Anda di halaman 1dari 22

USULAN PENELITIAN

BIOSORPSI LOGAM KROMIUM HEKSAVALEN (Cr-VI) PADA


LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN BIOMASSA
SACCHAROMYCES CEREVISIAE

OLEH
RESNA RAUDA PRATIWI
1207121260

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

SHINTA ELYSTIA,.ST,Msi SRI REZEKI MURIA,.ST,MP,Msc


PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016
Latar Belakang

Salah satu
senyawa
logam berat
yg terdapat
pada limbah
cair tsb
adalah
Seiring dengan laju pertumbuhan industri yang Kromium
setiap tahun semakin meningkat, limbah cair yang (Cr).
dihasilkan dari hasil proses di industri semakin
meningkat pula

Ragi Roti berpotensi sebagai adsorben


Saccharomyces cerevisiae yang terkandung dalam
konvensional dalam menyerap logam
ragi roti sebagai mikroorganisme penyerap
berat
logam Krom (Cr)
Rumusan Masalah

Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian


Comparative study of Variabel tetap: pH optimum 5
the biosorption of Pb(II), Kecepatan shaker = untuk logam Pb(II)
Ni(II) and Cr(VI) ions 150 rpm dan Ni(II) dan pH 1
onto Saccharomyces Dosis biomassa 1 gr untuk logam Cr (VI)
Cerevisiae: Konsentrasi logam Suhu optimum =
determination of 10 200 mg/l 25
biosorption heats Variabel berubah: Kapasitas serapan
pH = 1,2,3, 4 dan 5. maksimum sebesar
Suhu = 15, 25, dan 32,6 mg Cr/gr
35 biomassa
Jenis isoterm yang
terjadi adalah
zer and zer
isoterm Langmuir
(2003) dengan nilai 2 0,98
yang terjadi pada
suhu 25.
Panas biosorpsi
untuk logam Pb(II)
sebesar -1,124
kcal/mol, logam
Ni(II) sebesar -1,912
kcal/mol dan untuk
logam Cr(VI) sebesar
-2,890 kcal/mol
Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian
Biosorpsi Logam Seng Variabel tetap: Hasil Penelitian:
(Zn) oleh Biomassa Kecepatan shaker = pH optimum = 5
Saccharomyces Cerevisiae 120 rpm Waktu kontak terbaik
0,5 gr dosis biomassa = 120 menit
Konsentrasi logam Zn Biomassa dapat
300 ppm menyerap lebih dari
Kresnawaty (2007) Suhu ruang (25) 80% Zn2+ dalam
Variabel berubah: larutan berkonsentrasi
pH = 3, 4 dan 5 300 ppm pada aliran
Waktu kontak = 30, kontinu dengan
60, 90 dan 120 menit. serapan sebesar 0,077
mmol Zn/g biomassa
Calcium alginate as an Variabel tetap: Hasil penelitian:
eco-friendly supporting Kecepatan shaker = pH optimum = 3,5
material for Bakers 150 rpm Waktu kontak
yeast strain in Suhu 250C terbaik = 300 menit
Chromium Konsentrasi larutan Dosis terbaik = 0,1
Bioremediation 200 ppm gram
Kalsium alginat 3% Biomasssa dapat
Mahmoud dan
Variabel berubah: menyerap 85 %
Mohamed (2015) pH = 1,5; 3,5; 5,5 dan logam Cr pada
7,5 larutan
Waktu kontak 120, berkonsentrasi 200
150 dan 300 menit ppm
Dosis biomassa 0,1;
0,2; 0,4; 0,6; 0,8 dan 1
gram
Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian
Biosorpsi Logam Krom Variabel tetap: Hasil penelitian:
Heksavalen (Cr-VI) pH = 3,5 Ukuran mesh terbaik ?
dengan menggunakan Kecepatan shaker = Waktu kontak terbaik ?
biomassa saccharomyces 150 rpm Dosis biomassa terbaik ?
cerevisiae Suhu 250C Jenis isoterm adsorpsi
Variabel berubah: yang tejadi ?
Pratiwi (2016) Ukuran mesh = 100,
150 dan 200
Waktu kontak = 1, 2, 3
dan 4 jam
Dosis biomassa = 0,25;
0,5 dan 0,75 gram
Tujuan
Penelitian

Mengetahui karakteristik biomassa Saccharomyces Cerevisiae


melalui uji Fourier Transform Infrared (FTIR) dan uji Scanning
Electron Microscopy (SEM).

Menghitung efisiensi penyisihan logam Cr(VI) oleh


biomassa Saccharomyces Cerevisiae sebagai adsorbennya.

Menghitung kapasitas adsorpsi (KA) penyerapan logam


Cr(VI) oleh Biomassa Saccharomyces Cerevisiae

Melihat pengaruh faktor ukuran mesh, waktu kontak dan dosis


terbaik dari Saccharomyces Cerevisiae melalui analisis data dan
model kesetimbangan isoterm Freundlich serta model isoterm
Langmuir.
Manfaat
Penelitian

Terhadap Industri
Sebagai altenatif pengolahan limbah cair
industri dalam menanggulangi
pencemaran logam berat.

Terhadap Lingkungan
Dapat mengurangi beban pencemar di
lingkungan perairan khususnya
pencemar logam Cr.
Tinjauan
Pustaka
Teknik Pengolahan Limbah Cair
Beberapa teknik pengolahan limbah cair yang direkomendasikan, antara lain dengan cara
(Setiyono, 2002):
a. Proses Kimia (Reaksi Oksidasi Reduksi)
b. Insinerasi
c. Elektrolisis
d. Adsorbsi
e. Biosorpsi

Peraturan terkait Limbah Cair

No Parameter Satuan Batas Baku


Mutu
1 Timbal mg/L 0,1
2 Krom mg/L 0,1
3 Mangan mg/L 2

4 Tembaga mg/L 2

Sumber : PERMENLH/5/2014
Parameter Pencemar Limbah Cair yang Dianalisis

KROMIUM (Cr)

Berasal dari limbah industri


elektroplating, industri percetakan,
industri penyamakan kulit

Biasanya ditemukan dalam bentuk


kromium trivalen (Cr-III) yang kurang
beracun dan kromium heksavalen (Cr-
VI) yang sangat beracun

Dapat menyebabkan kanker paru-


paru, kerusakan hati dan ginjal,
bahkan kematian
Saccharomyces Cerevisiae

Berbentuk bulat lonjong, silindris,


Berkembang biak dengan
oval atau bulat telur yang di
membelah diri Budding Cell
pengaruhi oleh strainnya.

Berkembang biak dalam gula


sederhana seperti: glucosa,
maupun gula kompleks
disakarida yaitu sukrosa

Klasifikasi khamir Saccharomyces cereviseae adalah sebagai berikut :


Class : Ascomycetes
Sub Class : Hemiascomycetidae
Ordo : Endomycetales
Family : Saccharomycoideae
Genus : Saccharomyces
Species : Saccharomyces cereviseae
Struktur Saccharomyces Cerevisiae

Komposisi kimia Saccharomyces


cerevisiae terdiri atas :
Protein kasar : 50-52%
Karbohidrat : 30-37%
Lemak : 4-5%
Mineral : 7-8%
Biosorpsi oleh Saccharomyces Cerevisiae

DINDING SEL
SACCHAROMYCES
CEREVISIAE

Mengandung

Polisak
Protein Lipid Kitin Kitosan
arida

Memiliki Gugus Fungsi


Menyebabkan Saccharomyces
Karboksilat, hidroksil, sulfat, Cerevisiae mampu berperan sebagai
fosfat, amino biosorben karena gugus fungsional
Ion Na+ , Mg 2+ , Ca2+ tersebut mampu berikatan dengan ion
logam berat.
Mekanisme Pengolahan Logam Berat oleh Saccharomyces Cerevisiae

Sumber: Volesky, 1992


Metodologi
Penelitian

ALAT : saring BAHAN : Aquades


Erlenmeye peralatan Limbah MgSO4.7H
r AAS cair 2O
Shaker instrumen artifisial (NH4)2SO4
timbangan (FTIR) yang HNO3
analitik instrumen mengand K2Cr2O7
pH meter (SEM). ung logam HCl
Oven Cr(VI) NaOH
Inkubator Biomassa Na2SO4.
pipet tetes saccharomy
Gelas ces
piala cerevisiae
corong Medium
gelas Glucosa
kertas KH2PO4
Variabel Penelitian

Variabel Tetap : Variabel Berubah :


pH 3,5 (Mahmoud Variasi dosis saccharomyces
dan Mohamed, 2015) cerevisiae 0,25; 0,5 dan 0,75
Suhu 250C (Suhu g/100 ml sampel.
ruang). Variasi waktu kontak 1, 2, 3
Kecepatan Shaker 150 dan 4 jam.
rpm (Ozer and Ozer, Variasi ukuran mesh:
2003; Mahmoud dan -100 +150, -150 + 200, dan 200
Mohamed, 2015)
Diagram Alir Penelitian

Mulai Studi Literatur

Persiapan Penelitian
Pembuatan Kultur Saccharomyces Cerevisiae
Pembuatan Biosorben (Saccharomyces yang telah
dikeringkan)
Uji karakterisasi FTIR dan SEM

Pembuatan Limbah Cair artifisial yang


mengandung logam Cr (VI)

Percobaan Utama
Variasi dosis 0,25; 0,5 dan 0,75 gr.
Variasi waktu kontak 1, 2, 3 dan 4 jam.
Variasi ukuran mesh 100, 150 dan 200.

Analisa Data
Menentukan Efisiensi penyisihan logam
Menghitung Kapasitas Adsorpsi (KA) Selesai
Menentukan Isoterm Adsorpsi
Uji karakterisasi FTIR dan SEM.
Pembuatan Biosorben Saccharomyces Cerevisiae
(Nuryanti, 2014)

100 ml Aquades, 0,8 gr yeast yang


Medium
Kemudian disterilisasi berasal dari ragi
1 gr glukosa, 0,01 gr
dalam autoclave pada roti, kemudian di
KH2PO4, 0,01 gr
suhu 1210C selama 15 shaker selama 24
MgSO4.7H2O dan 0,01
menit jam dengan kec.
gr (NH4)2SO4
150 rpm

Kemudian sel Larutan kemudian di


dimatikan dengan sentrifugasi pada
cara dipanaskan kecepatan 7000 rpm
dalam oven pada selama 3 menit untuk Sel berkembang Biak
suhu 1050C selama memisahkan
24 jam supernatant dengan
sorben.
Variasi Perlakuan Penelitian

Kecepat
Massa Waktu
an Ukuran
Biosorben Kontak Keterangan
Shaker Mesh
(gr) (Jam)
(rpm)
1
-100 + 150
2 Didapatkan ukuran
150 -150 + 200 0,5
3 mesh terbaik
200
4
0,25 1 Didapatkan dosis
Ukuran 0,5 2 biosorben terbaik dan
150
mesh terbaik 0,75 3 waktu kontak terbaik
4

Parameter limbah cair yang akan dianalisa di laboraturium


adalah Cr(VI) dengan menggunakan metode AAS yang mengacu
pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989.53-2010.
Analisa Effluen

Efisiensi ditunjukkan dengan persentase reduksi pencemar. Perhitungan


persentase dapat dihitung dengan rumus berikut:


% = %

Dimana : Cin : Konsentrasi Influen Cr (mg/l)
Cef : Konsentrasi Efluen Cr (mg/l)

Analisa kapasitas adsorpsi (KA) dapat menggunakan rumus berikut:


=

Dimana: qt : Kapasitas adsorpsi dalam waktu t (mg adsorbate/g adsorbate)
Co : Konsentrasi logam (mg/L)
Ct : Konsentrasi residual setelah adsorpsi (mg/L)
V : Volume sampel (L)
M : Massa adsorbent (gr)
Isoterm Adsorpsi

Isoterm Langmuir berlaku untuk kondisi adsorpsi yang terjadi pada satu lapisan,persamaan yang
digunakan adalah:

=
+
Dengan qmax merupakan tetapan kapasitas adsorpsi maximum (mg/g) dan Kads adalah konstanta
energi ikatan (mg/l).

Isoterm Freundlich berlaku pada kondisi adsorpsi yang terjadi pada berbagai lapisan, persamaan
yang digunakan adalah:
S = Kf Cen
Dengan Kf dan n merupakan konstanta. S merupakan banyaknya logam yang terikat per-gram
sorben (mg/g).
Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Bulan
No Kegiatan Oktober November Desember
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan alat dan bahan

2 Melakukan Perco-
baan
3 Pengukuran kadar ion
logam dengan AAS

4 Pengolahan dan
Pembahasan data
5 Pembuatan Laporan