Anda di halaman 1dari 22

INDUSTRI CAT

Oleh :
Yuni Arliyana Togatorop
(D1121161002)
Vina Dwita (D1121161006)
Axel Joshua Bagaskara
(D1121161011)
Dody Susanto (D1121161020)
DEFINISI CAT

Cat merupakan suatu cairan yang digunakan


untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan
tujuan memperindah, memperkuat, atau
melindungi bahan tersebut.
JENIS-JENIS CAT
A) Cat Solvent-Based

B) Cat Water-Based
RANGAKAIAN PROSES INDUSTRI

RAW MATERIAL

PROSES PRODUKSI

PRODUK
1) RAW MATERIAL CAT
Resin : Alkid, Alklirik, Vinil, dsb
Pigmen : Anorgank dan Organik (TiO)
Ekstender : Kalsium karbonat, Kapur, Tanah
Liat, dll
Pelarut : Hidrokarbon, Oksigenated Solvent, Air
Aditif.
Resin yang langsung diambil dari alam,
contohnya Natural Oil

Resin hasil sintesis, contohnya alkrilik


Fungsi Tiap Bahan

Resin berfungsi sebagai pengikat


bahan lainnya, termasuk
pigmen.

Pigmen berfungsi sebagai pemberi


warna

Ekstender (Filler) berfungsi


meningkatkan daya tutup cat

Pelarut berfungsi untuk


melarutkan resin

Aditif sebagai bahan tambahan,


seperti bahan anti noda, anti jamur,
dsb.
DIAGRAM ALIR PROSES INDUSTRI CAT
Tahap Pra pencampuran
(Penggilingan)

Tahap Pendispersian
(Pengadukan lanjut)

Tahap Pencampuran dan


pengadukan awal

Tahap Pencampuran dan


pengadukan lanjut

Tahap Penyaringan

Tahap Pengepakan
A. Persiapan Bahan Baku
Penyesuaian Fase/Bentuk

1. Tahap Pra pencampuran


Semua bahan baku mentah yang berbentu kasar
(Resin, filler, pigmen) digiling hingga halus.
2. Tahap Pendispersian
Pada tahap ini, bahan-bahan
yang telah halus kemudian
dimasukan dalam tangki
pengaduk dan dicampurkan
dengan pelarut/air
kemudian diaduk hingga
merata dan berubah fase
dari padat menjadi cair
2) PROSES PRODUKSI
A. Persiapan Bahan Baku
Penyesuaian Fase/Bentuk
Gudang sebagai tempat
penyimpanan sementara bahan
baku

Forklift sebagai alat transportasi


pembawa bahan baku.
B. Pengolahan Bahan Baku

2) Setelah resin larut


1) Pada tahap ini, bahan semua, maka
baku berupa resin (alkrilik) ditambahkan bahan lain
dan pelarut (air/hidrokarbon) seperti filler, aditif.
dimasukkan ke dalam tangki
pencampuran.

3. Tahap Filtrasi
4. Tahap Pengepakan
5. Tahap Pewarnaan dengan mesin ting-ting
Hasil dari Pengolahan Bahan Baku

Limbah : 1) Produk Utama


1) Limbah Padat berupa 90% Cat
Kemasan bekas 2) Produk
Lumpur/Sludge Sampingan
Sampah berupa 10 % air.
Domestik
2) Limbah Cair
limbah hasil
pencucian
peralatan
industri
1. Limbah Padat

Kemasan Bekas : Kantong atau karung dari kertas atau plastik

Lumpur/sludge : Limbah bersifat B3

Sampah domestik : limbah atau sampah lainnya hasil kegiatan


kantor.

2. Limbah Cair

BOD, COD, TSS, pH, TOC, NH3-N, klorida, sulfat, nitrogen


sebagai N, fosfor, minyak dan lemak, logam berat
seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), cadmium (Cd),
kromium (Cr+6), seng (Zn), besi (Fe), dan titanium (Ti)
CARA PENANGANAN LIMBAH
Cara penanganan limbah terdiri dari 2, yaitu:
1. Penanganan limbah padat

Kemasan bekas dapat dikumpulkan di TPS


untuk kemudian diangkut untuk kemudian
didaur ulang

Lumpur/sludge dikumpulkan, dikeringkan


dan kemudian diubah menjadi Flinkote padat

Dedaunan dan kertas hasil kegiatan kantor


dikumpulkan. Pada umumnya sampah ini
dapat didaur ulang.
2. Penanganan Limbah Cair

Ekualasi debit limbah dengan tangki pengumpul

Pengaturan pH

Pengendapan dengan penambahan bahan kimia

Penyaringan dengan menggunakan penyaring pasir


atau media lainnya di dalam tangki klorinasi

Penyarigan dengan menggunakan karbon filter pada


tangki filter

Tangki penyimpanan
KEGUNAAN DARI LIMBAH HASIL OLAHAN
1. Limbah Padat
Kantong atau karung yang sudah didaur ulang dapat digunakan
lagi seperti fungsi semula ataupun tidak.
Flinkote padat dapat digunakan sebagai anti karat
Dedaunan dapat dibusukkan untuk dibuat menjadi pupuk dan
kertas dapat diolah kembali menjadi kertas koran.

2. Limbah Cair
Besi dapat digunakan pada industri pembuatan rangka
kendaraan dan aksesoris serta peralatan rumah tangga
Merkuri dapat digunakan sebagai katode dari sel elektrolisis
Seng dapat digunakan sebagai plat negatif pada beberapa
baterai.
Titanium dapat digunakan sebagai perhiasan, raket tenis, alat-
alat bedah, dsb.
Kadmium dapat digunakan untuk proses ppelapisan, kunci
pembuatan baterai, dan penyepuhan elektrik.
DAFTAR PUSTAKA
Hernadewita dkk, 2007. Penanganan Limbah
Industri Cat ditinjau dari Sisi Clean Technology
Dalam Manajemen Industri. Malayasia. 4(2).
1829-8958.
Anonim, 2017.
https://www.youtube.com/watch?v=cVAGdyXBg_8