Anda di halaman 1dari 69

MANAJEMEN DATA & INFORMASI

Outline
1. Tentang Data,
2. Collecting Data dan Manajemen Data
3. Validitas dan Reliabilitas
4. Program dan Pelaporan
5. Contoh analisis dan PDSA

Mampu mengolah data menjadi sebuah informasi dan


menyajikannya dalam bentuk yang mudah dimengerti

budiono@darmadji.com
Pre Test
Tuliskan nama dan unit kerja pada pojok kanan atas

1. Sebutkan kepanjangan dari PDSA?


2. Apakah pengertian risiko?
3. Sebutkan ruang lingkup manajemen risiko yang terjadi di
Rumah sakit?
4. Apakah kepanjangan dari FMEA?
5. Apakah kepanjangan dari RCA?
6. Sebutkan Jenis Insiden Yang Terjadi di Rumah Sakit?
7. Apakah kepanjangan dari KTD, KTC, KPC, KNC, AE?

Waktu 10 menit

budiono@darmadji.com
Data Analisis

Informasi
Bagaimana Bentuk Gajah, menurut keempat
orang buta di atas.?
budiono@darmadji.com
POPULASI =
SEKUMPULAN KARAKTERISTIK TERTENTU

SAMPEL =

SEBAGIAN ATAU SEKELOMPOK KECIL POPULASI


YANG DAPAT MEWAKILI KARAKTERISTIK POPULASINYA
2010:15

3,85 2011:30
8 kali 5 kali 2,75

7 kali 2012:50

3,0
12 kali 3,5

2013:75

3,75

4 kali
9 kali 2014:100

350 km/jam
335 km/jam
Tinjauan statistik
adalah data
340 km/jam 312 km/jam
agregat, bukan
337 km/jam individual
Collecting Data

Nama IPK Lulusan


FK 2004
Sally 3,85
Sandrina 2,75
Nama Jumlah Tahun Jumlah
Sanusi 3,0
Home Ambulans
Run Sandra 3,5
2010 15
Ali 8 Santoso 3,75 2011 30
Badrun 5 Sambel 2,0 2012 50
Charli 7
2013 75
Diro 12 Nama Kecepatan
2014 100
Tim Balap maksimal
Eliot 4
2015 150
Farhan 9 Ferrari 350
McLaren 335
BAR Honda 340
Minardi 312
Renault 337
BMW 360
Manajemen Data Nama Kecepatan
Mengolah Data Menjadi Informasi Tim Balap maksimal

Ferrari 350
Data McLaren 335
350 km/jam BAR Honda 340
335 km/jam
Table Minardi 312
340 km/jam 312 km/jam
337 km/jam Renault 337
BMW 360

Kecepatan Maksimal Formula 1

360
Array
360

350
350

340
340

337

335

330
km/jam

320
310
312

300
290
Nama Kecepatan
280
BMW Ferrari BAR Renault McLaren Minardi Tim Balap maksimal
Honda 335 Range
BMW 360
Mean Ferrari 350
Informasi: Standard Deviasi BAR Honda 340
Renault 337
BMW mempunyai Median
McLaren 335
kecepatan maksimal Modus Minardi 312
tertinggi
Penyajian data & info:
Gambar:
Lukisan/foto
Skema
Bagan
Peta
Diagram
Diagram: Bar chart

100
90
Angka prevalensi (%)

80
70
SKRT
60
Evaluasi klinik
50
40
30
20
10
0
Artritis Hipertensi Diabetes Asma

Gambar 4.1. Perbandingan angka prevalensi penyakit


antar sumber data di negara X, tahun 2016
Diagram: Line chart

14

12 12

10

8
7
6 6

4 4 4

2 2 2
1
0
Diagram: Pie chart
Gambar 3 Proporsi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan
RS Q, tahun 2016

Sangat puas
12%
Puas
10%

Sangat tak
Tak puas
puas
26%
52%

Sangat puas Puas Tak puas Sangat tak puas


Diagram: Scatter chart
20

Kecerobohan (frekuensi/thn)

10

0
0 10 20 30

Masa kerja (tahun)

Gambar 4. Hubungan antara masa kerja perawat dengan frekuensi kecerobohan


yang dilakukan pada tahun 2016 di RS Y
Diagram:
Sederhana (plain) :
hindari gambar 3 dimensi
pakai arsir sederhana
hindari pemakaian warna
Frekuensi (absolut/relatif) pada sumbu
vertikal
100
90
80

Angka prevalensi (%)


70
60
50
40
Artritis
30
Hipertensi
20
Diabetes
10
Asma 0
Sangat puas
12%
Puas
Sangat tak 10%
puas
52% Tak puas
26%
Penyajian data & informasi
Tabel:
1 dimensi (variabel tunggal)
2 dimensi (tabel silang antar 2 variabel)
3, 4 dimensi, dst.
Data kuantitatif:
Tabel 5.1. Komparasi perubahan pengetahuan antara kelompok
intervensi simulasi dan kelompok intervensi ceramah pada kader
kesehatan di kecamatan Arum Dalu, kabupaten Bunga Indah,
tahun 2016

Perubahan skor
Macam n pengetahuan p Keterangan
intervensi Rerata Simpangan
baku
Simulasi 15 33,33 11,44 0,002 Berbeda
Ceramah 15 20,39 13,53 bermakna
Data kategorikal: Tabel 1 dimensi

Tabel 2. Distribusi balita menurut status pencemaran tanah tempat


tinggal di kecamatan Udan Banjir kabupaten Sumber Banyu, tahun
2016

Tinggal di daerah dgn


pencemaran tanah Jumlah
n (%)
Ya 35 ( 41,7)
Tidak 49 ( 58,3)
Jumlah 84 (100,0)
Persen:
Persen baris
Persen kolom
Persen total (tidak boleh digunakan!)
Benarkah perhitungan % di bawah ini untuk
membandingkan kejadian antar wilayah?

TBC (+) TBC (-) Populasi


Wilayah M 500 4500 5000
(3,3%)
Wilayah S 600 9400 10000
(4,0%)
Total 1100 13900 15000
(100%)
Data kategorikal: % BARIS

Tabel Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing


pada responden anak balita di kecamatan Udan Banjir kabupaten
Sumber Banyu, tahun 2016

Pencemaran tanah Eksistensi cacing Jumlah


tempat tinggal Positif Negatif n (%)
n (%) n (%)
Ya 12 (34,3) 23 (65,7) 35 (100,0)
Tidak 2 ( 4,1) 47 (95,9) 49 (100,0)
Jumlah 14 (16,7) 70 (83,3) 84 (100,0)

Benar! Angka prevalensi


Data kategorikal: % KOLOM

Tabel Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing


pada responden anak balita di kecamatan Udan Banjir kabupaten
Sumber Banyu, tahun 2016

Pencemaran tanah Eksistensi cacing Jumlah


tempat tinggal Positif Negatif n (%)
n (%) n (%)
Tercemar 12 ( 85,7) 23 ( 32,9) 35 ( 41,7)
Tak tercemar 2 ( 14,3) 47 ( 67,1) 49 ( 58,3)
Jumlah 14 (100,0) 70 (100,0) 84 (100,0)

Boleh digunakan
Data kategorikal: % TOTAL

Tabel Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing


pada responden anak balita di kecamatan Udan Banjir kabupaten
Sumber Banyu, tahun 2000

Pencemaran tanah Eksistensi cacing Jumlah


tempat tinggal Positif Negatif n (%)
n (%) n (%)
Ya 12 (14,3) 23 (27,4) 35 ( 41,7)
Tidak 2 ( 2,4) 47 (55,9) 49 ( 58,3)
Jumlah 14 (16,7) 70 (83,3) 84 (100,0)
Hindarkan Duplikasi
Input data secara kontinyu (ajeg)
PROGRAM DAN PELAPORAN
Sistematika/Format dan Petunjuk Penyusunan
Program Kerja
Pendahuluan

LatarBelakang

Tujuan Umum danTujuan Khusus

KegiatanPokok dan Rincian Kegiatan

Cara Melaksanakan Kegiatan

Sasaran

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

EvaluasiPelaksanaanKegiatandanPelaporan

Pencatatan, PelaporandanEvaluasiKegiatan
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Rekomendasi
Nume Denomi Penca
Indikator mutu Standar Analisa / tindak lanjut
rator nator paian
INDIKATOR MUTU PELAYANAN RS

- INDIKATOR AREA KLINIS


- INDIKATOR AREA MANAJERIAL
- INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN

KRITERIA PEMILIHAN
- High volume
- High Cost
- High Risk
- Potential problem
INDIKATOR AREA KLINIS
PEMILIHAN INDIKATOR

PENGUMPULAN DATA
METODE STATISTIK
Tetapkan
frekuensinya
ANALISIS DATA
DIBANDINGKAN
Didlm RS/trend
VALIDASI DATA Dng RS lain
Dng standar
Dng Best practice

LAPORAN & REKOMENDASI

TINDAK LANJUT
Intervensi Perbaikan

Standardisasi
Process improvement:
step by step improvement
radical improvement
(reengineering)
Quality Improvement Process
Model Nolan

Apa yang ingin kita capai? Aims

Bagaimana kita tahu bahwa perubahan Measurements


yang dilakukan adalah perbaikan ?

Perubahan apa yang dapat kita lakukan Planned change


yang hasilnya adalah perbaikan?

A P

C D
Nolan model
Bentuk tim
Tetapkan tujuan (setting aims)
Tentukan pengukuran (establishing measures)
Pilih perubahan yang perlu dilakukan
(selecting changes)
Uji coba beberapa perubahan (testing multiple
changes) dalam skala kecil
Implementasi perubahan (implementing
changes)
Sebarkan ke unit yang lebih luas (spreading
changes)
Contoh : Indikator Area Klinis

DTL

4,91-5,18%
A P
Laporan Tindak Lanjut S D
Perbaikan Performance dalam Pelayanan
Radiologi
FOCUS P-D-S-A
FOCUS
Find
1. Mencari standar dan dokumen terkait
2. Analisa data yang dikumpulkan (Jan-Mar 2014)
3. Identifikasi masalah & outcome yang diinginkan
Organize
Membentuk Tim dari SMF+Instalasi Radiologi & Unit lain terkait
Clarify
Klarifikasi oleh semua anggota tim
Understand
Identifikasi tool yang diperlukan untuk perbaikan
Identifikasi solusi untuk mencapai target mutu
Select
Memiliih solusi terbaik
1. Kartu antrian
2. Memperbaiki SOP
3. Pelatihan khusus
Plan-Do-Study
PLAN DO
Instalasi Radiologi Yang di amati:
Berencana meningkatkan Ada pasien yang sewaktu
waktu tunggu hasil foto thorax dipanggil sesuai no.
menjadi sesuai standar antrian untuk
(menjadi 90%) menggunakan pemeriksaan tidak ada
nomor antrian (siklus 1) STUDY
Berharap dalam satu bulan ini Yang dipejari sesuai
waktu tunggu hasil foto thorax measurement goal:
menjadi sesuai standar Waktu tunggu hasil foto
(menjadi 90%) thorax hanya 80%.
Tindakan Instalasi Radiologi Proses memberi nomor
memberikan nomor antrian antrian ini tidak berhasil
Action
Apa yang disimpulkan dari siklus ini?
Walau diberikan nomer antrian, waktu dipanggil untuk pemeriksaan
pasien tidak ada. Harus ada cara lain agar waktu dipanggil untuk
pemeriksaan pasien ada d tempat.
ACT
Instalasi Radiologi membuat pasien dengan mudah menentukan
pemeriksaan radiologi mana yang akan didahulukan, dengan
memberi pedoman:
1. Bila pemeriksaan pasien adalah pemeriksaan kontras dan non kontras, maka yang
didahulukan adalah pemeriksaan yang non kontras
2. Bila pemeriksaan pasien adalah pemeriksaan USG dan konvensional, maka yang
didahulukan adalah pemeriksaan yang konvensional
3. Bila pemeriksaan pasien adalah pemeriksaan USG dan CT, maka yang didahulukan
adalah pemeriksaan yang USG
4. Bila pemeriksaan pasien adalah pemeriksaan USG dan konvensional, maka yang
didahulukan adalah pemeriksaan yang konvensional
5. Pemeriksaan canggih dilakukan setelah pemeriksaan lain
6. Bila pemeriksaan terhadap pasien adalah pemeriksaan Colon dan pemeriksaan lain,
maka yang didahulukan adalah pemeriksaan yang lain dulu
Hasil
Hasil P-D-S-A Waktu tunggu hasil foto
90%
thorax semula 80%
menjadi 87%.
Analisa
Prosentase hasil perba

STANDAR
jika dibandingkan deng
STUDY 1 target masih belum
terpenuhi (kurang 3 %)
Penyebab
Masih belum
konsistensinya Staf
melakukan perbaikan
masalah yang ditetapk
(SPO) dengan waktu y
relatif singkat.
A P Tindak Lanjut
Implementasi SPO plu
S D pengawasan konsisten
SDM.
Contoh: Indikator 1
Pasien terpasang gelang Identitas (target 100%)
Jml pasien terpasang gelang identitas Persentase
1000 100%
900 90%
800 80%
715
700 70%
600 548 549 546
491 507 504 60%
500 442 50%
400
40%
300
30%
200
20%
100
Jan Feb Mar April Mei Juni Juli
Agust 10% Agust
us Jan Feb Mar April Mei Juni Juli
us
Jumlah Pasien Baru 715 548 549 491 546 507 504 443
Jumlah Pasien Baru
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 99.77%
Memakai Gelang 715 548 549 491 546 507 504 442 terpasang gelang identitas

Analisis : pemasangan gelang identitas pasien telah mencapai target. Semua pasien yang masuk
dalam ruang perawatan sudah terpasang gelang identitas.

Rekomendasi :
1. Pertahankan pemasangan gelang identitas untuk semua pasien yang sedang di rawat.
2. Jika ada tindakan prosedur sehingga terjadi pelepasan gelang identitas, harus segera di pasang lagi.
Indikator 2
Angka marking operasi ( target 100% )
100 Marking
74
66 120%
57 73
64
50 32 32 39 53 100%
40
22 36 37
43.24% 18 21 80%
48.48%38.59% 24 46.2%
0 46.15%52.50%
56.25% 50.68% 60% 48.5% 56.3%
Jan Feb 45.28% 43.2% 50.7%
Mar Apr
Mei Jun 40% 47.5%
Jul Agst 38.6%
20% 45.3%
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst
Jml pasien yang harus 0%
74 66 57 39 40 64 73 53 Ags
dimarking Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli
t
Jml pasien yang
32 32 22 18 21 36 37 24 Target 100%100%100%100%100%100%100%100%
dimarking
Persentase 43.24%48.48%38.59%46.15%52.50%56.25%50.68%45.28% marking 43.2 48.5 38.6 46.2 47.5 56.3 50.7 45.3
Rekomendasi :

- Perlu adanya komitmen dokter operator untuk


melakukan marking pada setiap operasi yang
memerlukan marking.
- Adanya kerjasama dari perawat agar
Analisis : mengingatkan dokter operator utk melakukan
Pencapaian indikator ini menurun 5.4% marking dan memeriksa apakah pasien2 yang akan
dibandingkan bulan Juli. Masih banyak dokter2 yang dioperasi sudah di lakukan marking.
belum melakukan marking pada operasi yang - Ketersediaan spidol marking di setiap ruang
memerlukan marking. perawatan .
- Peran aktif dari pokja IPSG untuk dapat
membantu 66
keberhasilan indikator ini.
Contoh: Indikator 3
Angka time out sebelum operasi (target 100%)
200
Time out
100%
Time Out 160
100%
120
99%
80
99%
40
98%
0
Jan Feb Mar Apr Mei juni Juli Agst
98%
Jml operasi 198 164 171 154 155 186 169 139
jml pelaksanaan time out 195 164 171 154 155 186 169 139 97%
Jun Ags
Jan Feb Mar Apr Mei Juli
i t
Target 100%100%100%100%100%100%100%100%
Time out 98%100%100%100%100%100%100%100%

Analisis :
Indikator Time out ini sudah dilaksanakan di setiap Rekomendasi :
operasi. Hanya kepatuhan terhadap jalannya time Perlu komitmen dari semua petugas dan dokter
out ( semua menghentikan kegiatan utk operator agar pada waktu time out dijalankan
melaksanakan prosedur time out) belum dilakukan semua yang terlibat operasi benar2 menghentikan
dengan baik. kegiatannya .
Indikator 4
Infeksi Luka Operasi ( target 0% )
Jumlah ILO Persentase
180 1.4
160
1.2
140
120 1
100 0.8
80
0.6
60
40 0.4
20
0.2
0
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst 0
Jml operasi bersih 157 165 89 74 104 126 77 83 Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agst
Jml infeksi luka operasi Target (%) 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0 1
bersih Pencapaian (%) 0 0 0 0 0 0 0 1.2

Pada bulan Agustus dari 83 operasi bersih terdapat 1 kejadian infeksi luka operasi. Dimana operasi dilakukan pada tanggal 09
Agustus yaitu hemartroplasty a/i fraktur collum femur tertutup dan diperbolehkan pulang tanggal 16 Agustus
Pada tanggal 23 Agustus px masuk untuk rawat inap kembali dengan masalah :
1. Hiponatremi, hipokalemia ringan, hipoalbumin ringan
2. Wound dehisence post hemiarthroplasty
3. HHD
Menurut buku Pedoman Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit tahun 2001 ILO ini termasuk infeksi luka operasi profunda yang
mana kriterianya adalah infeksi yang terjadi pada daerah insisi dalam waktu 30 hari pasca bedah atau sampai satu tahun pasca
bedah (bila ada implan berupa non human derived implan yang dipasang permanen).
LANJUTTT KE MANAJEMEN RISIKO
Yaaa.