Anda di halaman 1dari 11

DIURETIK OSMOTIK

DISUSUN OLEH :
1. Adeka Rachman (10115177)
2. Arina Fista Rini (10115172)
3. Eva musdalifah (10115173)
4. Gustri Anda Aprilia Sagita (10115180)
5. Retno Setyoningtyas (10115176)
Pendahuluan

Obat-obatan yang menyebabkan suatu keadaan meningkatnya aliran urine disebut


Diuretik. Obat-obat ini merupakan penghambat transpor ion yang menurunkan
reabsorbsi Na+ dan ion lain seperti Cl+ memasuki urine dalam jumlah lebih banyak
dibandingkan dalam keadaan normal bersama-sama air, yang mengangkut secara
pasif untuk mempertahankan keseimbangan osmotic. Perubahan Osmotik dimana
dalam tubulus menjadi menjadi meningkat karena Natrium lebih banyak dalam
urine, dan mengikat air lebih banyak didalam tubulus ginjal. Dan produksi urine
menjadi lebih banyak. Dengan demikian diuretic meningkatkan volume urine dan
sering mengubah PH-nya serta komposisi ion didalam urine dan darah.
Diuretik osmotik
Absorpsi : per-oral jelek (diberi parenteral)
Tidak dimetabolisme
Ekskresi : - Filtrasi (+)
- Sekresi ( - )
- Reabsorbsi (-)
Mekanisme : bekerja pada tubulus yang sangat permeabel terhadap air tubulus
proximal & ansa of henle descendens
Natriuresis kurang berarti dibanding diuresis air yang mungkin menyebabkan
hipernatremia.
Pengertian
Istilah diuretic Osmotik biasanya dipakai untuk zat bukan elektrolit yang mudah dan cepat
diskskresi oleh ginjal.

Diuretik Osmotik (manitol) adalah Diuretik yang digunakan dan mempuyai efek
meningkatkan produksi urin, dengan cara meningkatkan tekanan osmotic di Filtrasi
Glomerulus dan tubulus. Mencegah tubulus mereabsorbsi air.

Suatu zat dapat bertindak sebagai diuretic osmotic apabila memenuhi 4 syarat: (1) difiltrasi secara
bebas oleh glomerulus. (2) tidak atau hanya sedikit direbasorbsi sel tubulus ginjal. (3) secara
farmakologis merupakan zat yang inert, dan (4) umumnya resisten terhadap perubahan-perubahan
metabolic (Sunaryo dalam Sulistia (editor), 2005). Dengan sifat-sifat ini, maka diueretik osmotic
dapat diberikan dalam jumlah cukup besar sehingga turut menentukan derajat osmolalitas plasma,
filtrate glomerulus dan cairan tubuli.
Indikasi
Meningkatkan volume urine
Penurunan tekanan intra-kranial
Penurunan tekanan intra-okuler
Toksisitas A. * Ekspansi cairan ekstraseluler & hiponatremia
menimbulkan : - gagal jantung kongestif - edema paru
* sakit kepala
* mual & muntah
B.* Dehidrasi
* hipernatremia
Farmakokinetik
Manitol tidak dimetabolisme terutama oleh Glomerulus Filtrasi, sedikit atau
tampa mengalami reabsobsi dan sekresi di tubulus atau bahkan praktis
dianggap tidak direabsorbsi. (Sunaryo dalam Sulistia (editor), 2005).
Sesuai dengan definisi, diuretic osmotic absobsinya jelek bila diberikan
peroral, yang berarti bahwa obat ini harus diberikan secara parenteral. Manitol
diekresikan melalui Filtrasi Glomerulus dalam waktu 30 60 menit setelah
pemberian. Efek yang segera dirasakan klien adalah peningkatan jumlah urine.
Bila diberikan peroral manitol menyebabkan diare Osmotik. Karena Efek ini
maka Manitol dapat juga digunakan untuk meningkatkan efek pengikatan K+
dan resin atau menghilangkan bahan-bahan toksin dari saluran cerna yang
berhubungan dengan zat arang aktif.
Farmakodinamik
Diuretik Osmotik (Manitol) mempunyai tempat utama yaitu: pada Tubulus
Proksimal, Ansa Henle dan Duktus kolingens (Sunaryo,2005).
Diuresis osmotic digunakan untuk mengatasi kelebihan cairan di jaringan (intra sel)
otak .
diuretic osmotic yang tetap berada dalam kompartemen intravaskuler efektif dalam
mengurangi pembengkakan otak (Ellen Barker. 2002).
Berdasarkan Farmakokinetik dan farmakodimik diketahui beberapa Mekanisme
aksi dari kerja Manitol sekarang ini adalah segagai berikut:

Menurunkan Viskositas darah dengan mengurangi haematokrit, yang penting untuk mengurangi

tahanan pada pembuluh darah otak dan meningkatkan aliran darahj keotak, yang diikuti dengan

cepat vasokontriksi dari pembuluh darah arteriola dan menurunkan volume darah otak. Efek ini

terjadi dengan cepat (menit).

Manitol tidak terbukti bekerja menurunkan kandungan air dalam jaringan otak yang mengalami

injuri, manitol menurunkan kandungan air pada bagian otak yang yang tidak mengalami injuri,

yang mana bisa memberikan ruangan lebih untuk bagian otak yang injuri untuk pembengkakan

(membesar).

Cepatnya pemberian dengan Bolus intravena lebih efektif dari pada infuse lambat dalam

menurunkan Peningkatan Tekanan intra cranial.

Terlalu sering pemberian manitol dosis tinggi bisa menimbulkan gagal ginjal. ini dikarenakan efek

osmolalitas yang segera merangsang aktivitas tubulus dalam mensekresi urine dan dapat

menurunkan sirkulasi ginjal.


Indikasi dan Dosis pada terapi menurunkan Tekanan Intra
Kranial.
Indikasi. Terapi penatalaksanaan untuk menurunkan peningkatan Tekanan
intra cranial dimulai bila mana tekanan Intra cranial 20-25 mmHg (Dea
Mahanes dalam Mariannne Chulay, 2006).
Reference :
A.Vincent Tahmburaj, (2005). Intracranial Pressure. http://www.thamburaj.com/intracranial pressure. akses
tangal 12 Februari 2005.

Bertram G Katzung, (2004): Basic and Clinical Pharmakology, 9Th edition,. Prentice Hall.

Ellen Barker. (2002). Neuroscience Nursing, a spectrum of care. Second Edition, Mosby.

Hudak & Gallo; (2005). Critical Care Nursing; A Holistic Aproach. 8/E J-B Lippincott Company.

Mariannne Chulay, Suzanne M. Burns, (2006): AACN Essentials of Critical Care Nursing. International Edition.
By Mc Graw Hill.

Mary J Mycek, et all (2001); Lippincotts Illustrated Reviews: Pharmacology, 3th edition, by Limppincott.

Black, Joyce M.& Jane Hokanson Hawks; (2005), Medical Surgical Nursing; Clinical Management For
Positive Outcomes. Volume 2, 7th edition. Elsevier Saunders. (page 2195)

Brunner &Suddarth; (2004). Teksbook Of Medical-Surgical Nursing, 10th edition. Lippincott-Raven Publisher.
Ignativicius & Workman (2006): Medical Surgical Nursing: Critical Thingking For Collaborative
Care. Volume 1, 5th edition. Elsevier Saunders

Price & Wilson: (2002). Pathophyiology: Clinical Concepts of Disease Processes. 6th edition.
Elsevier Saunders.

Sulistia dkk (editor), (2005). Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Penerbit Gaya Baru. jakarta.

http://www.skeptcfiles.org/md001/osmoyic.htm. Osmotic Diuretics Mechanisms osmotic agents


shift water between comprtements because th. akses tanggal 12 februari 2006.

http://www.skeptcfiles.org/md001/osmoyic.htm. Laura Ibsen. Cerebral Resusitation and


Increased Intracranial Pressure. Akses tanggal 12 februari 2006.

_____________, (2005/2006). MIMS Petunjuk Konsultasi, United Business Media.