimalkan dan mengurangi dampak negatif dari
aktivitas manusia.
Pembangungan yang berkelanjutan untuk melindungi lingkungan
atau memperbaiki lingkungan yang telah rusak merupakan inti
dari teknologi ramah lingkungan dalam dunia Teknik Sipil.
TANTANGAN PROFESI TEKNIK
Pola pikir yang berkelanjutan
Insinyur Teknik Sipil mengikuti prinsip prinsip pembangunan
berkelanjutan (ASCE, 2016) , antara lain:
A. Prinsip 1 Do the Right Project (Laksanakan proyek yang
tepat), dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari sebuah
proyek harus dikaji dan dipahami oleh semua pemangku
kepentingan sebelum ada keputusan untuk melanjutkan
sebuah proyek.
B. Prinsip 2 Do the Project Right (Laksanakan proyek dengan
tepat), insinyur harus merancang proyek yang membahas
keberlanjutan secara holistik (dari konsep untuk
pembongkaran atau penggunaan kembali). Tidak sekedar
menggunakan sumber daya yang ada (metode
konvensional).
TANTANGAN PROFESI TEKNIK
Pola pikir yang berkelanjutan
Insinyur Teknik Sipil mengikuti prinsip prinsip pembangunan
berkelanjutan (ASCE, 2016) , antara lain:
C. Use Resources Wisely - Minimize Use of Non Renewable
Resources (Gunakan sumber daya dalam dengan bijaksana,
dengan meminimalkan penggunaan sumber daya yang tidak
dapat diperbaharui),
D. Plan for Resiliency (Rencana untuk pemulihan kembali),
E. Validate Application of Principles (Validasi Penerapan Prinsip-
Prinsip), Insinyur teknik sipil harus mengawal pembangunan
proyek dan memvalidasi/ mengevaluasi penerapan prinsip-
prinsip dalam pembangunan.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Teknologi ramah lingkungan
Empat pilar utama teknologi ramah lingkungan:
A. Energi: Kemandirian dalam penyediaan energi dan efisiensi
pengunaan energi
B. Lingkungan: konservasi dan minimalisasi dampak
lingkungan
C. Ekonomi: meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional
melalui penggunaan teknologi
D. Sosial: memperbaiki taraf hidup masyarakat.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Teknologi ramah lingkungan
Kriteria teknologi ramah lingkungan:
A. Keberlangsungan, memenuhi kebutuhan masyarakat dengan
cara yang berkesinambungan hingga masa mendatang tanpa
merusak atau mengurangi sumber daya alam secara signifikan.
B. Konsep perencanaan cradle to cradle, mengakhiri siklus
cradle to grave dari suatu produk dengan menciptakan produk
yang dapat digunakan kembali.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Teknologi ramah lingkungan
Kriteria teknologi ramah lingkungan:
C. Pengurangan Limbah, mengurangi limbah dan polusi dengan
mengubah pola produksi dan konsumsi.
D. Inovasi, mengembangkan teknologi alternatif untuk mengganti
teknologi yang dapat merusak lingkungan.
E. Kelangsungan Hidup, menciptakan pusat aktivitas ekonomi di
sekitar teknologi dan produk yang bermanfaat bagi lingkungan
serta mempercepat penerapannya.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Material daur ulang untuk bahan konstruksi
Material daur ulang:
Material yang dihasilkan dari suatu proses konstruksi dan
diabaikan
Material konstruksi yang terabaikan sebelum dimanfaatkan
Contoh adalah sisa pekerjaan clearing, pekerjaan konstruksi,
renovasi dan pembongkaran gedung, pembongkaran jalan,
dan lain-lain.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Material daur ulang untuk bahan konstruksi
Keuntungan penggunaan material daur ulang pada konstruksi
Mengurangi kebutuhan material baru
Menghemat biaya karena dapat menurunkan harga untuk
produksi dan pengiriman
Menurunkan beban tanah timbunan sampah (landfills)
Mengurangi permasalahan emisi gas rumah kaca (GHGs)
Menghemat energi dan mengurangi dampak negatif pada
lingkungan
Membuka kesempatan lapangan pekerjaan
Dan lain-lain.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Material daur ulang untuk bahan konstruksi
Contoh penggunaan material daur ulang pada konstruksi
Baja daur ulang
Agregat daur ulang
Aspal daur ulang Sampah aspal Aspal daur ulang

Aspal rusak Perkerasan dg aspal daur ulang


TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Keuntungan yang diperoleh dari pembangunan dan
pengoperasian PLTA
Sumber energi terbarukan.
Bersih (tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun bahan-
bahan beracun yang dapat menimbulkan pencemaran)
Stabil dan dapat diandalkan (besarnya aliran sungai dan
energi yang dihasilkan dapat diperkirakan setiap tahunnya.)
Biaya operasi rendah (tidak memerlukan bahan bakar fosil
atau nuklir)
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Pemanen Air Hujan
Teknologi ini cukup sederhana dan dapat diaplikasikan di tingkat
rumah tangga. Air hujan yang jatuh ke atap ditangkap dan
dialirkan melalui talang air menuju tangki penyimpanan. Sebelum
masuk ke tangki penyimpanan, air hujan difilter terlebih dahulu.
Dengan memanfaatkan air hujan, maka ketergantungan pada air
tanah dapat dikurangi, menghemat tagihan air bulanan. Selain itu,
dengan menyimpan air hujan, dapat berkontribusi dalam
mengurangi banjir dan erosi tanah.

Talang air

Filter air hujan

Tangki penyimpan
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Perkerasan Aspal Porus
Teknologi perkerasan yang diharapkan dapat mengelola limpasan
air hujan yang ada di permukaan jalan.
Dengan memanfaatkan air hujan, maka ketergantungan pada air
tanah dapat dikurangi, menghemat tagihan air bulanan. Selain itu,
dengan menyimpan air hujan, dapat berkontribusi dalam
mengurangi banjir dan erosi tanah.
TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN
Apakah ada teknologi ramah lingkungan lain yang
saudara ketahui?

Sampah aspal Aspal daur ulang

Aspal rusak Perkerasan dg aspal daur ulang


TANTANGAN ANDA?
Sebagai engineer masa depan
Sikap mental yang diharapkan
A. Memperhitungkan aspek dampak terhadap lingkungan
dalam setiap pekerjaan teknik sipil.
B. Cost awareness dengan cara pemanfaatan material secara
optimal termasuk pemakaian ulang material daur ulang.
C. Memiliki social responsibility terhadap lingkungan dan
sesama sepeti dalam contoh penciptaan lapangan
pekerjaan dari kegiatan pemanfaatan material daur ulang
untuk konstruksi.
Tuliskan contoh teknologi ramah lingkungan lainnya yang saudara
ketahui?