Anda di halaman 1dari 12

Konsep Biaya

Andreas Canberra
C1C113126
PENGERTIAN BIAYA

Menurut FASB (1980):


Biaya adalah aliran keluar (outflows) atau pemakaian aktiva atau timbulnya hutang (atau
kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penjualan atau produksi
barang atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan yang lain yang merupakan
kegiatan utama suatu entitas .
Menurut IAI (1994):
Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam
modal.
PENGGOLONGAN BIAYA

Penggolongan biaya menurut obyek pengeluarannya (biaya bahan bakar)


Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan (biaya produksi, biaya
pemasaran, dsb)
Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai (biaya
langsung, biaya tidak langsung)
Penggolongan biaya menurut perilaku biaya yang hubungannya dengan perubahan
volume kegiatan (biaya variabel, biaya tetap)
Penggolongan biaya menurut jangka waktu manfaatnya (pengeluara modal,
pengeluaran pendapatan)
PENGUKURAN BIAYA

Pengukuran Biaya
Sejalan dengan penilaian aktiva, biaya dapat diukur atas dasar jumlah rupiah yang
digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu pengukuran biaya dapat
didasarkan pada :
1. Cost Historis.
2. Cost pengganti/cost masukan terkini
3. Setara kas (Cash Equivalent)
Meskipun ada berbagai dasar penilaian, dalam praktek yang paling banyak digunakan
untuk mengukur biaya adalah cost historis.
PENGAKUAN BIAYA

Cost memiliki dua kedudukan penting yaitu sebagai aktiva dan sebagai beban
pandapatan.
Proses pembebanan cost pada dasarnya merupakan proses pemisahan cost. Agar
informasi yang dihasilkan akurat, bagian cost yang telah diakui sebagai biaya pada
periode berjalan dan bagian cost yang dilaporkan sebagai aktiva harus dapat
ditentukan dengan jelas.
Ada dua masalah yang muncul sehubungan dengan pemisahan cost tsb, yaitu :
1. Kriteria yang digunakan untuk menentukan cost tertentu yang harus dibebankan
pada pendapatan periode berjalan.
2. Kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa cost tertentu ditangguhkan
pembebanannya.
PENGAKUAN BIAYA (lanj.)

Semua cost dapat ditangguhkan pembebannya sebagai biaya, apabila cost tersebut
memenuhi sebagai kriteria sebagai aktiva, yaitu:
memenuhi definisi aktiva (memiliki manfaat ekonomi masa mendatang, dikendalikan
perusahaan, berasal dari transaksi masa lalu).
Ada kemungkinan yang cukup bahwa manfaat ekonomi masa mendatang yang
melekat pada aktiva dapat dinikmati oleh entitas yang menguasai.
Besarnya manfaat dapat diukur dengan cukup andal.
IAI (1994) dalam Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan menyatakan:
Beban diakui dalam laporan rugi laba kalau penurunan manfaat ekonomi masa dating
yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban telah terjadi dan dapat
diukur dengan andal.
KONSEP PENANDINGAN (MATCHING)

Konsep penandingan adalah konsep yang dimaksudkan untuk mencari dasar hubungan
yang tepat dan rasional antara pendapatan dan biaya. Pendapatan merupakan hasil
yang dituju perusahaan, sementara cost yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan perusahaan.
Paton dan Littleton (1940:P71) menyatakan:
Masalah utama dalam menandingkan pendapatan dan biaya adalah mencari dasar
penandingan yang paling tepat antara pendapatan dan biaya yang berhubungan
langsung dengan pendapatan tersebut. Hubungan fisik yang dapat dilihat sebenarnya
dapat digunakan sebagai media untuk melacak dan membebankannya. Meskipun
demikian harus diakui bahwa dengan melihat kondisi yang ada, dasar penandingan
yang paling penting adalah kelayakan (reasonableness), bukannya pengukuran fisik.
KONSEP PENANDINGAN (MATCHING) lanj.

Dalam praktek ada tiga dasar penandingan yang umum digunakan untuk mencari
hubungan antara biaya pendapatan dalam satu periode tertentu. Dasar penandingan
tersebut adalah :
Hubungan sebab akibat (association of causes and effects),
Alokasi sistematik dan rasional (systematic and rational allocation), dan
Pembebanan segera (immediate recognition).
Hubungan Sebab Akibat

Dasar yang paling ideal untuk menandingkan biaya dengan pendapatan adalah hubungan
sebab akibat. Meskipun sulit dibuktikan, namun atas dasar pengamatan yang dilakukan
oleh akuntan menunjukkan bahwa barang atau jasa tertentu yang digunakan dalam
proses produksi pada akhirnya akan membantu dalam proses menghasilkan pendapatan
selama periode tertentu.
Dasar penandingan ini sering disebut dengan penandingan langsung. Dasar penandingan
ini sesuai dengan konsep upaya dan hasil seperti yang diungkap oleh Patton dan
Littleton. Atas dasar pengamatan fisik dan pengamatan kejadian, jelas terlihat bahwa
pendapatan tidak akan terjadi apabila tidak ada penyerahan barang dan jasa.
Ada beberapa masalah teknis yang timbul apabila penandingan langsung atas dasar
produk digunakan sebagai dasar hubungan sebab akibat. Masalah tersebut adalah:
Identifikasi Cost produk
Biaya yang langsung behubungan dengan pendapatan masa mendatang, tetapi tidak
masuk dalam cost produksi
Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang terjadi setelah pendapatan diakui
Alokasi Sistematis dan Rasional

Alokasi sistematik dan rasional sering disebut dengan dasar penandingan periodik
(indirect matching) atau penandingan tidak langsung (indirect matching). Alokasi
sistematik dan rasional dapat digunakan sebagai dasar penandingan apabila dasar
penandingan hubungan sebab-akibat tidak dapat dilakukan.
Atas dasar konsep penandingan ini, ukuran penandingan digunakan bukan produk(unit
fisik) tetapi periode. Cost yang terjadi dapat dialokasikan dalam beberapa periode, dan
dapat juga langsung diakui dan dibebankan sebagai biaya. Apabila manfaat cost
tersebut dialokasikan secara sistematik pada periode yang menikmati manfaat tersebut.
Pembebanan Segera

Apabila tidak ada alasan yang kuat untuk membebankan cost atas dasar hubungan
sebab- akibat ataupun alokasi sistematis dan rasional, maka cost langsung dapat
dibebankan pada periode terjadinya. Alasan yang melandasi pembebanan dengan
cara ini adalah keprakrisan. Contoh pencatatan biaya advertensi.

Cost yang dikeluarkan untuk kegiatan advertensi sulit untuk dihubungkan dengan
pendapatan atas dasar hubungan sebab akibat. Dalam statement FASB No.2 yaitu
Accounting for research and Development Cost disebutkan bahwa dasar penanding
hubungan sebab akibat dan alokasi sistematis tidak dapat diterapkan untuk cost
penelitian dan pengembangan.
KRITIK TERHADAP KONSEP PENANDINGAN

Konsep penandingan merupakan salah satu konsep yang digunakan dalam kerangka
akuntansi konvensional. Menandingkan biaya dengan pendapatan sama halnya dengan
menandingkan upaya dan hasil. Kegiatan usaha merupakan suatu aliran cost yaitu suatu
aliran yang pada akhirnya kan menghasilkan pendapatan. Meskipun konsep penandingan
merupakan hal yang umum diterapkan dalam akuntasni konvensional, namun dalam
pelaksanaannya masih diwarnai dengan berbagai pertentangan. Ada beberapa kritik yang
ditujukan terhadap konsep matching di antaranya
Bukti Obyektif
Evaluasi Terhadap Konsep Matching