Anda di halaman 1dari 15

KASUS POLIMER SUPERABSORBEN

Kelompok 1:

1. James Herbert (14-108)


2. Tri Rafika Aisyah (15-022)
3. Eldhin M. Taqwa (15-023)
4. Bangkit Kali Syahputra Sipahutar (15-024)
5. Riri Adolina (15-034)
6. Rama Dhoni (15-040)
7. Ermawati (15-045)

Polymer
Technology
Latar Belakang
Senyawa polimer memiliki peranan penting
dalam menunjang kehidupan manusia dan
termasuk manfaat besar yang bisa kita
dapatkan dari senyawa polimer ini. Sejalan
dengan pokok bahasan polimer ini terdapat
juga pokok bahasan tentang polimer
superabsorben beserta jenis-jenis dan ciri-
cirinya.
Asam Poliakrilat
Asam akrilat adalah senyawa organik dengan
rumus C3H4O2 yang dikenal dengan nama
lain acroleic acid, 2-propenoic acid,
vinilformic acid, propene acid dan
ethylenecarboxylic acid. Asam akrilat
merupakan bahan kimia industri yang
penting karena merupakan bahan kimia
intermediate yang banyak digunakan dalam
proses-proses produksi pada industri dan
produk-produk konsumen.
Poli Asam Akrilat Sebagai Superabsorbent Polymer

Hidrogel superabsorben (HSA) adalah suatu istilah yang


mencakup jenis polimer yang mempunyai kemampuan
mengabsorbsi air ratusan kali berat keringnya. Setiap jenis
polimer ini mempunyai cara yang berbeda dalam mencapai
karakteristik superabsorben. Namun demikian, HSA sangat
efektif dalam mengabsorbsi air.

Struktur asam poliakrilat


Poli Asam Akrilat Sebagai Superabsorbent
Polimer

HSA pada hakikatnya adalah polimer berikatan


silang yang mempunyai kemampuan
mengabsorbsi air beberapa ratus kali berat
keringnya, dan tidak larut dalam air karena adanya
struktur ikatan silang tiga dimensi pada jaringan
polimernya. Bentuknya mirip air karena polimer
tersebut hampir seluruh bagiannya mengandung
air. Karena sifat yang unik tersebut, hidrogel ini
mempunyai potensi aplikasi yang luas sebagai
bahan penyerap pada popok bayi/ pembalut
wania.
Raw Material of Hydrogel Superabsorbent
(HSA)
Untuk mencegah terjadinya reaksi
Akrilamida merupakan bahan baku paling
populer untukpembuatan polimer oksidasi dari asam akrilat, maka
poliakrilamida (PAAm), sebagai media pada pembuatan HSA dari PAA
penunjang dalam elektroforesis dan matriks berbasis AA digunakan AA dalam
penyimpan air (soil conditioner) pada daerah bentuk garam natrium akrilat atau
kering kaliumakrilat

Asam akrilat (AA) dapat dipakai untuk sebagai bahan dasar pembuatan HSA
karena merupakan monomer hidrofilik yang dalam bentuk ioniknya (-C-OO-)
mempunyai afinitas yang besar terhadap air. Namun demikian, sintesis AA
menjadi poli (asam akrilat) (PAA) sukar dilakukan, baik dengan reaksi kimia
maupun radiasi. Hal ini disebabkan karena gugus karboksilat (-COOH) dari
AA akan mengalami reaksi oksidasi menjadi gas karbon dioksida (CO2)
* Erizal. 2010. Sintesis Hidrogel, Supeabsorben Poli (Akrilamida-Kokalium Akrilat) dengan Teknik Radiasi dan Karakterisasinya.
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi : BATAN
Sifat Bahan SAP
Ditinjau secara struktur, hidrogel superabsorben
merupakan material tiga dimensi yang memiliki kemampuan
mengembang (swelling),namun tidak dapat larut dalam air
dikarenakan adanya crosslinker atau ikat silang yang dapat
berinteraksi secara ikatan ionik atau ikatan hidrogen dengan
partikel air*. Dalam proses pembuatan polimer superabsorben,
polimer yang digunakan harus memenuhi persyaratan diantaranya
yaitu bersifat hidrofilik, tidak larut dalam air, mempunyai gugus
fungsi yang bersifat ionik. Asam poliacrilite dan poliacrilamide
merupakan bahan polimer superabsorben yang paling banyak
digunakan karena mempunyai daya afinitas yang paling baik.
Poliacrilamida dan asam poliacrilite mempunyai gugus rantai aktif
(R) yang dapat digunakan untuk proses grafting. Pada proses
grafting, gugus aktif ini akan digunakan untuk berikatan dengan
silika.
Komponen Penyusun SAP
Pada awalnya polimer superabsorben dibuat dari selulosa atau polivinil
alkohol yang mempunyai gugus hidrofilik dan mempunyai daya afinitas tinggi
terhadap air. Polimer superabsorben jenis ini mempunyai beberapa kelemahan
di antaranya kapasitas absorpsi relative kecil, kurang stabil terhadap perubahan
pH, suhu, dan sifat fisiknya tidak baik. Saat ini sedang dikembangkan polimer
superabsorben dari polimer organik yang dimodifikasi dengan mineral alam
seperti bentonit, kuarsa, dan silika. Polimer superabsorben hasil modifikasi ini
mempunyai sifat fisik dan kimia yang jauh lebih baik. Polimer superabsorben
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan
morfologinya, diklasifikasikan menjadi polimer serbuk, partikel, bola, serat,
membran, dan emulsi.
Ditinjau dari jenis bahan penyusunnya ada polimer superabsorben
makromolekul alam, Semipolimer sintetis, dan polimer sintetis, sedangkan
dilihat dari proses pembuatannya dapat dibedakan menjadi polimer cangkok dan
polimer taut-silang. Gugus utama polimer superabsorben adalah gugus
hidrofilik misalnya gugus karboksilat (-COOH) yang mudah menyerap air.
Hubungan Crosslink dengan Kemampuan
Absorben
Berdasarkan bentuk susunan rantainya polimer dibedakan atas :

Polimer linear, yaitu polimer yang tersusun dengan unit ulang


berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang panjang.

Gambar 1 Struktur Polimer Linear

Polimer bercabang, yaitu polimer yang terbentuk jika beberapa unit


ulang membentuk cabang pada rantai utama.

Gambar 2 Struktur Polimer Bercabang


Polimer berikatan silang (Crosslinking), yaitu polimer yang terbentuk karena
beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya.
Jika sambungan silang terjadi ke berbagai arah maka akan terbentuk sambung
silang tiga dimensi yang sering disebut polimer jaringan.

Gambar 3 Struktur Polimer Berikatan Silang

Apabila rantai-rantai polimer digabung oleh ikatan kimia maka polimer


tersebut dikatakan telah mengalami proses cross-link. Ini menunjukkan bahwa
proses cross-linking mempunyai efek mendalam terhadap ciri-ciri polimer
tersebut yang membedakan polimer termoplastis dan polimer termoset. Lebih
penting lagi, cross-linking bisa mengubah polimer dalam bentuk cairan ke bentuk
solid dimana hal ini merupakan suatu proses yang sering digunakan pada setting
bahan cetak.
Ikat silang akan menyebabkan superabsorben berbentuk 3 dimensi yang
menciptakan ruang untuk memerangkap molekul air. Ikat silang juga mencegah
pembengkakan tak terbatas yang terjadi bila superabsoben sudah memerangkap
air. Interaksi yang dominan terjadi adalah hidrasi.
Sintesis SAP
Pembuatan komposit polimer superabsorben dapat dilakukan dengan
proses grafting polimer dengan mineral alam dan proses
penggabungan (intercalating) monomer dengan mineral alam
kemudian diikuti proses polimerisasi. Proses grafting dapat dilakukan
dengan metode kimia, yaitu dengan menggunakan bahan kimia
inisiator polimerisasi, dan bahan pembentuk ikatan silang
(crosslinker).
Proses lain dalam pembuatan komposit polimer
superabsorben-minerallokal adalah dengan metode grafting
menggunakan radiasi pengion. Metode ini mempunyai beberapa
kelebihan jika dibandingkan dengan metode kimia,yaitu: proses
grafting dapat dilakukan pada monomer fasa padat, cair, ataugas; tidak
membutuhkan penambahan bahan kimia seperti inisiator,crosslinker,
maupun aktivator sehingga produk yang diperoleh lebih murni;tidak
memerlukan penambahan panas dan reaksinya mudah
dikendalikan.Ada dua sumber radiasi yang sering digunakan dalam
proses grafting yaitu sumber radiasi gamma dan elektron.
* Swantomo, Deni, Kartini Megasari, Rany Saptaaji. 2008. Pembuatan Komposit Polimer Superabsorben dengan Mesin Berkas
Elektron. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir : Batan.
Penanganan Limbah SAP
Sebuah popok sekali pakai terdiri dari sebuah bagian penyerap
yang terletak di antara dua lembar kain bukan tenunan. Bagian
ini khusus dirancang untuk menyerap dan mempertahankan
cairan tubuh, dan kain bukan tenunan memberikan popok
bentuk yang nyaman dan membantu mencegah kebocoran.
Meskipun popok sekali pakai berisi senyawa poli akrilat yang
sukar untuk diuraikan namun ketika telah basah dan berisi air
maka sifat polimer tersebut mudah terputus sehingga mudah
diuraikan. Oleh karena itu biasa dilakukan proses penguraiaan
dengan metoda pengkomposan. Adanya molekul air pada
bagian dalam popok sekali pakai membuat senyawa polimer
tersebut akan lebih mudah terpotong potong menjadi bagian
yang kecil-kecil.
SOLUSI
Pembalut biodegradable berbahan dasar umbi gadung dan kulit pisang
sebagai alternatif pembalut wanita yang sehat dan ramah lingkungan
(Liana, dkk., 2014)

Diharapkan
Terciptanya BaVa-Pad: pembalut wanita biodegradable berbahan dasar
umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst) mengandung Polisakarida Larut Air
(PLA) yang sangat tinggi dijadikan bioplastik dengan metode blending dan
absorban dari limbah kulit pisang (Musaceaea sp) yang sehat dan ramah
lingkungan
Tujuan
Menciptakan BaVa-Pad sebagai inovasi produk pembalut wanita yang sehat
dan ramah lingkungan
Menanggulangi permasalahan limbah pembalut wanita sebagai kontributor
pencemar air dan penyumbang penimbunan sampah yang sulit terurai
Contoh Gambar
Dengan Biodegradable Dengan Non Degradable
Terimakasih,