Anda di halaman 1dari 35

Kode matakuliah: MGES

2 sks
Dosen pengampu:

Program Studi: Teknik Geologi


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
ISTA YOGYAKARTA
KOMPETENSI MATAKULIAH
SETELAH MENGIKUTI KEGIATAN KULIAH
SEDIMENTOLOGI, MAHASISWA
DIHARAPKAN MAMPU: MEMAHAMI:

(1) Tekstur batuan sedimen, (2) Struktur batuan


sedimen, (3) Warna batuan sedimen, (4) Komposisi
batuan sedimen, (5) Penggolongan batuan sedimen,
(6) Mekanisme transpot dan pengendapan batuan
sedimen, (7) Sistem arus traksi dan pengendapan
suspensi, (8) Sistem arus turbidit dan arus pekat,
(9) Lingkungan pengendapan dan fasies sedimentasi,
(10) Tektonik sedimentasi
KONTRAK PERKULIAHAN
KULIAH DILAKSANAKAN DALAM 1 KALI
PERTEMUAN TIAP MINGGU SELAMA LEBIH
KURANG 2 X 50 MENIT TIAP PERTEMUAN
JUMLAH TATAP MUKA PERTEMUAN 13 KALI
PERTEMUAN, SESUAI KALENDER AKADEMIK KBK
APABILA PERKULIAHAN JATUH PADA HARI
LIBUR (HARI BESAR DAN LIBUR NASIONAL)
MAKA AKAN DIGANTI HARI LAIN DIATUR OLEH
BAA. JADWAL PENGGANTI DILAKSANAKAN 1
MINGGU SEBELUM PERKULIAHAN BERAKHIR
MAHASISWA WAJIB HADIR MINIMAL 60% DARI
JUMLAH TATAP MUKA KULIAH
MAHASISWA WAJIB MENGUMPULKAN DAN
MELAKSANAKAN TUGAS YANG DIBERIKAN OLEH
DOSEN
NILAI AKHIR TERDIRI DARI (1) PRESENSI
(KEHADIRAN), (2) TUGAS, (3) UJIAN TENGAH
SEMESTER DAN (4) UJIAN AKHIR SEMESTER
TIDAK ADA UJIAN SUSULAN, KECUALI SAKIT ATAU
ADA REKOMENDASI TUGAS DARI ISTA (LIHAT
BUKU PANDUAN AKADEMIK TAHUN 2007/2008
HALAMAN 30, UJIAN KHUSUS)
JADWAL UJIAN DITETAPKAN OLEH BIRO
ADMINISTRASI AKADEMIK
RENCANA PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN (pertemuan ke-1)
Penjelasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
dan persyaratan mengikuti perkuliahan (kontrak
pembelajaran)
Materi: Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata
kuliah, persyaratan mengikuti perkuliahan (kontrak
pembelajaran), Sejarah perkembangan geohidrologi
Literatur yang dipakai

SIFAT BATUAN TERHADAP AIRTANAH (pertemuan


ke-2 dan 3)
Penjelasan sifat batuan terhadap airtanah
Materi:kesarangan dan permeabilitas, zone tak jenuh
dan jenuh serta macam-macam akuifer
RENCANA PEMBELAJARAN
Pokok Bahasan
Sub-pokok Bahasan
Pendahuluan Penjelasan SAP dan GBPPPengertian
sedimentologi volume sedimen di bumi uraian singkat
literatur yang dipakai
Tekstur batuan sedimen Butiran maturity porositas
dan permeabilitas Struktur batuan sedimen klasifikasi
genetik dan deskripsi penggunaan struktur sedimen
Warna batuan sedimen Penyebab perbedaan warna
batuan sedimen penggunaan warna Komposisi batuan
sedimen Kimia mineral dan mineral berat
RENCANA PEMBELAJARAN
POKOK BAHASAN SUBPOKOK BAHASAN
Pendahuluan 1. Penjelasan SAP dan GBPP
2. Pengertian sedimentologi
3. Volume sedimen di bumi
4. Uraian singkat literatur yang dipakai
Tekstur batuan sedimen 1. Butiran
2. Maturity
3. porositas dan
4. permeabilitas
Struktur batuan sedimen 1. klasifikasi genetik dan deskripsi
2. penggunaan struktur sedimen
POKOK BAHASAN SUBPOKOK BAHASAN
Warna batuan sedimen 1. Penyebab perbedaan warna batuan
sedimen
2. penggunaan warna
Komposisi batuan 1. Kimia
sedimen 2. mineral dan
3. mineral berat
Penggolongan batuan 1. klasifikasi dan macam2 batuan sedimen
sedimen 2. pembacaan diagram klasifikasi (binary,
tertiary dan quarternary diagram)
3. Penggunaan komposisi dan klasifikasi
POKOK BAHASAN SUBPOKOK BAHASAN
Mekanisme transpot dan 1. Macam aliran
pengendapan batuan sedimen 2. Hukum Stoke dan Impact

Sistem arus traksi dan 1. arus traksi


pengendapan suspensi 2. proses dan produk
3. arus suspensi dan
4. pengendapannya
Sistem arus turbidit dan arus 1. mekanisme dan produk arus pekat
pekat 2. mekanisme dan produk arus turbid

Lingkungan pengendapan dan 1. faktor dan penentuan LP


fasies sedimentasi 2. klasifikasi LP
3. Pengertian lithological fasies
4. Interpretasi dan kegunaannya
POKOK BAHASAN SUBPOKOK BAHASAN
Tektonik sedimentasi 1. plate tektonik
2. dinamika sedimentasi dalam basin
3. hubungan suplai sedimen,
perubahan muka laut dan
tektonik cekungan sedimen
SEDIMENTOLOGI

ADALAH SALAH SATU CABANG DARI


ILMU GEOLOGI YANG MEMBAHAS
SECARA KHUSUS BATUAN SEDIMEN

ATAU MEMPELAJARI BATUAN


SEDIMEN/ENDAPAN2 DENGAN SEGALA
PROSESNYA
LITERATUR
1. STRATIGRAPHY AND SEDIMENTATION, KRUMBEIN
AND SLOSS, 1963
2. SEDIMENTARY ROCKS, PETTIJOHN, F.J.,1975
3. PRINCIPLES OF SEDIMENTOLOGY, FRIEDMAN, G.M. &
SANDERS, J.E., 1978
4. DEPOSITIONAL SEDIMENTARY ENVIRONMENTS,
REINICKS, H.E., & SINGH, I.B., 1980
5. ORIGIN OF SEDIMENTARY ROCKS, BLATT, H.
MIDDLETON & MURRAY, 1980
6. SEDIMENTOLOGY, LEEDER, M.R., 1982
7. PRINSIP-PRINSIP SEDIMENTASI, KOESOEMADINATA,
ITB BANDUNG
8. SEDIMENTARY ENVIRONMENT AND FACIES,
READING, H.E.
9. AN INTRODUCTION TO SEDIMENTOLOGY, R.C.,
SELLEY
VOLUME BATUAN

SUSUNAN KULIT BUMI (LITHOSFEER):


1. BATUAN BEKU
2. BATUAN METAMORF
3. BATUAN SEDIMEN

SUSUNAN LITHOSFEER (CLARKE, 1924):


95% TERDIRI DARI BATUAN BEKU DAN
METAMORF
5% TERDIRI DARI BATUAN SEDIMEN
SEDANGKAN SELURUH PERMUKAAN BUMI
TERTUTUP OLEH:

75% BATUAN SEDIMEN


25% BATUAN BEKU DAN METAMORF

B.SEDIMEN

B.BEKU +
MET

B.BEKU + MET
B.SEDIMEN
BATUAN SEDIMEN

99% TERDIRI DARI LEMPUNG,


PASIR DAN BATUAN2 KARBONAT
1% TERDIRI DARI BATUAN SEDIMEN
LAINNYA.
MIS: GIPSUM, HALIT, RIJANG
(CHERT), RADIOLARIT, DSBNYA
DARI 99% BATUAN SEDIMEN TERSEBUT
DIANALISIS SECARA MINERALOGI OLEH
PETTIJOHN (1957) TERDIRI DARI:
45% LEMPUNG, SERPIH
35% BATUPASIR
20% BATUAN KARBONAT

ANALISIS SECARA GEOKIMIA OLEH


HARVEY BLATE (1970) TERDIRI DARI:
65% LEMPUNG
25% BATUPASIR
10% BATUAN KARBONAT
70
60 60
Lempung 50
40 Batupasir 40 LEMPUNG

BATUPASIR
Bat.Karbonat 30
BAT.KARBONAT
20 Lainnya
20 LAINNYA

10
0 0

ANALISIS MINERALOGI ANALISIS GEOKIMIA


BAGAN SIKLUS BATUAN SEDIMEN
PENAMPANG PROSES SEDIMENTOLOGI BERLANGSUNG
WHEATHERING
FAKTOR2 YANG MEMPENGARUHI
PROSES PELAPUKAN:
1. JENIS MINERAL PEMBENTUK
BATUAN
2. KEMIRINGAN LERENG

3. IKLIM

4. AKTIVITAS ORGANISME

5. WAKTU
MACAM2 PELAPUKAN
1. PELAPUKAN MEKANIS/MECHANICAL/
PHYSICAL WHEATHERING/DISINTEGRASI/
PELAPUKAN FISIK
ADALAH PROSES HANCURNYA BATUAN SECARA MEKANIK ATAU
FISIK.
PROSES INI DISEBABKAN OLH PEMUAIAN DAN PENYUSUTAN
BATUAN KARENA PERUBAHAN SUHU YG BESAR.

PROSESNYA ADALAH DISINTEGRASI

YAITU MERUBAH UKURAN BUTIR DARI BATUAN YANG


BESAR MENJADI KECIL, TANPA MERUBAH KOMPOSISI
UNSUR KIMIA
BEBERAPA FAKTOR YANG
MENDUKUNG PELAPUKAN FISIK

1. TEMPERATUR TINGGI
2. AMPLITUDO BESAR
3. KEBASAHAN UDARA KECIL
4. CURAH HUJAN KECIL
5. TEKANAN/TARIKAN
6. PEMBEKUAN/PENCAIRAN ES
CONTOH PELAPUKAN FISIK

1. KEKAR/SHEETING
2. EXFOLIATION
3. PELAPUKAN MEMBOLA/
SPHEROIDAL WEATHERING
EKSFOLIASI ADL PENGELUPASAN BATUAN
MENJADI BENTUK LEMPENG LENGKUNG,
KRN BAGIAN LUAR BATUAN LAPUK OLEH
HIDRASI ATAU HIDROLISIS KEMUDIAN
RONTOK OLEH TENAGA MEKANIK.

PELAPUKAN MEMBOLA/SPHEROIDAL WHEATERING


ADL PELAPUKAN YG DISEBABKAN KRN BATUAN
MENGALAMI RETAK2 (BIASANYA KARENA KEKAR),
KEMUDIAN RETAKAN ITU TERISI AIR.
AIR INI MENYEBABKAN HIDRASI ATAU HIDROLISIS
PD BAGIAN2 BATUAN DI SEKITAR RETAKAN ITU.
AKIBATNYA TERJADILAH INTI2 BATUAN SEGAR
BERBENTUK MEMBULAT DIKELILINGI OLEH TANAH
HASIL PELAPUKANNYA
SPHEROIDAL WHEATHERING
SPHEROIDAL WHEATHERING
SPHEROIDAL WHEATHERING
PELAPUKAN KIMIA/DEKOMPOSISI/
CHEMICAL WHEATERING
PELAPUKAN KIMIA ADALAH PROSES
HANCURNYA BATUAN KARENA
PERUBAHAN MINERALNYA

BATUAN MENJADI HANCUR KARENA


PERUBAHAN KOMPOSISI UNSUR
KIMIA SUATU MINERAL
(DEKOMPOSISI)
BEBERAPA FAKTOR YANG
MENDUKUNG PELAPUKAN KIMIA

1. IKLIM TROPIS
2. TEMPERATUR RENDAH
3. AMPLITUDO RENDAH
4. KEBASAHAN UDARA RENDAH
5. CURAH HUJAN BESAR
PELAPUKAN KIMIA DIBAGI 4:
1. HIDRASI/HYDRATION: ADALAH PROSES
TERBENTUKNYA/TERSERAP
NYA MOLEKUL2 AIR OLEH SUATU MINERAL SHG
TERBENTUK MINERAL2 BARU YG MENGANDUNG AIR
KRISTAL.

REAKSI ANTARA MOLEKUL AIR DENGAN SENYAWA


MINERAL

CONTOH:
2 Fe2O3 + 3H2O 2 Fe2O3 3H2O
Hematit Limonit

KAlSi3O8 + 2H2O + O2 Al2Si2O5 (OH)4 + 4SiO2 + ...


Orthoklas Kaolin silikat

Ca SO4 + 2H2O CaSO4 2H2O


Anhidrit Gipsum
2. SOLUTION

CONTOH:
CaCO3 + 2 H2O + CO2 Ca(HCO3)2
3. CARBONATION

CONTOH:
CaCO3 + H2O CO3 Ca+ + 2 HCO3-

H2O + CO2 H2CO3 H+ + HCO3-


4. OKSIDASI ADALAH PROSES
PENAMBAHAN VALENSI POSITIF
ATAU PENGURANGAN VALENSI
NEGATIF.
OKSIDASI DAPAT PULA DIARTIKAN SEBAGAI
REAKSI SUATU ZAT DENGAN OKSIGEN. DALAM
HAL INI SEBAGAI ZAT ADALAH MINERAL DALAM
BATUAN.
2 Fe2S2 + 2H2O +7O2 2 Fe2SO4 +2H2SO4
4 Fe2 + 3 O2 2 Fe203 (HEMATIT MERAH)
ASAL BESI DARI OLIVIN, PIROKSEN, AMPHIBOL
CONTOH OKSIDASI:
4 FeS2 + 11 O2 + nH2O 2 Fe2O3 nH2O + 8 SO2
Pirit Limonit

SELANJUTNYA DAPAT TERBENTUK ASAM SULFAT MENURUT


REAKSI:
2 SO2 + O2 2 SO3
2 SO3 + 2 H2O 2 H2SO4 asam sulfat

Asam sulfat yg terjadi, dapat bereaksi dgn limonit


Fe2O3 nH2O + 3 H2 SO4 Fe2(SO4)3 + (n+ 3) SO2

CONTOH LAIN HASIL OKSIDASI KAYA BESI ADALAH:


HEMATIT (Fe2O3) YG BERWARNA MERAH
PELAPUKAN KIMIA KARENA KEGIATAN
ORGANISME DISEBUT JUGA PELAPUKAN
BIOKIMIA DISEBABKAN OLEH ASAM
HUMUS YANG TERJADI DARI BAHAN
ORGANIK HUMUS YANG HANCUR KARENA
BAKTERI DAN TERLARUTKAN OLEH AIR.
PELAPUKAN KIMIA KERAPKALI TERJADI
JALIN-MENJALIN DENGAN PELAPUKAN FISIK
SEPERTI PADA PROSES EKSFOLIASI DAN
PELAPUKAN MEMBOLA.