Anda di halaman 1dari 21

BAKTERI PENYEBAB INFEKSI

SALURAN PERNAFASAN

FITRAH RAMADANI
HASTARINA
HAJRAH
IHFAH KHAERAWATY GAU
IKA PUSTIKAWATI
INES SAFARAYANA
WAHYUNI HAPSARY OHORELLA
PENGERTIAN ISPA
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah
infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang
tenggorokan, hidung dan paru-paru yang
berlangsung kurang lebih 14 hari. ISPA mengenai
struktur saluran di atas laring, tetapi kebanyakan
penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan
bawah secara stimulan atau berurutan
(Muttaqin, 2008)
KLASIFIKASI ISPA

1. Infeksi saluran pernafasan bagian atas


Nasofaringitis disebut juga flu biasa, adalah infeksi virus
pada hidung dan tenggorok, sering terjadi pada bayi dan
anak-anak.
Faringitis adalah infeksi virus atau bakteri dan inflamasi
pada faring, jarang terjadi pada bayi sebelum usia 1
tahun, insidensi faringitis meningkat antara usia 4 dan 7
tahun.
Tonsilitis adalah infeksi virus atau bakteri dan inflamasi
pada tonsil. Insidensi tonsillitis meningkat pada anak-
anak usia sekolah
KLASIFIKASI ISPA

1. Infeksi saluran pernafasan bagian bawah


Bronkiolitis merupakan infeksi virus pada saluran pernapasan bagian
bawah dengan karakteristik peradangan bronkiolus dan produksi
mucus, biasanya mengikuti infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Laringo-trakeo-bronkitis disebabkan oleh virus dan bakteri hemofilus
influenza, Pada kasus ringan, hanya laring dan trakea yang terkena.
Tetapi pada kasus lebih berat, infeksi menyebar ke bawah bahkan
mengenai bronkus yang terkecil, sehingga terjadi penyempitan dan
kesulitan bernapas.
Pneumonia adalah radang parenhim paru, penyebabnya bakteri,
virus, mycoplasma pneumonia, jamur, aspirasi, pneumonia
hypostatic, dan sindrom Loeffler.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Haemophilus influenza
KLASIFIKASI
Kingdom : Bakteri
Kelas : Schizomicetes
Ordo : Eubacteriales
Famili : Haemophilunaceae
Genus : Haemophilus
Spesies : Haemophilus influenzae
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Haemophilus influenza
MORFOLOGI
Haemophilus influenzae
mempunyai ukuran 1 m x 0.3 m.
Bakteri ini bebentuk batang
negative Gram dan merupakan
bakteri yang tidak harus
membutuhkan oksigen untuk
pertumbuhannya.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Haemophilus influenza (PATOGENITAS)
H. influenzae menyebabkan sejumlah
infeksi pada saluran pernafasan bagian
atas seperti faringitis, otitis media, dan
sinusitis yang terutama penting pada
penyakit paru kronik. H. influenzae
dapat menyebabkan pembengkakan
saluran pernapasan bagian atas yang
hebat yang mengakibatkan obstruksi
dan sering menyebabkan kematian
kurang dari 24 jam.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Mycoplasma pneumonia
KLASIFIKASI
Kingdom : Bacteria
Divisi : Firmicutes
Kelas : Mollicutes
Ordo : Mycoplasmatales
Famili : Mycoplasmataceae
Genus : Mycoplasma
Spesies : Mycoplasma pneumoniae
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Mycoplasma pneumonia (MORFOLOGI)
Mycoplasma pneumoniae merupakan bakteri
gram negatif dengan ukuran panjang 1 mm - 2
m dan lebar 0,1 mm - 0,2 m, berbentuk
bundar agak datar, pinggirnya bening
(transculent), bagian tengah keruh dan
granuler. Kuman tumbuh jauh ke dalam agar
dan membentuk penampilan fried egg.
Permukaan koloni dapat mengadsorpsi sel
darah merah, membentuk zona hemolisis.
Pertumbuhannya sangat lambat antara 5-10
hari atau lebih.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Mycoplasma pneumonia (PATOGENITAS)
Mycoplasma pneumoniae di tularkan dari
satu orang ke orang melalui sekretdari
saluran pernafasan yang terinfeksi.Infeksi
di inisiasi oleh menempelnya tip dari
organism pada reseptor yang ada di
permukaan sel epithelial dari saluran
pernapasan.penempelan di hubungkan
oleh protein adhesion yang spesifik yang
terdapat pada organism yang memiliki
struktur terminal yang berbeda-beda.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Bordotella pertussis
KLASIFIKASI
Kingdom : Eubacterium
Filum : Coccobacillus
Kelas : Bacillus
Ordo : Coccobacillus
Famili : Alcaligenaceae
Genus : Bordetella
Spesies : Bordetella pertussis
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Bordotella pertussis
KLASIFIKASI
Kingdom : Eubacterium
Filum : Coccobacillus
Kelas : Bacillus
Ordo : Coccobacillus
Famili : Alcaligenaceae
Genus : Bordetella
Spesies : Bordetella pertussis
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Bordotella pertussis (MORFOLOGI)
Boredetella pertussis berbentuk
coccobacillus kecil-kecil, terdapat
sendiri-sendiri, berpasangan, atau
membentuk kelompok-kelompok kecil.
Pada isolasi primer, bentuk kuman
biasanya uniform, tetapi setelah
subkultur dapat bersifat
pleomorfik.Bentuk koloni pada biakan
agar yaitu smooth, cembung,
mengkilap, dan tembus cahaya.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Bordotella pertussis (PATOGENITAS)
Setelah menghisap droplet yang
terinfeksi, kuman akan berkembang
biak di dalam saluran pernafasan.
Gejala sakit hampir selalu timbul
dalam 10 hari setelah kontak,
meskipun masa inkubasi bervariasi
antara 5-21 hari.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Legionella pneumophila
KLASIFIKASI
Kingdom : Bacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma
proteobacteria
Ordo : Legionellales
Famili : Legionellaceae
Genus : Legionella
Spesies : Legionella
pneumophila
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Legionella pneumophila (MORFOLOGI)
Legionella termasuk bakteri gram
negative batang yang tidak meragi D-
glukosa, dan juga tidak meragi nitrat
menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup
subur menempel di pipa-pipa karet
dan plastic yang berlumut dan tahan
kaporit dengan konsentrasi klorin 26
mg/l. Legionella dapat hidup pada
suhu antara 5,7oC 63oC dan tumbuh
subur pada suhu 30oC 45oC.
BAKTERI PENYEBAB ISPA
Legionella pneumophila (PATOGENITAS)
Legionellosis yang disebabkan oleh
Legionella pneumophila bisa
menjadi penyakit pernafasan ringan
atau dapat cukup parah untuk dapat
menyebabkan kematian. Penyakit
ini bisa menjadi sangat serius dan
menyebabkan kematian dari 5%-
30% kasus yang ada.
CARA PENULARAN
Seseorang bisa tertular penyakit ISPA ketika
menghirup udara yang mengandung
virus/bakteri yang dikeluarkan oleh penderita
ISPA ketika bersin/batuk.
Selain itu cairan yang mengandung
virus/bakteri yang menempel pada
permukaan benda bisa menular ke orang lain
saat mereka menyentuhnya (penulran tidak
lansung)
CARA MENDIAGNOSIS ISPA
Pemeriksaan suara, hidung dan tenggorokan
oleh dokter.
Pemeriksaan CT-scan X-ray
Pemeriksaan Laboratorium
PENCEGAHAN
Mencuci tangan secara teratur sebelum dan
setelah beraktivitas.
Hindari menyentuh bagian wajah, terutama
mulut, hidung,dan mata penderita.
Perbanyak mengonsusmsi makanan yang
mengandung vit.C
Hindari merokok
Ketika bersin pastikan menutup dengan tisu.
TERIMA KASIH

Beri Nilai